Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 108. Buku 'Pakar Cinta'


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson memperlihatkan raut wajah tidak tertarik dengan perkataan Felix sehingga Felix semakin bersemangat mempromosikan buku 'Pakar Cinta' yang di beli nya.


"Jackson. Buku 'Pakar Cinta' ini sangat hot seller sekarang dan limited edition. Setiap hari hanya tersedia  seratus buah buku  di toko buku dan pasti akan terjual habis di hari yang sama," ucap Felix dengan antusias.


Apa yang di katakan oleh Felix tidaklah berlebihan karena sewaktu di toko buku, Felix rela membayar dua kali lipat dari harga buku itu untuk mendapatkan kedua buku itu.


Dua buku itu di beli oleh pembeli terakhir sehingga Felix menawarkan bayaran dua kali lipat kepada pembeli itu, baru bisa mendapatkannya.


"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa mencari nya di google. Topik yang sedang hot sekarang adalah buku 'Pakar Cinta' ini. Banyak orang yang mempraktekkan isi buku ini dan mendapatkan pasangan hidup," kata Felix sambil mengamati reaksi Jackson.


Felix bisa melihat kilatan mata berbinar-binar dari Jackson walaupun hanya sekilas.


"Kalau kamu tidak mau bukunya, aku akan memberikannya ke orang lain."


Felix berpura-pura ingin mengambil buku itu dari tangan Jackson.


"Aku akan membacanya ketika tidak bisa tidur nyenyak," kata Jackson dengan suara datar dan memegang buku itu dengan erat.


Felix tertawa kecil melihat reaksi Jackson.


"Tadi aku sudah membaca sedikit isi buku nya. Apa yang tertulis di dalam buku ini sangat mudah. Orang yang tidak pernah berpacaran sepertimu pun bisa mengerti isi buku ini," kata Felix.


Jackson mengacuhkan lagi perkataan Felix.


"Kamu tidak percaya ? Kamu bisa mempraktekkannya sekarang," kata Felix sambil mendekat ke arah Jackson.


Jackson mengangkat kedua tangannya ke atas dengan spontan karena mengira Felix akan memegang tangannya lagi seperti kemarin.


Felix tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Jackson.


"Kali ini tidak perlu berpegangan tangan. I swear!" kata Felix.


"Kamu hanya perlu pejamkan matamu sebentar dan bernapas dengan teratur. Wajah yang muncul di pikiranmu pada saat itu adalah wajah orang yang kamu suka sekarang," jelas Felix.


Felix sudah mempraktekkannya dan tentu saja wajah Michelle yang muncul di dalam pikirannya.


Jackson mengikuti perkataan Felix dan mulai menutup matanya serta bernapas dengan teratur.


Wajah  close up Rossy dengan kacamata besar muncul di pikiran Jackson sehingga dirinya terkejut dan membuka matanya lebar-lebar.


"Siapa wanita itu?" tanya Felix dengan spontan dan rasa penasaran yang besar.


"Tidak ada siapa pun yang muncul," jawab Jackson.


Jackson tidak menyadari telinganya sudah memerah dan Felix melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


"Ya kalau tidak berhasil, kamu baca saja deh cara yang lain di dalam buku itu," ujar Felix dengan santai.


Felix tidak ingin menggoda Jackson lagi sehingga mengalihkan topik pembicaraan.


"Oh ya Jackson. Suster Lisa akan mulai bekerja di Healing Hands Hospital besok. Tidak lama lagi aku akan berhasil mencari tahu tentang Miss X darinya," kata Felix.


Jackson menganggukkan kepalanya.


"Miss X. Sebentar lagi aku akan menemukanmu," kata hati Jackson.


 


***Kamar tidur Rossy Hartono***


Rossy berlari kencang masuk ke dalama kamar tidurnya dan menuju kamar mandi.


Rossy melepaskan kacamata besar dari wajahnya kemudian membilas wajahnya dengan air keran di wastafel untuk menghilangkan rasa panas yang masih menjalar di kedua pipinya.


Beberapa saat kemudian Rossy keluar dari kamar mandi dan duduk di depan meja rias.


Rossy menatap wajahnya di cermin. Wajah asli Rossy tanpa foundation berwarna gelap dan flek-flek hitam sehingga terlihat jelas rona merah di wajah Rossy.


