Cinta Terakhir Dalam Hidupku

Cinta Terakhir Dalam Hidupku
Penggombal yang handal


__ADS_3

Rifki langsung pulang kerumah Nadhira yang akan menjadi rumah barunya, jika mereka beli rumah baru akan sangat disayangkan kalau rumah itu akan kosong nantinya sehingga keduanya memutuskan untuk tinggal ditempat itu bersama sama.


Rifki telah sampai digerbang rumah tersebut dan menatap keramaian tempat itu yang perlahan lahan mulai sepi, hanya tersisa anggota Gengcobra dan beberapa warga desa yang sedang mengobrol dihalaman depan rumah tersebut.


Nadhira pun langsung bergegas untuk mendatangi Rifki ketika melihat kedatangan dari Rifki, Nadhira begitu bahagia ketika melihat Rifki yang baru saja datang, Nadhira pun ingin memeluk tubuh Rifki dan langsung ditahan begitu saja oleh Rifki.


"Jangan mendekat" Ucap Rifki.


"Kenapa?" Tanya Nadhira dengan cemberutnya.


"Bau tanah sayang, nanti bajumu ikut kotor, biar aku mandi dulu terus ganti baju ya" Jelas Rifki.


"Baiklah, buruan mandi sana"


"Ngak dianterin nih? Rumahnya begitu besar nanti kalau aku kesasar bagaimana?"


"Mana mungkin bisa kesasar dirumah ini"


"Bagaimana kalau aku salah masuk kamar? Terus aku salah masuk kekamar Bi Sari? Kan dia cantik juga"


"Baiklah aku antar" Ucap Nadhira dengan cepat.


"Nah gitu dong jadi istri yang baik"


Nadhira pun berjalan masuk kedalam rumahnya diikuti oleh Rifki dari belakangnya, keduanya pun menuju kekamar dilantai atas yakni kamar Nadhira, ketika mereka membuka kamar tersebut keduanya begitu terkejut dengan hiasan bunga yang ada didalam kamar tersebut.


"Sejak kapan mereka menghias kamarku seperti ini?" Tanya Nadhira sambil berguman.


"Hah? Apa sejak tadi kau tidak melihatnya?"


"Aku kan sama sekali belum masuk kekamarku Rif, sejak tadi aku ada dilantai bawah" Protes Nadhira.


"Sepertinya mereka sudah merencanakan segalanya untuk malam pertama kita Dhira, tapi sayang sekali malam pertama kita yang mereka harapkan ternyata adalah malam pemakaman Oma" Ucap Rifki yang langsung masuk kedalam kamar tersebut.


Nadhira hanya berdiam diri sambil menghela nafasnya ketika mendengarkan perkataan Rifki, ia pun ikut masuk kedalamnya sambil menutup pintu kamarnya tersebut.


"Mama sudah menyiapkan baju bajumu dilemari Rif, biar aku ambilkan" Ucap Nadhira lalu mendekat kearah lemarinya.


"Bagaimana kau bisa tau kalo Mama sudah menyiapkannya sayang?"


"Mama bilang sendiri tadi, dia masuk kekamarku".


Nadhira membuka lemari pakaiannya yang sudah tertata begitu rapi dan juga beberapa pakaiannya yang lama seakan akan sudah tidak ada disana, ia pun terkejut ketika melihat beberapa pakaian yang terlihat sangat kurang bahan, melihat itu membuat Rifki tertawa terbahak bahak.


"Pakaian siapa ini!" Sontak membuat Nadhira berteriak menyaksikan kejadian itu.


"Buahahaha... Mama tau aja keinginan dari anaknya" Rifki masih tetap tertawa melihat pakaian itu.


"Jadi ini permintaanmu?" Tanya Nadhira sambil menuding kearah Rifki.


"Ngak baik menunjuk suamimu seperti itu, ini bukan permintaanku Dhira, beneran deh" Ucap Rifki yang mulai menetralkan tawanya kembali.


"Lalu kenapa semua pakaianku jadi seperti ini?"


"Rencana mereka benar benar warbiasa, mungkin kebelet pengen punya cucu deh" Rifki mengeleng gelengkan kepalanya, "Coba kamu pake Dhira, pasti akan terlihat sangat cantik, tapi pakenya jangan diluar, hanya khusus buat aku saja"


"Siapa juga yang mau pake pakaian ini, kurang bahan, percumah kalo pake ini bukannya malah menutupi justru malah mengumbar nantinya" Nadhira mendengus kesal karena ucapan Rifki tersebut.


