Cinta Terakhir Dalam Hidupku

Cinta Terakhir Dalam Hidupku
Pemakaman dimalam pertama


__ADS_3

Asalkan mereka tau saja bahwa Nadhira tidak memiliki keluarga, Mamanya telah pergi meninggalkan dirinya sejak dirinya masih kecil akan tetapi dirinya tidak mengetahui siapa Papanya karena Rendi tidak mengatakan apapun mengenai Papa kandungnya itu.


Jika dilihat lihat nasib mereka sama dan hanya saja Nadhira masih beruntung karena bisa bertemu dengan Sarah akan tetapi keberuntungan kini tidak berpihak kepadanya karena Allah lebih menyayangi Sarah sehingga memanggilnya.


"Sudah jangan berisik" Tegur teman yang ada disebelahnya.


"Berdoa dimulai, alfatihah...." Pak Hendra lalu memimpin doa untuk almarhumah.


Terlihat bahwa seluruhnya tengah menundukkan kepalanya untuk berdoa kepada sang pencipta, dapat terlihat bahwa mereka begitu khusyuk dalam berdoa, mereka merasakan juga apa yang saat ini dirasakan oleh Nadhira dan Rifki karena kehilangan sosok yang sangat berarti bagi mereka adalah hal yang sangat menyakitkan.


Tidak akan ada yang sanggup untuk kehilangan sosok yang berarti apalagi kehilangan untuk selama lamanya adalah hal yang sangat menakutkan, itulah yang pernah mereka alami hingga akhirnya mereka merasa bersyukur karena adanya organisasi Surya Jayantara yang mampu untuk menampung mereka selama ini.


Sementara dimarkas Gengcobra saat ini tengah dipasang bendera putih disetiap koridor yang ada dimarkas besar tersebut, sebagian anggota Gengcobra berada dirumah Nadhira sementara sebagian yang lainnya masih tetap dimarkas untuk menjaga markas Gengcobra.


Andre yang ditugaskan untuk memimpin anggota Gengcobra untuk menjaga markas saat ini karena Bayu, Reno, Vano, dan Fajar tengah berada dirumah Nadhira untuk menyambut kedatangan jenazah dari Sarah yang harus segera dimakamkan.


"Kasihan sekali Tuan Muda, pasti dia sangat sedih sekarang ini, pernikahan yang diharap harapkan justru berujung kehilangan" Ucap salah satu anggota Gengcobra kepada Andre.


"Takdir tidak ada yang tau Han, ini juga kesalahan anggota Gengcobra karena tidak bisa berbuat apa apa disaat penyerangan itu terjadi, kita hanya bisa berdoa semoga almarhumah diterima disisi terbaiknya disyurga-Nya" Ucap Andre.


"Aamiin, apa pelakunya sudah ditangkap? Semoga saja dia tidak pernah dibebaskan, tega banget, masak iya sih cinta bisa sebuta itu sampai sampai harus menghancurkan acara pernikahan orang yang dicintainya itu"


"Sudah diamankan, cinta memang buta dan membutakan pikiran yang jernih, dan jika sudah terlibat dalam cinta maka tidak akan bisa membedakan mana yang benar dan salah, demi cinta orang akan kehilangan jati dirinya bahkan kehormatannya akan tetapi demi cinta juga orang akan merasa bahagia dan membimbingnya menuju ke syurga-Nya, tergantung bagaimana kita menyikapi rasa cinta itu"


"Syukurlah kalo dia sudah diamankan saat ini, memang benar sih apa kata orang jaman dulu, cinta itu memang gila, semoga saja Tuan Muda dan Nona Muda mampu melewati semuanya"


"Aamiin ya robbal alamin".


Dirumah Nadhira kini tengah ramai orang orang yang ingin bertakziah atas meninggalnya Sarah, Nadhira duduk dihalaman rumahnya dan menatap keramaian yang ada dihalaman depan rumahnya itu.


Pandangan Nadhira seakan akan kosong saat ini, melihat itu membuat Rifki yang ada didekatnya langsung menggenggam erat tangan Nadhira hingga membuat Nadhira menoleh kearahnya.


"Dhira, apa kau mau istirahat dulu? Kau pasti kelelahan kan?" Tanya Rifki.


"Ngak Rif, aku ngak apa apa kok" Jawab Nadhira dengan nada pelan.


"Yakin ngak apa apa? Kau kelihatan begitu kelelahan Dhira, sebaik istirahat dulu"


"Aku ngak apa apa kok Rif" Nadhira mengangguk mengiyakan ucapannya.


Tiut tiut tiut


Sirine mobil ambulan terdengar tiga kali dari tempat dimana Nadhira dan yang lainnya duduk, mendengar suara itu membuat Nadhira dan yang lain segera berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan jenazah Sarah dari rumah sakit.


Mobil tersebut masuk kehalaman rumah Nadhira, Bi Ira dan yang lainnya keluar dari dalam mobil itu, setelahnya para petugas dari rumah sakit tersebut langsung mengangkat jenazah Sarah untuk keluar dari dalam mobil tersebut.


Para petugas itu segera membawa jenazah Sarah kearah sebuah bilik kain yang telah disediakan untuk tempat memandikan jenazah, setelahnya para petugas itu pun langsung bergegas kembali kerumah sakit untuk melakukan tugasnya yang lain.


"Apa kau mau untuk memandikan jenazah Oma? Yang wajib memandikan jenazahnya adalah keluarga terdekatnya, apalagi Oma adalah seorang wanita" Tanya Rifki kepada Nadhira.


"Aku mau Rif" Jawab Nadhira.


"Apa kau yakin bisa Dhira? Aku hanya takut kau tidak sanggup untuk melakukan"


"Aku masih sanggup Rif".


"Baiklah kalo begitu".


Nadhira, Nandhita dan juga istri dari David segera masuk kedalam bilik kain tersebut untuk memandikan jenazah Sarah, Nadhira yang menyaksikan Sarah yang sudah tidak bernafas itu pun langsung meneteskan air matanya, dan Nandhita yang melihat Nadhira menangis langsung menepuk pundak Adiknya pelan seraya untuk memenangkannya.

__ADS_1


Nadhira pun mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan untuk menenagkan dirinya, sementara Rifki yang ada diluar merasa khawatir dengan Nadhira, ia takut kalau Nadhira tidak kuat untuk melihat Sarah yang terbaring tak bernyawa itu.


Setelah selesai mengkafani jenazah, para laki laki pun segera mengangkat jenazah menuju keruang tamu untuk disholatkan termasuk juga Rifki yang ikut serta mengangkat tubuh Sarah, setelahnya mereka segera mengsholati jenazah itu dan di imami oleh David.


Tak beberapa lama kemudian sholat jenazah itu selesai dilakukan, Rifki segera mendatangi Nadhira yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini, ia pun mengajak Nadhira untuk mendekat kearah dimana tubuh Sarah terbaring tidak bernyawa.


"Kafannya akan segera ditutup, ciumlah Bu Sarah untuk yang terakhir kalinya, tapi jangan sampai air mata kalian menetes mengenai kafannya" Ucap Modin yang memimpin ketika melihat kedatangan keluarga Sarah.


Nadhira menatap kearah Rifki dan hanya dibalas anggukan oleh Rifki, Nadhira pun perlahan lahan mendekat kearah Sarah setelah melihat anggukan kepala dari Rifki, ia pun mencium kening Sarah dengan penuh kesedihan.


"Oma maafin Dhira, Dhira sering membuat Oma khawatir selama ini, sekarang Oma bisa istirahat dengan tenang, aku akan selalu merindukan Oma, suatu hari nanti Dhira pasti akan menyusul kalian, tunggu Dhira Oma" Ucap Nadhira lirih.


Rifki pun memegangi pundak Nadhira dan mengusapnya dengan pelan untuk memenangkannya dari rasa kesedihannya, Nandhita pun melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Nadhira.


"Oma, mungkin ini yang terakhir kali bagi kami bisa melihat wajah Oma, terima kasih atas kasih sayang dan penuh cinta yang Oma berikan kepada kami, maafkan Dhita yang belum bisa membalas semua jasa jasa Oma kepada kami, Dhita akan selalu ingat pesan yang Oma sampai kepada Dhita, kami akan selalu berdoa semoga Oma bahagia disyurga-Nya" Ucap Nandhita.


"Oma tidak perlu khawatir soal Dhira, Rifki akan selalu menjaga Nadhira seperti janji yang Rifki ucapakan sebelum Oma pergi dengan sepenuh hati, beristirahatlah dengan damai dan tenang, terima kasih karena selama ini telah menyayangi Nadhira dengan tulus, semoga Allah senantiasa menempatkanmu disyurga-Nya Oma, selamat jalan Oma bahagia disyurga-Nya" Ucap Rifki.


Rifki yang mampu untuk melihat alam gaib pun dapat melihat arwah Sarah tengah berdiri didekat jenazahnya, Rifki pun menyatuhkan kedua tangannya dan menatap kearah dimana dirinya melihat arwah Sarah tersebut.


Arwah Sarah yang melihat mereka pun tersenyum tipis kearah Rifki dan Nadhira, melihat senyuman tulus dari Sarah membuat Rifki ikut tersenyum kearahnya itu.


"Mama berlari begitu cepat hingga David tidak mampu mengejar Mama, David kini tengah menjadi yatim piatu Ma, berbahagialah disyurga-Nya bersama dengan orang yang Mama cintai, doa David akan senantiasa menyertai Mama, selamat jalan pelita dalam hidupku" Ucap David.


Susi yang baru pulang dari kerjanya pun langsung mendatangi rumah Nadhira setelah mendengar kabar bahwa Sarah telah pulang ke Rahmatullah malam ini dan langsung dimakamkan dimalam ini juga.


Susi pun mendekat kearah dimana Nadhira berada untuk menenangkan sahabatnya itu, ia pun mengirimkan doa kepada Sarah dengan lirih, setelah semuanya selesai mengucapkan salam perpisahan akhirnya kain kafan itu ditutup untuk menutupi wajah Sarah yang terlihat sedikit tersenyum.


Rifki dan yang lainnya pun mengangkat keranda tersebut untuk mengantarkan Sarah ketempat peristirahatan terakhirnya didunia, Modin tersebut segera membacakan doa doa untuk mengiringi kepergian dari Sarah.


"Oma!" Teriak Nadhira terisak tangis ketika keranda Sarah diangkat.


Melihat itu membuat Susi yang ada didekatnya pun langsung memeluk tubuh Nadhira, isak tangis mereka menjadi jadi ketika keranda tersebut dibawa pergi dari tempat itu, mereka pun mengantarkan Sarah ketempat peristirahatan terakhirnya.


"Dhira tenanglah" Ucap Susi sambil mengeratkan pegangannya kepada Nadhira.


Kepergian mereka yang membawa Sarah pergi seketika menciptakan sebuah tangisan diantara mereka, sejak detik itu mereka tidak akan pernah lagi dapat melihat wajah wanita paruh baya tersebut, karena yang telah pergi tidak akan pernah kembali.


"Omaku telah tiada Sus hiks.. hiks.. hiks.." Tangis Nadhira pecah seketika.


"Yang sabar ya Dhira, kamu ngak sendiri, masih ada kami semua yang selalu ada untukmu, maaf aku telat datang diacaramu karena pekerjaan yang menghalangiku datang tepat waktu"


"Kenapa disaat aku akan bahagia, orang yang aku cintai justru meninggalkan diriku Sus".


"Ingatlah kata kata ini Dhira, semua orang yang hidup hanya untuk mati, tidak ada yang abadi didunia ini, sebelum manusia lahir mereka telah diperlihatkan kehidupan mereka masing masing mulai dari kelahirannya sampai kematiannya, jika yang tidak kuat untuk melihatnya maka akan gugur sebelum mereka dilahirkan, kita hebat karena sudah tau alurnya akan seperti apa kita tetap nekat untuk dilahirkan, itulah sebabnya Allah telah merencanakan sesuatu yang indah untuk kita, sudah jangan nangis ya, ikhlas kepergian Oma".


"Aku masih belum bisa terima kenyataannya bahwa Oma sudah tiada Sus, ini begitu sulit bagiku"


"Memang sangat sulit Dhira, tapi kau harus bisa untuk mengikhlaskan kepergiannya agar tidak ada tangisan yang menghambat jalannya menuju keakhirat Dhira".


"Aku akan mencobanya Sus, meskipun aku tidak yakin bahwa aku bisa melakukannya"


"Kau adalah gadis yang hebat Dhira, aku yakin bahwa kau bisa melakukannya"


"Iya Sus".


Susi pun mengusap pelan kepala Nadhira untuk menenangkan sahabatnya itu, ia tau bahwa apa yang dirasakan oleh Nadhira saat ini adalah hal yang teramat menyakitkan untuk dilalui, dimana dirinya menikah akan tetapi dia juga kehilangan sosok seorang yang sangat menyayanginya.


Sementara Rifki dan laki laki yang lainnya pun segera membawa keranda tersebut menuju ke rumah peristirahatan terakhir untuk Sarah, sesampainya disana Rifki dan David segera turun ke liang lahat untuk melakukan proses pemakaman.

__ADS_1


Setelahnya Rifki dan David segera naik keatas untuk mengubur jenazah Sarah, mereka pun mendoakan Sarah setelahnya, mereka pun menaburkan bunga bunga yang wangi diatas pemakaman tersebut.


Sarah dimakamkan disebelah makam suaminya, David menatap kearah kedua makam orang tuanya itu dengan perasaan sedikit sesak didadanya karena dirinya belum mampu untuk membalas jasa jasa kedua orang tuanya selama ini.


Pemakaman itu dilakukan dimalam hari sehingga mereka hanya mengandalkan cahaya senter untuk menerangi tempat tersebut yang terlihat sedikit terang, Rifki yang mampu melihat alam gaib pun sedikit merasa merinding ditempat itu karena begitu banyaknya mahluk gaib yang dapat ia lihat.


"Mama, kami sudah mengantarkan Mama sampai ditempat peristirahatan terakhir Mama, Mama dan Papa sekarang bisa bersama sama lagi, suatu saat nanti David pasti akan menyusul kalian" Ucap David.


"Oma, pertemuan kita begitu singkat tapi Stevan merasa beruntung karena memiliki Oma seperti Oma Sarah yang sudah menganggap Stevan seperti cucu Oma sendiri selama ini, semoga amal ibadah Oma diterima oleh Allah" Ucap Stevan.


"Oma, doakan kami semoga kami bisa melewati segalanya bersama sama, pernikahan ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kalinya bagi Rifki, selamat jalan Oma" Ucap Rifki.


Setelah pemakaman itu selesai dilakukan, satu persatu dari mereka yang ikut hadir dalam pemakaman Sarah pun perlahan lahan mulai meninggalkan tempat itu untuk pulang kerumah mereka masing masing dan kini hanya tinggal ketiga orang itu saja.


"Om ngak pulang?" Tanya Rifki yang masih berada disebelah David sementara Stevan berdiri agak berjauhan dari keduanya.


"Kalian pulang dulu saja, Om akan menyusul nanti" Ucap David tanpa menoleh.


"Boleh Rifki temani Om?"


"Kau adalah pengantin baru Nak, pulanglah Nadhira sudah menunggumu dirumah"


"Biar aku saja yang menemaninya Adek ipar, kau pulanglah dulu" Ucap Stevan kepada Rifki.


"Baiklah Kakak ipar, kalo begitu Rifki pamit dulu"


"Iya" Jawab kedua orang itu.


Rifki pun berjalan perlahan lahan meninggalkan tempat pemakaman tersebut dengan wajah yang menunduk, ia masih tidak menyangka bahwa dihari pernikahannya yang sangat ia harap harapkan itu dan disaat itu juga dirinya kehilangan sosok Sarah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai..


Sambil menunggu Update, yuk mampir dinovel temenku ini, heppy reading ya


Judul :Tamu Ranjang Tuan Muda Imponten


Nama pena : Liana Kiezia


FB: Liana Kiezia


#Noveltoon


#Promosi_Novel


#Sinopsis


🚨Bocil di larang mengintip...


Trea Desmond seorang wanita 23 tahun kembali ke tanah airnya dengan misi mencari ayah biologis kedua anak kembar nya.


Dalam pencarian itu dia menemukan fakta bahwa gigolo yang dulu ia sewa ternyata adalah bolsnya sendiri yang memiliki sifat kejam kepada musuh, lebih-lebih kepada wanita yang mengaku mengandung benihnya.


Tree terpaksa dan harus bisa membuat pria kejam itu untuk menghamili dirinya, demi sebuah plasenta bayi yang bisa menyelamatkan Xelano salah satu anak kembarnya yang sakit.


Apakah misi Tree mendapatkan anak lagi dari ayah biologis kedua buah hatinya akan tercapai?


Atau sebaliknya?

__ADS_1


atau sebaliknya, Tree memilih mundur dan memilih opsi lain untuk menyelamatkan nyawa anaknya....



__ADS_2