Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 115. Telur mata sapi


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson merasa terkejut dirinya bisa bangun dari tempat tidur tanpa bantuan orang lain.


Mungkin karena mimpi yang di alaminya sangatlah nyata sehingga Jackson masih mengira dirinya berada di dalam alam mimpi.


Jackson berdiri tegak tanpa berani bergerak ke mana pun. Jari tangannya mencubit lengannya dan terasa sakit.


"Ini bukan mimpi dan halusinasiku," ucap Jackson dengan suara kecil.


Jackson meraba-raba bagian pinggangnya yang cedera waktu itu. Kemudian mencoba berjalan perlahan mengelilingi kamar tidurnya.


Ketika Jackson mempercepat jalannya, dirinya masih terasa tidak nyaman di bagian pinggang. Jackson memutuskan untuk menelepon Felix.


"Halo, Jackson!" sapa Felix di ujung sambungan telepon sana.


"Felix. Aku udah bisa bangun dari tempat tidur tanpa bantuan siapa pun," kata Jackson.


"Wow. Congratulation Jackson. Tidak ku sangka stamina tubuhmu kuat dan bisa sembuh dengan cepat," jawab Felix.


Felix memperkirakan Jackson akan pulih total seminggu kemudian dan tidak menyangka lebih cepat dari perkiraannya.


"Kamu sudah bisa bangun dari tempat tidur tanpa bantuan siapa pun berarti pinggangmu sudah sembuh," lanjut Felix.


"Aku berjalan lebih lambat di bandingkan ketika masih sehat. Jika aku mempercepat langkah kakiku, pinggangku terasa tidak nyaman. Apakah pinggangku belum sembuh total? " tanya Jackson.


Jackson tidak ingin cedera pinggangnya kambuh lagi sehingga ingin memastikan tidak ada kesalahan sekecil apa pun.


"Hmm... bagaimana kalau kamu datang ke Healing Hands Hospital untuk medical check up total sehingga hasilnya akan lebih akurat untuk mengetahui cedera pinggangmu sudah pulih total atau belum. Kamu bisa cuti hari ini?" tanya Felix.


Jackson terdiam sebentar memikirkan saran dari Felix saat ini.


Ketika Jackson cedera pinggang, dirinya menolak saran dari Felix untuk menginap di Healing Hands Hospital pada waktu itu karena harus menghadiri rapat direksi untuk melawan Kusuma dan Indra yang ingin mengambil posisi CEO dari Jackson.


Sekarang para pemegang saham sudah percaya kembali dengan kemampuan Jackson sebagai CEO Perusahaan Wijaya karena kejadian dirinya berhasil menghabiskan semangkuk mac n cheese di ruang rapat direksi.


"Baiklah Felix. Aku akan cuti sehari untuk melakukan full medical check up di Healing Hands Hospital," kata Jackson.


"Oke Jackson. Aku akan menunggumu di Healing Hands Hospital. Kalau bisa....."


Felix sengaja tidak melanjutkan perkataannya karena tahu pasti Jackson mengetahui keinginannya.


"Aku akan membawakan masakan Rossy," jawab Jackson dengan suara datar.


"Oke," kata Felix sambil tertawa kecil.


Jackson berjalan perlahan menuju tempat tidurnya dan naik ke atasnya setelah menutup pembicaraan telepon dengan Felix.


Kemudian Jackson menelepon Pak Lesmana.


"Pagi tuan Jackson," sapa Pak Lesmana ketika mengangkat telepon.


"Pak Lesmana. Datang ke kamarku dan bantu aku bersiap-siap," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Pak Lesmana datang ke kamar Jackson dan membantunya bersiap-siap, lalu memapah Jackson untuk duduk di atas kursi rodanya.


Jackson memutuskan tetap memakai kursi rodanya terlebih dahulu, hingga hasil full medical check up keluar nanti.


 


***Dapur Mansion Wijaya***


Rossy sedang memasak breakfast di dapur Mansion Wijaya dengan suasana hati yang riang. Sesekali bibir mungil Rossy menyenandungkan lagu.


Pelayan wanita yang mengantarkan termos air jahe kepada Rossy kemarin  ikut tersenyum melihat suasana hati Rossy yang sangat baik hari ini.


Sangat berbeda jauh sekali dengan keadaan Rossy kemarin yang pucat, lemas, dan tidak bertenaga. Sambil memasak, tangan Rossy secara tidak sadar memegang perutnya.


Perutnya terasa hangat karena ada bantal penghangat yang di tempelkannya di sana.


Rossy tersenyum kecil mengingat kembali kejadian  di kamar tidurnya tadi.


Flashback On :


Sewaktu Rossy terbangun di kamar tidurnya di pagi hari, sakit perutnya sudah lebih ringan di bandingkan kemarin.


Rossy baru menyadari ada dua paper bag besar di atas meja nakasnya.


Rossy pun melihat isi di dalam kedua paper bag itu.


Ada bantal penghangat, obat pereda sakit  ,botol  termos air panas yang baru, dan juga bermacam jenis pembalut wanita. 🤭🤭


Rossy merasa tersentuh dan terharu setelah melihat isi kedua paper bag itu.


Selain itu Rossy juga melihat gelas air putih di atas meja nakasnya.


"Semalam dia memang mengambilkan air minum untukku," kata hati Rossy.


Rossy bergegas mandi dan bersiap-siap untuk memasak breakfast di dapur Mansion Wijaya.


Flashback Off :


Rossy tersenyum lebar melihat hasil masakannya pagi ini. Rossy merasa yakin Jackson pasti akan menyukainya dan menghabiskannya.


"Nona Rossy."


Pak Lesmana berjalan masuk ke dalam dapur Mansion Wijaya dan memanggil Rossy.


"Iya Pak Lesmana," jawab Rossy dengan semangat.


Rossy mengira Pak Lesmana memintanya untuk menghidangkan breakfast Jackson ke ruang makan.


"Tuan Jackson meminta nona Rossy menyiapkan breakfast untuk Pak Felix di termos penghangat makanan," kata Pak Lesmana.


"Baik Pak Lesmana. Aku akan menyiapkannya sekarang," kata Rossy.


"Pak Lesmana. Tuan Jackson sudah berada di ruang makan kah?" tanya Rossy.


"Sudah nona Rossy. Tuan Jackson meminta nona Rossy tidak usah terburu-buru menyiapkannya. Tuan Jackson akan menunggu di ruang makan," jawab Pak Lesmana.

__ADS_1


"Baik Pak Lesmana," kata Rossy sambil tersenyum lebar.


Rossy tidak bisa menyembunyikan perasaan hatinya yang sedang berbunga-bunga setelah mendengar perkataan Pak Lesmana.


 


***Ruang makan Mansion Wijaya***


Jackson sedang duduk di ruang makan sambil mengirim email ke Venesia, sekretaris utamanya di Perusahaan Wijaya.


Jackson mengirim email ke Venesia untuk meminta Venesia membuat surat kontrak kerja dengan kolega bisnis  dan juga memberitahukan Venesia tentang dirinya mengambil cuti hari ini.


Jackson juga meminta Venesia memberikan laporan perkembangan di Perusahaan Wijaya hari ini.


Jackson melihat ke arah Pak Lesmana yang berjalan keluar dari dapur Mansion Wijaya.


"Bagaimana keadaan Rossy?" tanya Jackson.


"Nona Rossy sangat sehat hari ini dan tidak pucat lagi," jawab Pak Lesmana sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian Rossy berjalan keluar dari dapur Mansion Wijaya dan menghidangkan masakannya ke atas meja makan.


"Tuan Jackson. Breakfast hari ini adalah nasi goreng kambing oriental," kata Rossy sambil tersenyum manis ke Jackson Wijaya.


Jackson menganggukkan kepalanya.


"Perutmu sudah lebih baik kan?" tanya Jackson dengan suara lembut.


Telinga Rossy memerah karena  suara lembut dari Jackson terdengar sangat seksi, sama seperti suara berat dan serak Jackson semalam sehingga membuat Rossy teringat kembali kenangan semalam di kamar tidurnya.


"Su.. sudah lebih baik, tuan Jackson. Terima kasih kedua paper bag nya. Sangat berguna," jawab Rossy dengan terbata-bata.


Jackson tersenyum tipis mendengar jawaban Rossy karena merasa tidak sia-sia dirinya membaca dengan seksama artikel yang di kirim oleh Felix kemarin, yang membuat keadaan Rossy menjadi lebih baik hari ini.


"Tuan Jackson. Ini telur mata sapi untuk pelengkap nasi goreng kambing orientalnya. Aku yakin tuan Jackson pasti akan menyukainya," kata Rossy dengan suara bergetar dan meletakkan piring yang berisi telur mata sapi di depan Jackson.


Mata Jackson menatap intens telur mata sapi di hadapannya dan merasa tidak tega untuk memakan telur mata sapi itu.


"Aku menyukainya," ucap Jackson dan membuat senyum lebar mengembang di sudut bibir Rossy.



Selamat siang readers,


Yippi... Jackson mendapatkan telur mata sapi berbentuk ❤️ dari Rossy.


So Sweet deh.


Author Lytie sengaja memasukkan foto nya di bagian akhir supaya para readers bisa ikut menebak 🤗🤗🤗.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya hari ini ya readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2