
***Restoran Hartono***
Setelah menutup panggilan telepon dari Jackson, Agung melanjutkan makan bakmi ayam legendaris yang berada di hadapannya.
"Chandralah yang menemaniku makan bakmi ayam legendaris beberapa waktu yang lalu, sedangkan cicit yang aku temui di Healing Hands Hospital adalah Kelvin," kata hati Agung dengan yakin.
Agung menjadi khawatir dengan keadaan Kelvin yang masih belum keluar dari Healing Hands Hospital sekarang.
"Apakah Jackson menyembunyikan penyakit Kelvin dariku?" kata hati Agung.
Agung memutuskan akan menanyakan lebih jelas tentang kondisi kesehatan Kelvin nanti malam ke Jackson sewaktu dinner di Mansion Wijaya.
Hari ini wajah Thomas tidak lagi terlihat lesu.
Semalam setelah pulang dari Restoran Hartono, Thomas memberi penjelasan kepada Violet dan Wulan Sari tentang kesalahpahaman mereka berdua yang menuduh Rossy merusak pesta pertunangan Febrian dan Violet sabtu lalu.
Violet dan Wulan Sari hanya diam saja mendengar penjelasan Thomas karena tidak menyangka Thomas bisa mengetahui tentang kejadian Stella dan gaunnya.
Violet dan Wulan Sari merasa lega Thomas tidak mengetahui keberadaan Rossy dan juga hubungan Rossy dengan Jackson.
Ketika Thomas menanyakan tentang bagaimana cara menghubungi Michelle ke Violet, Violet bersikeras tidak memberitahukan tempat kerja Michelle dan beralasan dirinya tanpa sengaja bertemu dengan Michelle di mall sehingga mengundang Michelle ke pesta pertunangannya bersama Febrian di ballroom Hotel H.
Thomas merasa kecewa karena tidak bisa mencari Michelle sehingga keberadaan Rossy pun tidak bisa diketahui olehnya.
"Thomas! Kamu sudah menemukan Rossy?" tanya Agung ketika akan pulang dari Restoran Hartono dan seperti biasa Thomas mengantarkan Agung sampai ke pintu depan Restoran Hartono.
"Belum, tuan Agung. Violet tidak mengetahui nomor handphone Michelle, teman akrab Rossy sehingga aku tidak bisa menemukan Rossy," jawab Thomas dengan jujur.
"Sabar, Thomas! Kamu pasti akan bertemu dengan Rossy dalam waktu dekat!" kata Agung sambil menepuk pundak Thomas.
"Terima kasih tuan Agung. Aku pun mempunyai firasat itu," ucap Thomas sambil tersenyum.
Setelah masuk ke dalam mobil Mercedes benz berwarna putihnya, Agung membuka jendela mobilnya dan menganggukkan kepalanya ke Thomas.
Thomas berjalan kembali ke Restoran Hartono setelah mobil Agung menghilang dari pandangannya.
***Kamar pasien VVIP Kelvin di Healing Hands Hospital***
Michelle sudah berada di dalam kamar pasien VVIP Kelvin setelah selesai shift kerja siangnya.
Felix yang mengetahui Michelle akan makan lunch bersama Rossy dan kedua putra kembarnya, tanpa merasa sungkan juga ikut menunggu di dalam kamar pasien VVIP Kelvin.
Felix dan Michelle sedang bermain board games bersama Kelvin sambil menunggu kedatangan Rossy dan Chandra.
"Kelvin! Kenapa mommy mu belum datang?" tanya Felix yang sudah merasa kelaparan.
Tadi pagi Felix hanya makan porsi breakfast sedikit saja di rumahnya dan sengaja mengosongkan perutnya untuk tidak ngemil biskuit setelah mengetahui bisa makan lunch masakan Rossy.
"Mommy dan brother akan mengantar lunch untuk daddy baru ke sini ," jawab Kelvin.
Rossy sudah memberitahu Kelvin melalui telepon supaya Kelvin tidak khawatir dengan kedatangannya yang terlambat mengantar lunch ke Healing Hands Hospital.
"Jackson sangat beruntung bisa makan masakan Rossy yang enak seumur hidupnya," ujar Felix.
Michelle dan Kelvin tersenyum kecil mendengar perkataan Felix karena mereka berdua tahu Felix ketagihan dengan masakan Rossy.
***
Rossy dan Chandra berjalan menuju kamar pasien VVIP Kelvin dan merasa heran ketika melewati kamar pasien VVIP Dokter Erik yang kosong.
"Pak Robin! Di mana Dokter Erik?" tanya Rossy.
"Tadi pagi Suster Lisa membawa Dokter Erik pindah ke kamar pasien biasa," jawab Robin dengan jujur.
