Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 132. Rencana Jackson Wijaya


__ADS_3

***Ruang kerja Jackson Wijaya***


Malam hari Rossy mengantar segelas susu hangat ke ruang kerja untuk Jackson yang masih sibuk bekerja di sana.


Rossy mengetuk pintu kamar ruang kerja Jackson dari luar.


"Masuk!" Terdengar suara Jackson dari dalam ruang kerja.


Rossy membuka pintu ruang kerja dengan perlahan dan melihat Jackson sedang menatap layar laptopnya dengan serius.


"Tuan Jackson. Ini susu hangatnya," kata Rossy sambil meletakkan susu hangat itu di atas meja.


"Thank you," jawab Jackson dengan singkat.


"Tuan Jackson. Bolehkan aku mengambil cuti besok siang setelah memasak lunch untuk tuan muda Chandra yang akan di antar oleh Pak Lesmana ke Healing Hands Hospital? Aku janji akan berada di Mansion Wijaya  jam enam sore untuk menyiapkan dinner tuan Jackson," pinta Rossy.


"Ada hal penting?" tanya Jackson.


"Aku ingin menemani Michelle, teman baikku ke mall untuk membeli gaun yang akan di kenakannya di pesta pertunangan adik tiriku sabtu nanti," jawab Rossy dengan jujur.


Gaun pesta yang akan di kenakan Rossy untuk ke pesta pertunangan Violet dan Febrian sudah di pesan oleh Jackson ke desainer langganannya sehingga Rossy ingin membantu Michelle memilih  gaun pestanya.


"Baiklah," jawab Jackson.


"Terima kasih tuan Jackson. Anda adalah bos yang paling baik sedunia," kata Rossy sambil tersenyum lebar.


Sudut bibir Jackson terangkat sedikit ketika mendengar pujian Rossy.


Jackson tahu Michele adalah satu-satunya teman baik Rossy di Bali dan juga yang membantu Rossy menjaga putranya selama ini sehingga Jackson tidak keberatan memberi izin ke Rossy untuk menemani teman baiknya ke mall membeli gaun pesta.


"Apakah tuan Jackson mau aku antarkan ke kamar tidur nanti?" tanya Rossy.


Rossy belum tahu cedera pinggang Jackson sudah hampir sembuh karena Jackson masih menggunakan kursi roda.


Jackson mengikuti anjuran dokter untuk tetap memakai kursi roda nya selama beberapa hari sebelum berjalan normal seperti biasa.


Jackson menganggukkan kepalanya.


"Tiga puluh menit lagi," kata Jackson


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy dan duduk di sofa ruang kerja sambil menunggu Jackson menyelesaikan pekerjaan kantornya.


Jackson memeriksa email-email penting yang di kirimkan oleh kolega bisnisnya.

__ADS_1


Salah satu email menarik perhatian Jackson. Email itu berasal dari Perusahaan Adinata yang berpusat di Australia.


Dilan Adinata, CEO Perusahaan Adinata akan datang ke Bali minggu depan untuk menandatangani kontrak proyek baru dengan Perusahaan Wijaya.


Selama ini kantor cabang Perusahaan Adinata yang berada di Bali lah yang  melakukan kontak dengan kantor cabang Perusahaan Wijaya.


Jackson tidak menyangka CEO Perusahaan Adinata yang berada di Australia akan datang secara langsung ke Bali  untuk menandatangani kontrak proyek baru itu sehingga Jackson memutuskan akan menemui Dilan secara langsung untuk membahas proyek baru antara Perusahaan Adinata dan Perusahaan Wijaya.


Sementara itu Rossy mengamati wajah Jackson yang sedang fokus bekerja.


Lama kelamaan pikiran Rossy melayang jauh sambil tetap menatap wajah Jackson.


Rossy sedang memikirkan rencananya untuk mendekati Jackson di hari pesta pertunangan Violet dan Febrian sabtu ini karena ini adalah kesempatan yang bagus.


Rossy ingin berdiskusi dengan Michelle tentang rencananya besok siang ketika mereka ke mall bersama.


