
***Healing Hands Hospital***
Michael sudah berada di Healing Hands Hospital jam lima pagi untuk melakukan operasi besar terhadap pasiennya.
Operasi besar yang dilakukan selama lima jam. Selesai operasi, Michael memutuskan untuk pulang beristirahat di rumah kontrakannya karena tidak ada lagi operasi lainnya untuk hari ini.
Lagi pula Michael ingin mengetahui bagaimana hasil lunch Dilan dan Jackson sebentar lagi.
Dilan mengajak Jackson lunch bersama di Restoran Italia sambil membahas kontrak kerja.
Tentu saja menu yang di pesan di restoran Italia adalah steak sapi sesuai permintaan Michael ke Dilan.
Michael mengenali Violet dan merasa heran dengan gelagat Violet yang membuntuti Rossy secara diam-diam.
"Wanita itu pasti merencanakan sesuatu," kata hati Michael.
Michael masih mengingat dengan jelas Violet melemparkan sepatunya ke kaki Rossy beberapa waktu yang lalu.
Entah mengapa Michael merasa khawatir dengan Rossy dan kedua putra kembarnya sehingga Michael memutuskan ikut membuntuti mereka.
Michael segera berjalan menuju parkiran mobil khusus dokter dan menyalakan mesin mobil Xenia birunya.
Michael menghentikan mobilnya tidak jauh dari pintu masuk Healing Hands Hospital dan mengawasi mobil yang keluar dari sana.
Michael tahu selama ini Rossy diantar oleh mobil avanza biru, yang pernah di lihat oleh Michael di rumah kontrakannya sewaktu Chandra yang turun dari mobil itu untuk memberikan lunch di dalam termos penghangat makanan ke Michael sebagai tanda terima kasih karena sudah menyelamatkan Chandra di supermarket.
Pada saat itu Michael sudah menghafal plat mobil avanza biru sehingga sekarang dirinya bisa dengan mudah mengikuti dari belakang.
***Di dalam mobil avanza biru***
Rossy dan si kembar Chandra-Kelvin mengobrol dengan riang gembira di dalam mobil tanpa menyadari ada dua buah mobil dan satu taxi blue bird yang mengikuti mereka secara diam-diam.
Di sekitar Healing Hands Hospital memang ada beberapa taxi blue bird di sana sehingga Violet tidak perlu memesan taxi online lagi.
"Mommy! Aku ingin ke taman bermain ini, " kata Kelvin sambil memperlihatkan foto di dalam handphone miliknya.
Sewaktu si kembar Chandra-Kelvin berada di ruang bermain anak Healing Hands Hospital, ada beberapa anak yang bercerita tentang taman bermain sehingga Kelvin menjadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai taman bermain.
Chandra mengirimkan foto Rossy dan Jackson yang sedang bermain wahana permainan di taman bermain ke Kelvin.
Rossy tersenyum kecil melihat foto-foto dirinya dan Jackson di wahana permainan.
"Vin Vin ingin main sekarang? Chandra juga?" tanya Rossy.
"Iya mommy," jawab Kelvin dan Chandra bersamaan.
"Baiklah. Mommy akan mengirim sms ke daddy untuk berkumpul bersama kita di taman bermain nanti sebelum ke restoran kakek ," ucap Rossy.
"Hore!" teriak Kelvin kegirangan. Chandra tersenyum senang melihat kegembiraan saudara kembarnya.
Rossy tidak menelepon Jackson karena takut mengganggu Jackson yang sedang bekerja sehingga hanya mengirimkan sms LINE untuk memberitahukan Jackson bahwa dirinya dan si kembar Chandra-Kelvin akan ke taman bermain.
__ADS_1
Jackson bisa menyusul ke taman bermain setelah selesai bertemu rekan bisnisnya.
"Robin! Kita ke taman bermain sekarang!" kata Rossy.
"Baik Nona Rossy!" jawab Robin dan mengemudikan mobilnya menuju taman bermain.
Robin melirik sekilas ke kaca spion mobilnya. Sejak dari Mansion Wijaya, Robin sudah menyadari mobil box hitam mengikuti mobilnya sehingga Robin menjadi lebih waspada.
Robin ingin memastikan apakah mobil box hitam itu akan mengikutinya ke taman bermain.
***Restoran Italia***
Mobil Land Rover Range Rover Velar berhenti di depan restoran Italia.
Di dalam mobil, Jackson tersenyum kecil sambil membalas sms LINE dari Rossy.
