
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy agak kelabakan membalas ciuman Jackson yang bertubi-tubi dan menggebu-gebu.
Rossy berusaha berkonsentrasi membalas ciuman Jackson yang merupakan misi yang harus diselesaikannya malam ini supaya bisa melanjutkan tidur malamnya sehingga Rossy pun tidak mendengar suara ketukan pintu kamar .
Mereka berdua terhanyut dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah tempat tidur.
"Mommy!"
Jackson dan Rossy segera menghentikan ciuman panas mereka dan melihat ke arah bayangan Chandra yang sudah berdiri di depan tempat tidur mereka.
Jackson menyalakan lampu nakas di samping tempat tidurnya.
"Ada apa Chandra?" tanya Jackson dengan wajah hitam seperti warna panci di dapur Mansion Wijaya karena kegiatannya terganggu dengan kemunculanChandra secara tiba-tiba 🤣
Rossy pun terkejut melihat ke arah Chandra dan menyesali kebodohannya yang lupa mengunci pintu kamar tidur tadi.
Untung saja keadaan kamar tidur Jackson gelap gulita sehingga Chandra tidak melihat jelas dirinya dan Jackson berciuman.
Chandra menatap wajah Rossy dengan saksama kemudian menatap tajam ke arah Jackson.
"Daddy! Kenapa kamu menindas mommy?" tanya Chandra.
Chandra sudah bertekad dalam hatinya akan melawan siapa pun yang berani menindas Rossy.
"Sejak kapan aku menindasnya?" tanya Jackson dan membalas menatap tajam ke arah Chandra.
Jacskon merasa perkataan Chandra sangat tidak masuk akal dan menuduh sembarangan. Dirinya sangat menyayangi Rossy dan tidak akan mungkin menindasnya.
Rossy pun menatap bingung ke arah Chandra dan Jackson bergantian karena merasakan percikan api di mata Jackson dan Chandra yang saling bertatapan tanpa ada yang mau mengalah.
"Ini buktinya! Bibir mommy membengkak," ujar Chandra sambil menunjuk bibir Rossy.
Jackson spontan melihat ke bibir Rossy dan memang terlihat bibir stroberi itu agak bengkak dan semakin memerah.
Semuanya itu disebabkan oleh ciumannya yang lama dan menggebu-gebu. Rossy memegang bibirnya yang terasa kebas.
"Gila! Apakah bengkaknya akan hilang besok pagi?" kata hati Rossy.
Rossy melihat Chandra sedang menatapnya dengan pandangan khawatir, sedangkan Jackson terdiam dan tidak mengatakan apa pun karena tidak tahu bagaimana cara memberi penjelasan ke Chandra yang masih kecil.
"Chandra! Mommy tidak ditindas. Sungguh!" kata Rossy.
"Benarkah mommy?" tanya Chandra.
"Iya, Chandra. Daddymu sangat menyayangi mommy dan tidak mungkin menindas mommy," jawab Rossy dengan yakin.
Rossy tidak ingin karena kesalah pahaman ini membuat hubungan Jackson dan Chandra menjadi renggang.
Chandra menghela napas lega setelah mendengar penjelasan Rossy.
Tadi Chandra terkejut melihat bibir Rossy yang membengkak sehingga mengira Jackson menindasnya.
"Sorry daddy. Aku salah telah menuduhmu," kata Chandra sambil menunduk.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Chandra. Daddy tahu kamu mengkhawatirkan mommy," ucap Jackson dengan suara lembut.
Jackson tidak mungkin menyalahkan Chandra sekarang karena jika dirinya yang melihat bibir Rossy bengkak, pasti akan marah-marah seperti Chandra.
"Chandra! Kenapa kamu datang ke kamar daddy malam-malam? " tanya Jackson.
"Oh iya. Mommy! Kelvin juga ingin good bye kiss dari mommy!" kata Chandra dengan polos.
Chandra menelepon Kelvin dan mengobrol sebentar setelah Rossy meninggalkan kamar tidurnya
Kelvin juga ingin mendapatkan good bye kiss dari Rossy sehingga Chandra datang ke kamar Jackson mencari Rossy.
"Baiklah," jawab Rossy dan turun dari tempat tidur untuk mengambil handphone nya dari dalam tas.
Rossy duduk di sofa kamar tidur bersama Chandra dan melakukan panggilan video call dengan Kelvin.
"Mommy," teriak Kelvin kegirangan di dalam video call.
"Good night Kelvin," kata Rossy.
"Good night mommy," balas Kelvin sambil menghadapkan pipi kanannya ke layar handphone.
Rossy ketawa kecil dan mencium pipi mungil Kelvin via udara. Rossy mengulanginya lagi ketika Kelvin menghadapkan pipi kirinya.
Chandra duduk di samping Rossy dengan tenang sambil tersenyum melihat hubungan akrab Kelvin dan Rossy.
Chandra sama sekali tidak merasa cemburu terhadap Kelvin karena Chandra yakin Rossy menyayangi dan mencintai mereka berdua dengan kadar yang sama besar tanpa pilih kasih.
Sementara Jackson bersandar di atas tempat tidur sambil melihat interaksi Rossy bersama kedua putranya.
"Good night brother!" ucap Kelvin.
"Good night Kelvin!" balas Chandra Wijaya.
Rossy menutup video call nya dengan Kelvin dan merasakan suasana di dalam kamar terasa lebih dingin. Semuanya karena aura dingin yang terpancar dari tubuh Jackson.🤣
Jackson merasa kesal karena dirinya diacuhkan oleh Kelvin.
"Memang anak laki-laki lebih dekat dengan mommy nya. Aku yakin anak perempuanku pasti akan dekat denganku," kata hati Jackson.
Jackson bertekad dalam hatinya akan mendapatkan anak perempuan dari Rossy.
***
"Chandra! Sudah malam! Tidurlah!" kata Jackson Wijaya.
"Oke daddy. Good night mommy and daddy," ucap Chandra dan memeluk Rossy sebentar sebelum keluar dari kamar tidur Jackson.
Rossy naik kembali ke atas tempat tidur dan menyetel alarm handphone nya untuk besok pagi.
Rossy bingung melihat Jackson turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu kamar.
"Jackson! Kamu mau ke mana?" tanya Rossy.
"Mengunci pintu," jawab Jackson dengan suara datar.
__ADS_1
Kemudian Jackson kembali ke tempat tidur dan mematikan lampu di meja nakasnya. Rossy berbaring tenang di samping Jackson.
"Akhirnya aku bisa tidur sekarang," kata hati Rossy.
Jackson menggerakkan badannya mendekat ke arah Rossy sehingga membuat Rossy gelisah.
"Ya Tuhan! Apakah bibirku tidak cukup bengkak lagi kah?" teriak hati Rossy.
Rossy mengira Jackson ingin melanjutkan ciuman mereka yang terganggu oleh Chandra tadi.
Rossy membalikkan badannya menghadap ke arah Jackson sambil menutup matanya dan memonyongkan bibirnya.
Rossy sudah pasrah bibirnya kesemutan dan bertambah bengkak lagi.
Setelah menunggu lama, sama sekali tidak terasa bibir Jackson menyentuh bibirnya sehingga Rossy membuka matanya.
Walaupun keadaan kamar gelap, Rossy bisa merasakan mata Jackson sedang menatap ke wajahnya.
"Ada apa Jackson?" Rossy memberanikan diri bertanya kepada Jackson.
"Aku ingin good night kiss
di pipi," kata Jackson.
"Apa?" teriak Rossy secara spontan.
"Atau kamu mau melanjutkan ciuman tadi?" tanya Jackson.
"Good night kiss. Good night kiss," jawab Rossy dengan cepat.
Kemudian Rossy memegang wajah Jackson dan mencium pipi kanan dengan lembut.
"Satu lagi!" kata Jackson.
Rossy ketawa kecil dan mencium pipi kiri Jackson. Rossy merasakan dejavu bahwa dirinya mempunyai tiga putra sekarang dan yakin untuk malam berikutnya Jackson pasti akan meminta good night kiss lagi.
"Good night Jackson," kata Rossy dengan suara kecil.
"Good night Rossy," balas Jackson dan mencium kening Rossy dengan lembut.
Jackson menutup matanya untuk tidur sambil memeluk tubuh Rossy.
Rossy pun ikut menutup matanya dan dalam sekejap mereka berdua tertidur nyenyak dan bermimpi indah.😘
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 20.30 ya. semoga cepat muncul di apk.
Semoga para readers tidur nyenyak dan mimpi indah malam ini 💤💤💤💤💤
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1