Besok Michelle shift kerja malam di Healing Hands Hospital sehingga Rossy akan menggunakan taxi online ke rumah kontrakan Michelle untuk merundingkan rencana itu. Kemudian Michelle akan menggunakan mobil ayla nya untuk membawa mereka ke mall.


Michelle akan mengantarnya pulang ke Mansion Wijaya sebelum berangkat kerja ke Healing Hands Hospital.


Rossy sudah merencanakan dengan matang jadwalnya untuk besok siang karena tidak mau terlambat pulang ke Mansion Wijaya.


Di dalam tas Rossy sudah tersimpan alat kejut listrik dan semprotan merica yang di belinya di online shop sehingga Rossy tidak merasa ketakutan untuk menggunakan taxi online.


"Rossy."


Belakangan ini Rossy sering merasa deja-vu. Setiap kali Jackson memanggilnya dengan suara lembut, Rossy akan teringat dengan kejadian Jackson menggosok perutnya dengan lembut di kamar tidurnya sehingga tanpa sadar telinga Rossy merona merah.


"I...iya tuan Jackson," jawab Rossy dengan terbata-bata.


"Aku sudah selesai," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy sambil berjalan ke arah Jackson untuk membantu mendorong kursi roda Jackson menuju kamar tidurnya.


Sebenarnya Jackson belum menyelesaikan pekerjaannya karena Jackson menjadi tidak bisa konsentrasi bekerja sambil di tatap oleh Rossy secara intens.


Mata Rossy yang berbinar-binar menatapnya terus menerus membuat Jackson merasa gerah dan haus padahal Jackson baru saja menghabiskan segelas susu hangat sehingga Jackson memutuskan melanjutkan pekerjaannya dengan ipad di kamar tidurnya nanti.


 


***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Rossy memapah Jackson dengan perlahan ke atas tempat tidur.

__ADS_1


"Selamat malam tuan Jackson," ucap Rossy.


Jackson menganggukkan kepalanya.


Ketika Rossy berjalan meninggalkan kamar tidur Jackson, Rossy menghentikan langkahnya karena Jackson memanggilnya lagi.


"Rossy."


"Iya tuan Jackson," jawab Rossy.


"Gaun pestamu sudah jadi. Sabtu ini aku akan menjemputmu dari Mansion Wijaya jam tiga siang untuk ke tempat desainer. Di sana kamu bisa  mencoba gaun itu dan bersiap-siap ke pesta pertunangan adik tirimu," ucap Jackson.


"Baik tuan Jackson. Terima kasih. Aku akan ke kamarku untuk beristirahat sekarang," kata Rossy sambil tersenyum.


"Baiklah," jawab Jackson.


Jackson sudah merencanakan dengan matang apa yang akan di lakukannya untuk menghadiri pesta pertunangan adik tiri Rossy di Ballroom Hotel H.


Acara pesta pertunangan akan mulai jam tujuh malam sehingga jam tiga siang Jackson akan menjemput Rossy ke tempat desainer agar Rossy bisa mencoba gaunnya terlebih dahulu.


Jackson memesan dua gaun pesta untuk Rossy dan akan memilih gaun yang paling cocok untuk Rossy.


Seorang perias wajah terkenal sudah di pesan oleh Jackson untuk menunggunya di tempat desainer.


Walaupun Rossy berwajah  tidak cantik dan kolotan, setidaknya perias wajah itu bisa membuat wajah Rossy ebih menarik sehingga tidak akan di bully oleh adik tirinya di pesta pertunangan itu.


Jackson ingin Rossy tampil dengan sempurna di pesta pertunangan itu.


Selain itu ada Bagaskara dan beberapa bodyguard yang stand by di Hotel H dan bersiap-siap menerima perintah dari Jackson.


***


Selamat malam readers.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Jackson sudah mulai bucin nih sama Rossy 🥰🥰🥰


Persiapan ke pesta pertunangan Violet dan Febrian sudah matang nih. Tinggal menuju hari H saja.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2