Venesia yang duduk di samping Pak Kuncoro, membalikkan tubuhnya menghadap ke arah kursi belakang.
"Tuan Jackson! Kita sudah tiba di restoran Italia!" kata Venesia.
"Oke!" jawab Jackson dengan singkat.
Jackson menyimpan handphone di kantong celananya dan melihat keluar melalui kaca jendela mobil.
Indra sudah berdiri di depan Restoran Italia sambil melipat kedua tangannya di depan dada karena harus menunggu Jackson yang masih belum turun dari mobil.
Tadi mobil Indra dan Jackson berangkat bersamaan dari Perusahaan Wijaya menuju Restoran Italia.
Jackson turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh Pak Kuncoro dan berjalan masuk ke dalam Restoran Italia.
***
Dilan berdiri dari kursi dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jackson.
"Dilan!" kata Dilan.
"Jackson!" kata Jackson sambil berjabat tangan yang erat dengan Dilan.
"Jackson sangat percaya diri. Tidak heran Perusahaan Wijaya berkembang pesat dibawah pimpinannya," kata hati Dilan.
Setelah berjabat tangan, Dilan dan Jackson duduk di kursi yang saling berhadapan.
"Saya Indra Wijaya, ikut bergabung untuk belajar cara berbisnis dari Pak Dilan." Indra memperkenalkan dirinya sendiri sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Dilan.
"Silahkan duduk!" jawab Dilan tanpa membalas jabat tangan dari Indra.
Indra tidak tersinggung dan tetap memperlihatkan senyuman lebar di wajahnya. Indra duduk di samping Jackson.
Sementara Venesia menarik kursi dan memposisikannya di belakang Jackson. Tugas Venesia adalah untuk mencatat jalannya meeting antara Dilan dan Jackson sehingga tidak mungkin bergabung di meja makan yang sama dengan kedua CEO muda yang sukses.
Dokumen file kontrak kerja dan proyek kerjasama Perusahaan Wijaya dan Perusahaan Adinata semuanya sedang dipegang oleh Venesia.
__ADS_1
"Jackson! Kita lunch dulu. Aku sudah memesan makanannya," kata Dilan.
"Oke!" jawab Jackson dengan singkat.
Dilan menjentikkan jari tangannya untuk memberi isyarat kepada pelayan restoran supaya menghidangkan makanan pesanannya.
Beberapa saat kemudian pelayan restoran mendorong troli makanan yang berisi dua piring dengan penutup dan sebotol wine merah khas Australia.
Pelayan menghidangkan dua piring dengan penutup di hadapan Jackson dan Dilan serta menuangkan wine merah ke dalam gelas.
Indra menahan rasa kesal dalam hatinya karena menyadari Dilan hanya menganggapnya sebagai kacung Jackson.
"Sebentar lagi Jackson akan meninggalkan restoran ini," kata hati Indra.
Indra mengeluarkan handphone sambil memeriksa sms dari bawahannya yang diperintahkan untuk menculik Kelvin.
"Cheers!" kata Dilan sambil mengangkat gelas wine miliknya.
"Cheers!" ucap Jackson dan meneguk wine merahnya like a pro.
Gaya Jackson dan Dilan menikmati wine merah sama persis.
"Wine merah yang bagus," puji Jackson.
"Tidak disangka Jackson juga sangat ahli minum wine. Ayo dicicipi lunch nya. White goes with white and red goes with red," kata Dilan.
Dilan menganggukkan kepalanya ke pelayan restoran. Pelayan restoran mengerti arti anggukkan kepala Dilan dan bersiap-siap untuk membuka penutup piring.
Sementara Jackson yang mendengar perkataan Dilan mempunyai firasat yang tidak baik.
Ketika pelayan restoran membuka penutup piring di hadapannya, mata Jackson membulat besar.
'Steak sapi saus barbeque'
Tatapan mata Jackson tidak berkedip satu kali pun di hadapan piringnya dan tangannya sama sekali tidak bisa digerakkan untuk memotong steak sapi saus barbeque.
Sementara Dilan yang duduk di depannya sudah memotong-motong steak sapi saus barbeque dan memasukkan potongan kecil ke dalam mulutnya.
***
Halo readers tercinta.
Apakah kali ini Jackson bisa menghadapi traumanya terhadap steak sapi saus barbeque?
Semakin seru kan? 😁
Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.
Author LYTIE mau mengucapkan terima kasih untuk semua readers yang mendukung novel ini dengan membaca, memberikan Vote,Like,hadiah maupun komentar positif.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE