Cinta Terakhir Dalam Hidupku

Cinta Terakhir Dalam Hidupku
Gengters pembuat rusuh


__ADS_3

Dikejauhan mata memandang, terlihat sosok Nadhira yang tengah berdiri didampingi oleh beberapa orang terdekatnya disebelahnya, ia nampak tersenyum tipis kearah Rifki dan senyuman tersebut membuat Rifki merasa lega ketika melihatnya.


"Dia sangat cantik sekali hari ini, tapi kenapa begitu banyak orang yang memandanginya seperti itu? Membuatku cemburu saja, aku tidak suka jika dia dipandangi seperti itu" Guman Rifki pelan.


"Dia akan menjadi istrimu Nak, dia seorang pengantin wanita ya jelaslah banyak orang yang memandangi dirinya seperti itu" Ucap Aryabima yang mendengar suara Rifki pelan.


"Kakek benar, apakah aku salah jika nantinya akan mengurung dirinya agar tidak dilihatin oleh banyak orang? Rasanya seperti aku tidak terima jika banyak yang menatap Nadhira dengan cara seperti itu" Jawab Rifki sambil tersenyum.


"Sama saja kau merampas kebebasannya Nak, bukankah itu nantinya akan semakin membuatnya semakin terkurung?"


"Jika Rifki boleh egois Rifki akan melakukan itu Kek, tapi demi kebahagiaan Nadhira apapun akan Rifki lakukan"


"Nampaknya kau sudah sangat dewasa Nak, perasaan baru kemarin Kakek menimangmu dalam gendongan Kakek kok sekarang sudah menikah saja"


"Rifki memang sudah dewasa Kek, sudah saatnya untuk berumah tangga" Ucap Rifki sambil tersenyum kearah Aryabima.


"Kau benar, mungkin saja kau tumbuh dengan sangat cepatnya"


Rifki tersenyum mendengar ucapan dari Aryabima, hari yang dinanti nantikan akan terjadi hingga membuatnya tak henti hentinya untuk terus tersenyum meskipun dirinya kini merasa sangat gelisah akan tetapi dia tidak ingin ada orang yang mengetahui tentang kegelisahannya itu.


Pernafasan Rifki saat ini terasa sedikit cepat entah apa sebabnya, entah mengapa ketika melihat Nadhira yang sudah ada didepannya hal itu membuat dirinya semakin gugup saat akan menjadi pengantin baru hari ini.


Nadhira yang melihat Rifki pun membuatnya merasa khawatir dengan Rifki, entah mengapa perasaan ini terus saja menganggu dirinya itu, dan hal itu membuatnya sama sekali tidak merasa nyaman.


Tiba tiba Rifki merasakan sesuatu dipunggungnya terasa seperti tertancap oleh sesuatu benda yang tajam dan seketika hal itu membuat dirinya terjatuh berlutut ditempatnya dengan kedua kaki yang terasa begitu lemas, Rifki pun terlihat menitihkan air mata.


"Akh..." Desah Rifki.


"Rifki!!!...." Teriak semua orang.


Melihat Rifki yang terjatuh berlutut membuat semua orang merasa panik, sementara Nadhira yang menyaksikannya merasa begitu terkejut dan sangat gelisah, ketakutannya kini benar benar terjadi dan hal itu sangat membuatnya gelisah.


Haris dan Aryabima yang melihat Rifki mendadak terjatuh begitu saja langsung segera mengaitkan tangan Rifki kepada leher mereka agar Rifki tetap mampu untuk berdiri meskipun dengan keadaan yang sangat lemah.


"Rifki kamu kenapa?" Tanya Haris khawatir.


"Aku ngak tau Pa, tiba tiba Rifki merasa sangat pusing" Jawab Rifki dengan lemahnya.


Wajah Rifki semakin pucat jika dilihat dan itu seperti bagaikan darah yang ia miliki sama sekali tidak mengalir kearah wajahnya sehingga wajahnya semakin pucat pasih tanpa adanya warna merah yang mewarnai wajahnya.


