Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 109. Mimpi


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson mencoba


menenangkan perasaan hatinya akan tindakan agresifnya yang ingin mencium bibir Rossy tadi.


"Pasti karena bibir Rossy terlihat seperti stroberi sehingga saya ingin mencoba mencicipinya. Bukan karena aku ingin menciumnya," kata hati Jackson.


Alasan itu di anggap Jackson paling masuk akal karena dirinya sedang dalam proses penyembuhan penyakit eating disorder sehingga akan tertarik untuk mencicipi rasa beraneka ragam makanan termasuk buah stroberi 😄.


Setelah yakin dengan alasan yang di buatnya untuk menenangkan hatinya, Jackson membuka buku 'Pakar Cinta' di halaman tengah untuk membaca isi buku di sana.


"Rasa cinta yang berlebihan terhadap lawan jenis akan menimbulkan obsesi sehingga kadang anda bisa memimpikan melakukan hubungan mesra dengan lawan jenis."


Jackson menutup buku ' Pakar Cinta' dengan cepat dan meletakkannya kembali ke atas meja nakas di samping tempat tidur.


Dalam hitungan detik wajah dan telinga Jackson bersemu merah. Jantung Jackson berdetak dengan kencang.


"Omong kosong! Isi buku ini terlalu berlebihan," bantah Jackson.


Jackson mencoba untuk tidur dan berusaha melupakan isi buku yang baru saja di bacanya.


 


***Kamar tidur Felix Wilson di Mansion Wijaya***


Felix baru saja selesai mandi dan naik ke tempat tidurnya bersiap-siap untuk tidur.


Felix tersenyum kecil mengingat reaksi Jackson terhadap buku 'Pakar Cinta' dan juga sikap Rossy yang berlari cepat meninggalkan kamar tidur Jackson setelah membersihkan pecahan gelas di lantai.


"Tidak lama lagi Jackson akan meninggalkan status single nya. Aku juga harus berusaha keras mendekati Michelle. Jangan sampai kalah cepat dari Jackson," kata hati Felix.


Jackson bagaikan sebuah pohon besar yang kokoh dan akhirnya akan tiba waktunya bunga bermekaran di pohon tersebut. Akan tetapi, Jackson masih saja belum sadar dan memastikan perasaan hatinya saat ini.


Padahal orang-orang yang berada di dekatnya sudah menyadari akan perlakuan Jackson yang berbeda terhadap Rossy.


"Rossy memang hebat. Hanya dalam waktu singkat di Mansion Wijaya sudah berhasil menyembuhkan penyakit Jackson dan juga membuat Jackson jatuh cinta kepadanya," kata hati Felix.


Felix sangat menantikan hari di mana Jackson akan mengakui perasaan hatinya dan berpacaran dengan Rossy.


Felix juga penasaran dengan wajah asli Rossy setelah menghapus make up wajah jeleknya.


Felix sudah berjanji kepada Rossy untuk merahasiakan tentang wajah make up nya sehingga Felix akan menepati janji itu.


Felix berharap Jackson bisa menyadari sendiri tentang wajah make up jelek Rossy.


Tiba-tiba terdengar suara handphone Felix berbunyi dengan nyaring.


Felix melihat nama yang muncul di layar handphonenya  'Ayah'.


"Halo."


"Felix. Bagaimana dengan perjamuan makan malam tadi?" tanya Tommy Wilson.


Tommy Wilson adalah ayah kandung Felix dan juga pemilik Healing Hands Hospital.

__ADS_1


"Semuanya berjalan lancar, Ayah. Ada beberapa dokter umum dari rumah sakit yang berbeda ingin magang di Healing Hands Hospital selama satu bulan untuk menambah pengalaman kerja mereka. Aku akan mengurusnya besok," jawab Felix.


"Ayah percaya dengan kemampuanmu. Sekarang sudah saatnya kamu mengambil alih Healing Hands Hospital secara perlahan, " ucap Tommy.


"Baik ayah," jawab Felix.


"Besok malam menginaplah di rumah. Ayah ingin mengobrol denganmu tentang Healing Hands Hospital," kata Tommy.


Tommy tahu Felix menginap di Mansion Wijaya karena cedera pinggang Jackson sehingga Tommy tidak memaksa Felix pulang ke rumah.


Selama ini Felix tinggal bersama kedua orang tuanya. Rencananya untuk pindah ke Apartemen Royal Residence ditunda oleh Felix. Fokus utamanya adalah kesembuhan penyakit leukimia Kelvin.


