Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 162. Seat Belt


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Dokter Erik di Healing Hands Hospital***


Michelle dan Felix berada di dalam kamar pasien VVIP Dokter Erik sambil mendengarkan penjelasan Dokter Anna tentang keadaan Dokter Erik.


"Aku sudah melakukan ct scan ke pasien dan hasilnya sangat bagus. Tidak ada lagi darah menggumpal di otaknya. Aku yakin pasien sudah tersadar sepenuhnya dari komanya," jelas Dokter Anna.


"Terima kasih Dokter Anna. Aku dan Dokter Michelle akan memantau perkembangannya sekarang," kata Felix Wilson.


"Sama-sama Dokter Felix. Aku permisi dulu," ucap Dokter Anna dengan sopan.


Suster Lisa yang duduk di samping tempat tidur tersenyum lega setelah mendengar perkataan Dokter Anna.


Dokter Erik sudah bisa duduk bersandar di tempat tidurnya dan wajahnya tidak terlalu pucat lagi.


"Dokter Erik. Apakah ada keluhan atau sakit di bagian kepala?" tanya Michelle.


"Tidak ada dokter," jawab Dokter Erik sambil menggelengkan kepala.


"Dokter Erik. Michelle adalah teman dekat Rossy," ucap Suster Lisa.


"Dokter Michelle. Bolehkah aku bertemu dengan nona Rossy sekarang? Aku harus meminta maaf secara langsung ke Nona Rossy," kata Dokter Erik.


"Ah.. Rossy sedang...sedang..." Michelle menjawab dengan terbata-bata.


"Rossy sedang bersama Jackson sekarang. Besok Jackson akan datang menemuimu," ucap Felix.


Dokter Erik terkejut mendengar nama Jackson disebut oleh Felix dan terdiam sebentar.


"Baiklah Dokter Felix. Besok aku akan mengatakan semua kejadian lima tahun yang lalu ke tuan Jackson," kata Dokter Erik.


"Iya Dokter Felix. Besok aku juga akan menemui tuan Jackson di sini," ucap Suster Lisa.


"Baiklah. Hari sudah malam. Dokter Erik dan Suster Lisa beristirahatlah dulu. Aku akan mengantar Dokter Michelle pulang," kata Felix.


"Baik Dokter Felix," jawab Dokter Erik dan Suster Lisa bersamaan.


***


Felix bergandengan tangan dengan  Michelle menuju tempat parkir Healing Hands Hospital.


Felix membukakan pintu  mobil BMW X1 warna mediteranean blue untuk Michele.


Michelle masuk ke dalam mobil dan duduk melamun memikirkan bagaimana keadaan Rossy sekarang.


Michelle sangat khawatir dengan Rossy yang sedang dalam pengaruh obat dari kedua preman itu.


"Apakah malam ini Rossy dan Jackson akan bersama?" kata hati Michelle.


Wajah Michelle bersemu merah memikirkan kemungkinan hal apa yang akan terjadi antara Jackson dan Rossy saat ini, tetapi Michelle tidak bisa mencegahnya karena Michelle tahu keinginan terbesar Rossy adalah mendapatkan darah tali pusat untuk mengobati penyakit Kelvin.

__ADS_1


Bisa dikatakan kejadian hari ini mungkin memudahkan Rossy mendapatkan apa yang diinginkannya dan Michelle selalu mendukung penuh semua keputusan dan keinginan Rossy.


Michelle yang termenung terkejut ketika wajah close up Felix muncul di hadapannya.


"A...ada apa Felix?" tanya Michelle terbata-bata dengan rona wajah yang semakin memerah.


Michelle mengira Felix sedang menyetir mobil dan kenyataannya mobil Felix belum bergerak sama sekali dari tempat parkir Healing Hands Hospital, malahan Felix mendekatkan wajahnya ke Michelle.


Felix ketawa kecil melihat wajah Michelle yang memerah seperti tomat. Felix tidak menjawab pertanyaan Michelle melainkan mendekatkan badannya ke arah Michelle.


Michelle menutup kedua matanya secara spontan dengan detak jantung yang semakin cepat. Terdengar suara 'klik' di telinga Michelle.


Michelle membuka kedua matanya dan melihat di tubuhnya sudah terpasang seat belt mobil.


Michelle baru sadar Felix membantunya memasang seat belt sebelum menyetir mobilnya keluar dari tempat parkir Healing Hands Hospital.


