
***Di dalam mobil avanza burh***
Pak Benyamin sedang fokus menyetir mobil menuju Perusahaan Wijaya.
"Mommy! Ada hal penting yang ingin aku sampaikan," kata Chandra Wijaya dengan serius.
"Ada apa Chandra?" tanya Rossy.
"Hari ini Violet bekerja sebagai resepsionis di Perusahaan Wijaya," jawab Chandra.
Chandra mengetahuinya dari sinyal pelacaknya yang dimasukkannya ke handphone Wulan Sari dan Violet sehingga bisa menyadap pembicaraan telepon dan sms.
Sms pemberitahuan kerja dari Perusahaan Wijaya ke handphone Violet dengan mudah diketahui oleh Chandra.
"Violet bekerja di Perusahaan Wijaya? Pasti ingin mendekati Jackson," kata hati Rossy yakin.
Rossy tahu pertunangan Violet dan Febrian yang dibatalkan tidaklah membuat Violet sedih karena Violet sama sekali tidak mencintai Febrian.
Violet hanya ingin merebut semua yang menjadi miliknya dan saat ini pastilah Violet ingin menggoda Jackson.
Rossy percaya seratus persen ke Jackson yang tidak akan mudah termakan rayuan dari Violet.
Rossy tahu Chandra takut dirinya akan terkejut melihat Violet berada di Perusahaan Wijaya.
"Tidak apa-apa Chandra. Mungkin sewaktu kita tiba di sana, Violet sudah tidak ada karena dipecat oleh Jackson," kata Rossy sambil membelai kepala Chandra dengan lembut.
"Jika daddy melihatnya bekerja di Perusahaan Wijaya, aku yakin daddy tidak akan memecatnya," ucap Chandra.
"Kenapa kamu bisa yakin?" tanya Rossy penasaran.
Sifat Chandra sangatlah mirip dengan Jackson sehingga pemikiran mereka berdua dalam mengambil keputusan hampir sama. Oleh karena itu, Rossy ingin tahu apa alasan Jackson tidak memecat Violet dari sudut pemikiran Chandra.
"Daddy lebih memilih membiarkan Violet berada di dalam Perusahaan Wijaya sehingga bisa dalam pengawasan daddy dari pada Violet berada di luar dan mengganggu mommy," jawab Chandra dengan yakin.
"Benar juga," jawab Rossy sambil tersenyum lebar.
Jackson pernah berjanji kepadanya bahwa tidak akan membiarkan siapapun menindasnya lagi sehingga Rossy yakin dugaan Chandra sangat tepat.
"Chandra. Kita lihat saja drama apa lagi yang akan dimainkan oleh Violet nanti," kata Rossy.
"Iya mommy," jawab Chandra.
Violet pasti tidak akan berani berbuat macam-macam ke Rossy di Perusahaan Wijaya. Bahkan Rossy mempunyai firasat Violet akan berpura-pura bersikap ramah dan akrab dengannya.
***Perusahaan Wijaya***
Violet bekerja dengan giat dan mengikuti semua arahan dari Fransisca setelah mendapatkan surat SP1 dari HRD Perusahaan Wijaya.
Violet tidak mau dirinya dipecat dari Perusahaan Wijaya sebelum berhasil menggoda Jackson.
Ketika tiba waktunya lunch, Fransisca sebagai resepsionis senior meminta office boy untuk membantu membeli nasi kotak sehingga Fransisca tetap berada di Perusahaan Wijaya melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
Oleh karena itu, Violet terpaksa tidak lunch di luar Perusahaan Wijaya dan juga meminta office boy membelikan nasi kotak.
Violet ingin memberikan kesan yang baik di hari pertamanya bekerja di Perusahaan Wijaya.
***
Beberapa saat kemudian Fransisca melihat mobil avanza biru berhenti di depan Perusahaan Wijaya.
Fransisca mengenali mobil itu sehingga segera berdiri dari tempat duduknya.
Violet mengira rekan bisnis Perusahaan Wijaya datang sehingga ikut berdiri dari tempat duduknya dan memberikan senyuman terbaiknya
Senyuman di sudut bibir Violet menghilang seketika sewaktu melihat Rossy turun dari mobil avanza biru dan dibukakan pintu oleh sopir mobil.
Rossy berjalan dengan anggun dan tenang memasuki Perusahaan Wijaya sambil menggandeng tangan Chandra dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menenteng satu kantong paper bag.