"Rifki!" Teriak Nadhira dan langsung segera berlari kearah Rifki menggunakan gaun pengantin yang begitu lebar tersebut.


Rifki merasa kepalanya sangat pusing dan sangat berat hingga dirinya tidak mampu untuk menahan berat tubuhnya sehingga dirinya mendadak menjatuhkan diri karena pusingnya dan hal itu membuatnya kehilangan keseimbangan dalam berdiri dengan tegaknya.


Rifki sekilas melihat Nadhira yang tengah berlari kearahnya akan tetapi pandangannya mendadak menjadi buram, karena kericuhan yang ada ditempat itu membuat Aryabima dan Haris menjadi semakin waspada untuk menjaga Rifki.


Brakkk....


Akan tetapi sebelum Nadhira sampai ditempat dimana Rifki berada seketika anggota Gengters tiba tiba menyerang tempat tersebut dan membuat kekacauan ditempat itu, dengan sigap anggota Gengcobra segera melawan mereka semua.


"Cepat lindungi Tuan Muda! Jangan sampai Tuan Muda dalam bahaya" Teriak Bayu.


"Baik" Ucap mereka serempak dan langsung bersiap siap untuk melindungi Rifki.


"Ayah sebaiknya kita bawa Rifki pergi dari sini" Ucap Haris sambil memapah tubuh Rifki bersama dengan Aryabima.


"Jangan bawa keluar, akan semakin berbahaya jika anak ini dibawa keluar dalam keadaan begitu lemah seperti ini" Ucap Aryabima.


"Lalu kita harus membawanya kemana Ayah?"

__ADS_1


"Dhira, selamatkan Dhira" Ucap Rifki dengan lemahnya.


"Sebagai dari kalian ikut kami dan lainnya tolong jaga pengantin wanita!" Teriak Haris memerintahkan.


"Baik Tuan!" Jawab anggota Gengcobra.


Kejadian itu sudah direncanakan oleh anggota Gengters sebelumnya karena Theo tidak terima jika Nadhira akan menikah dengan Rifki, dan Theo berusaha untuk menghentikan pernikahan tersebut agar Nadhira tidak akan bisa menikah dengan Rifki.


Theo melemparkan sebuah benda yang runcing kepada Rifki, benda tersebut sudah dilabur oleh obat bius yang cukup kuat dan menancap dipunggung Rifki akan tetapi tidak terlalu dalam, hingga hal itu membuat Rifki tidak bisa berbuat apa apa karena dirinya yang tiba tiba melemah seperti itu.


"Dhira! Lihatlah, aku tidak akan membiarkan pernikahanmu ini terjadi" Teriak Theo yang berada tidak jauh dari Nadhira.


Rifki maupun Nadhira sama sekali tidak ada yang mengundang Theo dalam acara pernikahan tersebut akan tetapi teman Theo yang ada diperusahan Nadhira memberitahukan bahwa Nadhira akan segera menikah dengan orang yang dicintainya.


Kabar pernikahan tersebut sontak membuat Theo merasa bercampur aduk dengan emosinya, dirinya tidak terima jika Nadhira akan menikah dengan orang lain sehingga dirinya merencanakan hal ini untuk me gagalkan pernikahan tersebut.


Nadhira yang melihat itu pun langsung mengepalkan kedua tangannya, bisa bisanya Theo datang untuk merusak acara pernikahan yang selama ini dirinya nanti nantikan itu, dan Nadhira sangat menyesal karena dirinya bertemu dengan sosok seperti Theo.


Seluruh tamu undangan segera berhamburan karena terjadinya perkelahian ditempat itu hingga membuat hiasan dinding yang sudah terpasang rapi menjadi acak acakan tidak karuhan, apalagi meja makan yang penuh dengan berbagai jenis makanan tersebut langsung berceceran dimana mana.


Suara gemuruh mulai terdengar ditempat itu, begitu banyak orang yang panik dengan kejadian ini, teriakan keyakinan terdengar dimana mana, sudah beberapa kali diacara yang diadakan oleh CEO perusahaan Abriyanta selalu terjadinya pertarungan.


"THEO!!" Teriak Nadhira sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


Ruangan pesta itu layaknya sebuah gedung yang telah terporak porandakan, makanan dan barang bercampur menjadi satu, ruangan yang ditata begitu indah kini menjadi sangat tak enak untuk dipandang.


Pandangan Rifki terasa begitu buram dan tidak mampu untuk memandang dengan jelas, sekilas dirinya melihat tempat tersebut begitu berantakan dan dengan buramnya ia dapat melihat bahwa adanya sebuah pertarungan ditempat itu.


"Apa yang terjadi?" Ucap Rifki pelan dan hampir tidak terdengar sedikitpun.


Perlahan lahan pandangannya itu kini berubah menjadi menghitam dan pendengarannya terasa semakin sunyi dan senyap hingga tidak terdengar suara keributan itu, seketika itu juga kesadaran Rifki mulai menghilang dan dirinya jatuh pingsan karena efek dari obat bius yang diberikan oleh Theo.


Brakkk... Ciar...


Barang barang terdengar berjatuhan dengan kerasnya hingga membuat barang barang tersebut hancur berantakan, entah seberapa besar kerugian yang ditimbulkan oleh anggota Gengters tersebut, vas bunga yang tertata begitu rapi kini pecah dan hancur berantakan.


Tempat tersebut seakan akan habis terkena sebuah gempa bumi yang cukup keras bergoyang hingga tak ada yang tersisa didalam sana, heppy wedding kini berubah menjadi sad wedding.


Anggota Gengters seakan akan menikmati acara tersebut untuk merusak pernikahan antara Nadhira dan Rifki tersebut, meskipun dalam keadaan yang sedang bertarung dengan anggota Gengcobra akan tetapi mereka tak henti hentinya untuk terus merusak suasana ditempat itu.


Keributan itu membuat Nadhira tidak dapat menemukan keberadaan dari Rifki, ia berusaha untuk mencari keberadaannya akan tetapi dirinya sama sekali tidak menemukan kemana perginya Aryabima dan Haris membawanya pergi.


Melihat dirinya yang berada ditengah tengah perkelahian membuat Nadhira menarik nafas dalam dalam akan tetapi wajahnya terpancarkan sebuah kemarahan yang begitu besar dan kini tengah dipendamnya kepada anggota Gengters.


Nadhira tidak tinggal diam begitu saja, ia pun terus berlarian untuk mencari Rifki, ia takut terjadi sesuatu dengan Rifki yang tidak sadarkan diri itu, dengan gaun pengantin yang lebar ia berlarian diantara begitu banyak perkelahian.


"Kalian telah menimbulkan kemerahan didalam hatiku, aku tidak akan membiarkannya begitu saja!" Ucap Nadhira dengan tegasnya.


Nadhira pun melepas rok yang lebar tersebut begitu saja, dan gaun pengantin tersebut hanya tinggal atasannya sana sementara bawahnya Nadhira menggenakan celana panjang agar mampu untuk digunakan berkelahi.


Melihat pengantin wanita yang melakukan tindakan seperti itu membuat perhatian para tamu undangan yang tersisa ditempat itu begitu takjub dengan tindakan yang dilakukan oleh Nadhira.


"Pengantin wanitanya begitu hebat ya"


"Kenapa orang baik selalu bernasib seperti ini, padahal pemilik dari perusahaan Abriyanta Groub begitu sangat murah hati"


"Hebat sekali pengantin wanitanya"


Begitu banyak orang yang memuji apa yang dilakukan oleh Nadhira saat ini, Nadhira pun ikut serta melawan anggota Gengters bersama dengan anggota Gengcobra, Nadhira begitu murka disaat hari pernikahan yang ia nanti nantikan dengan mudahnya dihancurkan oleh Theo beserta anak buahnya.

