
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Agung tertawa senang mendengar Kelvin yang berbicara terus menerus tanpa henti sejak Agung tiba di kamar pasien.
Agung sangat menyukai sifat periang Kelvin yang mengingatkannya kepada Jackson kecil sebelum kejadian penculikan dua puluh tahun yang lalu.
Rossy dan Chandra pun tersenyum lebar melihat interaksi antara Kelvin dan Agung.
"Setelah Kelvin sembuh, Kelvin harus nginap di Vila kakek buyut ya," kata Agung sambil menepuk punggung tangan Kelvin.
"Vila? Ada kolam renang yang besar ya kakek buyut?" tanya Kelvin dengan mata berbinar-binar.
"Tentu saja. Walaupun tidak sebesar kolam renang di Mansion Wijaya," jawab Agung.
"Mommy! Bolehkah Kelvin menginap di Vila kakek buyut?" tanya Kelvin.
"Tentu saja boleh Vin Vin sayang. Setelah Kelvin sehat, mommy akan membawamu ke vila kakek buyut," jawab Rossy.
"Hore!" teriak Kelvin kegirangan.
"Rossy. Bagaimana kalau kamu dan Chandra ke vilaku sekarang? Kamu bisa memasak lunch untuk Kelvin di sana. Aku masih ingin mencicipi masakanmu yang lain," kata Agung.
"Iya mommy. Mommy ke rumah kakek buyut saja dan fotoin vila kakek buyut dengan handphone mommy. Kelvin ingin melihatnya," kata Kelvin dengan antusias.
"Baiklah," jawab Rossy.
Mereka bertiga pun meninggalkan kamar pasien VVIP Kelvin.
Rossy dan Chandra masuk ke dalam mobil Mercedes Benz putih milik Agung, sedangkan Pak Benyamin dan mobil Avanza biru tetap stand by di Healing Hands Hospital.
***Vila Wijaya***
Rossy mengandeng tangan Chandra berjalan masuk ke dalam Vila Wijaya.
Vila Wijaya sangat besar dan luas. Di sepanjang jalan terlihat berbagai jenis tanaman yang membuat keadaan Vila Wijaya bernuansa asri.
Perabot di dalam Vila Wijaya terbuat dari kayu jati yang kokoh dan terkesan elegan.
"Mommy! Ayo kita ke kolam renang. Kelvin ingin melihat foto kolam renangnya," ajak Chandra sambil menarik tangan Rossy menuju kolam renang yang berada di dalam Vila Wijaya.
Agung mengikuti mereka ke kolam renang sambil tersenyum.
"Chandra sangat menyayangi Kelvin," kata hati Agung.
Mereka pun tiba di depan kolam renang. Di dekat kolam renang ada satu bangunan yang terlihat seperti gazebo.
__ADS_1
"Itu adalah bale bengong," kata Agung Wijaya.
Rossy menganggukkan kepalanya. Sejak masuk ke dalam Vila Wijaya, Rossy sudah menyadari Vila Wijaya memiliki dekorasi bernuansa Bali.
Di dalam Vila Wijaya terdapat banyak ruang untuk bersantai serta lantai kayu mahoni yang solid dengan lemari dan dinding bercorak Bali. Selain ini dapur di Vila Wijaya adalah dapur terbuka yang merupakan ciri khusus desain vila Bali.
Di Bali, gazebo biasanya disebut dengan istilah Bale Bengong.
Bale Bengong bermakna sebagai tempat untuk melamun atau tempat untuk bersantai.
Keberadaan Bale Bengong digunakan sebagai tempat untuk bersantai dan pertemuan keluarga.
Karena sudah beradaptasi dengan daerah Bali, Bale Bengong ini menjadi bagian dari gaya arsitektur Bali.
Bale Bengong berfungsi sebagai ruang informal, tempat bersantai, dan beristirahat sambil menghirup udara segar serta melihat taman di sekeliling.
***
Rossy segera mengeluarkan handphone dan memotret kolam renang dan juga bale bengong.
Rossy yakin Kelvin pasti akan menyukai foto-foto yang dipotretnya dan semakin antusias untuk ke Vila Wijaya.
Setelah Rossy memotret foto yang diinginkan Kelvin, Agung membawa Rossy ke ruang tamu Vila Wijaya.
Rossy bisa merasakan angin segar yang bertiup di sekelilingnya dan membuat perasaan hatinya sangat tenang.
