Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 152. Pria di atas kursi roda Part II


__ADS_3

***Ballroom Hotel H***


Violet yang berada di dekat Rossy melihat dengan jelas perlakuan mesra Jackson terhadap Rossy.


Violet tidak menyangka pria di atas kursi roda yang menemani Rossy ke pesta pertunangannya berani bersikap sombong dan mengatakan akan melindungi Rossy.


Violet tertawa sinis di dalam hatinya menertawakan Rossy dan Jackson.


"Rossy...Rossy.. kamu kira pria lumpuh ini bisa melindungimu? Sebentar lagi kamu dan pria lumpuh tidak bergunamu akan aku tendang keluar dari ballroom pesta," kata hati Violet.


Violet yakin Jackson hanyalah pria miskin, lumpuh dan sama sekali tidak memiliki kekayaan apa pun.


Violet menduga jas yang dikenakan oleh Jackson dan gaun merah beserta kalung ruby bertaburan berlian di tubuh Rossy pastilah barang tiruan.


Violet melihat ke arah Jackson dengan pandangan meremehkan.


"Anda salah paham. Kita tidak menindas Kak Rossy. Kita hanya ingin Kak Rossy meminta maaf dan ganti rugi gaun Stella yang dirusaknya," ucap Violet.


"Ha ha ha. Kalian berdua yang miskin pasti tidak akan bisa membayar ganti rugi," kata hati Violet.


Jackson sama sekali tidak melihat ke arah  Violet yang sedang berbicara dengannya melainkan menatap Rossy dengan tatapan mata yang lembut.


"Rossy sayang. Kamu merusak gaun temannya?" tanya Jackson.


Satu kata 'sayang' dari bibir Jackson bagaikan musik mozart yang mengalun indah ke dalam telinga Rossy.


Rossy merasakan pipinya panas dan pastinya sudah bersemu merah seperti kepiting rebus di balik topeng wajahnya.


"Aku tidak merusaknya," jawab Rossy.


Violet segera memberikan isyarat mata ke Stella setelah mendengar jawaban Rossy.


"Kamu berbohong! Aku mempunyai saksi yang melihat jelas kamu menyenggol gelas wine merah di tanganku!"


Stella berteriak di depan Rossy sambil menunjuk Jessi, yang menjadi saksinya.


"Iya! Aku melihatnya dengan jelas," ujar Jessi.


"Kamu harus ganti rugi gaunku sekarang! Jika tidak, aku laporkan ke polisi!"


Stella mengancam Rossy karena memiliki dugaan yang sama dengan Violet bahwa pria di atas kursi roda ini hanyalah pria miskin dan tidak mungkin bisa membantu Rossy membayar ganti rugi.


"Hanya satu gaun yang jelek! Berapa harganya? Aku bayar ganti ruginya!" ucap Jackson dengan tenang.


"Jangan!" teriak Rossy sambil memegang erat tangan Jackson secara spontan.


Rossy tahu Jackson akan melindunginya dan tidak memedulikan harus membayar gaun yang dipakai oleh Stella, tetapi Rossy tidak ingin Jackson menghabiskan banyak uang demi dirinya karena Rossy yakin Stella pasti akan menyebutkan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga sebenarnya dari gaun itu.


Jackson menepuk punggung tangan Rossy dengan lembut dan memberinya tatapan menenangkan.


Rossy menjadi tenang dan yakin Jackson bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah.


Mendengar Jackson akan ganti rugi gaunnya, Stella segera  memikirkan cara lain untuk mempermalukan Rossy.


"Aku masih ingin berada di pesta pertunangan Violet. Aku ingin gaunnya untuk menggantikan gaunku yang rusak!" ucap Stella sambil menunjuk gaun merah Rossy.


Walaupun Stella mencurigai gaun yang dipakai Rossy adalah barang tiruan, tetapi merupakan barang tiruan kualitas yang baik.


Stella sama sekali tidak pernah melihat gaun yang dikenakan oleh Rossy dijual di pasaran.


Stella yakin gaun Rossy pasti gaun tiruan dari perancang busana terkenal yang hanya membuat satu produk untuk setiap desain pakaiannya sehingga Stella menginginkan gaun pesta berwarna merah milik Rossy.