Rossy memegang kedua pipinya dengan kedua tangannya. Jantung Rossy masih berdetak dengan cepat. Bayangan wajah Jackson muncul di dalam cermin.


"Ah!!!" teriak Rossy sambil mengacak-acak rambutnya sendiri sehingga sanggul rambutnya menjadi berantakan.


"Apa yang mau di lakukannya tadi? Menciumku kah?" batin Rossy sambil menarik jari telunjuknya di ujung  bibir kiri ke ujung bibir kanan secara perlahan.


Rossy merasa kesal dengan kemunculan Felix secara tiba-tiba tadi sehingga dirinya tidak dapat mengira maksud dari Jackson Wijaya.


"Dia... menyukaiku??? Tidak mungkin!" ucap Rossy sambil menggelengkan kepalanya.


Rossy tidak akan percaya Jackson yang tampan dan sempurna akan  menyukai wajah jelek dari penyamarannya selama ini.


Rossy memegang pipi kanannya secara spontan.


"Tetapi tadi bibirnya menyentuh pipiku dan ini bukan halusinasiku," kata Rossy.


Rossy tersenyum simpul memikirkan ciuman pipi dari Jackson tadi.


"Arghhh.... ciuman pipi tidak menandakan apa pun. Cipika cipiki adalah hal yang umum. Aku tidak boleh ge er," bantah Rossy lagi.


"Bagaimana aku harus bersikap di hadapannya besok? Berpura-pura tidak terjadi apa pun atau menanyakan tentang ciuman pipi nya?" gumam Rossy dengan bingung.


Rossy seperti orang gila berbicara dengan dirinya sendiri di depan cermin.


Malam ini Rossy tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan bagaimana menghadapi Jackson besok pagi.

__ADS_1


 


*** Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson sudah berbaring di atas tempat tidurnya.


Felix yang membantu memapahnya ke tempat tidur sebelum meninggalkan kamar tidur Jackson. Setelah Felix pergi, Jackson membuka handphonenya dan melihat topik yang sedang 'hot' di google.


Felix tidak berbohong kepadanya karena memang buku 'Pakar Cinta' muncul di pencarian topik yang sedang 'hot' di google.


Banyak orang yang memuji isi buku 'Pakar Cinta' sehingga membuat Jackson semakin penasaran untuk membacanya.


Jackson mengambil buku 'Pakar Cinta' dari atas meja nakas di samping tempat tidurnya dan membacanya dengan serius.


"Salah satu cara untuk memastikan apakah anda menyukai lawan jenis adalah coba bayangkan berciuman mesra dengan lawan jenis itu. Jika anda berhasil membayangkan berciuman mesra dengannya menandakan anda menyukainya. Jika tidak bisa berarti anda tidak menyukainya."


Isi buku ' Pakar Cinta' membuat pipi dan telinga Jackson bersemu merah seperti tomat.


Bayangan dirinya berciuman mesra dengan Rossy muncul secara tiba- tiba di dalam pikirannya.


"Aku menyukai Rossy? Tidak mungkin! Buku ini salah!" bantah Jackson.


Jackson meletakkan kembali buku 'Pakar Cinta' di atas meja nakas dan mematikan lampu tidur.


Jackson tidak mau lagi membaca buku 'Pakar Cinta' itu dan memejamkan matanya mencoba untuk tidur.


Beberapa saat kemudian Jackson sama sekali tidak bisa tidur nyenyak sehingga menyalakan kembali lampu tidur dan mengambil buku 'Pakar Cinta' tersebut.


Jackson memutuskan membaca lagi isi buku tersebut dan langsung membuka bagian tengah isi buku itu.


Logika Jackson memberitahukannya bahwa isi buku 'Pakar Cinta' yang baru di baca nya tadi hanyalah kebetulan saja bisa terbayang berciuman mesra dengan Rossy karena mereka berdua hampir saja berciuman tadi sehingga terbawa ke dalam pikiran bawah sadarnya.


Jackson yakin isi buku 'Pakar Cinta' di bagian tengah pasti tidak akan muncul lagi halusinasi tentang Rossy.


***


Selamat malam readers.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Yang pasti apa pun isi buku ' Pakar Cinta' akan membuat Jackson memikirkan Rossy 🤣🤣🤣😊.


Terima kasih dukungan untuk novel ini baik berupa like, vote maupun komentar positif. Love You All 😘😘😘


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2