Tommy adalah teman dekat Agung sehingga mengetahui tentang masa lalu Jackson dan penyakit eating disordernya.


Tommy sangat mengharapkan Jackson sembuh dari penyakit eating disordernya.


Felix terdiam sesaat memikirkan keadaan Jackson sekarang.


Cedera pinggang Jackson sudah hampir sembuh. Sekarang Jackson mendengar nasehatnya untuk memakai kursi roda dalam jangka waktu pendek sehingga tidak ada kendala untuk penyembuhan cedera pinggang Jackson.


Felix memutuskan untuk pulang ke rumahnya besok.


"Ayah. Cedera pinggang Jackson sudah membaik. Aku akan pulang ke rumah besok," kata Felix.


"Baiklah Felix. Ayah dan ibu akan menunggumu besok malam," kata Tommy.


"Selamat malam ayah," kata Felix.


"Selamat malam Nak," kata Tommy.


"Selamat tinggal masakan Rossy yang lezat," kata Felix dengan suara kecil.


Felix turun dari tempat tidur dan mulai mengemasi barang-barangnya ke dalam koper yang di bawanya ke Mansion Wijaya untuk menginap beberapa hari yang lalu.


 


***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson terbangun dari tidur nyenyaknya karena mengalami mimpi yang sangat meresahkan hatinya dan membuat jantungnya berdetak dengan cepat.


Jackson memimpikan berhubungan mesra dengan Rossy seperti yang tertulis di dalam buku 'Pakar Cinta'.


Jackson mengambil buku 'Pakar Cinta' dari atas meja nakas dan melemparnya ke lantai.


"Buku apa-apaan ini! Membuatku mimpi hal yang mustahil!" teriak Jackson dengan kesal.


Jackson menyalahkan buku 'Pakar Cinta' yang menyebabkannya memimpikan berhubungan mesra dengan Rossy.


Terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk!" perintah Jackson.


Pak Lesmana berjalan masuk ke dalam kamar tidur Jackson sambil tersenyum ramah.


"Selamat pagi tuan Jackson. Aku datang untuk membantu tuan Jackson bersiap-siap ke kantor," ucap Pak Lesmana.

__ADS_1


Jackson menjawab dengan anggukkan kepala.


Pak Lesmana melihat buku 'Pakar Cinta' yang tergeletak di lantai dan memungutnya.


"Tuan Jackson. Buku ini..."


"Buang saja," kata Jackson dengan singkat memotong pembicaraan Pak Lesmana.


Pak Lesmana membaca sekilas cover buku itu. ' Pakar Cinta'


Buku ini terlihat masih baru dan sangat di sayangkan harus berakhir di tempat sampah.


Pak Lesmana berjalan menuju tempat sampah dan ingin membuang buku itu ke dalamnya.


"Tunggu sebentar!" seru Jackson.


"Ada apa tuan Jackson?" tanya Pak Lesmana dengan bingung.


"Buku itu milik Felix. Aku akan mengembalikannya. Letakkan kembali di atas meja nakas," jawab Jackson dengan nada datar.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana dengan patuh dan meletakkan buku itu di atas meja nakas samping tempat tidur Jackson.


***


Pak Lesmana mendorong kursi roda Jackson ke ruang makan setelah membantu Jackson bersiap-siap untuk berangkat ke kantor


Felix sudah duduk di sana sambil menunggu masakan breakfast Rossy.


Jackson melihat koper Felix yang berada tidak jauh dari tempat duduk Felix.


"Jackson. Aku akan pulang ke rumah malam ini," kata Felix.


Jackson menjawab dengan anggukkan kepala.


"Pak Felix mau pulang hari ini? Buku Pak Felix....". Pak Lesmana tidak dapat melanjutkan perkataannya karena Jackson memotong pembicaraannya secara langsung.


"Pak Lesmana. Tolong ambilkan tas kerjaku di ruang kerja," pinta Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana dan berjalan menuju ruang kerja.


Tadi Pak Lesmana ingin memberitahukan Felix tentang buku ' Pakar Cinta' milik Felix yang berada di kamar tidur Jackson.


***


Selamat siang readers.


Author sengaja memulangkan Felix si biang kerok nomor satu supaya tidak mengganggu romansa antara Jackson dan Rossy 😄😄😄


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya


Thank You


SALAM SAYANG


Author : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2