Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 45. Asisten Pribadi


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Rossy masih berdiri tegak di tempatnya dan tidak berani keluar dari kamar tidur Jackson sebelum pria itu memintanya pergi.


Jackson merasakan tubuhnya gerah, lengket-lengket dan tidak nyaman karena keringatnya yang keluar sejak berada di ruang kerja.


"Ambilkan baskom berisi air hangat dan handuk kecil!" perintah Jackson ke Rossy.


"Oke," jawab Rossy dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Rossy sudah membawa baskom berisi air hangat dan meletakkannya di atas meja yang berada di samping tempat tidur.


"Tuan Jackson. Handuk kecil di simpan di mana?" tanya Rossy.


Jackson menunjuk laci kecil dekat lemari pakaian.


"Sekalian ambil satu set baju tidurku," ujar Jackson.


"Iya tuan Jackson," jawab Rossy dengan patuh sambil  membuka lemari pakaian dan mengambil satu set baju tidur Jackson.


Setelah melakukan semua perintah Jackson, Rossy mengira Jackson akan menyuruhnya pergi.


"Lap badanku!" perintah Jackson.


"What?" pekik Rossy sambil memandang Jackson.


Jackson mengernyitkan alisnya dan menatap Rossy dengan tajam.


"Kamu rasa aku bisa mengelap badanku sendiri dengan keadaanku begini?" tanya Jackson.


"Tidak bisa tuan Jackson," jawab Rossy sambil menggelengkan kepala.


"Aku terluka karena menolongmu. Mulai saat ini kamu bertugas mengelap badanku sampai aku sembuh," ujar Jackson.


"Bukannya tuan Jackson melarangku menyentuh tubuhmu secara langsung?" tanya Rossy.


Rossy masih ingat  tadi Jackson marah ketika dirinya menyentuh punggung dan pinggangnya secara langsung sehingga mencoba menggunakan alasan ini untuk mengingatkan Jackson.


"Kali ini aku memberimu izin," jawab Jackson.


" Cepat lap badanku sebelum airnya menjadi dingin," lanjut Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy dengan pasrah.


Satu menit berlalu dan Rossy masih belum mulai mengelap badan Jackson.


"Tunggu apa lagi?" tanya Jackson dengan ketus.


"Aku tidak bisa mengelap badan tuan Jackson karena bajunya belum di buka," jawab Rossy dengan polos.


Jackson hampir muntah darah mendengar jawaban Rossy.


"Jika aku bisa membuka bajuku sendiri, apakah masih memerlukanmu untuk mengelap badanku?" tanya Jackson.


"Oke oke," ucap Rossy sambil mulai membuka kancing baju Jackson satu persatu.


"Anggap saja dia sebagai Vin Vin," kata hati Rossy.


Kelvin adalah satu-satunya orang yang pernah Rossy bantu tukar bajunya sehingga membayangkan Jackson adalah Kelvin akan membuat hati wanita muda itu menjadi tidak ada beban.

__ADS_1


Rossy mengelap badan Jackson dengan serius dan hati-hati karena takut melukai kulit halus Jackson.


Rossy tidak mau Jackson mendapatkan alasan lain untuk menghukum ataupun mengerjainya.


Rambut panjang Rossy yang tergerai secara tidak sengaja melambai-lambai mengenai wajah Jackson karena jarak mereka yang dekat.


Jackson baru menyadari rambut Rossy sangat lebat dan panjang.


Biasanya rambut Rossy disanggul rapi. Jackson berusaha menahan rasa  keinginan hatinya untuk menggulung-gulung rambut Rossy dengan jari tangannya. Setelah selesai mengelap badan bagian depan, Rossy melanjutkan mengelap punggung Jackson dengan serius dan hati-hati.


"Selesai!" kata Rossy sambil membilas handuk di tangannya dan menatap wajah Jackson.


"Bisa tidak tuan Jackson membuka sendiri celananya?" tanya Rossy dengan polos.


Rossy merasa risih harus membantu Jackson membuka celananya untuk mengelap kaki Jackson.


Jackson terkejut dengan permintaan Rossy dan menatapnya dengan tajam.


"Wanita ini berpura-pura bersikap seperti kucing. Kenyataannya dia adalah  seekor harimau betina yang siap memangsaku," kata hati Jackson.


"Rossy! Jangan pikir aku tidak mengetahui rencanamu. Aku hanya memintamu mengelap badan atasku saja!" jawab Jackson.


"Syukurlah aku tidak harus mengelap bagian bawah tubuhnya," kata hati Rossy.


"Baik tuan Jackson. Aku akan membantumu memakai baju tidurnya sekarang," kata Rossy.


Rossy membiarkan saja Jackson salah paham terhadapnya karena cepat atau lambat dirinya pasti akan berusaha mendekati Jackson juga jika hasil tes DNA membuktikan Jackson adalah Mister W.  Semuanya demi mengobati penyakit Kelvin.


Sewaktu Rossy sedang memakaikan baju ke badan Jackson, terdengar ketukan pintu kamar dari luar.


"Tuan Jackson! Aku mengantar obat salepnya," kata Pak Lesmana dari luar pintu kamar tidur.


Pak Lesmana berjalan masuk ke dalam kamar dan menyerahkan obat salep ke Rossy.


"Tuan Jackson. Aku bantu mengoleskan obat salepnya kah?" tanya Rossy.


Jackson melirik sekilas  Pak Lesmana yang masih berdiri dan melihat ke arah mereka berdua dengan pandangan penasaran.


"Tidak perlu! Pak Lesmana yang akan membantuku. Kamu bisa kembali ke kamarmu untuk  beristirahat," jawab Jackson.


"Baik tuan Jackson. Selamat malam," kata Rossy dengan senang dan menyerahkan kembali obat salep ke tangan Pak Lesmana.


Tanpa membuang waktu Rossy berlari cepat keluar dari kamar tidur Jackson karena takut pria itu akan merubah pemikirannya lagi.


"Pak Lesmana! Bantu aku mengelap badan bagian bawah dan mengoleskan obat salepnya," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.


Baru saja Pak Lesmana mengelap beberapa detik, terdengar suara helaan napas panjang dari Jackson.


Pak Lesmana menghentikan kegiatannya dan memandang ke arah Jackson.


"Maaf tuan Jackson. Apakah aku membuatmu tidak nyaman dan kesakitan?" tanya Pak Lesmana.


"Kenapa tanganmu sekasar kulit pohon? Kakiku menjadi sakit," jawab Jackson.


Pak Lesmana melihat kedua telapak tangannya.


"Tuan Jackson. Tangan orang tua memang lebih kasar seiring bertambahnya usia." Pak Lesmana berusaha membela diri.

__ADS_1


"Omong kosong! Rossy juga berumur tiga puluh tahun lebih. Tetapi tangannya masih lembut," kata Jackson.


Jackson ingat dengan jelas sewaktu Rossy mengelap badannya terasa sangat lembut dan nyaman. Tidak seperti tangan Pak Lesmana yang membuat kulit badannya kesakitan.


"Apakah perlu aku memanggil nona Rossy untuk membantu mengelap badan tuan Jackson lagi?" tanya Pak Lesmana.


"Tidak perlu. Kamu lanjutkan saja," jawabJackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.


Pak Lesmana melanjutkan mengelap kaki Jackson sambil merasakan tekanan yang besar karena di awasi oleh Jackson secara langsung.


Pak Lesmana tidak berani menggunakan seluruh kekuatannya dan mengelap dengan tenaga kecil dan perlahan sehingga menjadi sangat lama. Setelah selesai mengelap dan membantu Jackson Wijaya memakaikan celana tidurnya, Pak Lesmana memegang pinggangnya dengan kedua tangannya.


"Aduh! pinggangku," ucap Pak Lesmana dengan suara kecil tetapi terdengar oleh Jackson.


"Kenapa pinggangmu Pak Lesmana?" tanya Jackson.


"Bukan masalah besar tuan Jackson. Hanya pegal saja. Maklum, pinggang orang tua," jawab Pak Lesmana sambil tersenyum.


"Pak Lesmana bisa meminta bantuan Pak Kuncoro untuk membelikan lagi satu obat salep untuk pinggang yang diresepkan oleh Felix tadi," kata Jackson.


"Terima kasih tuan Jackson," jawab Pak Lesmana sambil membantu mengoleskan obat salep ke punggung dan pinggang Jackson.


"Apakah ada hal lain lagi tuan Jackson?" tanya Pak Lesmana .


"Tidak ada lagi. Pak Lesmana istirahat saja," jawab Jackson.


"Aku permisi dulu Tuan Jackson. Selamat beristirahat," kata Pak Lesmana.


Jackson menatap punggung Pak Lesmana yang perlahan menghilang dari kamar tidurnya.


Jackson teringat akan kejadian tragis dua puluh tahun yang lalu. Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa kedua orang tuanya, sedangkan Jackson sendiri pun mulai saat itu mengidap penyakit eating disorder yang di sebabkan oleh trauma masa kecilnya .


Trauma itu disebabkan oleh seorang wanita yang berhubungan dengan kematian kedua orang tuanya.


Pak Lesmana adalah tangan kanan kakek Jackson pada waktu itu.


Kakek Jackson mengirim Pak Lesmana untuk menjaga dan menemani Jackson di Mansion Wijaya.


Pak Lesmana memperlakukan Jackson seperti anak kandung sendiri dan juga menganggapnya tuan muda.


Di dalam lubuk hati Jackson yang paling dalam, dirinya sudah menganggap Pak Lesmana sebagai keluarganya. Hanya saja sikap Jackson yang pendiam dan dingin membuatnya susah untuk mengungkapkan perasaan hatinya.


Keluarga terpenting bagi Jackson sekarang adalah Chandra, Kakeknya, dan juga Pak Lesmana.


***


Selamat siang para pembaca setia novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.


Terima kasih atas dukungan semuanya ya 🤗🥰🥰


Hari ini author up bab ini di jam 13.00 wita. Banyak teman author yang lain sudah up dari pagi belum muncul di aplikasi karena sedang error.


Semoga ga lama errornya. Kemarin pun author up jam 14.00 wita dan baru muncul di aplikasi jam 20.00 wita.


Biasanya ga gitu koq. Setelah di up , ga berapa lama akan muncul di aplikasi. Semoga errornya tidak lama kali ini.


Jangan lupa baca terus cerita ini ya. Besok weekend author akan up 2 bab. Si kembar akan muncul lagi ya dan teka teki tentang trauma Jackson akan mulai di buka sedikit demi sedikit ya ^~^

__ADS_1


Salam sayang dari Author LYTIE


__ADS_2