Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 76. Restoran milik Rossy


__ADS_3

***Restoran Hartono***


Thomas merasa serba salah menghadapi keadaan yang di hadapinya saat ini.


Di satu sisi Thomas merasa malu  ke Agung karena perlakuan Wulan Sari yang tidak sopan.


Di sisi lain Thomas pun tidak bisa menegur Wulan Sari terlalu keras karena takut menyinggung perasaan Wulan Sari.


Thomas merasa lega melihat raut wajah Agung yang terlihat tenang dan tidak tersinggung dengan ucapan Wulan Sari.


"Maafkan sikap istriku, tuan Agung. Dia memang  orang yang ceplas ceplos," kata Thomas mencoba mencairkan suasana.


"Betul kata istrimu, Thomas. Kamu tidak perlu melayaniku," kata Agung.


"Pergilah dengan istrimu. Sepertinya ada hal penting yang ingin istrimu rundingkan denganmu," lanjut Agung.


"Tidak apa-apa tuan Agung. Aku akan berbincang dengan istriku di meja samping. Tuan Agung bisa memanggilku kapan pun jika memerlukan bantuanku," kata Thomas dan menarik tangan Wulan Sari menuju meja yang berada di samping meja Agung.


Wulan Sari tidak suka terhadap sikap Thomas yang masih mementingkan perasaan pelanggannya yang miskin, tetapi Wulan Sari tidak berkata apa-apa lagi karena teringat akan tujuan utamanya menemui Thomas hari ini.


***


"Kakek buyut. Ayo makan bakmi ayamnya," ajak Chandra ke Agung.


"Iya Chandra. Bakmi ayam ini terasa lebih enak sewaktu dimakan dalam keadaan hangat," kata Agung.


Mereka berdua mulai menikmati bakmi ayam legendaris itu.


Walaupun kelihatan mereka menikmati bakmi ayamnya dengan tenang, tetapi keduanya diam-diam menguping pembicaraan Thomas dan Wulan Sari.


Chandra ingin tahu apakah pembicaraan antara Wulan Sari dan Thomas berhubungan dengan mommynya, sedangkan Agung yang sudah mempunyai pengalaman puluhan tahun menghadapi berbagai macam tipe orang sejak awal merintis perusahaan Wijaya, tahu jelas Wulan Sari menginginkan sesuatu dari Thomas.


Agung mengenali map yang berada di tangan Wulan Sari adalah berasal dari salah satu agen properti terkenal di Bali.


***


"Thomas. Agen  Ray Black Property menghubungiku dan menawarkan harga dua kali lipat untuk restoran Hartono ini dibandingkan agen properti sebelumnya," kata Wulan Sari sambil tersenyum gembira dan menunjukkan berkas yang ada di dalam map.


Thomas sudah menduga Wulan Sari akan membujuknya untuk menjual Restoran Hartono lagi.


"Wulan. Aku tidak akan menjual restoran Hartono walaupun harga jualnya tinggi," kata Thomas dengan tegas.


"Thomas. Aku tidak mau melihatmu kecapekan mengurus restoran ini. Kamu bisa pensiun dini jika menjual restorannya."


Wulan Sari mencoba membujuk Thomas lagi.


"Aku masih sehat dan tidak merasa capek bekerja di restoran seharian," kata Thomas.

__ADS_1


"Iya Thomas. Aku tahu kamu masih cukup sehat untuk mengurus restoran ini. Sebentar lagi Violet akan bertunangan kemudian menikah dan mempunyai anak. Jika restoran ini dijual, kita berdua bisa keliling dunia. Aku ingin bersamamu dan menemanimu setiap saat. Aku tidak mungkin mengganggu kehidupan keluarga kecil Violet," kata Wulan Sari dengan sedih.


Thomas menghela nafas panjang setelah mendengarkan perkataan Wulan Sari dan tidak menyadari Agung yang berada di meja sampingnya menggelengkan kepala .


"Thomas akan merasa simpati dengan perkataan istrinya. Sangat di sayangkan jika restoran ini di jual. Jika benar restoran ini dijual ke Ray Black poperty, aku akan membelinya dari mereka," tekas hati Agung.


Agung tidak mau Restoran Hartono yang menyimpan kenangan indah putra pertamanya tidak ada lagi.


Chandra juga merasa kesal dengan perkataan Wulan Sari.


"Restoran ini adalah peninggalan nenek dan juga merupakan milik mommy. Wulan Sari sudah berhasil mengambil uang 200 juta lima tahun yang lalu. Kali ini aku tidak akan membiarkannya mengambil satu rupiah pun," kata hati Chandra.


Wulan Sari merasa kegirangan di dalam hatinya karena Thomas terdiam setelah mendengar perkataannya.


