
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Agung dengan sabar duduk di kursi menunggu Kelvin keluar dari dalam toilet.
Sementara itu di dalam toilet, Kelvin mendengarkan dengan saksama penjelasan Chandra mengenai Agung, kakek buyut mereka.
Kelvin mempunyai daya ingatan yang kuat sehingga dengan cepat mengingat semua informasi yang didapatnya dari Chandra.
"Oke brother. Aku sudah mengerti semuanya," ucap Kelvin.
"Oke Kelvin. Kamu bisa meneleponku kapanpun jika membutuhkan bantuanku," pesan Chandra.
"Bye brother," kata Kelvin dan menutup sambungan teleponnya.
Sewaktu Kelvin akan keluar dari toilet, dia menekan terlebih dahulu tombol flush di toilet bowl seolah-olah dirinya baru saja selesai menggunakannya.
Kelvin membuka pintu toilet dan berlari ke arah Agung.
"Kakek buyut," teriak Kelvin sambil memeluk Agung dengan mesra.
Agung terkejut dengan sikap Kelvin yang hangat dan mesra. Padahal selama ini Chandra selalu bersikap tenang dan pendiam. Sama seperti sikap Jackson sekarang.
Melihat Kelvin yang berada dihadapannya saat ini, Agung teringat akan versi mini Jackson sewaktu kecil.
Jackson adalah anak yang periang sebelum kejadian penculikan oleh Susan dua puluh tahun yang lalu.
"Kamu ingin kakek buyut membawamu makan bakmi ayam lagi ya?" tanya Agung sambil tertawa.
Agung mengira Kelvin ingin keluar dari rumah sakit untuk makan bakmi ayam legendaris dan tidak mencurigai perubahan sikap cicit di depannya ini.
"Aku masih kenyang kakek buyut. Tadi aunty chef dan daddy membawakan breakfast untukku."
Kelvin menolak dengan halus.
Walaupun Kelvin sudah merasa bosan dan sangat ingin keluar dari rumah sakit tetapi Kelvin menahan keinginannya karena mengingat janjinya kepada Rossy.
Kelvin tidak ingin ada kejadian dirinya mimisan dan pingsan lagi di luar sana, yang akan menyebabkan Rossy menjadi sedih dan khawatir.
Kelvin tahu pasti jika sekarang dirinya mengajukan permintaan ke Agung untuk mrmbawanya keluar dari rumah sakit, Agung pasti bisa mengabulkan permintaannya.
"Pantas saja aku mencium wangi masakan ketika masuk ke kamar ini tadi," kata Agung.
Agung semakin penasaran untuk mencicipi masakan Rossy.
Selama ini sudah banyak koki pribadi yang bekerja di Mansion Wijaya dan tidak ada satu pun masakan koki itu yang di puji oleh Chandra sehingga membuat Agung menjadi tidak sabar untuk dapat mencicipi masakan Rossy, yang mendapat pujian dari Chandra dan Jackson.
__ADS_1
Pak Lesmana pun pernah memuji lontong sayur buatan Rossy yang sangat gurih dan enak sewaktu berbicara di telepon dengan Agung.
"Semoga Jackson bisa segera menyelesaikan pekerjaan di Perusahaan Wijaya dan mengundangku makan di Mansion Wijaya," kata hati Agung.
"Chandra sangat menyukai masakan koki baru itu ya?" tanya Agung.
"Iya kakek buyut. Masakan aunty chef paling enak. Aunty chef akan mengantarkan lunch dan dinner untukku nanti," jawab Kelvin sambil tersenyum lebar.
Agung memegang kepala Kelvin Hartono dengan lembut.
"Aku hanya datang untuk melihat keadaanmu. Cepatlah sembuh supaya bisa menginap di Vila Wijaya lagi," kata Agung.
"Baik kakek buyut," jawab Kelvin dengan semangat.
Agung tertawa senang melihat Kelvin yang periang dan bersemangat.
***Mansion Wijaya***
Pak Lesmana menemui Rossy yang sedang menyiapkan lunch untuk di bawa ke Healing Hands Hospital.
"Nona Rossy," sapa Pak Lesmana sambil tersenyum ramah.
"Iya Pak Lesmana. Ada apa ya?" tanya Rossy.
"Pak Benyamin?" tanya Rossy dengan bingung.
