Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 142. Kalung "The Heart Of Kingdom"


__ADS_3

Rossy mendorong kursi roda Jackson keluar dari Butik Athena.


Pak Kuncoro membuka pintu mobil belakang dan membantu memapah Jackson masuk ke dalam mobil.


Rossy pun membuka pintu samping mobil dan masuk ke dalam mobil dengan pelan sambil merapikan gaun merahnya, sedangkan Pak Kuncoro meletakkan kembali kursi roda ke bagasi mobil.


Rossy menarik napas lega karena sudah berada di dalam mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam milik Jackson.


"Untung Bu Athena tidak menawarkan barang butiknya lagi ke tuan Jackson," kata hati Rossy.


Rossy melihat tas pesta hitam yang menggantung di lengannya.


Rossy akui tas pesta hitam ini sangatlah cantik dan sepadan dengan gaun merah yang melekat di tubuhnya sekarang.


Rossy menggigit bibir bawahnya sebentar ketika mengingat gajinya berbulan-bulan yang akan menghilang karena tas pesta hitam ini.


Sewaktu Pak Kuncoro mulai menyetir mobil, Rossy terkejut melihat Athena, Bobby, dan beberapa pegawai wanita masih berdiri di depan Butik Athena dan tersenyum lebar sambil melihat ke arah mobil Land Rover Range Rover Velar.


Rossy tahu mereka semua bersikap seperti itu karena menghormati  Jackson yang menjadi dewa rejeki mereka hari ini.


Jackson tidak memedulikan mereka sama sekali dan hanya duduk tenang di dalam mobil.


Rossy berinisiatif membuka kaca mobil dan melambaikan tangan ke mereka  semua.


Rossy bisa melihat dengan jelas senyuman di wajah mereka semakin lebar dan mereka pun melambaikan tangan ke Rossy.


Rossy menutup kembali kaca mobil dan melirik sekilas ke Jackson setelah mobil hitam Land Rover Range Rover Velar meninggalkan Butik Athena.


Rossy merasa lega karena Jackson tidak marah kepadanya yang bersikap sesuka hati membuka kaca mobil dan melambaikan tangan.


Rossy membuka tas pesta hitam yang berada di tangannya. Tas pesta hitam ini akan di pakai oleh Rossy di pesta pertunangan Violet dan Febrian sehingga Rossy memindahkan sebagian kecil barang dari tas tangannya ke tas pesta hitam ini.


Handphone, dompet, dan beberapa alat kosmetik yang akan digunakannya untuk merias kembali wajahnya menjadi wajah aslinya dimasukkannya ke dalam tas pesta hitam itu.


"Rossy sangat menyukai tas pestanya," kata hati Jackson yang mencuri pandang ke arah Rossy dan melihat dengan jelas kesibukan Rossy memindahkan barang-barangnya ke tas pesta itu.


Jackson menunggu Rossy dengan sabar dan menatap intens ke Rossy.


Setelah memindah barang yang dibutuhkannya ke dalam tas pesta hitam, Rossy baru menyadari Jackson sedang menatapnya dengan intens.


"Ada apa tuan Jackson?" tanya Rossy.


"Mendekatlah," kata Jackson dengan suara lembut.


Rossy menggeser posisi tubuhnya  mendekati Jackson dengan perasaan gugup. Setelah jarak mereka sangat dekat, Rossy tidak berani melihat  ke samping kanannya, tempat Jackson duduk.


Rossy merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Aroma maskulin dari tubuh Jackson tercium dengan jelas oleh Rossy.


Rossy menjadi gelisah dan  menghadap ke samping kirinya sehingga membelakangi Jackson.

__ADS_1


Pipi Rossy terasa panas ketika merasakan Jackson memajukan badannya sehingga punggung Rossy bisa merasakan dada atletis Jackson di belakangnya.


Kedua tangan Jackson bergerak maju ke depan dan terlihat seperti akan merangkul Rossy.


Rossy menahan napasnya sambil pikirannya melayang-layang tentang kemungkinan apa saja yang akan Jackson lakukan saat ini.


Kemudian Rossy merasakan sesuatu benda yang terasa dingin menyentuh lehernya.


Rossy menunduk untuk melihat benda apa yang melekat di lehernya. Sebuah kalung berbentuk hati yang terbuat dari permata ruby  dengan taburan berlian di sekelilingnya.



Rossy terkesima dengan kalung yang berada di lehernya sekarang.


Kalung itu sangat indah dan menarik berpuluh kali lipat daripada perhiasan yang di lihatnya di Butik Athena tadi.


