
Selamat siang para pembaca setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.
Di bab 19 ada menu Rijstaffel Bali. Sebelum membaca kelanjutan ceritanya, Author akan memberikan bonus mengenai apa itu Rijstaffel ya.
Rijsttafel (dibaca "rèisttafel" ) dalam Bahasa Belanda berarti "meja nasi / rice table merupakan cara penyajian makanan berurutan dengan pilihan hidangan dari berbagai daerah di Nusantara.
Dalam bahasa Belanda: rijst berasal dari bahasa Prancis kuno ris; berarti beras atau nasi, sedangkan tafel dalam bahasa Belanda berasal dari Latin tabula; berarti meja . Maka rijsttafel secara harfiah berarti "meja nasi", atau tepatnya hidangan nasi beserta berbagai sayur-mayur dan lauk-pauk yang disajikan dalam satu meja.
Cara penyajian seperti ini berkembang pada masa kolonial Hindia Belanda yang memadukan etiket dan tata cara perjamuan resmi Eropa dengan kebiasaan makan penduduk setempat yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok dengan berbagai lauk-pauknya.
Cara penyajian ini populer di kalangan masyarakat Eropa-Indonesia, namun tetap digemari di Belanda dan dihidupkan lagi di Indonesia pada masa kini.
Menu campuran Indo-Eropa ini mulai muncul pada paruh terakhir 1800-an.
Rijsttafel pada dasarnya adalah konsep penyajian makanan lengkap sesuai tata cara perjamuan resmi ala Eropa, yang diawali dengan makanan pembuka (appetizer), lalu makanan utama, dan diakhiri dengan makanan penutup.
Ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa rijsttafel mengadopsi cara penyajian "hidang" (berbagai hidangan disajikan dalam piring-piring kecil) pada rumah makan Nasi Padang, dari Sumatra Barat.
Dalam rijsttafel, makanan yang disajikan bukanlah masakan Eropa melainkan masakan Nusantara, masakan "hibrida" barat, Asia, dan Nusantara, serta —sebagian kecil— makanan Barat.
Menu yang disajikan dengan cara ini bervariasi, tergantung selera. Menu standar biasanya melibatkan nasi goreng, rendang, opor ayam, sate , dilengkapi dengan kerupuk dan sambal.
Meskipun masakan yang disajikan tanpa diragukan lagi adalah masakan Indonesia, asal-mula rijsttafel adalah sejarah kolonial.
Pada masa kolonial Hindia Belanda, para penguasa dan orang kaya Belanda menciptakan perjamuan ini sebagai sarana untuk menikmati beraneka ragam makanan Nusantara dalam satu kesempatan, sekaligus untuk membuat para tamu terkesan dengan memamerkan kekayaan dan kemakmuran koloninya nan eksotik.
Meski populer di Belanda dan luar negeri, rijsttafel jarang ditemukan di Indonesia. Hal ini mungkin karena kebanyakan hidangan Indonesia terdiri dari satu atau dua macam lauk-pauk sebagai teman nasi (ikan, ayam, daging, telur ayam, atau sumber protein lainnya), sayur (baik disajikan mentah, tumisan, atau sup) serta hidangan pelengkap lain seperti sambal, acar, atau kerupuk. Mengkonsumsi makanan lebih dari jumlah yang lazim tersebut dapat dianggap berlebihan, terlalu mewah, mahal dan boros.
Patut dicatat bahwa jumlah makanan yang dihidangkan dalam rijsttafel berkisar antara 7 hingga 40 jenis makanan. Versi paling dekat dengan hidangan jenis ini dapat ditemukan pada hidangan lokal nasi padang dan nasi campur.
Beberapa restoran dan hotel Bali menyajikan menu rijsttafel bali di dalam nampan besar yang berisi beraneka macam lauk.
Menurut author sih nasi campur, nasi padang dan nasi tumpeng bisa juga disebut rijstaffel ala-ala makanan lokal. He He He.
