Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 193. Bertemu Ayah


__ADS_3

***Restoran Hartono***


Mobil avanza biru berhenti di depan Restoran Hartono.


Dari dalam mobil avanza biru, Rossy mengamati Restoran Hartono yang berada di hadapannya.


Tidak banyak yang berubah dari bangunan Restoran Hartono.


Rossy melihat ada sekitar tiga mobil parkir di dekat Restoran Hartono.


Rossy tahu setiap hari  Restoran Hartono sudah buka jam delapan pagi untuk pelanggan yang ingin sarapan di sana.


Tentu saja menu sarapan di Restoran Hartono adalah bakmi ayam legendaris.


Rossy mencoba mengingat sudah berapa lama dirinya tidak menginjakkan kakinya di Restoran Hartono. Hampir enam tahun lamanya Rossy tidak pernah ke Restoran Hartono.


Sewaktu Rossy terpilih untuk mengandung bayi tabung IVF, dirinya harus dikarantinakan di dalam sebuah apartemen.


Selama sembilan bulan lebih Rossy tinggal di apartemen, kemudian melahirkan Chandra dan Kelvin di rumah sakit bersalin. Setelah itu Rossy membawa Kelvin ke Amerika dan tinggal di sana selama lima tahun.


"Hampir enam tahun," kata hati Rossy.


"Pak Benyamin tunggu di tempat parkir ya," pesan Rossy.


"Baik nona Rossy," jawab Pak Benyamin.


Rossy turun dari mobil avanza biru dan berjalan masuk ke dalam Restoran Hartono.


Seorang pelayan Restoran Hartono membukakan pintu untuk Rossy.


"Selamat datang, nona. Silakan masuk!" sapa pelayan restoran dengan ramah.


"Terima kasih," ucap Rossy.


"Nona sendirian atau akan ada teman yang menyusul ke sini?" tanya pelayan restoran karena ingin menyiapkan tempat duduk sesuai jumlah pelanggan yang datang.


"Aku sendiri saja," jawab Rossy.


Pelayan restoran membawa Rossy ke meja makan berisi dua kursi.


Setelah Rossy duduk di kursi, pelayan restoran mulai mempromosikan menu andalan Restoran Hartono.


"Nona! Restoran Hartono mempunyai menu andalan bakmi ayam legendaris, yang selalu dimasak oleh Pak Thomas,pemilik Restoran Hartono," kata pelayan restoran dengan ramah.


"Baiklah. Aku pesan satu mangkuk bakmi ayam legendaris," ucap Rossy dengan suara bergetar karena merasa terharu bisa mencicipi masakan ayahnya lagi.


"Baik, nona. Nona mau pesan minuman apa?" tanya pelayan restoran.

__ADS_1


"Teh hangat," jawab Rossy.


"Baik, nona. Silakan tunggu sebentar ya. Pesanan nona akan segera kami antar," kata pelayan restoran.


***


Rossy mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan di dalam Restoran Hartono.


Senyum tipis mengembang di sudut bibir Rossy ketika melihat banyak foto polaroid yang tertempel di dinding Restoran Hartono.


Rossy yakin di dalam foto-foto itu pasti ada foto dirinya karena setiap kali Rossy ke Restoran Hartono, dirinya pasti akan meminta pelayan restoran yang bertugas memotret pelanggan untuk memotretnya juga.


Dengan adanya foto-foto polaroidnya menghiasi dinding Restoran Hartono bisa membuat kenangan indah Rossy pun tersimpan dengan rapi di dalam Restoran Hartono.


Rossy teringat akan foto polaroid terakhirnya di dalam Restoran Hartono sehingga Rossy berdiri dari kursinya dan berjalan menuju foto-foto polaroid yang menempel di dinding.


"Ini dia!" ucap Rossy sambil tersenyum.


Rossy bisa mudah menemukan foto polaroid yang di carinya karena dirinya yang menempelkan foto polaroid itu di dinding dan sengaja menempelnya di dinding paling atas, sesuai jangkauan tangannya.


Rossy mengambil foto itu dan melihatnya sambil tersenyum senang.


Di dalam foto itu ada dua gadis muda yang tertawa lebar. Jari mereka berdua membentuk huruf V dan keduanya memakai seragam SMA.


Kedua gadis di dalam foto polaroid itu adalah Rossy dan Michelle.


Rossy ingin kenangan indahnya bersama Michelle juga tersimpan di dalam Restoran Hartono.


Rossy menempelkan  kembali foto itu ke dinding dan memotretnya dengan handphone.


Rossy mengirimkan foto itu ke handphone Michelle sambil berjalan kembali ke tempat duduknya.


Setelah mengirim foto itu ke Michelle, Rossy mengirim sms LINE ke Jackson.


"Jackson! Aku sudah berada di restoran dan sedang menunggu ayah," ketik Rossy di handphone.


"Oke. Ayahmu pasti akan senang bertemu denganmu," ketik balasan sms dari Jackson.


"Iya. Terima kasih Jackson," ketik Rossy.


Rossy yang sibuk membalas sms Jackson tidak menyadari Bagaskara sudah berjalan masuk ke dalam Restoran Hartono.


Jackson memerintahkan Bagaskara untuk melindungi Rossy secara diam-diam sehingga Bagaskara duduk di kursi yang bisa melihat Rossy dengan jelas dan tidak akan ketahuan oleh Rossy.


Tugas Bagaskara kali ini adalah mencegah orang lain yang berniat mencelakai Rossy.


Jackson masih ingat dengan jelas jus stroberi yang diminum oleh Rossy dimasukkan pil obat oleh preman suruhan ibu tiri Rossy sehingga Jackson tidak ingin Rossy dicelakai oleh ibu tirinya lagi.

__ADS_1


Setelah selesai mengirim sms ke Jackson, sms dari Michelle masuk ke dalam handphone Rossy.


Michelle tahu pagi ini Rossy akan menemui Thomas sehingga Michelle mengirim balasan sms LINE dan tidak menelepon Rossy secara langsung.


"Yeay. Ternyata aku awet muda," ketik Michelle di sms LINE dan juga mengirimkan sebuah foto Michelle sedang berpose yang sama dengan pose foto Michelle di dalam foto polaroid yang dikirim oleh Rossy.


"Dasar centil," ketik balasan sms dari Rossy.


"Good luck ya say," ketik Michelle.


"Thank you Michelle," ketik Rossy di sms LINE.


Dukungan dari Jackson dan Michelle membuat Rossy Hartono merasa lebih tenang.


Mata Rossy melihat ke arah dapur Restoran Hartono. Rossy yang sudah berpengalaman sebagai koki, tahu pasti beberapa saat lagi bakmi ayam legendaris pesanannya sudah matang dan akan dibawa keluar oleh Thomas.


Sesuai dengan perkiraan Rossy, terlihat Thomas membawa nampan berisi mangkuk bakmi ayam legendaris keluar dari dapur Restoran Hartono dan berjalan ke arahnya.


"Ini pesanannya nona," kata Thomas sambil meletakkan mangkuk bakmi ayam di atas meja tanpa menyadari pelanggan yang duduk disana adalah Rossy.


"Ayah!" panggil Rossy.


Thomas segera melihat ke arah Rossy karena mengingat jelas suara Rossy yang masih sama seperti dulu.


"Rossy!" kata Thomas dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.


Thomas berdiri terpaku menatap wajah Rossy dalam waktu yang lama. Thomas mengira dirinya sedang berhalusinasi akan kemunculan Rossy.


Rossy berdiri dari kursinya dan memegang tangan Thomas.


"Ayah! Aku sudah pulang," kata Rossy sambil berlinang air mata.


Pada saat inilah Thomas tersadar bahwa dirinya tidak berhalusinasi dan menepuk-nepuk punggung tangan Rossy yang sedang memegang tangannya dengan lembut.


"Syukurlah kamu sudah pulang. Pintu rumah Hartono selalu terbuka untukmu putriku," kata Thomas.


***


Bab ini author up pukul 18.20 WITA.


Masih ada satu bab lagi ya nanti malam.


Author mengucapkan terima kasih kepada semua readers yang masih setia membaca novel ini dan memberikan dukungan baik berupa Vote, favorit, hadiah, tips iklan, like, dan juga komentar positif.


THANK YOU


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2