
Lima orang kini tengah berjaga jaga didalam perbatasan hutan itu, dan tersisa hanya lima orang saja yang masuk kedalamnya sambil membawa Rifki, salah satu diantara mereka adalah pemimpin mereka. Lima orang itu tengah beronda disana sambil mengawasi siapapun yang akan datang ketempat itu, dan tidak akan membiarkan siapapun masuk kedalamnya.
"Sepertinya anak buahnya sama sekali tidak mengejar kita, itu artinya kita aman sekarang, dan rencana kita berjalan dengan lancarnya. Kita akan mendapatkan imbalan yang banyak setelah ini," Ucap salah satu dari mereka.
"Kau benar, entah berapa puluh juta kita akan dapat," Sahut temannya.
"Sudah ngak sabar ingin menikmati uang itu."
"Kau benar, kita bisa berpesta setelah ini. Sudah ngak sabar rasanya bisa bermabuk mabukan lagi, rasanya sudah tidak sabar untuk membayangkannya saja,"
"Setelah malam ini lewat, kita akan berpesta!"
Mereka pun nampak begitu bahagia sambil membayangkan banyaknya uang yang akan mereka dapatkan nantinya sebagai imbalannya. Mereka terus berpatroli di tempat itu untuk mengawasi siapapun yang datang ke tempat itu, mereka ditugaskan untuk menghilangkan jejak atas kepergian dari bos mereka sambil membawa Rifki pergi ke tempat itu.
Mereka ditugaskan untuk menjaga di tempat itu, dan menghalangi siapapun yang ingin masuk ke dalam hutan tempat di mana desa Mawar Merah berada. Mereka ditugaskan untuk membunuh siapapun yang ingin masuk ke desa itu, agar orang lain tidak bisa mencegah untuk menghalangi pengambilan keris pusaka xingsi.
Cukup lama mereka berada di sana untuk menjaga di tempat itu, akan tetapi tidak ada seorangpun yang ingin masuk itu artinya bahwa anggota Gengcobra tidak mengikuti jejak mereka sama sekali. Mereka pun merasa bosan dan sudah mengantuk, akan tetapi mereka terus memperhatikan tugas mereka masing masing untuk menjaga tempat itu.
"Kalian punya alkohol ngak?" Tanya salah satu dari mereka dengan meraupkan tangannya diwajahnya dengan kasar.
"Keknya ada," Orang tersebut seperti tengah mencari sesuatu dibalik semak semak.
Dirinya pun mengambil sebuah botol yang berisikan dengan minuman yang terdapat dengan alkoholnya. Minuman itu sangat memabukkan, mereka meminumnya karena mereka ingin menghilangkan rasa ngantuk yang sedang menyerangnya saat ini.
"Ayo kita berpesta sekarang!" Ucap salah satu dari mereka dengan semangatnya dan antusiasnya.
Tak beberapa lama kemudian, seorang wanita dengan rambut yang terurai panjang dengan indah menghampiri mereka, mereka tidak melihat bahwa wanita itu membawa sebuah senjata dibelakang punggungnya.
Wanita itu memakai baju putih dengan celana hitam panjang, rambutnya terurai hingga membuat wanita itu nampak begitu cantik. Melihat wajah wanita itu yang cantik, membuat kelima orang itu seperti tertarik dengan paras cantiknya.
Wanita itu langsung tersenyum kearah kelima orang tersebut, senyumannya langsung membuat kelimanya tidak berhenti untuk menatap ke arahnya. Kelimanya belum pernah melihat wanita secantik itu sebelumnya, hal itulah yang membuat hasrat mereka ingin memiliki wanita itu pun hadir dalam hatinya.
"Jon apakah diriku sudah mabuk berat? Kenapa bisa ada wanita cantik disini," Ucapnya sambil mengusap usap kedua matanya.
"Mungkin diriku juga sudah mabuk, Kenapa kita bisa sama sama melihat wanita itu ya?" Sahut teman yang lainnya.
"Jangan jangan memang benar ada wanita cantik di sini, kalau hanya satu dua orang yang bisa melihatnya mungkin itu hanya ilusi tapi ini kita semua bisa melihatnya," Ucap yang lainnya.
"Kau benar, kita semua di sini bisa melihatnya. Itu artinya benar benar ada wanita cantik di sini,"
Para lelaki itu seakan akan begitu terpesona dengan wajah cantik nan anggun yang dimiliki oleh wanita tersebut. Apalagi ketika wanita itu sedang tersenyum, karena saat itu dirinya akan terlihat sangat cantik hingga mampu menarik perhatian siapapun yang melihatnya saat ini, hal itu membuat kelima orang tersebut langsung tertarik dengan sosok seorang wanita yang berparas sangat cantik itu.
"Eh ada Neng cantik disini, mau ngapain kemari, Neng?" Tanya salah satu lelaki.
"Hai Neng, mau kemana malam malam gini? Ini kan di hutan apa kamu tidak takut ada bahaya?" Tanya yang lainnya dari salah satu kelima lelaki itu.
"Mampir dulu kemari lah, Neng. Kita ngobrol ngobrol sebentar, kalo bisa ya ehem ehem,"
"Jangan keluyuran sendiri, Neng. Ditempat ini bahaya loh, apalagi kalo Neng itu cantik,"
"Yang dalam bahaya adalah Abang, kenapa Abang malam malam berada di hutan angker ini? Apa Abang nggak takut dalam bahaya?"
"Mana mungkin kami dalam bahaya, Neng. Kami ini pejuang yang tidak takut dan bahaya apapun,"
"Abang bisa aja nih, bagaimana kalau aku yang menjadi bahaya buat kalian?"
"Ning kan cantik nggak mungkin lah menyebabkan bahaya bagi kami di sini,"
"Ada seorang pepatah yang mengatakan bahwa yang cantik jauh lebih berbahaya, bagaimana kalau yang cantik itu menjadi bahaya bagi kalian?"
Perempuan itu pun tersenyum kearah mereka, senyum seperti seorang wanita yang tengah malu malu dihadapan mereka. Mereka juga ikut tersenyum ketika wanita tersebut tersenyum kepada mereka, hasratnya pun seakan akan menguasai mereka karena melihat sosok wanita yang teramat cantik bagi mereka.
__ADS_1
"Mana mungkin Neng adalah bahaya, kalau anehnya ada bahaya di sini lalu, kenapa Neng berada di sini?"
"Abang sendiri ngapain kemari? Tempat ini kan angker Abang, kalo ada hantu gimana?" Tanya wanita tersebut sambil tersipu malu.
"Abang ngak takut hantu, Neng. Abang kan pemberani, entah itu kuntilanak, pocong, genderuwo, suster ngesot, jailangkung, atau apapun itu bakalan Abang lawan demi Neng cantik. Demi Neng, apapun akan Abang lakukan," Ucap salah satu dari mereka yang berada dekat dengan wanita tersebut.
"Ih Abang bisa aja, kan saya jadi malu,"
"Kenapa harus malu? Neng kan emang cantik,"
"Kalo aku hantunya gimana, Abang?"
"Ah Neng bisa aja, mana mungkin ada hantu secantik Eneng. Neng kan sudah kayak Cinderella, mana mungkin Neng itu hantu,"
"Ah Abang bisa aja,"
"Oh iya, Neng mau kemana? Mau Abang temenin?"
"Mau bersenang senang, Abang. Bagaimana kalo kalian menemaniku bermain disini, lagian tidak ada orang lain selain kita di sini," Ucap wanita itu dengan sebuah senyuman yang mengembang sempurna diwajahnya.
Mendengar perkataan itu, seakan akan air liur kelimanya pun menetes. Kapan lagi mereka bisa bermain main dengan wanita cantik seperti ini? Mereka tidak mau membuang buang waktu lagi jika seperti ini.
"Boleh, tapi secara bergilir ya? Apa kamu yakin kamu kuat menghadapi kita?"
"Bagaimana kalo rame rame saja, bukankah itu akan semakin enak nantinya. Kapan lagi coba bisa main bareng bareng di tempat seperti ini,"
"Ide yang bagus."
Salah satu dari mereka pun mulai melepaskan bajunya, seberapa detik kemudian dirinya pun langsung terbaring diatas rerumputan dengan kondisu yang mengenaskan. Senjata yang dibawa oleh wanita itu langsung menembus begitu saja didadanya, hal itu membuat lelaki tersebut langsung terbaring tanpa nyawa.
Karena wajah perempuan itu yang cantik, hingga membuat mereka tidak menyadari dengan apa yang saat ini dibawa oleh wanita tersebut. Melihat wajahnya yang cantik, membuat nafsu bej*t mereka pun muncul, mereka ingin melecehkan wanita tersebut akan tetapi wanita itu tidak tinggal diam begitu saja. Hal itu langsung berakhir dengan lelaki itu yang kehilangan nyawa, karena senjata yang dibawa oleh wanita tersebut.
"Kau!"
"Kenapa kau membunuhnya?"
"Siapa kau!"
"Arghhhhh.... Kenapa kau punya temanku! Kenapa kamu lakukan itu!"
Keempat lelaki itu pun terlihat panik ketika melihat temannya terbaring tidak bernyawa, bagi wanita itu sangat mudah untuk membunuh seseorang apalagi dengan sebuah senjata tajam yang ada ditangannya itu. Bahkan setelah melakukan itu pun, wanita tersebut sama sekali tidak ketakutan dan justru menerbitkan sebuah senyuman.
"Sudah kubilang, Abang. Aku hanya ingin bersenang senang di sini, beginilah caraku bersenang senang. Bukannya tadi kalian ingin menemaniku bersenang senang di sini?" Tanya wanita itu dengan santainya sambil mengusapkan ujung pedangnya ke sebuah ranting.
Bersenang senang yang dimaksud wanita itu adalah pertumpahan darah, setelah berhasil menumpahkan satu orang hal itu membuat perempuan itu merasa sangat senang dan merasakan kemenangan. Wanita itu justru tersenyum dengan senangnya, karena baginya musuhnya sudah berkurang satu orang.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau sangat suka membunuh orang lain?" Tanya salah satu lelaki dengan sangat takutnya kepada wanita itu.
"Lalu siapa kalian? Dengan beraninya membuat orang lain dalam bahaya," Tanya wanita itu.
"Kami hanya bekerja, kami butuh uang,"
"Maka lakukan pekerjaanmu itu dan aku akan melakukan tugasku, tugasku adalah membunuh kalian semua."
Mendengar itu langsung membuat mereka bergidik ngeri melihat kearah wanita tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa wanita itu terlihat sangat menyeramkan saat ini. Meskipun telah membunuh orang, akan tetapi wanita itu masih terlihat santai seakan akan tidak melakukan kesalahan apapun.
"Benar apa yang dikatakan orang orang bahwa yang cantik justru lebih berbahaya, bahkan dirinya saja masih mampu tertawa setelah menghabisi satu nyawa," Ucap salah satu dari mereka.
"Siapa yang mau maju lagi? Kenapa ngak maju bersama sama saja sekalian? Aku masih mampu untuk menghadapi kalian berempat dengan bersama sama," Tanya wanita itu.
Wanita itu mengangkat senjatanya dihadapan keempat lelaki itu, pakaian putihnya itu pun terlihat adanya bercak darah. Kenapa dirinya memilih pakaian putih yang mudah sekali meninggalkan bekas, karena ada alasan tertentu untuknya untuk menakut nakuti musuhnya dengan banyaknya bekas darah yang tertinggal disana.
__ADS_1
Keempatnya langsung berjaga jaga dan memasang kuda kuda mereka untuk siap bertarung. Keempatnya yang tidak membawa senjata itu pun nampak ketakutan, akan setiap mereka tidak bisa berlari pergi dari tempat itu karena mereka ditugaskan untuk berjaga disana agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk kedalam hutan, lebih tepatnya desa Mawar Merah.
"Serang wanita itu! Jangan biarkan dia hidup dan merusak semua rencana kita ini," Perintah salah satu dari mereka.
"Baik!" Jawab yang lainnya dengan serempak.
Mereka pun langsung dengan gembolongan berempat menyerang kearah wanita yang ditemuinya itu, dan wanita itu langsung dengan siaga menerima setiap serangan tersebut sambil mengayunkan pedangnya itu dengan mudah tanpa kesulitan apapun.
Serangan demi serangan dilakukan oleh wanita itu, didalam kedua matanya kini memancarkan kemarahan yang mendalam. Dengan lincahnya, wanita itu sudah mampu melukai mereka, darah pun membasahi rerumputan yang ada disana, bahkan keempat sudah terluka cukup parah sampai ada yang kehilangan nyawa sekalipun.
Karena efek meminum minuman beralkohol sebelumnya, membuat mereka mudah dikalahkan dengan mudah oleh wanita tersebut. Wanita itu sama sekali tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada, dirinya terus melawan mereka hingga membuat mereka sangat kewalahan untuk menghadapi sosok wanita seperti dirinya.
Wanita itu sangat kuat, bahkan mereka semua tidak mampu untuk menyerang balik ke arahnya. Sekalipun mereka mampu menyerang, Mereka pun langsung mendapatkan serangan yang bertubi tubi. Karena sebuah pedang yang ada di tangannya itu, membuat mereka tidak mampu menyerang balik dengan mudah.
"Siapa kau! Kenapa kau menyerang kami?" Ucap salah satu dari empat lelaki itu, yang sudah terbaring diatas rerumputan dengan tubuhnya yang penuh luka sayatan itu.
"Malaikat maut kalian,"
Sringgg....
Setelah mengatakan itu, wanita tersebut pun langsung menyayat leher orang yang bertanya tanpa rasa kasih. Sekali sayatan itu sudah mampu untuk merenggut nyawa dari orang tersebut, tanpa perlu waktu yang lama.
Fokus wanita tersebut kepada leher mereka, sehingga setiap gerakan yang dia lakukan dirinya terus mengarahkan mata pedang tersebut ke arah leher dari orang yang ingin dia bunuh. Kepala adalah serangan yang paling fatal, sehingga jika terkena kepala mereka semua akan mati dengan mudah. Akan tetapi jika terkena anggota tubuh lainnya, mereka masih bisa bertahan dan bisa menyerang.
Tanpa tangan mereka masih bisa hidup, tanpa kaki mereka pun masih bisa hidup, tapi tanpa kepala nyawa mereka pun akan melayang. Hal itulah mengapa wanita tersebut terus menyerang mereka ke arah leher, sasaran utama wanita itu adalah nyawa mereka.
Hanya tinggal satu orang yang masih hidup, orang itu juga sudah terluka cukup parah saat ini. Lelaki itu ingin berteriak disaat melihat teman temannya meregangkan nyawa. Akan tetapi, wanita itu terlihat sangat menyeramkan saat ini.
"Si siapa kau?" Tanyanya dengan terbata bata karena takut dengan sosok wanita itu.
"Keempat temanmu sudah mati, aku akan mengantarkanmu untuk menyusul teman temanmu itu dengan cepat."
"Tu tunggu! Apa maumu, tolong katakan dan biarkan aku pergi dari sini," lelaki itu mencoba untuk bernegosiasi dengan wanita tersebut.
"Membiarkanmu pergi dari sini, itu tidak akan mungkin. Jika kamu pergi dari sini, hal itu akan membuat diriku dalam bahaya karena kau sudah tau bagaimana wajahku,"
"Aku tidak akan memberitahu siapapun tentang wajahmu itu, tolong biarkan aku pergi dari sini. Sebenarnya kamu memiliki masalah apa dengan kami? Sehingga kau membunuh kami begitu saja,"
"Dimana kalian membawa Rifki pergi?" Justru wanita itu kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari lelaki itu terlebih dulu.
"Jika aku memberitahu, apakah kamu mau melepaskanku dari sini?"
"Tergantung mood," Jawabnya dengan santainya.
"Tolong jangan bunuh saya," Suaranya yang terlihat kacau balau akibat rasa ketakutannya melihat teman-temannya yang tewas di depannya.
Wanita tersebut terlihat begitu sangat menyeramkan, bahkan wajahnya yang sangat cantik itu membuat trauma tersendiri bagi lelaki yang masih hidup. Memang benar apa yang dikatakan oleh orang orang, yang cantik biasanya adalah orang yang paling mematikan di dunia. Bukan hanya di dunia manusia saja, tetapi di kehidupan hewan dan tumbuhan pun demikian, hewan yang terlihat cantik belum tentu jinak, dan tumbuhan yang terlihat begitu indah pasti mengandung racun yang teramat sangat dahsyat.
Wanita itu lalu menancapkan ujung pedangnya ketanah yang dirinya pijaki itu, dia pun menyandarkan tangannya dipedang tersebut dengan berpegangan tangan erat sambil menunggu jawaban dari orang tersebut. Orang itu nampak begitu takut bahwa wanita yang ada di depannya itu tidak bisa diajak untuk bernegosiasi, bahkan dirinya takut bahwa nasibnya akan sama seperti teman temannya
"Cepat katakan sekarang! Jangan sampai membuat kesabaranku habis begitu saja, aku bisa saja membunuhmu dengan mudah saat ini juga. Katakan sekarang!" Sentak wanita itu kepada lelaki tersebut.
"Baiklah baiklah aku akan mengatakannya sekarang, tapi kau harus berjanji bahwa kau tidak akan membunuhku saat ini."
"Aku tidak akan membunuhmu, tapi aku akan melakukan tugasku,"
"Baiklah, dirinya sekarang dibawa ke arah desa terbengkalai,"
Sringgg....
Setelah mendengar jawaban itu, wanita tersebut langsung menggorok lehernya begitu saja, hal itu langsung membuat lelaki tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. Sepertinya wanita itu telah sering melakukan pembunuhan, sehingga ketika melakukan hal itu dirinya nampak terlihat biasa saja tanpa adanya rasa takut didalam hatinya.
__ADS_1