
***Bandara Internasional Ngurah Rai***
Pria itu adalah Dilan Adinata.
Dilan sengaja tiba di Bali dua hari sebelum bertemu dengan Jackson untuk membahas kontrak kerja.
Dilan ingin terlebih dahulu memantau keadaan Michael, adik tirinya.
"Halo Kak Dilan!" sapa Michael di sambungan telepon.
"Aku lagi ambil koper. Sebentar lagi keluar," ucap Dilan.
"Oke, Kak Dilan! " jawab Michael.
Beberapa saat kemudian Dilan menarik koper berwarna hitam dengan tangan kanan dan tangan kirinya menenteng tas laptop keluar dari dalam terminal Kedatangan Internasional.
"Kak Dilan!" panggil Michael sambil tersenyum lebar.
Michael ingin membantu Dilan Adinata menarik kopernya. " Aku sendiri saja. Kamu bantu bawain laptop ku.Jangan sampai jatuh," kata Dilan.
"Baik Kak Dilan!" jawab Michael.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat parkir. Michael menekan tombol otomatis kunci mobil. Kemudian membuka bagasi mobilnya.
Dilan meletakkan kopernya di bagasi mobil. Mereka berdua masuk ke dalam mobil Xenia biru milik Michael.
Beberapa saat kemudian terlihat mobil Xenia biru melaju meninggalkan Bandara Ngurah Rai.
Michael fokus menyetir mobil, sedangkan Dilan membuka laptop untuk melakukan pekerjaan kantornya.
Michael melihat jam tangan di pergelangan tangannya yang menunjukkan jam dua siang.
Perbedaan waktu antara Sydney dan Bali adalah Sydney lebih cepat tiga jam sehingga sekarang di Sydney sudah jam lima sore. Perusahaan Adinata di Australia waktu kerja karyawannya sampai jam enam sore.
Michael sangat tahu jelas Dilam adalah pekerja keras. Apa lagi sekarang papa asuhnya, Salim sudah menyerahkan semua urusan Perusahaan Adinata ke tangan Dilan dan mulai menikmati masa pensiunnya bersama istri tercintanya, Arum.
"Kak Dilan! Jangan terlalu sibuk bekerja. Kakak harus meluangkan waktu berpacaran. Mama ingin menimang cucu," ucap Michael sambil menyetir.
"Emang mama gak minta cucu sama kamu?" tanya Dilan.
"Ada juga sih," jawab Michael sambil memegang hidungnya yang tidak gatal.
Dilan kembali fokus dengan laptop di tangannya.
"Kak Dilan! Banyak ya proyek kerja Perusahaan Adinata sekarang?" tanya Michael penasaran ketika mobilnya berhenti sebentar karena lampu lalu lintas berwarna merah.
"Lumayan. Sebentar lagi waktu pulang kerja. Aku harus membalas email dari rekan bisnis dan memeriksa laporan dari sekretarisku," jawab Dilan.
Dilan sengaja memilih penerbangan dengan Jetstar Airways yang mempunyai jadwal penerbangan langsung dari Sydney ke Bali sehingga hanya memakan waktu sekitar lima jam lebih.
Jika memakai penerbangan maskapai lain yang mempunyai jadwal transit, maka akan memakan waktu hampir dua puluh jam lebih untuk tiba di Bali.
Jadi sekarang Dilan sedang memeriksa email untuk membalas email yang menumpuk selama hampir lima jam lebih di kotak email.
"Kak Dilan. Kita langsung ke rumah kontrakanku?" tanya Michael.
"Ke supermarket!" jawab Dilan dengan singkat.
__ADS_1
"Oke Kak Dilan!" jawab Michael dengan patuh.
***
Di supermarket, Dilan membeli bahan makanan untuk beberapa hari karena Dilan akan memasak di rumah kontrakan Michael.
Selama tinggal di Australia, Dilan lebih sering tinggal di apartemennya sendiri yang lebih dekat dengan Perusahaan Adinata.
Dilan sudah biasa memasak makanan simpel untuk dirinya sendiri dan sangat menikmati hidupnya sebagai pria lajang.
Dilan sama sekali tidak tertarik untuk berpacaran karena menurutnya wanita adalah makhluk yang sangat manja dan butuh banyak perhatian sedangkan dirinya sendiri lebih memusatkan perhatian ke pekerjaannya.
