Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 190. Bunga spesial


__ADS_3

***Dapur Vila Wijaya***


Agung mengeluarkan handphone dan merekam Rossy yang sedang memasak lunch dengan riang gembira.


Kemudian Agung mengirimkan video itu ke grup chat 'Keluarga Wijaya'.


Agung memberi judul video yang dikirimnya 'cucu menantu'.


Semalam sewaktu Agung pulang dari dinner di Mansion Wiiaya, Kusuma dan Indra menunggunya di Vila Wijaya.


Ternyata sewaktu pulang kerja, Indra melihat mobil Agung di sekitar Perusahaan Wijaya sehingga menduga kemungkinan besar Agung bertemu dengan Jackson tanpa sepengetahuannya dan Kusuma sehingga Indra sengaja mengajak Kusuma untuk menunggu Agung pulang di Vila Wijaya.


Kusuma terpaksa menolak ajakan teman-temannya untuk berkumpul minum minuman alkohol semalam.


Penantian mereka berdua sia-sia dan tidak mendapatkan informasi apa pun karena Agung hanya bilang dirinya berkumpul dengan beberapa teman lamanya saja tanpa menyinggung tentang Jackson maupun Rossy sehingga sekarang Agung sengaja mengirimkam video Rossy sedang memasak di Vila Wijaya supaya Kusuma dan Indra tidak lagi mendesaknya untuk mengundang Rossy ke Vila Wijaya.


Hari ini Kusuma dan Indra sedang bekerja di Perusahaan Wijaya  sehingga mereka berdua tidak akan tiba-tiba muncul di Vila Wijaya.


 


***Perusahaan Wijaya***


Indra berada di ruang kantor Kusuma setelah melihat video yang dikirim oleh Agung.


Indra tahu Kusuma pasti akan mengamuk setelah melihat video itu sehingga Indra segera menuju ruang kantor Kusuma.


"Jackson sangat pintar. Diam-diam sudah mempertemukan Ayah dengan Rossy!" teriak Kusuma sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Ayah! Tenanglah. Kita bisa menyusun rencana lain melawan Jackson," kata Indra.


"Kamu ada rencana yang lain?" tanya Kusuma.


"Kakek mengirim video itu dan menuliskan kata cucu menantu. Itu berarti Jackson dan Rossy akan menikah dalam waktu dekat. Kita bisa memanfaatkan keluarga Rossy," jawab Indra.


"Keluarga Rossy? Siapa?" tanya Kusuma.


"Violet Hartono, adik tirinya Rossy. Aku berfirasat hubungan Rossy dengan adik tirinya sangat buruk. Adik tirinya pasti bisa membantu kita," jawab Indra dengan yakin.


"Baiklah. Ayah tunggu kabar baik darimu," kata Kusuma.


 


***Ruang kantor Jackson Wijaya***


Jackson sedang sibuk mempersiapkan dokumen yang akan digunakannya untuk meeting bersama kolega bisnisnya.


Untuk beberapa hari ke depan, Jackson akan lebih sibuk dari hari biasanya karena Jackson ingin semua pekerjaannya selesai sebelum hari sabtu.


Sabtu ini Jackson berencana membawa Rossy berpacaran seharian, mengikuti saran dari Agung.


Selain itu minggu depan CEO Perusahaan Adinata yaitu Dilan Adinata akan tiba di Bali sehingga jadwal kerja Jackson semakin padat minggu depan.


Jackson ingin membuat hubungannya dengan Rossy semakin erat dalam seminggu ini.


Handphone Jackson berbunyi sehingga Jackson menghentikan pekerjaannya dan melihat video yang dikirim oleh Agung di dalam grup chat 'Keluarga Wijaya'.


Mata Jackson berbinar-binar melihat video yang berisi Rossy sedang memasak di dapur Vila Wijaya.


Pemandangan alam yang terlihat dari dapur Vila Wijaya ditambah dengan sosok Rossy yang sedang memasak sambil bernyanyi kecil membuat suasana hati Jackson menjadi sangat baik.


Jackson menyesali keputusannya menolak kedatangan Rossy mengantar lunch tadi 😂.


 ***


Terdengar suara ketukan pintu ruang kantor Jackson.


"Masuk!" perintah Jackson dengan suara datar.


"Pagi tuan Jackson," sapa Bagaskara sambil memberi hormat kepada Jackson.


"Duduklah!" kata Jackson.


Bagaskara duduk di hadapan Jackson. Jackson memberikan sebuah map file kepada Bagaskara.


Bagaskara menerima map file itu dan membaca isi di dalamnya dengan saksama. Map file itu disiapkan oleh Venesia atas perintah dari Jackson Wijaya.


Tadi pagi setelah tiba di Perusahaan Wijaya, Jackson teringat akan saran dari Agung tentang tiga tempat favorit untuk melakukan kencan pertamanya dengan Rossy.

__ADS_1


Jackson memberi perintah kepada Venesia untuk mencari semua informasi mengenai taman bermain, bioskop, dan film yang akan tayang dalam minggu ini beserta hotel mana saja yang menyediakan candle light dinner romantis.


Venesia adalah seorang sekretaris yang profesional sehingga mengerjakan apa pun yang diperintahkan oleh Jackson dengan sempurna.


"Bagaskara! Kamu harus mempersiapkan semua yang aku tambahkan dan tulis di dalam file itu. Aku mau sabtu ini berjalan dengan sempurna!" perintah Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Bagaskara.


Bagaskara tidak berani meninggalkan ruang kerja Jackson karena melihat Jackson sedang memegang dagunya sambil memikirkan sesuatu.


Beberapa saat kemudian Bagaskara memberanikan diri untuk berbicara kepada Jackson.


"Tuan Jackson! Apakah ada hal lain yang harus saya kerjakan lagi?" tanya Bagaskara.


"Beli bunga sebanyak satu luggage van," jawab Jackson.


Luggage van biasanya digunakan untuk mengangkut koper-koper wisatawan grup dari airport ke hotel sehingga para wisatawan langsung naik ke bus pariwisata untuk memulai tur mereka.



gambar luggage van


"Satu luggage van bunga? Tuan Jackson yakin?"tanya Bagaskara.


Jackson berpikir sebentar dengan pertanyaan Bagaskara.


"Aku tidak yakin. Mungkin dua luggage van bunga," jawab Jackson.


"Kenapa tuan Jackson ingin membeli begitu banyak bunga?Tuan Jackson ingin memperindah taman Mansion Wijaya kah?" tanya Bagaskara penasaran.


"Bagaskara! Kalau pacarmu mendapatkan begitu banyak bunga. Dia pasti akan sangat senang kan?" tanya Jackson.


"Maaf tuan Jackson. Aku belum punya pacar. Kalaupun punya pacar, aku tidak akan memberinya bunga," jawab Bagaskara dengan yakin.


"Oh ya? Kenapa?" tanya Jackson.


"Aku lebih memilih membelikan makanan untuk pacarku dari pada bunga. Bunga tidak bisa dimakan sama sekali dan hanya menghabiskan uang," jawab Bagaskara dengan polos.


Jackson terdiam sebentar setelah  mendengar perkataan Bagaskara.


Setelah berpikir lama,Jackson memutuskan akan membelikan bunga 'spesial' yang pasti akan disukai oleh Rossy dan memerintahkan Bagaskara untuk membelinya.


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Rossy dan Chandra kembali ke Healing Hands Hospital untuk mengantarkan lunch Kelvin.


Agung tetap tinggal di Vila Wijaya sambil menikmati lunch masakan Rossy Hartono.


Kelvin sangat gembira melihat foto kolam renang dan bale bengong Vila Wijaya.


"Aku ingin segera sembuh dan pergi ke vila kakek buyut," kata Kelvin.


"Tentu Vin Vin sayang. Kamu akan sembuh segera ," jawab Rossy dengan yakin.


Mereka bertiga pun mengobrol dan bercanda ria.


Sekitar jam empat, Rossy dan Chandra pulang ke Mansion Wijaya.


Dinner untuk Kelvin akan diantar oleh Pak Lesmana seperti semalam.


 ***


Rossy dan Chandra berada di dalam mobil Avanza biru yang dikendarai oleh Pak Benyamin.


Ketika mobil Avanza biru mulai masuk ke dalam kawasan Mansion Wijaya, terlihat sebuah luggage van putih dan besar berada di depan mereka.


Luggage van itu berjalan dengan perlahan sehingga Pak Benyamin pun terpaksa memperlambat laju mobil avanza biru.


"Kenapa bisa ada luggage van sebesar itu? Apakah ada hotel baru di dekat Mansion Wijaya?" kata hati Rossy.


Beberapa saat kemudian luggage van berwarna putih itu berhenti di dekat pintu Mansion Wijaya.