"Oh begitu," kata Rossy.
"Aku akan menanyakannya ke Felix nanti. Dia pasti tahu alasan Dokter Erik pindah kamar pasien," kata hati Rossy.
Walaupun Rossy mengenal Jackson dalam waktu yang singkat, Rossy percaya Jackson tidak akan mengusir Dokter Erik dari kamar pasien VVIP karena kesalahan Dokter Erik lima tahun yang lalu.
Lagi pula kemarin Jackson sudah memaafkan Dokter Erik dan Suster Lisa.
"Pak Robin. Ini makan siang untukmu," ucap Rossy dan memberikan sebuah bento box ke Robin.
"Om Robin! Semuanya adalah masakan mommy dan sangat lezat," kata Chandra.
"Terima kasih nona Rossy dan tuan muda Chandra," ucap Robin dengan sopan.
__ADS_1
Semalam Robin yang kebingungan dengan adanya kenyataan putra Jackson yang kembar, menelepon Bagaskara untuk menanyakan lebih jelas tentang masalah itu.
Bagaskara memberitahukan semua hal yang diketahuinya termasuk Rossy si koki pribadi yang jelek ternyata adalah wanita cantik yang dibawa oleh Jackson kemarin dan juga merupakan ibu kandung dari kedua putra kembar Jackson.
Sekarang Robin sudah mengetahui identitas asli Rossy yang pastinya akan menjadi Nyonya Wijaya dalam waktu dekat.
"Sama-sama Pak Robin. Aku berterima kasih kepada Pak Robin yang sudah melindungi Chandra selama ini dan juga menjaga Kelvin selama berada di Healing Hands Hospital," kata Rossy sambil tersenyum.
***
Rossy dan Chandra berjalan masuk ke dalam kamar pasien VVIP Kelvin.
Baru saja Rossy menutup pintu kamar pasien, Felix sudah berlari ke arahnya dan mengambil termos penghangat makanan dari tangan Rossy dan Chandra.🤣
"Rossy! Akhirnya kamu datang," kata Felix dan langsung berjalan ke arah kursi dan meja yang berada di dalam kamar pasien VVIP Kelvin.
"Felix! Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Rossy setelah mereka semua berkumpul duduk di kursi dan makan lunch masakannya.
"Aku ingin makan lunch masakanmu bersama angel ku," jawab Felix dengan spontan.
Pipi Michelle bersemu merah mendengar perkataan Felix.
"Angel mu?" Rossy sengaja bertanya lagi kepada Felix sambil melirik ke wajah Michelle yang bersemu merah.
"Iya. Angel Michelle," jawab Felix dengan jujur.
"Oh ternyata dokter cantik yang sering diberi permen lolipop oleh Om Felix adalah aunty Michelle," ujar Kelvin dengan spontan.
Perkataan Kelvin membuat pipi dan telinga Felix pun ikut bersemu merah.
Rossy tersenyum lebar dan mengalihkan topik pembicaraan karena tahu Felix dan Michelle sedang malu.
"Felix! Kenapa Dokter Erik pindah kamar pasien hari ini?" tanya Rossy.
"Dokter Erik sendiri yang berinisiatif untuk pindah ke kamar pasien biasa tadi pagi. Dokter Erik merasa malu biaya perawatan rumah sakitnya ditanggung oleh Jackson," jawab Felix.
"Apakah kondisinya sudah pulih?" tanya Rossy.
"Masih perlu observasi selama tiga sampai empat hari. Jika tidak ada keluhan apapun lagi, Dokter Erik sudah boleh keluar dari rumah sakit," jawab Felix.
"Pasti Dokter Erik mengetahui hal itu sehingga ingin pindah ke kamar pasien biasa. Setidaknya Dokter Erik merasa bisa mengurangi sedikit biaya yang dikeluarkan oleh Jackson," kata Michelle.
Rossy dan Felix mengangguk bersamaan petanda setuju dengan perkataan Michelle.
Setelah selesai makan lunch, Felix dan Michelle meninggalkan kamar pasien VVIP Kelvin.
"Kelvin! Malam ini dinner akan diantar oleh Pak Lesmana. Mommy dan Chandra akan dinner di Mansion Wijaya karena Tuan Agung akan datang," kata Rossy.
"Kakek buyutkah?" tanya Kelvin Hartono.
"Iya. Kakek buyutmu," jawab Rossy sambil tersenyum.
"Oke mommy. See you tomorrow morning," ucap Kelvin.
***Mansion Wijaya***
Rossy sudah menyiapkan beberapa jenis masakan yang lezat untuk dinner nanti malam.
Ada sup ayam herbal, tim ikan kerapu bawang putih, sapo tahu seafood, dan semur telur tahu.
Rossy Hartono menyiapkan termos penghangat makanan untuk Kelvin.
"Pak Lesmana. Tolong antar dinner ini untuk Kelvin di Healing Hands Hospital," ucap Rossy.
"Kelvin putra nona Rossy kah?Kelvin menginap di kamar nomor berapa?" tanya Pak Lesmana.
"Di kamar pasien VVIP yang dijaga oleh Pak Robin," jawab Rossy.
Rossy sama sekali lupa Pak Lesmana sama sekali belum tahu tentang Chandra dan Kelvin adalah anak kembar.
"Baik nona Rossy. Aku akan ke sana sekarang," ucap Pak Lesmana.
Beberapa saat kemudian Rossy mulai menghidangkan semua hasil masakannya satu persatu ke atas meja makan.
Jackson berjalan masuk ke dalam Mansion Wijaya bersama Agung.
Agung sengaja menyuruh supirnya untuk mengantarnya ke Perusahaan Wijaya sehingga mobilnya dan mobil Jackson bisa beriringan menuju Mansion Wijaya.
__ADS_1
Chandra yang duduk dengan tenang di ruang makan, berlari ke arah Agung ketika melihat Agung dan Jackson.
"Kakek buyut! Daddy! " sapa Chandra sambil mengandeng tangan Agung.
"Chandra!" panggil Agung sambil memegang kepala Chandra dengan lembut. Kemudian duduk di depan meja makan.
Agung melihat berbagai jenis masakan yang tersaji di atas meja makan.
"Masakan Rossy sangat harum!" puji Agung.
Agung duduk di samping Chandra, sedangkan Jackson duduk berhadapan dengan mereka.
Jackson melihat sekeliling ruang makan.
"Chandra. Di mana mommy?" tanya Jackson.
"Mommy sedang mengeluarkan makanan dari dapur," jawab Chandra.
Rossy membawa hidangan terakhir yaitu mangkuk besar yang berisi sup ayam dan berjalan dengan perlahan.
Jackson yang melihatnya, segera menghampiri Rossy.
"Rossy! Supnya berat dan panas. Aku yang membawanya saja," kata Jackson dan mengambil mangkuk besar itu dari tangan Rossy.
"Terima kasih Jackson," kata Rossy dan berjalan mengikuti Jackson dari belakang.
***
"Tuan Agung," sapa Rossy dengan sopan.
"Rossy! Panggil saja kakek seperti Jackson," kata Agung sambil tersenyum ramah.
"Kakek!" ucap Rossy sambil berdiri di depan meja makan.
Jackson yang sudah meletakkan mangkuk sup ayam di atas meja makan, mengandeng tangan Rossy dan membawanya duduk di samping tempat duduk Jackson tadi.
"Kakek. Ayo kita makan sekarang," kata Jackson.
"Baiklah," kata Agung.
Sejak berada di ruang makan, Agung sudah mengamati sikap Jackson terhadap Rossy dan merasa senang karena tahu Jackson sangat mencintai Rossy.
Mengenai masalah mengapa Jackson dan Rossy bisa berpisah selama lima tahun dan juga kedua putra kembar mereka, Agung tidak akan mencampuri privacy mereka berdua sehingga tidak menanyakan tentang hal itu.
Agung hanya melihat masa depan yang sudah terlihat di depan matanya dan merasa sangat senang karena akhirnya Jackson bisa mempunyai keluarga kecilnya sendiri.
Agung yakin jika Satria dan Eva masih hidup, mereka berdua pun akan sangat gembira melihat keadaan Jackson sekarang.
Senyum di wajah Agung semakin lebar ketika melihat Jackson bisa makan berbagai jenis masakan Rossy walaupun dalam porsi yang kecil.
"Penyakit Jackson benar-benar sudah sembuh. Semua karena andil Rossy," kata hati Agung.
"Rossy. Semua masakanmu sangat enak. Pantas saja Chandra dan Jackson sangat menyukainya," puji Agung.
"Terima kasih pujiannya, kakek," ucap Rossy.
"Jackson. Kapan kamu akan menikah dengan Rossy? Aku sudah tidak sabar mempunyai cucu menantu segera," kata Agung sambil ketawa kecil.
***
Selamat malam readers.
Bab ini author up pukul 20.35 WITA.
Bab ini sudah sangat panjang ya , hampir dua bab 😁🙏
Yeay banyak readers yang menebak dengan tepat pertanyaan Agung Wijaya ke Jackson Wijaya sewaktu dinner 🥳🥳🥳💯💯💯
Apa jawaban Jackson Wijaya?
Nantikan di bab besok ya
THANK YOU
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1