Semoga para pembaca menikmati informasi tentang rijstaffel yang author dapat dari mbah google dan wikipedia.
Terima kasih dan enjoy cerita selanjutnya ya ^~^
*** Rumah kontrakan Michelle Angela***
Setelah berbicara dengan Chandra, Rossy berdiri di depan cermin sambil melihat penampilannya dari atas ke bawah.
"Tidak salah aku memilih gaun ini. Gaun ini sangat cocok denganku. Aku pasti bisa membuat Felix jatuh cinta padaku malam ini," kata hati Rossy.
Rossy juga menyemprotkan parfum favoritnya di titik nadi tubuhnya termasuk pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan leher.
Rossy membawa tas pesta kecil berwarna pink untuk menyimpan handphone dan dompetnya. Selain itu Rossy juga membawa tas berukuran sedang yang di dalamnya berisi pakaian ganti yang akan dikenakannya sewaktu pulang ke Mansion Wijaya. Wanita muda itu akan menitipkannya di lobi Hotel S.
Chandra berdiri dengan tenang sambil mengamati apa saja yang di persiapkan oleh Rossy.
Chandra tahu Rossy menghadiri pesta wine di Hotel S bukan bersama daddynya, Jackson karena Rossy menyiapkan pakaian ganti di dalam tas berukuran sedang.
Jika Rossy menghadiri pesta wine bersama Jackson, maka Rossy tidak perlu menyiapkan pakaian ganti dan bisa langsung pulang ke Mansion Wijaya dengan gaun pestanya.
"Ayo Vin Vin. Mommy akan mengantarmu ke tempat bermain anak di Healing Hands Hospital dulu, sebelum ke pesta wine di Hotel S," ajak Rossy sambil melihat handphonenya yang menunjukkan taxi online yang dipesannya sudah menunggu di depan rumah kontrakan Michelle.
"Baik mommy," jawab Chandra dengan patuh.
***Healing Hands Hospital***
Rossy mengantar Chandra ke tempat bermain anak di dalam Healing Hands Hospital. Kemudian wanita muda itu masuk kembali ke taxi online yang dipesannya menuju ke Hotel S.
Setelah Rossy pergi, dengan sigap Chandra menghacker cctv Hotel S terutama di bagian lobi hotel dan ballroom tempat pesta wine diadakan.
Kemudian Chandra menelepon Kelvin untuk menanyakan tentang keberadaan Jackson.
__ADS_1
*** Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Iphone milik Chandra berbunyi di saat Jackson masih berada di dalam kamar pasien Kelvin.
Kelvin buru-buru mengangkat telepon itu.
"Hallo. Apa? Delivery order? Aku tidak ada memesan makanan. Daddyku bisa menyiapkan makanan apa pun untukku.Bye bye," ucap Kelvin panjang lebar tanpa memberi kesempatan kepada Chandra untuk berbicara.
Chandra langsung mengerti bahwa Kelvin sedang bersama Jackson di kamar pasiennya.
Setelah mematikan sambungan teleponnya, Kelvin melihat ke arah Jackson sambil memperlihatkan senyuman yang lebar.
"Daddy! Aku bosan berada di dalam kamar pasien. Bolehkah aku berjalan-jalan mengelilingi rumah sakit Healing Hands Hospital dengan ditemani oleh Om Robin? Please!" pinta Kelvin.
Jackson hanya terdiam sambil memikirkan permintaan Kelvin.
"Beberapa hari ini keadaan fisik Chandra sudah lebih baik dan tidak pingsan lagi. Kamu bisa mengizinkannya keluar dari kamar pasien untuk menghirup udara segar di luar. Aku yakin Robin akan menjaga Chandra dengan baik," kata Felix.
Felix sedang menunggu Jackson untuk pergi bersamanya ke pesta wine di Hotel S.