Beberapa karyawan Perusahaan Wijaya yang berpapasan dengan Rossy menyapanya dengan ramah sambil tersenyum lebar.
Kebanyakan para karyawan Perusahaan Wijaya sudah tahu dengan status Rossy yang akan menjadi Nyonya Wijaya dalam waktu dekat.
Dari kejauhan Rossy sudah melihat Violet menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh kebencian, tetapi Rossy mengacuhkannya.
Sewaktu melewati meja resepsionis, Fransisca tersenyum lebar ke Rossy.
"Siang Nona Rossy dan Tuan Muda Chandra. Tuan Jackson sudah menunggu di ruang kantornya," kata Fransisca dengan ramah.
"Terima kasih Fransisca," jawab Rossy.
Rossy tidak memberikan satu lirikan mata pun ke Violet seolah-olah Violet tidak ada di hadapannya sama sekali.
Violet sadar sekarang masih belum saatnya untuk menunjukkan kedok aslinya. Bagaimanapun caranya, dirinya harus mempertahankan pekerjaannya sekarang.
"Kak Rossy."
Violet memanggil Rossy dengan mesra dan memperlihatkan senyuman di sudut bibirnya yang bagaikan senyuman pahit di mata Rossy dan Chandra.
Rossy dan Chandra bisa merasakan bulu roma di sekujur tubuh mereka berdiri seketika karena suara sok akrab dari Violet.
Rossy hanya menganggukkan kepala dengan ekspresi wajah datar.
Rossy tidak mengucapkan satu kata pun ke Violet dan berjalan dengan santai meninggalkan tempat resepsionis.
Violet mengepalkan erat kedua tangannya untuk menahan emosinya.
"Awas kamu Rossy! Tunggu pembalasanku nanti!" kata hati Violet.
***
Office boy menghampiri meja resepsionis dan menyerahkan dua nasi kotak ke Fransisca.
"Terima kasih Bli," kata Fransisca dan mengeluarkan uang empat puluh ribu rupiah dari dompetnya.
__ADS_1
"Lebihnya buat Bli aja," lanjut Fransisca.
"Terima kasih Bu," jawab office boy sambil tersenyum lebar.
"Violet! Ayo makan. Kali ini aku traktir," ucap Fransisca.
"Oke," jawab Violet tanpa mengucapkan satu kata terima kasih.
Fransisca tidak mempermasalahkan sikap Violet yang tidak sopan serta tidak menghargai sesama rekan kerja.
Fransisca mentraktir Violet kali ini hanya sekadar ramah tamah yang ditunjukkan oleh senior ke juniornya.
Lagi pula hanyalah satu nasi kotak yang harganya tidaklah mahal. Fransisca tidak mungkin mentraktir Violet makan makanan yang mahal 😂.
"Fransisca! Kamu tahu tidak, Rossy itu kakakku," kata Violet sambil mengunyah nasinya.
"Oh begitu?" jawab Fransisca dengan santai.
Fransisca berfirasat Violet akan menjelek-jelekkan Rossy.
"Iya! Sekarang dia sombong sekali. Hanya sebagai pacar Tuan Jackson, sombongnya sudah selangit," ujar Violet.
Violet tidak bisa menahan diri untuk melampiaskan kekesalan hatinya.
"Bukan pacar tetapi calon Nyonya Wijaya," kata Fransisca dengan santai.
"Masih belum pasti!" ucap Violet dengan ketus.
Fransisca hanya menggelengkan kepalanya pelan dan melanjutkan lunchnya.
"Adik jahat mau merebut calon suami kakak?" kata hati Fransisca.
Dalam hati kecilnya Fransisca sudah bisa membaca niat terselubung dari Violet.
Fransisca tahu pasti Violet iri dengan Rossy dan ingin merebut Jackson dari tangan Rossy.
Fransisca semakin yakin Violet hanya bisa bekerja di Perusahaan Wijaya dalam waktu yang singkat karena Jackson tidak akan membiarkan 'bom waktu' terlalu lama berada di Perusahaan Wijaya.
***
Halo readers tercinta. Bab ini author up pukul 19.40 WITA.
Yeay misi crazy up 3 bab hari ini selesai.
Spoiler bab besok : Jackson Wijaya akan bertemu dengan Michael Adinata yang pastinya beserta percikan api kecil 😂😂😂.
Pas banget malam minggu. Jangan lupa sambil ngemil popcorn dan coca cola sewaktu membacanya ya 😆👍
KELVIN HARTONO VERSI KARTUN
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE