
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika melihat Jackson menatapnya dengan tajam karena teriakannya.
Felix yang melihat reaksi Rossy pun ketawa kecil.
Rossy sangat bingung dengan permintaan Jackson.
"Kenapa tuan Jackson memintaku melihat tubuhnya? Ada apa di tubuhnya?" kata hati Rossy.
Akan tetapi, Rossy tidak berani menolak perintah Jackson dan mulai mengamati 'roti sobek' di depannya dengan saksama.
"Sudah jelas kan?" tanya Jackson.
"Hah?" tanya Rossy dengan mulut terbuka lagi sambil melihat wajah Jackson.
Jackson mengernyitkan alisnya.
"Iya iya. Sudah jelas tuan Jackson. Tubuh tuan Jackson sangat atletis," jawab Rossy dengan terburu-buru.
"HA HA HA HA." Felix tertawa dengan keras sambil memegang perutnya.
Wajah Jackson sudah sehitam wajan di dapur Mansion Wijaya. Felix segera menghentikan tawanya ketika mata Jackson melirik ke arahnya.
" Tadi aku sedang membantu Jackson mengoleskan obat salep ke pinggangnya," jelas Felix ke Rossy.
Felix merasa kasihan kepada Rossy yang polos dan tidak tahu apa-apa.
Rossy memandang ke arah pinggang Jackson dan memang masih kelihatan jejak obat salep yang di oleskan.
"Maaf tuan Jackson. Tadi aku salah lihat," kata Rossy.
Jackson hanya terdiam, tidak membalas perkataan Rossy.
Felix mencoba mencairkan suasana di dalam ruangan.
"Jackson. Hamburger ini sangat enak. Kamu tidak mau mencobanya?" tanya Felix.
" Tidak selera," jawab Jackson dengan singkat.
Rossy teringat akan waktu taruhan antara dirinya dan Jackson yang akan berakhir besok hari.
Apabila besok Jackson masih belum makan masakan Rossy sama sekali, maka Rossy benar-benar akan menjadi asisten pribadi Jackson.
"Besok akh harus memasak makanan yang lebih menarik supaya tuan Jackson mau makan masakanku," tekad hati Rossy.
***
Rossy membereskan piring kosong di atas meja dan meletakkannya ke dalam nampan.
"Rossy!" panggil Jackson sewaktu Rossy akan berjalan keluar dari kamar tidurnya.
"Ada apa tuan Jackson?" tanya Rossy.
"Besok pagi kamu siapkan breakfast yang lebih banyak untuk Felix. Dia akan ke Healing Hands Hospital," jawab Jackson.
"Baik tuan Jackson," kata Rossy.
"Felix akan memeriksa keadaan Chandra juga. Jadi breakfast Chandra di titipkan ke Felix saja. Kamu tidak perlu ke rumah sakit besok pagi," lanjut Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.
Besok Felix tidak ada di Mansion Wijaya dan kemungkinan besar Jackson akan membutuhkan bantuannya sehingga Rossy tidak menolak permintaan Jackson.
__ADS_1
***Healing Hands Hospital***
Felix tiba di Healing Hands Hospital dan mengunjungi Kelvin terlebih dahulu untuk mengantarkan breakfast Kelvin.
" Morning Om Felix," sapa Kelvin ketika melihat Felix datang.
"Morning Chandra. Ini breakfastmu," kata Felix sambil membantu mengeluarkan makanan dari dalam termos penghangat makanan.
"Thank you Om Felix," kata Kelvin.
"Your welcome Chandra," kata Felix sambil tersenyum.
Sebelum Felix tiba di Healing Hands Hospital, Rossy sudah menelepon Kelvin untuk memberitahukannya tentang Felix yang akan membawakan breakfastnya.
Felix melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Tidak lama lagi Bagaskara dan Suster Lisa akan tiba di Healing Hands Hospital.
"Chandra. Om Felix pergi dulu ya. Om Felix harus memeriksa pasien yang lain," kata Felix.
"Oke Om Felix. Bye bye," kata Kelvin sambil makan breakfastnya.
Felix sudah berjalan ke arah pintu dan menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba.
Felix teringat akan sesuatu. Pria itu berjalan menghampiri Kelvin lagi.
"Chandra. Om Felix boleh minta satu permen lolipop?" tanya Felix.
"Om ingin memberikannya kepada aunty dokter ya?" tanya Kelvin dengan polos.
"Iya," jawab Felix sambil memegang hidungnya yang tidak gatal.
"Ambil saja Om dari dalam laci. Aku akan meminta Om Robin membelinya lagi," kata Kelvin.
Sewaktu berjalan keluar dari kamar pasien VVIP Kelvin, Felix melihat Michelle sedang berjalan ke arahnya.
Michelle mengantar Chandra ke ruang bermain anak terlebih dahulu sebelum ke kamar pasien VVIP Dokter Erik.
