
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Setelah menutup sambungan telepon, Rossy duduk kembali di samping kedua putra kembarnya dan membuka kotak aluminium foil yang berada di atas meja untuk memulai makan lunch.
Kelvin dan Chandra sudah menyelesaikan lunch mereka dan sesuai dugaan Rossy, satu porsi sirloin steak sapi dan mashed potato sudah membuat kedua putra kembarnya kenyang.
Mereka berdua duduk dengan tenang sambil menunggu Rossy menyelesaikan lunch.
Terdengar suara sms masuk ke dalam handphone Rossy sehingga wanita muda itu membukanya sambil mengunyah potongan sirloin steak sapi di mulutnya.
Sewaktu melihat foto yang di kirim oleh Jackson, Rossy hampir saja tersedak potongan sirloin steak sapi yang sedang di kunyahnya.
Chandra dan Kelvin segera berdiri dari tempat duduknya. Kelvin menepuk-nepuk punggung Rossy dengan lembut, sedangkan Chandra menuangkan segelas air putih.
***
"Mommy minum dulu," kata Chandra.
Rossy minum air putih yang diberikan oleh Chandra.
"Potongan sirloin steak nya terlalu besar sehingga mommy tersedak."
Rossy memberikan alasan kepada kedua putra kembarnya.
"Mommy makan dengan pelan ya," kata Kelvin.
"Iya Vin Vin," ucap Rossy.
Kelvin dan Chandra duduk kembali ke tempat duduk mereka tadi.
Rossy melanjutkan makan lunch sambil melihat lagi foto yang dikirim oleh Jackson.
Jackson mengirimkan foto sewaktu mereka berdua sedang berciuman di dalam bianglala.
Rossy tahu Bagaskara pasti mengirim semua foto mereka di taman bermain ke Jackson.
Rossy hanya tidak menyangka Jackson akan memintanya menjadikan foto pribadi itu sebagai background di handphone miliknya.
Rossy mengetik sms LINE ke Jackson.
"Boleh pakai foto lain?" tanya Rossy di sms LINE.
Dalam hitungan detik, Jackson sudah membalas sms LINE Rossy.
"Tidak boleh! Aku memakai foto itu untuk background handphone ku," ketik Jackson di sms LINE.
"What? Jackson juga memakai foto itu sebagai background handphone nya?" kata hati Rossy.
__ADS_1
Rossy tidak mempunyai alasan lagi untuk menolak permintaan Jackson karena Jackson sebagai seorang CEO sukses Perusahaan Wijaya pun sudah memasang foto itu sebagai background handphone nya.
"Baiklah," ketik Rossy di sms LINE.
"Good girl. Aku meeting dulu sekarang," ketik Jackson di sms LINE.
***
Rossy menghela napas panjang dan membulatkan hatinya untuk memasang foto mesranya dengan Jackson sebagai background handphone.
Rossy bertekad tidak akan membiarkan siapa pun memegang handphone nya sehingga foto mesranya akan tersimpan dengan aman di dalam handphone.
Setelah Rossy menghabiskan lunch, Chandra melihat ke arah Kelvin. "Kelvin! Kata daddy, dua hari lagi kamu bisa pulang ke Mansion Wijaya setelah Om Felix dan dokter-dokter memeriksa dan mengontrol keadaanmu selama dua hari ini," ucap Chandra dengan antusias.
Sejak masuk ke dalam kamar pasien VVIP, Chandra sudah tidak sabaran ingin menyampaikan kabar baik ini ke Kelvin.
Chandra yang biasanya bersikap tenang, menjadi lebih antusias karena sangat gembira bisa berkumpul bersama Kelvin di Mansion Wijaya.
"Hore! Akhirnya aku bisa pulang!" teriak Kelvin kegirangan.
"Vin Vin tidak boleh lupa pesan mommy tadi pagi ya!" kata Rossy.
"Siap Bos mommy! Aku akan patuh sama dokter dan suster," janji Kelvin.
"Kelvin! Daddy sudah meminta Pak Lesmana mendekorasi kamar tidur untukmu. Kamar tidur kita bersebelahan," ucap Chandra.
"Yeay! Aku punya kamar tidur sendiri!" teriak Kelvin sambil berjingkrak-jingkrak.