Jackson yang sudah selesai mengaitkan kalung itu di belakang leher Rossy, melihat wanita muda itu masih menunduk mengagumi kalung di lehernya.


Tangan kanan Jackson memegang dagu Rossy dan mengangkat wajah Rossy menghadap ke arahnya.


"Kamu suka?" tanya Jackson sambil menatap mata besar dan bening milik Rossy.


Jackson bisa melihat bayangan wajahnya di kedua bola mata Rossy yang sudah mengenakan soflens tanpa kacamata besar lagi.


Jackson merasakan seolah-olah di dalam mata Rossy sekarang hanyalah ada dirinya seseorang dan Jackson sangat menyukai perasaan ini.


"Iya," jawab Rossy dengan jujur sambil memegang kalung yang melingkar di leher jenjangnya.


"Nama kalung ini The Heart Of Kingdom. Ada sekitar seratus lima puluh butir berlian yang menghiasi kalung ini," kata Jackson dengan tenang.


"Seratus lima puluh butir berlian?? Pantas aja sangat berkilau," teriak hati Rossy.


Rossy sangat yakin kalung The Heart Of Kingdom ini pasti sangat mahal dan melebihi harga gaun merah yang sedang dikenakannya sekarang.


Rossy tidak berani memakai kalung ini ke pesta pertunangan Violet dan Febrian.


Rossy takut tidak bisa membayar ganti rugi ke Jackson jika kalung ini hilang di tangannya.


Bahkan jika Rossy bekerja seumur hidup di Mansion Wijaya pun tidak akan bisa membayar lunas hutangnya akan kalung ini.


"Tuan Jackson. Aku tidak bisa memakai kalung ini ke pesta pertunangan Violet," ucap Rossy.


"Kamu adalah pacarku. Kamu ingin membuatku malu dengan tidak memakai perhiasan apa pun ke pesta pertunangan bersamaku?" tanya Jackson ke Rossy.


"Pacar?Dia bilang aku adalah pacarnya?" teriak hati Rossy.


Rossy merasakan hatinya berbunga-bunga dan wajahnya semakin panas.


"Kita hanya pacaran sehari saja.Bukanlah pasangan kekasih," kata Rossy dengan suara kecil.

__ADS_1


Rossy mencari alasan untuk menolak dengan halus mengenakan kalung The Heart Of Kingdom ini ke pesta pertunangan.


Rossy berusaha menyadarkan dirinya sendiri bahwa Jackson bersedia menjadi pacarnya hari ini hanya karena untuk mengabulkan permintaan Rossy yang telah membantu Jackson di ruang rapat direksi.


Rossy berusaha berpikir dengan logikanya. Rossy merasa  tidak yakin Jackson yang sempurna akan menyukai dirinya yang berpenampilan jelek selama ini.


Jackson bisa merasakan perasaan kecewa Rossy ketika mengatakan dirinya hanya pacar sehari saja dan mereka bukan pasangan kekasih.


"Sabarlah Rossy. Aku pasti akan menjadikanmu kekasihku ketika penyakit Chandra sudah sembuh." Jackson berjanji di dalam hatinya.


"Kamu akan bilang ke adik tirimu bahwa aku adalah pacarmu selama satu hari saja?" tanya Jackson.


"Tentu saja tidak," jawab Rossy dengan spontan.


Rossy tidak akan pernah mengakui kebohongannya tentang pacarnya yang sempurna di depan Violet.


"Kamu akan memperkenalkanku dengan status apa?" tanya Jackson lagi.


"Pacarku," jawab Rossy dengan tegas.


"Good," kata Jackson sambil tersenyum tipis.


Melihat senyuman tipis di bibir Jackson, Rossy baru sadar dirinya kalah berdebat dengan Jackson.


Rossy mengakui sendiri Jackson adalah pacarnya saat ini sehingga kalung yang melingkar di lehernya harus tetap Rossy kenakan di pesta pertunangan Violet dan Febrian.


Jackson menyandarkan kembali tubuhnya ke kursi mobil dan memejamkan matanya.


Rossy tahu itu adalah isyarat dari Jackson agar tidak boleh bersuara lagi di dalam mobil.


Rossy memegang kalungnya lagi.


"Aku harus menjaga kalung ini dengan baik-baik," tekad hati Rossy.


***


Selamat malam readers.


Author juga mau dong di beliin kalung " The Heart Of Kingdom" 😆😆😆


Bagaimana reaksi Violet Hartono ketika melihat Rossy Hartono mengenakan kalung " The Heart Of Kingdom" dan mempunyai Jackson Wijaya sebagai pacar sempurnanya?


Jangan lupa baca kelanjutannya besok ya.


LOVE YOU ALL


THANK YOU


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2