__ADS_1


Nadhira bertarung dengan anggota Gengters dengan tangan kosong akan tetapi tenaganya jauh lebih kuat daripada anggota Gengters karena adanya Nimas yang ikut campur didalamnya sehingga tenaga yang dimiliki oleh Nadhira bertambah dua kali lipat lebih besar daripada asalnya.


Beberapa kali Nadhira mampu menjatuhkan anggota Gengters hanya dengan beberapa serangan saja, kelincahan Nadhira tidak bisa diragukan lagi karena dengan lincahnya Nadhira mampu untuk menyerang balik kearah mereka yang memiliki fisik lebih besar daripada Nadhira yang hanya seorang wanita.


Jarak Nadhira dan Theo kini hanya tinggal beberapa meter saja, melihat itu membuat Nadhira segera berlari kearahnya dan dengan emosinya dirinya pun menendang ke arah Theo dari belakang, karena kecepatannya itu membuat Theo tidak mampu untuk menghindari tendangan bebas dari Nadhira.


Memang Theo telah menerima tendangan bebas tersebut akan tetapi itu tidak cukup untuk membuatnya terjatuh diatas lantai bangunan tersebut dan tendangan Nadhira hanya membuatnya sedikit menjauh dari Nadhira.


"Kita bertemu lagi Dhira" Ucap Theo sambil membalikkan badan untuk menatap kearah Nadhira.


"Ngak usah basa basi lagi Theo, kenapa kau merusak acara pernikahanku!" Ucap Nadhira dengan menahan emosinya dihadapan Theo.


"Merusak pernikahanmu? Kau justru yang merusak hatiku Dhira"


"Omong kosong apa lagi yang kau ucapkan? Kau tidak memiliki hati Theo, kau justru hanya memiliki ambisi saja, dan tidak pantas untuk diberi hati"


"Hatiku telah kau hancurkan Dhira, jadi jangan salahkan aku jika kali ini aku melawanmu! Akan ku pastikan kau tidak akan bisa untuk menikah dengan Rifki, jika aku tidak bisa memilikimu maka Rifki sendiri juga tidak akan bisa melakukan itu"


"Kau jahat Theo! Cinta tidak bisa dipaksakan, jika dilihat kaulah justru yang mencoba untuk merusak hubunganku dengan Rifki selama ini! Kau ingin bertarung denganku sekarang juga Theo? Baiklah, akan aku ladeni dirimu sekarang juga".


Nadhira lalu menyerang kearah Theo begitu saja, sementara Theo yang menerima serangan Nadhira tiba tiba membuatnya terpaksa harus berada diposisi bertahan dari setiap serangan yang diberikan oleh Nadhira saat ini.


Theo merasa terkejut karena tenaga Nadhira yang jauh lebih besar daripada tenaga seorang wanita seperti biasanya, baru beberapa kali keduanya bertukar serangan dan hal itu menciptakan sebuah memar ditangan dan kaki Theo ketika digunakan untuk menangkis serangan Nadhira.


Gerakan Nadhira yang berubah ubah membuatnya tidak mudah untuk memecahkan disetiap gerakan tersebut hingga membuatnya kalah telak dari kecepatan yang dilakukan oleh Nadhira saat ini.


Theo melakukan gerakan yang sama disetiap menyerang kearah Nadhira dan hal itu membuat Nadhira begitu sangat mudah untuk memecahkan gerakan lawannya karena Rifki pernah berpesan kepadanya sebelumnya.


Jika melawan musuh yang lebih kuat daripada kita maka gunakanlah teknik untuk mengecohnya akan tetapi jangan gunakan cara yang sama untuk menyerangnya karena hal itu akan mudah untuk dipecahkan oleh musuhmu.


Gerakan lawan mampu dilihat melalui gerakan matanya, jika kau menemukan musuh yang terus melakukan gerakan yang sama maka cobalah untuk memecahkan jurus tersebut agar mampu untuk menumbangkan orang tersebut.


Jangan pernah gunakan gerakan atau teknik yang sama kepada musuh yang sama karena hal itu akan membahayakan kita sendiri sebagai musuhnya, jika musuh sudah mampu untuk memecahkan gerakan kita maka mereka akan dengan mudah untuk mengalahkan kita dengan teknik kita sendiri.


Didalam ilmu beladiri terdapat begitu banyak gerakan yang mampu untuk kita gunakan sebagai serangan atau hanya sekedar sebagai tangkisan, jika kita terus melakukan gerakan pukulan dan tendangan dengan teknik yang sama maka musuh akan lebih berhati hati dan mencoba untuk memecahkannya.


Jika pukulan lurusmu mampu untuk ditangkis, tendanganmu mampu untuk dihindari maka jangan lakukan hal yang sama, coba gunakan cara lain untuk dapat menumbangkan musuhmu bisa juga dengan pukulan miring sasarannya adalah tulang belikat ataupun pukulan keatas sasarannya adalah rahang.


Jika ingin menggunakan tendangan maka kecohlah musuhmu terlebih dahulu, ilmu beladiri adalah ilmu tipuan, sekali kali tipulah lawanmu dengan cara kau akan menyerang menggunakan kaki akan tetapi tanganmulah yang maju terlebih dahulu untuk mengecoh kefokusan musuh.


Akan begitu mudah untuk menumbangkan musuh yang sudah tidak memiliki titik ke fokusan, meskipun kita tidak pandai dalam beladiri akan tetapi dengan mengecoh musuh kita akan terlihat mampu ataupun hebat dalam beladiri.


Didalam ilmu beladiri tidak hanya dikenal dengan istilah serang, pukul, dan tangkis saja akan tetapi masih banyak teknik teknik tersendiri yang dimiliki didalam ilmu beladiri termasuk dengan hal tipuan.


Perlu diingat tipuan dalam ilmu beladiri bukanlah ucapan untuk berbohong ya, akan tetapi tipuan yang dimaksud disini adalah untuk mengecoh titik ke fokusan dari lawan!


Pendekar sejati bukanlah orang yang mampu mengalahkan banyak orang akan tetapi pendekar sejati adalah orang yang mampu untuk menyebar perdamaian dan saling tolong menolong tanpa membedakan suku, ras, agama dan golongan.


Siapapun orang itu, apapun kedudukannya, setinggi apapun derajadnya, jika tidak bisa menghargai yang lebih rendah dari dirinya, mereka tidak akan pernah dihargai oleh orang lain, tanamkan didalam hatimu bahwa kamu adalah pendekar dan cinta akan kedamaian.


Merendah untuk melangit, kita hanyalah tanah yang diberi nyawa dan suatu saat nanti akan kembali lagi ketanah, jangan pernah takut untuk melawan orang yang pandai dalam beladiri selama kita benar, dan gunakan teknik untuk mengecohnya.


Begitulah hal yang selalu diingat oleh Nadhira selama ini karena Rifki mengajarkan kepadanya tentang begitu banyak hal yang mampu membuatnya sama sekali tidak memiliki rasa takut untuk melawan siapapun asalkan diberada dijalan yang benar.


"Ilmu apa yang kau gunakan?" Tanya Theo sambil berusaha untuk menghindar dari serangan yang diberikan oleh Nadhira.


"Hati seorang wanita yang kau sakiti ini, akan dengan mudah untuk menghancurkan dirimu Theo" Ucap Nadhira.


Nadhira mengepalkan tangannya dengan sangat erat dihadapan Theo, ia tidak akan pernah membiarkan Theo berbuat semuanya ditempat ini, apalagi dirinya yang telah menghancurkan acara pernikahan Nadhira dan Rifki.

__ADS_1


kemurkaan didalam hati Nadhira tersimpan sangat rapi, yang ada dipikiran Nadhira saat ini adalah menghentikan apapun yang ingin dilakukan oleh Theo kepadanya dan juga Rifki.


__ADS_2