Michelle yang mendengar perkataan Stella menjadi marah dan tidak bisa menahan diri untuk maju membela Rossy.


Michelle yakin Stella sengaja ingin mempermalukan Rossy. Felix memeluk Michelle dengan spontan dan berbisik di telinganya.

__ADS_1


"Michelle, tenanglah! Ada Jackson di samping Rossy," kata Felix dengan suara lembut.


"Iya..iya. Lepaskan pelukanmu," ucap Michelle dengan pipi bersemu merah.


Felix tersenyum kecil dan melepaskan pelukannya di tubuh Michelle.


Felix dan Michelle melihat ke arah Jackson untuk mencari tahu apa yang akan Jackson lakukan nantinya.


Semua orang yang berada di ballroom Hotel H tidak menyadari salah satu preman berjalan mendekati meja dan  memasukkan sebutir pil kecil ke dalam gelas jus stroberi  yang dipegang oleh Rossy tadi.


***


"Kamu tidak pernah bercermin?? Kamu sangat jelek dan berani sekali menginginkan gaun wanitaku!" ujar Jackson dengan tegas.


Stella menjadi emosi mendengar perkataan Jackson yang menghinanya jelek sehingga melepaskan topeng wajahnya dengan cepat.


Stella yakin dirinya lebih cantik daripada wanita tua dan jelek temannya Michelle.


"Aku cantik dan pantas memakai gaun itu. Jika dia tidak mau melepaskan gaunnya, aku tidak akan membiarkan masalah ini selesai!" kata Stella dengan sombong.


"Jangan berhalusinasi! Tidak semua orang bisa memakai gaun rancangan desainer Athena! Gaunnya dirancang sesuai tubuh Rossy. Bentuk tubuhmu akan membuat gaun itu menjadi sampah!" ucapJackson dengan ketus.


Wajah Stella menjadi semakin merah karena marah dan malu di ejek oleh seorang pria yang lumpuh.


Sementara itu beberapa tamu undangan yang mengenal desainer Athena terkejut dengan perkataan Jackson karena mereka tahu desainer Athena hanya merancang pakaian untuk sepuluh klien terbesar di Bali.


Beberapa tamu undangan itu  merasa segan dan takut kepada Jackson yang kemungkinan besar adalah salah satu dari klien  terbesar itu sehingga mereka tidak lagi maju untuk membela Stella.


***


"Dia memang Jackson," kata hati Agung setelah mendengarkan nama desainer Athena dari mulut Jackson.


Agung dan Indra berdiri tidak jauh dari kerumunan tamu undangan dan mendengar jelas perkataan Jackson sehingga mereka berdua semakin yakin pria yang duduk di atas kursi roda itu adalah Jackson.


"Kenapa Jackson masih duduk di kursi roda? Bukankah cedera pinggangnya sudah sembuh?" kata hati Indra.


***


Stella mendekati kedua pria yang membelanya tadi sambil melihat mereka dengan intens.


"Dia merusak gaunku. Aku tidaklah salah meminta gaun yang dikenakannya untuk ganti rugi. Aku masih ingin berada di ballroom ini bersama kalian," ucap Stella dengan suara kecil dan memberikan senyuman yang menggoda.


Kedua pria itu mengerti isyarat yang diberikan oleh Stella sehingga menjadi bersemangat untuk membela Stella lagi.


"Kamu harus melepaskan gaunmu!" ujar pria pertama sambil menunjuk Rossy.


"Iya benar. Pasti tubuhmu ada bekas sayatan pisau karena pernah melahirkan anak  sehingga tidak berani melepaskan gaunmu!" tukas pria kedua sambil memberikan tatapan menghina ke Rossy dan tertawa sinis.


Jackson memancarkan aura membunuh dari tubuhnya ketika mendengar perkataan kedua pria itu yang menghina Rossy secara terang-terangan di depan matanya.


"Bagaskara!" panggil Jackson dengan tegas.


"Iya Tuan Jackson!" jawab Bagaskara dan langsung berjalan ke arah kedua pria itu.


Bagaskara tahu pasti apa yang di inginkan oleh Jackson sekarang.


Bagaskara melayangkan dua pukulan keras ke tubuh kedua pria itu dan dalam sekejap mata kedua pria itu terlempar jauh dan jatuh terkapar di lantai.