Walaupun Chandra sudah mengetahui jalan menuju ruang bermain anak, Michelle selalu mengantarnya terlebih dahulu sebelum mulai bekerja.
"Morning Michelle," sapa Felix dengan suara lembut.
"Morning Felix," balas Michelle.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar pasien VVIP Dokter Erik.
"Aku sudah memeriksa laporan yang kamu kirim semalam. Kondisi Dokter Erik sangat stabil. Mungkin dia akan bangun dari komanya segera," kata Felix ke Michelle.
"Iya Felix. Aku pun mengharapkan Dokter Erik bisa segera siuman," kata Michelle.
Michelle mulai melakukan pemeriksaan rutin ke Dokter Erik.
Felix berdiri di sampingnya mengamati Michelle yang sedang bekerja dengan serius.
Suara ketukan pintu membuat Michelle dan Felix melihat ke arah pintu kamar secara bersamaan
"Masuk," kata Felix.
Bagaskara membuka pintu kamar dan berjalan masuk ke dalam bersama Suster Lisa.
"Pak Felix. Ini Suster Lisa," kata Bagaskara.
"Suster Lisa. Ini Pak Felix. Dokter Erik dibawah perawatan Pak Felix sekarang," kata Bagaskara ke Suster Lisa.
__ADS_1
"Selamat pagi Dokter Felix ," sapa Suster Lisa dengan sopan.
"Pagi! Ini Dokter Michelle, yang membantuku merawat dokter Erik," kata Felix.
"Selamat pagi Dokter Michelle. Saya temannya Jennifer," kata Suster Lisa.
"Pagi Suster Lisa," sapa Michelle.
Suster Lisa melihat ke arah Dokter Erik yang terbaring di atas tempat tidur.
"Bagaimana keadaan Dokter Erik?" tanya Suster Lisa ke Felix.
"Dokter Erik mengalami kecelakaan mobil dan cedera berat di kepalanya. Hal itu membuatnya koma. Sementara bagian vital lainnya tidak ada masalah," jawab Felix.
"Suster Lisa sudah mengenal Dokter Erik berapa lama?" tanya Felix
Felix berusaha mencari tahu apakah Suster Lisa sudah menjadi bawahan Dokter Erik dalam waktu yang lama.
"Sejak aku menjadi suster, aku sudah ikut Dokter Erik bekerja di rumah sakit bersalin," jawab Suster Lisa dengan jujur.
Michelle yang ikut mendengar perkataan Suster Lisa menjadi yakin Suster Lisa pasti ikut membantu persalinan Rossy lima tahun yang lalu.
"Sekarang Suster Lisa sudah menjadi suster di kota lain ya?" tanya Felix.
"Iya. Lima tahun yang lalu aku mengundurkan diri dari rumah sakit bersalin karena masalah keluarga. Sekarang aku menjadi suster di salah satu rumah sakit swasta di Medan," jawab Suster Lisa.
Lima tahun yang lalu, setelah membantu proses persalinan Miss X dan mendapat imbalan yang cukup besar, ayah Suster Lisa sakit keras sehingga Suster Lisa pun segera pulang ke Medan.
Tidak lama kemudian ayahnya meninggal dunia karena penyakitnya.Suster Lisa menggunakan imbalan uang itu untuk membayar biaya kuliah adik-adiknya .
"Berarti Suster Lisa masih ingat dengan jelas apa saja yang terjadi di persalinan terakhir yang dilakukan oleh Dokter Erik karena persalinan itu juga merupakan kerjasamamu yang terakhir kali dengan dokter Erik," kata Felix sambil mengamati reaksi Suster Lisa.
Suster Lisa terkejut dengan perkataan Felix dan menjadi gugup.
"Persalinan itu sama seperti persalinan biasa. Bayi laki-laki yang di lahirkan sangat sehat," kata Suster Lisa sambil mengalihkan pandangannya ke Michelle.
Suster Lisa tidak berani berpandangan langsung ke Felix ketika mengucapkan perkataannya.
"Dia berbohong," kata hati Felix.
Felix yakin Suster Lisa mengetahui rahasia Dokter Erik dan menyembunyikannya.
***
Selamat malam readers. Hari ini sudah up 2 bab ya. Maaf up nya agak malam karena harus mengurus anak ^~°.
Author up bab ini jam 21.20 wita.
Jangan lupa klik like setelah membaca ceritanya ya.
Clue untuk bab besok : Jackson akan membawa Rossy ke rapat direksi perusahaan Wijaya. Kenapa Rossy yang dipilih untuk menemaninya ke rapat direksi? Padahal Felix pernah menawarkan diri untuk menemani Jackson dan di tolak. Apa rencana Jackson di rapat direksi?
Temukan jawabannya besok ya.
Thank You
Author : LYTIE
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
__ADS_1