"Terima kasih Felix," ucap Michelle sambil menunduk malu.


"Sama-sama Michelle," jawab Felix.


***


Ketika mobil BMW X1 warna mediteranian blue memasuki kawasan rumah kontrakan Michelle, Felix memperlambat laju mobilnya.


"Michelle. Di mana tempat penitipan anaknya? Kita sekalian menjemput Chandra sekarang," kata Felix.


Felix tidak ingin Michelle menyetir malam-malam untuk menjemput Chandra dari tempat penitipan anak.


Sekarang Felix sudah mengetahui tentang Chandra dan Kelvin yang tertukar sehingga Michelle memberitahukan lokasi tempat penitipan anak ke Felix.


***


Michelle turun dari mobil Felix dan berjalan masuk ke dalam tempat penitipan anak untuk menjemput Chandra, sedangkan Felix menunggu di dalam mobilnya.


Beberapa saat kemudian Michelle mengandeng tangan Chandra keluar dari tempat penitipan anak menuju mobil Felix.


Michelle membukakan pintu kursi belakang mobil untuk Chandra. Chandra duduk dengan tenang di dalam kursi belakang mobil.


"Malam Om Felix," sapa Chandra dengan sopan.


"Malam Chandra," jawab Felix sambil membalikkan badannya dari kursi pengemudi ke arah kursi belakang mobil dan mengamati penampilan Chandra dari atas ke bawah.


Chandra memakai topi yang menutupi sebagian wajahnya dan jaket yang tebal. Penampilannya sekarang  sangat berbeda jauh dengan penampilan Chandra yang dikenal oleh Felix selama ini.


"Benar-benar putra kandung Jackson. Kecerdasannya sangat mirip dengan Jackson," kata hati Felix.


Felix mencurigai identitas hacker yang membantu Rossy di pesta wine Hotel S dan di ballroom Hotel H  malam ini adalah Chandra.


Felix yakin Jackson pasti akan menemukan hacker yang membantu Rossy selama ini.

__ADS_1


Felix memutuskan akan menanyakan  hal ini kepada Jackson besok pagi karena malam ini Jackson pasti tidak akan mengangkat telepon darinya.🤣


Mobil BMW X1 warna mediteranean blue berhenti di depan rumah kontrakan Michelle.


Felix bergegas turun dari mobilnya dan  membukakan pintu mobil untuk Michelle.


"Terima kasih Felix," kata Michelle sambil tersenyum manis ke Felix.


"See you tomorrow Michelle," ucap Felix sambil memamerkan deretan gigi putihnya ke Michelle.


Chandra membuka sendiri pintu mobil kursi belakang dan turun dari mobil.


"Bye Om Felix," kata Chandra.


"Bye Chandra," ucap Felix sambil memegang topi di atas kepala Chandra dengan lembut. Setelah Michelle dan Chandra masuk ke dalam rumah kontrakan, Felix mengemudikan mobil BMW X1 nya pergi.


Felix sama sekali tidak menyadari dirinya diawasi oleh seorang pria yang berada di dalam ke mobil xenia biru.


Mobil Xenia biru itu berhenti tidak jauh dari rumah kontrakan Michele.


Mobil Xenia biru itu sudah mengikuti mobil Felix dari Healing Hands Hospital sehingga pria di dalamnya melihat dengan jelas Felix menjemput Chandra dari tempat penitipan anak.


Pria itu turun dari mobil Xenia biru dan membuka pintu rumah kontrakannya yang berjarak lima rumah dari Michelle. Pria itu adalah Michael.


Michael merasa heran dengan kedekatan Chandra dan Felix.


"Selama ini Kelvin selalu berada di tempat bermain anak. Kenapa Kelvin bisa akrab dengan Felix Wilson?" gumam Michael.


Michael sangat penasaran dengan hasil puzzle yang disusunnya selama ini.


"Aku harus mencari kesempatan untuk mendekati Rossy lagi," tekad Michael.


***


Selamat malam readers.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Hari ini Jackson Wijaya dan Rossy Hartono tidak ada di dalam cerita karena masih melewati malam yang panas bersama 😆🤗🤗.


Besok duet Jackson Wijaya dan Rossy Hartono akan muncul menghibur para readers.


Don't Miss It


THANK YOU


LOVE YOU ALL


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2