
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Jackson yang susah payah baru bisa tidur lelap di jam empat pagi, terbangun oleh suara ketukan pintu yang keras.
Jackson melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 06.30 pagi.
"Masuk!" kata Jackson.
Felix dengan penampilan segar dan ceria berjalan masuk ke dalam kamar sambil menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.
"Kenapa kamu datang pagi-pagi?" tanya Jackson.
"Jackson! Aku datang untuk melihat keadaanmu. Aku juga membawa hadiah untukmu," jawab Felix sambil tersenyum.
"Ini dia!" Sepasang tongkat ketiak kruk ditunjukkan oleh Felix ke Jackson.
"Aku sengaja memilih size L yang sesuai dengan tinggi badanmu," lanjut.
Jackson terdiam sambil menatap sepasang tongkat ketiak kruk dihadapannya.
"Kamu tidak suka memakainya? Tidak apa-apa. Akuada hadiah lain untukmu," kata Felix sambil tersenyum misterius dan berjalan keluar dari kamar tidur Jackson.
Beberapa saat kemudian Felix masuk lagi ke kamar tidur Jackson sambil mendorong sesuatu.
"Ini adalah kursi roda elektrik. Kamu bisa memakainya," kata Felix.
Semalam setelah menulis resep obat salep untuk Jackson, Felix pergi ke Healing Hands Hospital dan mengambil sepasang tongkat pinggang kruk dan satu kursi roda elektrik yang baru untuk Jackson.
Healing Hands Hospital memang menyediakan perlengkapan medis yang baru untuk pasien yang memerlukannya sehingga Felix bisa mengambil apa pun yang di perlukan oleh Jackson.
Jackson melihat sepasang tongkat pinggang kruk dan kursi roda elektrik yang dipersiapkan oleh Felix dengan perasaan khawatir.
Jackson khawatir cedera pinggangnya akan membuatnya tidak bisa meninggalkan tempat tidur dan terpaksa harus menjalankan solusi dari Rossy yaitu menggunakan pispot bedpan.
"Felix! Aku ingin bertanya kepadamu dan mau kamu berkata jujur kepadaku," kata Jackson sambil menatap Felix dengan wajah serius.
"Apa yang ingin kamu tanyakan Jackson?" tanya Felix.
"Semalam kamu bilang aku tidak boleh melakukan aktivitas berat dan harus beristirahat di tempat tidur. Apakah aku tidak boleh ke kamar mandi untuk buang air kecil? Harus menggunakan pispot bedpan kah?" tanya Jackson.
Felix tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Jackson.
"Pispot bedpan? Siapa yang memberitahumu tentang itu?" tanya Felix sambil menahan tawanya.
"Rossy!" jawab Jackson dengan ketus.
"Rossy?" tanya Felix dengan nada tidak percaya.
Felix tidak menyangka Rossy berani meminta Jackson menggunakan pispot bedpan.
__ADS_1
"Ide Rossy bagus juga. Kalau kamu malu memakai pispot bedpan, saya bisa membelikanmu satu dus pampers dewasa," ucap Felix sambil tertawa.
Felix menghentikan canda tawanya dengan cepat ketika melihat raut wajah Jackson sudah mulai berubah.
"Beberapa hari ini kamu harus rutin memakai obat salep dan menggunakan tongkat pinggang kruk ataupun kursi roda listrik jika ingin melakukan aktivitas. Pinggangmu akan sembuh dengan cepat dan kamu tidak perlu memakai pispot bedpan," kata Felix dengan serius.
Jackson menganggukkan kepala dan menarik napas lega setelah mendengar perkataan Felix.
"Thank you!" kata Jackson ke Felix.
Jackson tahu Felix membawakan sepasang tongkat pinggang kruk dan kursi roda elektrik dengan tujuan supaya dirinya tidak menggunakan pinggangnya untuk melakukan aktivitas berat.
"You're welcome Jackson. Kamu bisa membalas kebaikanku sekarang," kata Felix.
"Kamu kan bisa memakai kursi roda elektriknya. Jadi tidak perlu asisten pribadi lagi. Aku ingin meminjam Rossy sebagai koki pribadiku. Dua hari saja kok," lanjut Felix.
"Tidak bisa! Lagipula Rossy tidak akan mau menjadi koki pribadimu," kata Jackson dengan yakin.
Jackson sangat percaya diri Rossy tergila-gila kepadanya sehingga tidak akan meninggalkan Mansion Wijaya.
Buktinya Jackson bisa merasakan belakangan ini Rossy semakin gencar menunjukkan sinyal-sinyal cinta kepadanya.
"Masa sih?" tanya Felix dengan nada tidak percaya.
