Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 85. Nasi putih


__ADS_3

**Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Nasi putih yang hangat mengisi sendok di tangan Jackson. Jackson menatap satu sendok nasi putih itu dengan intens dan raut wajahnya sudah mulai berubah warna menjadi lebih pucat.


Terlihat jelas Jackson sedang berusaha mengatasi traumanya untuk memasukkan satu sendok nasi itu ke dalam mulutnya.


"Tuan Jackson. Makanan tidaklah menakutkan. Semua orang membutuhkannya. Makanan bisa membuat orang merasa senang dan puas. Tuan Jackson pasti pernah merasakan makanan yang membuat tuan Jackson merasa senang dan puas bukan? " Rossy mencoba memancing kenangan lama Jackson sebelum kejadian penculikan itu.


Seketika Jackson teringat kembali masakan ibunya yang selalu dia sukai sejak kecil. Walaupun ibunya hanya bisa memasak nasi goreng dan bubur polos, Jackson kecil sangat menyukai kedua masakan Eva sewaktu kecil.


Selain itu ayah dan ibunya pernah membawanya ke sebuah restoran dan mereka sekeluarga makan bakmi ayam legendaris restoran itu. Karena sudah dua puluh tahun tidak bisa memakan makanan apapun, Jackson sudah lupa akan rasa makanan yang pernah di makannya. Hanya saja Jackson ingat jelas dirinya sangat senang dan puas ketika bisa makan makanan pada waktu itu.


Rossy melihat Jackson mulai terpancing dengan perkataannya sehingga mencoba membujuk Jackson lagi.


"Jangan khawatir tuan Jackson. Kami akan menemanimu makan bersama," kata Rossy.


Rossy memberikan isyarat mata kepada Kelvin dan langsung dimengerti oleh Kelvin.


"Iya daddy. Kita akan menemanimu," kata Kelvin.


Kelvin menusuk sepotong egg chicken roll dengan garpunya dan memasukkannya ke dalam mulut kecilnya.


"Wow! Egg chicken roll ini enak sekali. Sangat harum!" puji Kelvin. Kemudian Kelvin mengambil lagi potongan kedua dan langsung menggigitnya.


"Enak. Sangat enak sekali," puji Kelvin sambil terus mengunyah dan memperlihatkan wajah yang puas dan senang.


"Ini sup ikannya tuan muda Chandra," kata Rossy sambil menyodorkan semangkuk sup ikan ke Kelvin.


Kelvin mengambil satu sendok sup dari mangkuk itu, meniupnya sebentar dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Wah. Supnya terasa hangat dan gurih. Sangat enak sekali," puji Kelvin.


Walapun perkataan Kelvin terdengar sangat berlebihan tetapi melihat wajah Kelvin yang senang dan puas sewaktu memakannya bisa membuat orang menjadi berselera makan.


"Tuan Jackson. Apa yang dikatakan tuan muda sangat benar. Setiap masakan terasa sangat enak dan supnya sangat gurih ," kata Rossy.


Jackson melihat ke arah Rossy dan Kelvin yang sedang memberinya semangat. Kemudian perlahan tangan Jackson yang memegang sendok diarahkan ke mulutnya.

__ADS_1


Rossy melihatnya dengan tegang dan mata yang membulat besar. Rossy tidak mengedipkan matanya sama sekali. Rossy melihat dengan intens ekspresi perubahan wajah Jackson.


Sendok di tangan Jackson semakin mendekati mulutnya dan ketika hanya tersisa satu sentimeter saja dari mulut, sendok itu berhenti secara tiba-tiba.


Tangan Jackson yang memegang sendok itu bergetar dengan cepat dan tidak terkendali.


Rossy yang melihat Jackson tidak akan bisa memegang sendoknya dengan erat lagi, segera berlari dan berdiri di samping Jackson yang sedang duduk di atas kursi roda.


Kedua tangan Rossy dengan cepat memegang tangan kanan Jackson yang sedang memegang sendoknya dengan erat sehingga sendok itu tidak jatuh.


"Tuan Jackson. Kamu telah melakukannya dengan sangat baik. Semangat," kata Rossy.


Dari jarak dekat Rossy bisa melihat dengan jelas keringat sudah bercucuran di wajah Jackson.


"Tuan Jackson. Tenanglah. Nasi putih ini sangatlah harum. Butiran nasinya sama besar dan menggugah selera. Sangat menarik bukan?" Rossy berusaha mengalihkan perhatian Jackson.


"Betul sekali daddy. Nasi putih yang harum ini membuatku semakin berselera makan," kata Kelvin sambil mengambil satu sendok penuh nasi putih, membuka mulutnya lebar-lebar, dan memakannya.


"Hmm. Nasi putih yang hangat ini lembut dan  sangat sangat enak sekali," lanjut Kelvin sambil mengunyah.


Pikiran Jackson terpengaruh dengan perkataan Kelvin dan Rossy sehingga menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Mulut Jackson bergetar dan berusaha untuk membuka mulutnya. Wajahnya sudah semakin pucat. Mata Jackson terpejam.


Hati Rossy terasa sakit melihat Jackson berjuang keras hanya untuk makan satu suap nasi saja.


"Apa yang telah wanita gila itu lakukan sehingga kamu bisa menjadi seperti ini?" kata hati Rossy.


Jackson berhasil membuka mulutnya dengan susah payah sehingga Rossy tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mendorong sendok itu ke dalam mulut Jackson secara perlahan.


Mulut Jackson menutup dan ketika Rossy menarik tangannya untuk mengeluarkan sendok itu, nasi putih yang ada di sendok itu sudah tidak ada lagi.


Rossy melihat dengan jelas ekspresi tubuh Jackson yang tegang. Jackson merasakan detak jantungnya semakin cepat dan nafasnya tidak teratur.


Nasi itu masih di dalam mulut Jackson. Jackson sama sekali tidak mengunyah nasi putih yang berada di dalam mulutnya. Jackson hanya mengulum nasi putih itu.


Rossy tahu Jackson sudah berusaha dengan keras untuk memasukkan satu sendok nasi putih itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Tuan Jackson. Aku akan memberitahumu sebuah rahasia. Nasi putih yang dikunyah akan terasa manis. Kalau kamu tidak mempercayai perkataanku, kamu bisa mencobanya sendiri."


Rossy berusaha membujuk Jackson untuk mengunyah dan menelan nasi putih yang berada di dalam mulutnya.


"Betul sekali daddy. Nasinya sangat manis. Aku bisa membuktikannya," kata Kelvin sambil mengambil lagi satu sendok penuh nasi di piringnya dan mengunyahnya.


Jackson bisa  mendengarkan dengan jelas perkataan Rossy dan Kelvin yang terus menerus memberinya semangat.


"Aku tidak boleh menyerah sekarang," kata hati Jackson.


Dengan tekad bulat Jackson mengunyah nasi putih di dalam mulutnya sebanyak dua kali dan langsung menelannya.


Rossy mengamati terus perubahan ekspresi wajah Jackson setelah Jackson berhasil menelan nasi putih itu.


Rossy tahu jelas rintangan terbesar Jackson bukanlah memasukkan makanan ke mulutnya melainkan bagaimana mempertahankan makanan itu di dalam perutnya dan tidak memuntahkannya kembali.


Dugaan Rossy sangat benar karena setelah Jackson berhasil menelan nasi putih itu, terlihat ekspresi wajah Jackson menunjukkan tanda-tanda akan muntah.


Rossy memeluk erat Jackson yang sedang duduk di atas kursi roda.


Tangan Rossy menepuk-nepuk punggung Jackson dengan lembut .


"Jangan takut! Kita berdua bersamamu sekarang. Kamu telah bertindak luar biasa dan sangat berani. Kamu telah berhasil mencicipi rasa nasi putih itu. Benar-benar manis bukan? Aku tidak membohongimu."


Rossy berusaha sekuat tenaga menenangkan Jackson dan mengucapkan perkataan yang memberi semangat Jackson.


***


Selamat siang para readers setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.


Tenang saja readers. Walaupun bab ini sudah selesai, masih ada bab berikutnya lagi yang akan author up hari ini juga.


Mohon sabar menunggu ya karena author sedang berusaha keras untuk melanjutkan bab ini.


Semoga para readers menikmati cerita author dan bergabung dengan Rossy dan Kelvin memberi semangat kepada Jackson supaya tidak memuntahkan nasi putihnya lagi.


Salam sayang

__ADS_1


Author : LYTIE


__ADS_2