***Mansion Wijaya***
Rossy merasa lebih segar dan bertenaga setelah menghabiskan lunch yang di antar pelayan mansion ke kamar.
Rossy duduk bersandar di tempat tidur lagi dan mengambil handphone dari atas meja nakas.
Ada beberapa notifikasi SMS LINE sehingga Rossy membukanya. Notifikasi smsnya dari Michelle dan Jackson. Karena masih merasa kesal dengan Jackson, Rossy mengacuhkan smsnya dan membaca sms dari Michelle terlebih dahulu.
"Rossy! Felix nanya kapan kita di undang dinner di Mansion Wijaya?"
Isi sms LINE dari Michelle di sertai emoji tertawa.
Rossy segera menelepon Michelle.
"Halo Rossy," sapa Michelle.
"Michelle! Pangeran siang bolongmu sudah tidak sabar makan masakanku ya?" tanya Rossy sambil tertawa kecil.
"Sabtu ini aku akan dinner bersama ayah. Bagaimana kalau minggunya saja kamu dan Felix dinner di Mansion Wijaya? Aku akan mengundang ayah dan kakek Jackson," ucap Rossy.
"Boleh juga. Felix pasti tidak sabaran menunggu hari minggu," kata Michelle.
"Pasti bisa sabar. Beberapa hari lagi sudah hari minggu," kata Rossy
"Oke Rossy. Aku sampaiin ke Felix dulu ya. Bye!" jawab Michelle.
"Bye Michelle!" balas Rossy. Setelah menutup sambungan telepon, Rossy membaca sms LINE yang dikirim oleh Jackson.
"Sudah bangun, sayang?"
"Sudah lunch, sayang?"
"Lunch yang kenyang ya. Ada sup ayam untukmu."
"Masih lelah, sayang?"
Rossy yang semula senyum-senyum tipis membaca sms Jackson, menjadi bersemu merah pipinya sewaktu membaca sms terakhir.
Setelah berpikir sebentar, Rossy membalas sms LINE dari Jackson.
"Sudah bangun."
"Sudah lunch."
"Masih capek! Petualangan fantasi di stop tiga hari ke depan!"
__ADS_1
Setelah mengirimkan sms terakhir, Rossy mulai berhitung di dalam hatinya.
Satu, dua , ti...
Handphone Rossy berbunyi dan tentu saja dari Jackson. 😂
Rossy tersenyum puas karena berhasil membalas Jackson.
"Halo!" Rossy sengaja berbicara di telepon dengan suara kecil.
"Rossy. Kamu masih di kamar?" tanya Jackson dengan suara lembut.
"Iya. Aku masih tiduran," jawab Rossy dengan suara yang lemas.
"Beristirahatlah dulu. Aku sudah pesan kepada Chandra dan Kelvin untuk tidak mengganggumu. Dinner nanti malam aku bawain ke kamar," ucap Jackson.
"Hah? Gak apa-apa deh. Aku bisa dinner di ruang makan nanti malam. Kasihan si kembar jadi khawatir nanti," jawab Rossy.
"Baiklah. Nanti malam aku akan memijatmu supaya tidak lelah lagi l," kata Jackson.
"Oke!" jawab Rossy sambil tersenyum.
"Ehm...hukumannya boleh di kurangi gak?" tanya Jackson secara tiba-tiba.
"Hukuman apa?" tanya Rossy.
Rossy sama sekali sudah lupa dirinya mengerjai Jackson tadi.
"Petualangan fantasinya," jawab Jackson dengan cepat.
"Dua hari!" jawab Rossy.
"Satu hari saja. Kamu mau kan Kelvin cepat sembuh?" tanya Jackson dengan suara lembut.
"Baiklah," jawab Rossy dengan pasrah.
Jackson senang mendapatkan hasil jawaban yang diinginkannya.
"Aku kerja dulu ya sayang. I love you!" kata Jackson.
"I love you too!" balas Rossy.
Setelah menutup sambungan telepon, Rossy melihat ke arah piring kotor yang tersusun rapi di nampan.
"Aku bawa ke dapur saja sekalian melihat Chandra dan Kelvin sedang ngapain," kata hati Rossy.
***
Halo readers. Abang Jackson kena hukuman nih 😂😂😂. Dengan jiwa bisnisnya , masa hukumannya bisa dipersingkat menjadi satu hari 🤣🤣
Masih ada satu bab lagi ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1