"Benar juga sih ucapanmu itu, lebih baik telanj*ng saja ya biar lebih leluasa nantinya untuk kita berdua memulai ritual sucinya"


"Otakmu sudah sangat tidak waras Rif" Ucap Nadhira sambil menyentuhkan punggung tangannya dikenang Rifki, "Pantas saja, kau sedikit demam"


"Ngak boleh berkata seperti itu kepada suamimu ini sayang ngak baik, ini semua karenamu sendiri Dhira, kau begitu menarik perhatianku dan juga hatiku selama ini" Ucapnya sambil mendekapkan kedua tangannya didadanya.


"Kapan aku menarik hatimu? Lagian itu tempatnya jantung bukan hati, hati itu dibawah paru paru sebelah kanan bukan dijantung"


"Eh salah ya? Maaf agak insomnia"


"Amnesia Rifki Chandra Abriyanta bukan insomnia"


"Kapan ganti namanya?"

__ADS_1


"Sejak jaman purba dulu, kenapa kau baru tau?"


"Berarti dirimu sudah tua dong? Kan kamu tau jaman purba, pasti sudah hidup sejak jaman purba, mangkanya paling tau daripada aku"


"Iya kenapa? Baru tau tentang diriku? Aku adalah reinkarnasi dari Ratu Majapahit asal kau tau, mestilah aku tau soal itu"


"Pantes saja kecantikanmu tiada duanya, dimataku kau begitu indah dan luar biasa cantiknya, sampai sampai aku ingin terus memandang wajahmu yang sangat cantik itu"


"Gombal banget sih nih anak, jadi kau menikah denganku hanya karena wajahku? Kalau aku jelek berarti ngak mau bersamaku? Emang ya good looking selalu didepan"


"Lebih tepatnya karena rohmu bahkan ragamu, kau orang yang sangat baik Dhira, kecantikan fisik hanya akan sampai ditanah tapi kecantikan hatimu akan membawamu ke jannah-Nya"


"Aku tidak sebaik yang kau pikirkan itu, kau hanya belum mengenalku lebih dalam" Nadhira tersipu malu dibuatnya.


Melihat sudah tidak ada lagi air mata dikedua mata Nadhira membuat Rifki merasa bahagia, ia harus bisa memberikan kenyamanan untuk Nadhira agar mampu mengiklankan kepergian dari Sarah yang tidak akan pernah kembali itu.


"Kalo begitu, aku siap membimbingmu sayang, kita akan bersama sama untuk menuju syurga-Nya hingga tidak akan ada yang bisa untuk memisahkan kita berdua, jika aku salah maka tegurlah aku tapi jangan kasar aku tidak suka wanita cantik sepertimu melakukan KDRT dan jika kamu salah maka aku akan membimbingmu dan bersama sama untuk membenahi diri sendiri"


"Sepertinya aku harus memberimu gelar Raja gombal deh Rif, selain CEO perusahaan Abriyanta kau juga seorang penggombal yang handal"


"Aku bisa jadi apa saja yang kau inginkan, Aku serius dengan ucapanku bukan hanya gombalan belaka saja Dhira, sangat sangat serius"


"Lalu bagaimana jika kalau kau yang melakukan KDRT kepadaku nantinya? Apa aku diam saja?"


"Lebih baik aku memotong tanganku sendiri dan membakarnya daripada harus melakukan hal itu kepada seorang wanita, aku tidak suka melihat seseorang berbuat kasar dengan wanita, marah boleh tapi kasar jangan, kita akan hadapi bersama sama dan jangan ada kekerasan diantara kita, jika aku salah bilang ya"


"Kau tau? Itulah yang membuatku sangat cinta kepadamu Rif, kau berbeda dari yang lainnya, dan aku tidak ingin ada seorang pun yang berani mencelakakan dirimu"


"Tapi berjanjilah jangan melakukan tindakan dengan gegabah lagi, aku tidak suka jika melihatmu terluka Dhira, jangan salahkan aku jika aku mencelakakan orang yang telah mencelakaimu"


"Sudah ah, sana buruan ganti pakaianmu, semakin malam nanti semakin dingin udaranya, aku tidak mau kalau kau sakit"


"Baiklah sayang"


Nadhira pun memberikan pakaian untuk Rifki, Rifki lalu mengambil pakaian tersebut dari tangan Nadhira dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari tanah liat yang ada dikuburan yang menempel pada bajunya.


Nadhira menunggu Rifki membersihkan tubuhnya sambil duduk ditepi kasur tidurnya, ia pun menatap sekeliling ruang kamarnya tersebut yang dihiasi begitu indah, entah kenapa mereka tau bahwa Rifki dan Nadhira akan tidur dikamar itu.


Tak beberapa lama kemudian Rifki keluar dari dalam kamar mandi dan sudah berganti pakaian yang bersih sekaligus wangi, ia pun duduk disebelah Nadhira yang saat ini tengah melamun entah apa yang dilamunkan olehnya itu.


"Sejak kapan kau ada disini?" Tanya Nadhira yang terkejut karena Rifki sudah duduk disebelahnya.


"Sudah dari tadi, kenapa melamun begitu? Ini sudah larut malam sebaiknya kau tidur, atau kau mau melakukannya sekarang?"


"Melakukan apa?" Tanya Nadhira sambil bergidik ngeri membayangkannya.


Nadhira pun gemetaran dilihat oleh Rifki dengan cara seperti itu dan Rifki dengan santainya Rifki menjawab pertanyaan Nadhira, "Seperti tujuan dari hiasan kamar inilah, lalu apa lagi? Bukankah ini terlihat sangat indah dan romantis?"


"Ngak, aku belum siap untuk malam ini Rif"


"Aku hanya bercanda Dhira, lagian bagaimana mungkin kita melakukannya sekarang apalagi masih dalam suasana duka seperti ini, sudah tidurlah aku mau kedepan bersama anggota Gengcobra"


"Kau mau meninggalkan aku sendirian begitu? Jangan tinggalkan aku Rif, aku tidak mau ditinggal sendirian seperti ini"


"Hem? Aku hanya kedepan Dhira untuk menemui anak anak Gengcobra bukan meninggalkan dirimu, apa perlu aku menyanyikan lagu nina bobok untukmu sayang? Biar kau bisa tidur nyenyak malam ini" Tanya Rifki dengan nada menggoda Nadhira.


Mendengar godaan tersebut membuat kedua pipi Nadhira langsung berubah warna menjadi merah tomat diikuti oleh sensasi hangat dikedua pipinya itu, godaan tersebut seketika membuat Nadhira tersipu malu dibuatnya.


"Ngak, pergi saja sana"


"Jadi ngusir nih? Ya sudah kalo begitu aku tetap dikamar saja lah, daripada mengambil resiko yang sangat berbahaya"


"Siapa yang mau mengusirmu? Katanya kau ingin bergabung dengan anggota Gengcobra diluar? Ya sana pergi untuk bergabung dengan teman temanmu itu, jangan pedulikan aku"


"Ngak jadi".


"Kenapa?"


"Maunya deket kamu terus, ngak mau menjauh darimu sedetikpun malam ini"


Rifki pun lalu mengangkat tubuh Nadhira dan membaringkannya diatas kasur secara perlahan lahan, setelah itu dirinya pun ikut berbaling disamping Nadhira, ia pun memakaikan sebuah selimut untuk menutupi tubuh keduanya.

__ADS_1


"Sudah tidur, ini sudah malam"


"Pemaksaan sekali, kenapa tiba tiba ngak jadi keluar bersama anak buahmu itu" Gerutu Nadhira.


"Karena aku ingin bersama dengan istri baruku malam ini" Ucap Rifki sambil menggerakkan tangannya untuk menjadi bantalan bagi Nadhira.


Rifki pun mendekatkan bibirnya dileher Nadhira dan memeluk Nadhira bagaikan sebuah guling, merasakan itu membuat Nadhira merasa geli hingga membuat tubuhnya gemetaran didalam dekapan suami barunya itu.


"Aku sudah sangat ngantuk Dhira, kau pasti juga sangat kelelahan kan karena belum istirahat sama sekali, ayo tidur ini sudah larut malam" Ucap Rifki pelan tapi terdengar jelas karena Rifki berbicara didekat telinganya.


"Aku tidak bisa tidur Rif"


"Kenapa? Apa kau belum mengantuk?"


"Ngak tau kenapa, aku merasa tidak bisa tidur saja malam ini, padahal aku ingin sekali tidur tapi tetap saja tidak bisa".


"Tidurlah, besok pagi kita akan bermain cukup lama, kau pasti akan kelelahan nantinya jika tidak tidur".


"Aku tidak bisa Rif, aku belum ngantuk"


"Baiklah, aku akan menyanyikan lagu nina bobok untukmu sayang"


Rifki pun bernyanyi dengan nada pelan dan halus ditelinga Nadhira, Nadhira sangat menikmati suara merdunya itu hingga membuatnya merasa jauh lebih tenang daripada sebelumnya.


Setelah menyanyikan lagu itu rasanya Rifki sudah mulai tertidur dengan sendirinya, dapat Nadhira ketahui melalui pernafasannya yang lebih tenang dan sedikit ringan itu daripada sebelumnya.


"Dia sudah tertidur? Cepet banget tidurnya" Guman Nadhira sambil menatap wajah Rifki.


Nadhira memperhatikan wajah suaminya dengan sangat dekatnya, dirinya belum pernah menatapnya dengan sangat dekat seperti ini sebelumnya, wajah tersebut terlihat menyimpan begitu banyak kedamaian untuk Nadhira.


Nadhira yang memperhatikannya diam diam itupun menggerakkan tangannya untuk mengusap pelan wajah Rifki yang tertidur dengan sangat pulasnya itu, ia tidak menyangka bahwa Rifki telah menjadi suaminya saat ini dan selamanya.


"Tidurlah yang nyenyak sayang" Ucap Nadhira sambil mengecup pipi Rifki.


Entah sejak kapan Nadhira ikut tertidur dengan sangat nyenyaknya bersama dengan Rifki, keduanya pun terlelap dalam mimpi mereka masing masing, ketika waktu menunjukkan pukul 4 pagi, Rifki membuka kedua matanya dan mendapati bahwa Nadhira masih terlelap.


Rifki pun merenggangkan otot ototnya, ia tersenyum tipis sambil memandangi tubuh istrinya itu dan dirinya pun menunjuk nunjuk hidung Nadhira yang sedang tertidur pulas.


Nadhira yang sedang terlelap dalam tidurnya itu pun merasa sangat terganggu oleh apa yang dilakukan Rifki kepadanya, merasakan bahwa Nadhira terganggu membuat Rifki tidak berhenti untuk terus menganggunya.


"Aku masih ngantuk Bu, biarkan aku tidur sebentar lagi" Ucap Nadhira sambil menggeliat karena rasa mengantuknya pagi ini.


"Aku bukan Ibumu, apa kau lupa dengan suamimu ini hem?" Tanya Rifki dengan cemberutnya dan sesekali memainkan hidung Nadhira.


"Biarkan aku tidur beberapa saat lagi" Nadhira menepis tangan Rifki itu.


"Bangun! Sudah subuh Dhira, ayo sholat!" Ucap Rifki sambil mengoyang goyangkan tubuh Nadhira.


Nadhira terlalu nyenyak dimalam ini, didalam dekapan suaminya dirinya mampu tertidur dengan sangat nyaman, apalagi bau tubuhnya yang membuat dirinya merasa lebih rileks.


Nadhira sama sekali tidak mempedulikan ucapan Rifki dan lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya yang nyenyak itu, Rifki pun segera memasukkan tangannya untuk merabah gundukkan suci milik Nadhira agar Nadhira segera bangun.


Merasakan itu membuat Nadhira langsung membuka kedua matanya dan memukul tangan Rifki setelah Nadhira menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya itu, hal yang dilakukan oleh Nadhira tersebut membuat Rifki terkekeh melihatnya.


"Kau mes*m!" Ucap Nadhira reflek.


"Kenapa tidak? Salah sendiri dibangunin untuk sholat subuh ngak bangun bangun, buruan mandi sana ganti baju yang bersih setelah itu kita sholat subuh berjamaah, aku tunggu" Ucap Rifki.


"Iya ya, kalo ngak bangun juga sekarang, mau aku makan juga saat ini?".


"Emang aku daging panggang yang siap disajikan? Seenaknya aja kau makan"


"Kamu kan sudah menjadi istri sah saya Tuan Putri, jadi saya bebas untuk melakukan apapun kepadamu sayang, termasuk juga dengan memangsamu dan menerkammu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sambil menunggu up nya Author yuk mampir dikarya yang satu ini, bagus deh


Blurb:


Rani Yuliana harus merasakan kepedihan berumah tangga saat sang mertua ikut tinggal bersama mereka. Apalagi saat itu kondisi Ilham Hadiwijaya sedang tidak bekerja karena terkena PHK. Setiap hari Bu Rumiati memperlakukan Rani seperti seorang pembantu. Apalagi di luar sana Ilham juga selingkuh dari Rani.

__ADS_1


Apakah Rani bisa mempertahankan rumah tangganya?



__ADS_2