Selama ini Felix bisa merasakan Rossy sangat akrab dengannya dan pasti tidak akan menolak menjadi koki pribadinya.
"Kamu yakin? Aku tidak percaya kalau tidak mendengarnya langsung dari Rossy sendiri," kata Felix.
Felix menggunakan handphonenya untuk menghubungi Rossy.
"Halo."
"Rossy. Kamu sedang sibukkah? Aku ada di kamar tidur Jackson sekarang. Bisakah kamu datang ke sini?" tanya Felix.
"Aku sedang memasak breakfast untuk tuan muda. Sebentar lagi aku akan ke sana," jawab Rossy.
"Oke!" kata Felix dan menutup sambungan telepon.
***Dapur Mansion Wijaya***
Rossy sedang berada di dapur Mansion Wijaya menyiapkan breakfast untuk Kelvin. Setelah memasukkan masakannya ke dalam termos penghangat makanan, Rossy menyerahkannya ke Pak Lesmana.
"Pak Lesmana. Ini breakfast untuk tuan muda Chandra," kata Rossy.
"Baik nona Rossy. Aku akan mengantarnya ke Healing Hands Hospital sekarang," kata Pak Lesmana.
"Terima kasih Pak Lesmana," kata Rossy dan berjalan menuju kamar tidur Jackson.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
__ADS_1
"Selamat pagi tuan Jackson dan Felix. Ada apa mencariku?" tanya Rossy.
"Felix ingin memintamu menjadi koki pribadinya selama dua hari. Apakah kamu mau?" tanya Jackson dengan suara datar.
"Betul sekali Rossy. Aku akan membayarmu sesuai gaji di Mansion Wijaya di tambah bonus. Apapun yang kamu masak pasti akan aku makan dengan senang hati," kata Felix dengan antusias.
"Apa keputusanmu Rossy?" tanya Jackson.
Selama ini Rossy berusaha mendekati Felix karena mengira Felix adalah Mister W.
Sekarang tujuan Rossy adalah menjalin hubungan yang baik dengan Jackson sambil menunggu hasil tes DNA untuk kepastian dan tidak ada kesalahpahaman tentang siapa Mister W sesungguhnya sehingga Rossy tidak mungkin meninggalkan Mansion Wiijaya untuk menjadi koki pribadi Felix walaupun hanya dua hari saja.
"Terima kasih atas penawarannya Felix. Tetapi Aku sudah menandatangani kontrak kerja dengan Tuan Jackson. Jika Felix sangat menyukai masakanku, Felix bisa sering ikut makan di Mansion Wijaya. Aku yakin Tuan Jackson akan menerima kedatangan Felix dengan senang hati," jawab Rossy.
Suasana hati Jackson menjadi sangat baik setelah mendengar jawaban Rossy, sedangkan Felix menatap Rossy dengan perasaan kecewa.
"Siapkan breakfast untuk Felix," kata Jackson ke Rossy.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossym
"Oh iya tuan Jackson. Aku ingin mengantar lunch untuk tuan muda Chandra nanti siang sekalian melihat putraku sebentar," kata Rossy.
Hari ini Michelle kerja shift siang di Healing Hands Hospital sehingga Rossy ingin menyerahkan rambut Kelvin dan Jackson kepada Michelle untuk di lakukan tes DNA.
"Oke," jawab Jackson dengan singkat.
Rossy meninggalkan kamar tidur Jackson dengan perasaan senang karena bisa bertemu dengan kedua putranya dan Michelle di Healing Hands Hospital.
Jackson melihat ke arah Felix yang masih lesu.
"Sudah puas mendengar langsung penolakkan dari Rossy?" tanya Jackson.
"Aku masih tidak bisa mempercayainya. Kenapa Rossy bisa menolak penawaranku?" tanya Felix.
"Kamu sangat yakin Rossy akan menolakku. Apakah ada perjanjian rahasia diantara kalian berdua?" tanya Felix Wilson dengan penasaran.
"Kamu tidak mengerti isi hati wanita," jawab Jackson dengan santai.
Jackson dengan pemikiran narsisnya, sangat yakin Rossy tergila-gila kepadanya sehingga tidak mungkin akan bersedia menjadi koki pribadi Felix.
"Ternyata rasa cintanya terhadapku sangat dalam. Aku harus mengingatkannya lagi supaya hatinya tidak terluka nanti," kata hati Jackson.
***
Selamat siang Para Pembaca setia novelku.
Hari ini author usahakan up dua bab ya.
Jangan lupa like dulu bab ini setelah membacanya dan ' favorit ' novel ini sehingga bisa mendapat notifikasi ketika bab berikutnya up.
Thank you ^~^
Author : LYTIE
__ADS_1