Pak Benyamin terpaksa menghentikan mobil avanza biru dibelakang luggage van.


"Maaf nona Rossy! Aku akan turun sebentar berbicara dengan sopir luggage van itu.Mungkin dia salah alamat," kata Pak Benyamin.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Pak Benyamin. Aku dan Chandra bisa turun disini. Hanya beberapa langkah saja ke Mansion Wijaya," kata Rossy.


Mereka bertiga pun turun dari mobil avanza biru.


Pak Benyamin berjalan lebih cepat ke arah mobil luggage van dan mengetuk kaca samping supir.


"Maaf Pak! Mobil  bapak berhenti di Mansion Wijaya sekarang," kata Pak Benyamin.


"Iya Pak. Tujuanku memang Mansion Wijaya," jawab sopir luggage van dengan ramah.


"Hah?" kata Pak Benyamin dengan raut wajah kebingungan.


Pintu depan samping pengemudi terbuka dan Bagaskara turun dari mobil luggage van.


"Pak Benyamin! Tuan Jackson yang memintaku ke Mansion Wijaya," kata Bagaskara.


"Oh ternyata Pak Bagaskara," kata Pak Benyamin sambil tersenyum ramah karena mengenal Bagaskara sebagai orang kepercayaan Jackson selama ini.


Bagaskara melihat Rossy dan Chandra yang sedang berjalan ke pintu masuk Mansion Wijaya.


"Nona Rossy!" panggil Bagaskara.


Rossy menghentikan langkah kakinya dan melihat ke Bagaskara.


"Pak Bagaskara! Ada apa ya?" tanya Rossy.


"Di dalam mobil luggage van ini ada hadiah dari tuan Jackson untuk nona Rossy," jawab Bagaskara.


"Hadiah? Satu luggage van?" tanya Rossy Hartono.


"Iya, nona Rossy. Tuan Jackson yakin nona Rossy pasti akan menyukainya," jawab Bagaskara.


Rossy sangat penasaran dengan hadiah yang berada di dalam luggage van sehingga mengikuti Bagaskara ke bagian belakang mobil. Pintu luggage van berada dibelakang mobil.


"Om Bagaskara! Apakah didalam luggage van ini berisi bunga yang banyak?" tanya Chandra.


"Betul sekali tuan muda Chandra," jawab Bagaskara sambil tersenyum.


Semua bunga yang berada di dalam luggage van ini dipilih satu persatu oleh Bagaskara dan semuanya dalam keadaan segar serta dibungkus dengan karangan bunga cantik yang berwarna warni.


"Apakah bunga mawar? Mawar merah, putih, atau warna lain?" kata hati Rossy.


Sewaktu masih sekolah, Febrian sering membelikan bunga mawar merah untuk Rossy, tetapi Rossy tidak ada perasaan cinta sama sekali terhadap Febrian sehingga dirinya tidak merasa senang ketika menerima bunga pemberian Febrian.


Sekarang Jackson, pria yang dicintainya memberinya hadiah satu luggage van bunga dan membuat hati Rossy pun menjadi berbunga-bunga.


Mata Rossy dan Chandra berbinar-binar menatap pintu belakang luggage van yang dibuka perlahan oleh Bagaskara.


Rangkaian plastik berwarna warni memenuhi bagian dalam luggage van. Semuanya diikat dalam bentuk karangan bunga.


Chandra mengambil salah satu karangan bunga yang paling depan.


"Mommy ! Lihatlah bunga...."


Perkataan Chandra terhenti dan matanya membulat besar melihat bunga spesial di dalam karangan bunga.


Mata Rossy pun membulat besar melihat bunga spesial itu. Senyuman di sudut bibir Rossy menghilang seketika.


"Bunga brokoli?" pekik Rossy dan Chandra secara bersamaan sambil melihat ke arah Bagaskara.


***


Selamat malam readers


Bab ini author up pukul 21.20 WITA dan lebih panjang ceritanya ya,hampir satu bab setengah 😁


Alamak! Ternyata bunga spesialnya adalah bunga brokoli 😂😂😂


Semoga readers menyukai bab ini ya.


Jangan khawatir readers. Ini hanyalah satu-satunya kesalahan Jackson Wijaya yang tidak pernah pacaran sama sekali 😅. Author jamin kencan di hari sabtu akan berjalan lancar dan pastinya ada kejutan lo 😍😍.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2