"Baiklah. Setiap hari kamu boleh keluar dari kamar pasien selama tiga puluh menit saja dan harus ditemani oleh Robin," pesan Jackson.
"Thank you daddy!" jawab Kelvin dengan senang.
"Jackson! Sudah waktunya ke pesta wine di Hotel S," kata Felix mencoba mengingatkan Jackson.
"Iya. Aku tahu," jawab Jackson.
Jackson melihat ke arah Kelvin.
"Chandra! Daddy dan uncle Felix akan menghadiri pesta wine di Hotel S. Besok siang Pak Lesmana akan mengantarkan lunch untukmu," kata Jackson.
"Okay daddy. Aku menyukai lunch yang dimasakkan oleh aunty chef tadi siang. Mini chocolate cake buatan aunty chef juga sangat lezat," kata Kelvin sambil mengecap lidahnya.
"Rossy pintar membuat cake juga ya? Aku harus mencicipinya lain kali," ujar Felix.
"Ayo kita berangkat sekarang!" kata Jackson ke Felix.
Setelah memberi pesan kepada Robin tentang memperbolehkan Kelvin keluar dari kamar pasiennya selama tiga puluh menit, Jackson dan Felix berangkat ke Hotel S dengan menggunakan mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam milik Jackson.
Akhirnya Jackson mengizinkan Felix semobil dengannya, tetapi Felix harus duduk di bagian depan, di samping Pak Kuncoro dan bukan duduk di belakang bersama Jackson.
***
Di dalam kamar pasien VVIP, Kelvin segera menelepon nomor panggilan yang menghubunginya tadi. Kelvin berfirasat panggilan telepon itu dari Chandra.
"Halo."
"Halo brother. Tadi daddy sedang bersamaku," kata Kelvin.
"Iya, aku tahu. Daddy sudah pulang ya?" tanya Chandra.
"Daddy dan Om Felix ke pesta wine di Hotel S," jawab Kelvin.
"Mommy juga pergi ke pesta wine. Aku telah menghacker cctv di Hotel S. Sebentar lagi aku akan memonitor cctv hotel S," kata Chandra.
"Oke. Daddy sudah mengizinkanku untuk keluar dari kamar pasien selama tiga puluh menit dengan ditemani oleh Om Robin. Aku akan mencari kesempatan untuk melihat Dokter Erik," kata Kelvin.
"Baiklah. Apakah kamu sudah berhasil mengambil rambut daddy?" tanya Chandra.
"Belum. Rambut daddy sangat licin. Aku susah mencabutnya. Aku berencana untuk meminjam gunting dari kakak suster," kata Kelvin dengan polos.
"Gunting? Kamu ingin menggunting rambut daddy? Kamu tidak takut di pukul pantat lagi oleh daddy kah? Good luck for you," kata Chandra.
"He he he. Aku cuma bercanda. Aku akan mencoba mecabut rambut daddy lagi," kata Kelvin.
Kelvin masih mengingat dengan jelas pukulan Jackson di pantatnya.
"Baiklah Kelvin. Ini nomor handphoneku. Kamu bisa menghubungiku kapanpun. Aku akan mengawasi cctv Hotel S sekarang," kata Chandra.
"Siap brother. Kamu harus menjaga dan melindungi mommy ya. Banyak om mesum di pesta wine," pesan Kelvin.
__ADS_1
"Don't worry Kelvin. Aku pasti akan melindungi mommy," kata Chandra dengan yakin.
*** Hotel S ***
Rossy berjalan menuju ballroom hotel, tempat pesta wine diadakan setelah menitipkan tas berukuran sedang miliknya di lobi hotel.
Rossy mencari tempat duduk yang berhadapan langsung dengan pintu masuk ballroom supaya membuatnya bisa melihat dengan jelas kapan Felix tiba di ballroom.
Benar dugaan Kelvin, banyak om mesum yang tertarik dengan Rossy dan melihat ke arah wanita muda itu dengan pandangan mata berbinar-binar.