Seorang pelayan Vila Wijaya datang menghidangkan dua gelas teh hangat dan satu gelas jus apel beserta beberapa jenis biskuit di atas meja ruang tamu. Mereka bertiga pun duduk di ruang tamu sambil mengobrol.
Agung menjelaskan tentang desain Vila Wijaya ke Rossy.
"Aku sangat menyukai Bali sehingga Vila Wijaya ini memiliki dekorasi bernuansa Bali," kata Agung.
"Kakek. Vila ini sangat nyaman. Aku menyukai suasana di Vila ini," ucap Rossy sambil tersenyum.
Mata Rossy melihat sekeliling ruangan dan tanpa sengaja matanya melihat beberapa foto yang digantung di dalam Vila Wijaya.
Sejak berada di dalam Vila Wijaya, Rossy sudah melihat berbagai foto menghiasi ruangan di dalam Vila Wijaya, tetapi orang di dalam foto itu adalah adalah orang yang sama hanya saja pakaian ataupun pose tubuhnya berbeda di setiap foto. Di dalam foto terlihat sepasang pria dan wanita yang sangat serasi dan sepadan.
Rossy merasa familiar dengan wajah pria dan wanita di dalam foto tersebut. Seolah-olah Rossy pernah bertemu dengan mereka di suatu tempat dan Rossy tidak bisa mengingat dengan jelas dimana dirinya bertemu dengan mereka.
Agung menyadari Rossy menatap foto-foto yang digantung di dinding Vila Wijaya.
"Mereka adalah Satria dan Eva. Ayah dan ibu Jackson," kata Agung.
__ADS_1
Rossy terkejut dengan perkataan Agung. Rossy tidak menyangka dirinya bisa melihat foto ayah dan ibu Jackson di Vila Wijaya.
Selama di Mansion Wijaya, Rossy tidak pernah melihat satu foto pun yang terpajang di sana.
Selama ini Rossy mengira Jackson tidak suka berfoto sehingga tidak ada satu pun foto di Mansion Wijaya.
"Sebenarnya semua foto ini dulunya di pajang di Mansion Wijaya. Kamu pasti sudah tahu Satria dan Eva meninggal dunia dalam kecelakaan mobil dua puluh tahun yang lalu?" tanya Agung.
"Iya kakek. Felix sudah menceritakan kepadaku semua kejadian dua puluh tahun yang lalu," jawab Rossy dengan jujur.
"Aku memindahkan semua foto Satria dan Eva dari Mansion Wijaya ke Vila Wijaya sejak kecelakaan tragis itu. Aku tidak mau Jackson merasa bersalah terhadap kematian kedua orang tuanya jika setiap kali melihat foto mereka," kata Agung sambil menghela nafas panjang.
"Kakek jangan khawatir lagi. Sekarang Jackson sudah mulai mengatasi trauma masa kecilnya secara perlahan. Aku yakin tidak lama lagi foto-foto ini akan terpajang di Mansion Wijaya," kata Rossy.
"Iya, Rossy. Semalam aku melihat Jackson sudah bisa makan banyak jenis masakan dan penyakitnya tidak kumat lagi. Semuanya karena andilmu," kata Agung.
"Kakek. Aku hanya melakukan pekerjaanku saja," ucap Rossy.
"Kalau bukan kamu yang jadi koki pribadi Jackson, aku yakin Jackson tidak akan begitu cepat sembuh," kata Agung sambil tersenyum.
"Betul sekali kakek buyut. Mommy is the best," ucap Chandra.
Mereka bertiga pun tertawa bersamaan.
"Rossy. Apakah kamu merasa wajah Satria dan Eva sangat familiar?" tanya Agung.
"Iya kakek. Wajah mereka berdua terasa sangat familiar. Mungkin karena mereka berdua adalah ayah dan ibu dari Jackson sehingga aku memiliki perasaan seperti itu," jawab Rossy dengan jujur.
"Kamu akan menemukan jawabannya suatu saat nanti," kata Agung.
Rossy menatap Agung dengan wajah bingung, sedangkan Chandra mengerti maksud perkataan Agung.
***
Selamat malam readers .
Bab ini author up pukul 21.00 WITA.
Besok Jackson Wijaya akan hadir lagi di dalam cerita.
HAPPY WEEKEND
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1