Bagaskara melangkahkan kakinya dengan santai ke arah mereka dan mengeluarkan dua lembar cek dari kantong bajunya.


"Ini biaya pengobatan dari Tuanku!" kata Bagaskara sambil melempar kedua cek itu di atas tubuh dua pria yang terkapar tidak sadarkan diri di lantai.


Kemudian Bagaskara berjalan dengan tenang ke arah Jackson dan berdiri di belakang kursi roda Jackson.


Tindakan Bagaskara membuat para tamu undangan terkejut dan ketakutan. Mereka mundur beberapa langkah menjauhi Jackson karena mereka sadar pria yang duduk di atas kursi roda ini adalah pria yang kejam.

__ADS_1


Michelle tertawa kegirangan melihat para tamu undangan yang ketakutan terhadap Jackson.


"Jackson memang bisa diandalkan," ucap Michelle ke Felix sambil tersenyum.


Felix menganggukkan kepala dan menatap intens senyuman di wajah angelnya.


Rossy pun terkejut karena tidak menyangka Bagaskara sangat pintar berkelahi dan hanya memerlukan dua pukulan saja sudah bisa membuat dua pria itu terlempar jauh dan terkapar di lantai.


 ***


"Berapa?" tanya Jackson sambil menatap tajam Stella di balik topeng wajahnya.


"A...apa?" tanya Stella dengan terbata-bata.


"Gaunmu! Aku akan ganti rugi!" ujar Jackson dengan tegas.


Stella yang sudah ketakutan karena melihat dengan jelas kedua pria yang terlempar jauh itu tidak berani lagi memprovokasi Jackson.


"Du..dua puluh juta," jawab Stella dengan terbata-bata.


"Bagaskara!" kata Jackson.


"Baik Tuan Jackson," jawab Bagaskara.


Bagaskara mengeluarkan selembar cek dari kantong bajunya dan menuliskan nominal dua puluh juta.


Stella menerima cek itu dari tangan Bagaskara dengan mata yang terbelalak menatap nominal yang tertulis di dalam cek.


Stella tidak menyangka akan begitu mudah mendapatkan cek senilai dua puluh juta dari Jackson.


Padahal harga gaun pestanya tidaklah lebih dari dua juta. Stella menyesal tidak menyebutkan nominal yang lebih tinggi tadi.


"Karena pacarmu sudah ganti rugi, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi," kata Stella ke Rossy.


Stella ingin meninggalkan ballroom dan langkah kakinya terhenti karena tubuh besar  Bagaskara menghadang di depannya dan menghalangi jalannya. Stella membalikkan badannya menghadap Jackson.


"Tuan. Kamu ingin mengambil kembali ceknya?" tanya Stella dengan suara bergetar.


Stella memanggil Jackson dengan sebutan Tuan karena yakin Jackson mempunyai kekuasaan yang besar dan mempunyai sikap yang kejam.


Jackson menggelengkan kepalanya sehingga Stella merasa lega karena cek yang berada di tangannya masih menjadi miliknya.


"Aku sudah ganti rugi. Gaun jelek di tubuhmu adalah milikku sekarang. Kamu mau membawanya pergi?" tanya Jackson dengan suara datar.


"Aku akan berganti pakaian dulu dan akan mengantarkan gaun ini ke Tuan," jawab Stella.


"Lepaskan gaun itu sekarang juga!" ucap Jackson dengan tegas.


Jackson mengingat dengan jelas Stella memaksa Rossy melepaskan gaunnya. Sekarang Jackson membantu Rossy membalas dendam terhadap perbuatan Stella tadi.


Hanya  menggunakan selembar cek saja, Jackson bisa memaksa Stella melepaskan gaunnya.


***


Selamat malam readers. Semoga readers menikmati cerita bab ini ya. Bab ini sudah author buat lebih panjang dari biasanya 🥰


Senangnya Stella sudah kena karmanya.


Jackson Wijaya is the best 😘😘😘


Bagaskara macho & kuat banget ya 😂😂😂


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


Salam sayang

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


NOTE: UP PUKUL 20.50 WITA. SEMOGA CEPAT MUNCUL DI APLIKASI 👍


__ADS_2