Rossy mengacuhkan pandangan mata mereka. Salah satu om mesum berinisiatif mendekati Rossy.
Pria bertubuh gendut dan berusia sekitar lima puluh tahun. Pria ini baru saja berhasil mendapatkan proyek yang lumayan besar sehingga merasa percaya diri bahwa semua wanita muda pasti akan tertarik kepadanya.
"Aku Joko, pengusaha," ucap pria tua gendut itu ke Rossy sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.
Rossy hanya memberi senyum tipis ke pria itu tanpa menyambut jabatan tangan gemuk itu.
Rossy tahu pria tua gendut ini mempunyai niat yang tidak baik terhadapnya.
Rossy berusaha memperlihatkan sikap penolakan yang halus karena Rossy tidak mau membuat keributan sebelum bertemu dengan Felix.
Joko mengira Rossy hanya jaim dan tanpa sungkan langsung duduk di samping Rossy.
Tanpa basa-basi Joko mengambil dua gelas anggur merah dari atas meja dan menyerahkan salah satu gelas ke Rossy.
Rossy terpaksa memegang gelas yang diberikan karena tidak mau anggur merah itu tumpah mengenai gaun barunya.
"Ayo bersulang," ajak Joko ke Rossy .
"Aku tidak bisa minum wine."
Rossy menolak permintaan Joko.
"Ayolah. Aku akan membawamu pulang kalau kamu mabuk. Jangan khawatir," ucap Joko sambil tersenyum mesum dan ingin memegang tangan Rossy.
Rossy berdiri dari tempat duduknya secara spontan.
"Jaga sikapmu!" Rossy berkata dengan tegas.
Joko ikut berdiri dari tempat duduknya dan tidak menghiraukan peringatan Rossy. Tangannya semakin berani ingin merangkul pundak Rossy.
Rossy menyiram wajah Joko dengan anggur merah yang berada di tangannya dan mundur dua langkah menjauhi Joko.
"Dasar wanita murahan! Kamu berani menyiramku. Pengawal! Tangkap wanita ini!" teriak Joko kepada dua pengawalnya.
Hari ini Joko membawa dua bodyguard ke pesta wine. Selain untuk gengsi-gengsian, juga untuk melindungi Joko dari musuhnya karena selama ini Joko selalu menggunakan cara kotor menyingkirkan pesaingnya.
Rossy berlari sekuat tenaga menghindari kedua bodyguard yang mengejarnya. Wanita muda itu berhasil bersembunyi menghindari kejaran kedua bodyguard.
Joko yang melihat kedua bodyguardnya tidak berhasil menangkap Rossy pun ikut mengejar dan meninggalkan ballroom.
***
Rossy keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari menuju ballroom. Tanpa sengaja sepatu high heelsnya nyangkut ke gaunnya yang panjang sehingga Rossy kehilangan keseimbangan dan jatuh.
"Ah...." Rossy berteriak sambil menutup matanya karena tidak berani membayangkan wajahnya yang mulus akan mendarat sempurna dan berciuman dengan lantai.
"Aneh! Kenapa lantainya tidak keras dan malahan empuk?" kata hati Rossy.
Rossy merasakan wajahnya mendarat di tempat yang empuk dan sadar ada sepasang tangan yang memegang pinggangnya. Wanita muda itu membuka kedua matanya.
"Kamu!" teriak Jackson dan Rossy secara bersamaan.
Jackson tidak mengira akan bertemu lagi dengan wanita bar-bar di airport untuk kedua kalinya.
***
Bagaimana Rossy menghadapi Jackson yang akan menjadi penghalang utamanya mendekati Felix? Apa yang akan dilakukan Chandra terhadap Joko si pria tua gendut mesum yang berani menggoda mommy kesayangannya?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
__ADS_1
Dukung karya ini dengan like tiap bab dan mengikuti ceritanya sampai tamat. Terima kasih ^~^