"Kali ini Thomas pasti akan menjual restoran ini," kata hati Wulan Sari.


"Wulan. Aku minta maaf kalau selama ini aku selalu sibuk di Restoran Hartono. Aku berjanji akan  menemanimu lebih banyak waktu lagi," kata Thomas.


"Benarkah Thomas?" tanya Wulan Sari sambil tersenyum lebar karena sudah membayangkan uang yang banyak dari hasil penjualan Restoran Hartono.


"Iya. Tetapi restoran ini tidak akan aku jual sekarang. Banyak kenangan tentang Bella yang tersimpan di dalam restoran ini. Aku harus menanyakannya terlebih dahulu kepada Rossy tentang di jual atau tidaknya restoran ini karena Rossy adalah salah satu pemilik restoran ini," kata Thomas.


Bella adalah nama panggilan dari ibu kandung Rossy, Isabella.


"Apa? Restoran ini milik Rossy?Bukankah restoran ini atas namamu?" tanya Wulan Sari dengan nada tidak percaya.


"Iya. Memang benar restoran ini atas namaku. Tetapi di dalam restoran ini ada banyak kenangan tentang Bella. Kamu kan tahu setiap kali Rossy ulang tahun, aku akan membawanya ke restoran Hartono untuk mengenang Bella?" tanya Thomas Hartono.


"Iya. Aku tahu," jawab Wulan Sari.


"Karena itulah aku ingin restoran Hartono ini menjadi milik Rossy karena masih ada cabang restoran lainnya yang bisa saya berikan untukmu dan Violet," lanjut Thomas.


"Tetapi kan semua cabang restoran sudah kamu jual?" kata Wulan Sari dengan nada tidak senang.


"Iya. Aku tidak menyangka akan kejadian itu yang menyebabkanku harus menjual semua cabang restoran untuk membayar uang 200 juta yang kamu pinjam dari temanmu dan juga mengembalikan modal Joni Iskandar," jawab Thomas dengan sedih.


Wulan Sari terkejut dengan perkataan Thomas karena baru teringat 200 juta yang berada di tangannya saat ini.


"Sebelum kejadian itu, akh sudah ke notaris dan mengubah kepemilikan restoran ini menjadi diriku dan Rossy. Aku ingin menjadikannya sebagai  hadiah pernikahan Rossy  dengan Febrian," jelas Thomas.


"Jika ingin menjual restoran ini harus mendapatkan persetujuan dari Rossy. Setengah dari restoran Hartono adalah milik Rossy," lanjut Thomas.


Wulan Sari tidak bisa berkata apapun lagi. Dirinya berusaha menahan amarahnya.


"Aku akan merebut restoran ini dari tangan Rossy," tekad hati Wulan Sari.


***

__ADS_1


Chandra tersenyum kecil mendengar perkataan Thomas.


"Mommy pasti belum mengetahui tentang hal ini. Aku akan memberitahukannya ke mommy," kata hati Chandra.


 


***Apartemen Royal Residence***


Rossy memegang perutnya yang sudah kenyang sambil menatap sepuluh piring masakan variasi indomie yang masih utuh di atas meja makan.


Rossy baru berhasil makan dua piring dan merasa tidak sanggup untuk melanjutkannya lagi.


Sementara itu lagu "It's my life"  Bon Jovi dari handphone Rossy  terdengar dengan volume suara yang keras.


Rossy sudah menghentikan aksi makannya sepuluh menit yang lalu karena terlalu kenyang.


"Kenapa tidak terdengar suara pria itu? Apakah dia sedang mempersiapkan pisau untuk memotong jariku?" kata hati Rossy.


"Tidak! Aku harus makan lagi," kata hati Rossy.


Tangan Rossy menarik salah satu piring dan menusukkan garpunya ke dalam mi.


Baru saja Rossy ingin memasukkan mi ke dalam mulutnya, sebuah tangan memegang pundaknya.


Garpu Rossy terlepas dari tangannya.


"Aku sedang menghabiskan mi nya," teriak Rossy panik tanpa berani menoleh ke belakang .


"Rossy Hartono!"


Walaupun suara lagu di handphonenya sangat keras, Rossy bisa mendengar dengan jelas panggilan namanya.


Rossy sangat mengenal dengan jelas suara orang yang memanggil nama lengkapnya.


"Tu..tuan Jackson?" kata Rossy dan memberanikan diri menoleh ke belakang.


Terlihat Jackson duduk di atas kursi roda dan menatap ke arah Rossy.


***


Selamat malam readers. Hari ini author up 2 bab ya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya


Terima Kasih.


Happy Weekend

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2