Selama ini Kelvin selalu tidur bersama Rossy ewaktu tinggal di sharing apartemen Amerika sehingga Kelvin sangat menginginkan mempunyai kamar tidur sendiri dan keinginannya akan terkabul dalam waktu dekat.
Rossy sangat bahagia melihat Kelvin yang kegirangan.
"Besok aku harus membeli pakaian Kelvin di Butik Athena bersama Chandra," kata hati Rossy.
Kamar tidur Kelvin sudah ready dan di dekorasi oleh Pak Lesmana beberapa waktu yang lalu, tetapi lemari pakaiannya masih kosong.
Pada waktu itu Rossy tidak buru-buru untuk membeli pakaian Kelvin di Butik Athena karena masih belum mengetahui kapan Kelvin boleh pulang ke Mansion Wijaya.
"Daddy akan dinner bersama rekan bisnis. Jadi mommy dan Chandra akan menemanimu lebih lama hari ini," kata Rossy.
"Thank you mommy," kata Kelvin sambil mencium pipi Rossy.
Mereka bertiga bermain board games sambil mengobrol.
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Michelle menunggu kedatangan Felix setelah menerima sms LINE dari Rossy.
__ADS_1
Tadi Michelle hanya sempat mencicipi semangkuk kecil mac n cheese dan sirloin steak sapinya belum di makan sama sekali.
Michelle menduga Felix belum pernah mencicipi sirloin steak sapi masakan Rossy karena Jackson tidak suka makan masakan steak sapi sehingga Michelle memutuskan membagi dua sirloin steak sapi dan mashed potato dengan Felix nanti.
Beberapa saat kemudian Michelle melihat mobil BMW X1 warna mediteranean blue berhenti di depan rumah kontrakannya.
Felix turun dari mobilnya sambil tersenyum lebar. Tangan Felix memegang satu paper bag.
"Michelle!" sapa Felix dengan semangat.
"Felix! Ayo masuk!" ajak Michelle sambil membuka pintu rumah kontrakannya.
Felix mengikuti Michelle berjalan masuk ke dalam rumah kontrakan menuju ruang makan.
"Felix! Tunggu di sini sebentar ya!" kata Michelle dan berjalan meninggalkan Felix.
Felix meletakkan paper bag di atas meja dan melihat masakan Rossy yang berada di atas meja makan yang tertutup tudung saji.
Ada satu mangkuk besar mac n chesse dan satu piring sirloin steak sapi dengan mashed potato.
Tanpa sadar Felix menelan ludah sebentar karena mengingat kelezatan steak sapi saus barbeque masakan Rossy yang hanya sempat di makannya beberapa potong kecil pada saat trauma Jackson muncul di ruang makan Mansion Wijaya.
Kemudian steak sapi saus barbeque miliknya di buang oleh Rossy untuk menyadarkan Jackson yang sedang syok dengan trauma terhadap masakan steak sapi saus barbeque.
Sejak saat itu Felix tahu dirinya tidak akan pernah bisa mencicipi steak sapi masakan Rossy lagi sehingga ketika melihat sirloin steak sapi yang berada di dalam tudung saji, Felix tidak bisa menahan rasa laparnya. 😆
***
Beberapa saat kemudian Michelle membawa satu piring kosong beserta perlengkapan makan dan meletakkannya di depan Felix.
Michelle duduk di samping Felix dan membuka tudung saji.
"Felix! Ayo kita lunch bersama," kata Michelle Angela sambil mengambil piring yang berisi sirloin steak sapi dan mashed potato.
"Selamat makan Michelle!" ucap Felix sambil tersenyum dan mengambil mac n cheese dari mangkuk besar ke piring kosongnya.
Walaupun kali ini Felix tidak bisa mencicipi sirloin steak sapi masakan Rossy yang lezat, Felix sangat senang karena bisa lunch berdua dengan Michelle.
***
Halo readers tercinta. Sesuai janji Author kemarin, hari ini up satu bab saja ya 🙏🙏🙏.
Mulai besok author akan usahakan crazy up 3 bab selama seminggu. Bantu doain supaya Author bisa menjalankan misinya dengan lancar ya 🤗🤗🤗🙏🙏🙏.
Apa isi paper bag yang di bawa oleh Felix Wilson?
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE