Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 57. Menemukan suster yang membantu persalinan Miss X


__ADS_3

***Ruang makan Mansion Wijaya***


Felix dan Pak Lesmana hanya berdiri terdiam di tempat memandang ke arah Jackson dan Rossy yang kelihatan sedang berpelukan mesra.


Felix dan Pak Lesmana tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya sehingga mereka tidak berani mengganggu Jackson.


"Felix! Pak Lesmana! Tolong bantu angkat tuan Jackson. Akusudah tidak kuat lagi," teriak Rossy.


Felix dan Pak Lesmana segera berlari mendekati mereka dan memapah tubuh Jackson untuk duduk kembali ke kursi rodanya.


Felix baru bisa melihat jelas kaki Rossy Hartono sedang menahan kursi roda itu dari depan.


"Apa yang terjadi Rossy?" tanya Felix dengan polos tanpa sadar dirinya lah penyebabnya.


"Tadi kursi rodanya meluncur cepat," jawab Rossy.


Felix melihat ke arah Jackson yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kamu mau membunuhku?!" tanya Jackson.


Felix baru sadar dirinya penyebab kursi roda itu lepas kendali.


"Sorry sorry. Aku tergoda dengan masakan Rossy sehingga melupakanmu,"kata Felix.


Felix melihat Jackson dengan saksama dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Untung ada Rossy yang cukup sigap menolongmu. Kamu tidak terluka sama sekali. Aku makan dinner dulu ya," kata Felix sambil berjalan ke arah meja makan lagi.


Pak Lesmana berinisiatif membantu mendorong kursi roda Jackson ke arah meja makan.


Rossy mengikuti dari belakang. Ketika tiba di ruang makan, Rossy melihat ke arah Jackson Wijaya.


"Tuan Jackson. Aku akan mengantarkan dinner untuk tuan muda Chandra sekarang," kata Rossy.


Jackson melihat jam tangan di pergelangan tangannya sebentar.


"Pak Kuncoro akan mengantarmu ke sana dan menjemputmu pulang. Jangan bilang ke Chandra bahwa aku cedera pinggang," pesan Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.


Rossy berjalan ke dapur untuk mengambil termos penghangat makanan yang sudah di persiapkan sebelumnya.


Jackson melihat dengan jelas Rossy sangat gembira mengantarkan makanan untuk Chandra.


"Sejak kapan Rossy menjadi akrab dengan Chandra? Apakah dia sengaja mengambil hati Chandra terlebih dahulu untuk memudahkannya mendapatkanku?" kata hati Jackson.


Felix yang sedang makan dengan lahap melirik sekilas ke arah Jackson yang masih memperhatikan Rossy dari jauh.


"Mereka berdua pasti ada hubungan spesial," kata hati Felix.


Belum seminggu Rossy bekerja di Mansion Wijaya, Felix bisa melihat dengan jelas perubahan sikap Jackson yang berbeda dari sebelumnya.


Jackson sama sekali tidak pernah memperlakukan semua  koki pribadi yang pernah bekerja di Mansion Wijaya, sama dengan perlakuan terhadap Rossy sekarang ini.


Bahkan pernah sekali koki pribadi Jackson juga adalah seorang wanita muda. Akan tetapi, koki itu hanya bertahan bekerja di Mansion Wijaya selama tiga hari saja.


Felix berfirasat Rossy akan bekerja di Mansion Wijaya lebih lama daripada semua koki pribadi sebelumnya.


Felix pun ingin Rossy bekerja selamanya di Mansion Wijaya sehingga dirinya bisa makan masakan Rossy kapan setiap waktu.


***


Handphone Jackson berbunyi.


Jackson melihat nama 'Bagaskara' di layar handphonenya sehingga mengangkat teleponnya dengan cepat.


"Halo," kata Jackson Wijaya.


"Tuan Jackson. Aku sudah berhasil menemukan Suster Lisa di kota Medan. Dia mengaku tidak mengetahui rahasia apa yang di simpan oleh Dokter Erik tentang persalinan Miss. X lima tahun yang lalu. Sewaktu aku memberitahukannya Dokter Erik sedang koma, Suster Lisa ingin menjenguk Dokter Erik. Sekarang kita berdua sudah tiba di Bali. Apakah tuan Jackson mengizinkannya menemui Dokter Erik?" tanya Bagaskara.

__ADS_1


Bagaskara berhasil melacak keberadaan Suster Lisa, suster yang membantu Dokter Erik melakukan persalinan Miss X lima tahun yang lalu.


Pada waktu itu Suster Lisa juga mendapatkan imbalan yang besar dari Jackson sehingga memutuskan pulang ke kampung halamannya, Medan dan menjadi suster di rumah sakit swasta kota itu.


Bagaskara melakukan perjalanan ke Medan untuk menemui Suster Lisa. Suster Lisa ingin ikut Bagaskara ke Bali setelah mengetahui Dokter Erik sedang koma.


Bagaskara pun membawa Suster Lisa ke Bali. Tetapi Bagaskara tidak berani membawa Suster Lisa langsung menemui Dokter Erik sehingga menanyakannya ke Jackson terlebih dahulu.


"Apakah suster itu berbohong atau memang benar tidak tahu apapun?" kata hati Jackson dengan curiga.


Jackson meliirik ke arah Felix yang sedang sibuk makan masakan Rossy.


"Besok pagi kamu bisa membawa suster itu ke Healing Hands Hospital. Felix akan menunggu kalian di sana," jawab Jackson.


"Baik tuan Jackson," kata Bagaskara.


***


Bagaskara melihat ke arah Suster Lisa yang sedang menatapnya setelah menutup sambungan telepon.


Wajah Suster Lisa kelihatan tegang karena takut Jackson tidak mengizinkannya menemui Dokter Erik.


"Besok pagi aku akan membawa Suster Lisa ke Healing Hands Hospital untuk menjenguk Dokter Erik. Malam ini Suster Lisa bisa menginap di salah satu hotel terlebih dahulu," kata Bagaskara.


Suster Lisa menarik nafas lega setelah mendengarkan perkataan Bagaskara.


"Pak Bagaskara bisa mengantarku ke tempat kost temanku. Biaya menginap di hotel tidaklah murah," kata Suster Lisa sambil menyebutkan alamat kos temannya.


"Baiklah," jawab Bagaskara dan mengemudikan mobilnya menuju tempat kos itu.


Suster Lisa menghubungi temannya, Jennifer untuk memberitahukannya tentang kedatangannya dan keinginannya untuk menginap.


Bagaskara yang sudah menyelidiki data pribadi Suster Lisa tahu keadaan keuangannya saat ini.


Walaupun Suster Lisa mendapatkan imbalan yang cukup besar dari Jackson lima tahun yang lalu, Suster Lisa sudah menggunakannya untuk biaya kuliah adik-adiknya sehingga sekarang penghasilan Suster Lisa hanya  dari pekerjaannya sebagai suster di rumah sakit swasta.


***


"Lisa!" teriak Jennifer kegirangan sambil memeluk Suster Lisa yang baru turun dari mobil Bagaskara.


"Jennifer," kata Suster Lisa sambil tersenyum.


Bagaskara menurunkan koper kecil milik Suster Lisa.


"Suster Lisa. Besok pagi aku akan meneleponmu untuk memberi info jam berapa menjenguk dokter Erik," kata Bagaskara.


"Baik Pak Bagaskara. Terima kasih," kata Suster Lisa.


Bagaskara menganggukkan kepala dan masuk ke dalam mobilnya . Setelah mobil Bagaskara pergi, Lisa menarik koper kecilnya mengikuti Jennifer masuk ke dalam kamar kostnya.


Jennifer berasal dari kota yang sama dengan Lisa. Mereka berdua tinggal di tempat kost yang sama beberapa tahun yang lalu.


Tepatnya lima tahun yang lalu Lisa pulang ke kampung halamannya, sedangkan Jennifer tetap tinggal di bali.


"Lisa. Kenapa kamu tiba-tiba datang ke Bali?" tanya Jennifer.


"Atasanku yang dulu tertabrak mobil dan koma. Aku datang untuk menjenguknya," jawab Lisa.


"Oh. Pria tadi temanmu?" tanya Jennifer.


"Dia yang memberitahukanku tentang keadaan atasanku," jawab Lisa dengan jujur.


"Pria itu mencarimu ke Medan dan memberitahukanmu tentang atasanmu yang koma? Kamu percaya saja dengan perkataannya dan ikut dengannya ke Bali?" tanya Jennifer.


Jennifer takut Lisa dibohongi oleh Bagaskara. Lisa mengerti rasa kekhawatiran Jennifer.


"Aku tidak kaya dan juga tidak cantik. Apa yang bisa dia bohongi?" tanya Lisa .


"Lisa! Lisa! Kamu kok polos banget sih," kata Jennifer .

__ADS_1


"Ha ha ha! Aku bercanda aja. Memang benar atasanku sedang koma. Aku melihat fotonya tadi," kata Lisa dengan yakin.


Tadi Bagaskara menunjukkan foto Dokter Erik yang sedang terbaring di atas tempat tidur pasien dalam keadaan koma. Sebagai suster yang berpengalaman, Lisa tahu foto itu adalah foto asli dan bukan rekayasa.


"Baguslah kalau begitu. Di rumah sakit mana?" tanya Jennifer.


"Healing Hands Hospital," jawab Lisa.


"Kebetulan sekali. Sekarang aku kan bekerja sebagai laboran di lab Healing Hands Hospital. Apa nama atasanmu? Aku akan memeriksa benar atau tidak ada pasien dengan nama itu," kata Jennifer.


***


Selamat siang readers. Hari ini author akan up 2 bab ya. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti .


Author akan beri bonus pengenalan karakter lain yang sudah muncul di dalam cerita ini :


*Agung Wijaya*


Kakek Jackson Wijaya


*Satria Wijaya*


Ayah Jackson Wijaya


*Eva*


Ibu Jackson Wijaya


*Isabella*


Ibu Rossy Hartono


*Susan*


Sekretaris Satria Wijaya dan penyebab trauma Jackson


*Pak Lesmana*


Kepala pelayan Mansion Wijaya


*Pak Kuncoro*


Supir Jackson Wijaya


*Dokter Erik*


Dokter yang melakukan persalinan Rossy lima tahun yang lalu dan yang menyerahkan Kelvin kepada Rossy


*Suster Lisa*


Suster yang membantu dokter Erik sewaktu persalinan Rossy lima tahun yang lalu


*Dokter Michael*


Dokter bedah baru di Healing Handa Hospital. Sebelumnya bekerja di Medical Health


*Bagaskara*


Bawahan Jackson yang menjalankan tugas khusus dari Jackson


*Robin*


Bodyguard yang menjaga Chandra Wijaya


*Jennifer*


Laboran di Healing Hands Hospital


Salam sayang dari Author LYTIE

__ADS_1


__ADS_2