Rossy tahu Pak Benyamin adalah salah satu sopir di Mansion Wijaya. Sesekali Pak Benyamin menggantikan Pak Kuncoro yang berhalangan kerja untuk mengendarai mobil hitam Land Rover Range Lover Velar milik Jackson.
"Ini adalah perintah dari tuan Jackson. Pak Benyamin bertugas mengantar nona Rossy ke rumah sakit atau kemanapun yang Nona Rossy ingin pergi."
Pak Lesmana berusaha menjelaskan kepada Rossy yang terlihat bingung.
"Baiklah," jawab Rossy.
Beberapa saat kemudian Rossy naik ke dalam mobil avanza berwarna biru yang dikendarai oleh Pak Benyamin menuju Healing Hands Hospital untuk mengantarkan lunch Kelvin dan Felix
Sore hari Pak Lesmana memberitahukan Rossy untuk tidak perlu menyiapkan dinner untuk Jackson dan Felix.
Malam ini tidak menginap di Mansion Wijaya karena ada urusan keluarga, sedangkan Jackson akan lembur di Perusahaan Wijaya.
"Tuan Jackson akan lembur di Perusahaan Wijaya? Bagaimana cara Tuan Jackson pulang nanti?" tanya Rossy dengan khawatir.
Ketika Jackson ke Perusahaan Wijaya untuk bekerja di pagi hari, akan banyak orang yang bisa membantu mendorong kursi rodanya tetapi jika Jackson lembur sampai malam di Perusahaan Wijaya, Rossy khawatir tidak akan ada orang yang bisa membantu mendorong kursi roda Jackson.
__ADS_1
"Tenang saja nona Rossy. Bagaskara yang akan membantu mendorong kursi roda tuan Jackson dan mengantar tuan Jackson pulang nanti malam," jawab Pak Lesmana.
Rossy merasa lega setelah mengetahui hal itu.
***Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy pulang ke Mansion Wijaya di antar oleh Pak Benyamin dengan mobil avanza berwarna biru itu setelah mengantarkan dinner ke Healing Hands Hospital dan makan dinner bersama Kelvin di kamar pasien VVIP.
Saat ini Rossy berada di dalam kamarnya untuk beristirahat. Rossy sudah selesai mandi dan video call dengan Kelvin dan Chandra secara bergantian untuk mengucapkan selamat malam kepada kedua putra kembarnya itu.
Wajah Rossy sudah dipoles ulang foundation berwarna gelap yang baru setelah selesai mandi tadi.
Rossy sengaja memakaikan lagi foundation berwarna gelap dan juga flek-flek hitam di wajahnya karena mengira Jackson akan memintanya memasakkan supper setelah pulang nanti.
Waktu semakin larut malam dan tidak ada tanda-tanda Pak Lesmana datang mengetuk pintu kamarnya seperti biasanya sehingga Rossy menelepon Pak Lesmana.
"Malam nona Rossy," sapa Pak Lesmana sewaktu mengangkat telepon.
"Malam Pak Lesmana. Apakah tuan Jackson sudah pulang?" tanya Rossy.
"Sudah nona Rossy," jawab Pak Lesmana.
"Tuan Jackson tidak meminta dimasakkan supper kah?" tanya Rossy.
"Tidak nona Rossy. Bagaskara langsung mendorong kursi roda tuan Jackson ke kamar tidurnya ," jawab Pak Lesmana.
"Baiklah Pak Lesmana. Terima kasih infonya. Selamat malam," kata Rossy dan menutup sambungan telepon.
Ada sedikit rasa kecewa di dalam hati Rossy yang dirinya sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
"Hore. Aku tidak perlu makan supper lagi. Waktunya tidur sekarang."
Rossy berbicara dengan dirinya sendiri seolah-olah dia sangat senang karena tidak perlu memakan makanan supper milik Jackson yang setiap kali harus dihabiskannya di depan Jackson.
***
Selamat sore readers. Hari ini author sudah up 2 bab ya.
Haiyo... Rossy lagi galau nih memikirkan Jackson. Apakah Rossy akan mencari Jackson ke kamarnya dengan pura-pura mabuk seperti usul Chandra Wijaya?
Nantikan kelanjutan ceritanya besok ya
Thank you
__ADS_1