
Nadhira tetap melanjutkan serangannya kepada Theo dan hal itu membuat Theo semakin tidak mampu untuk menyeimbangi kecepatan yang dilakukan oleh Nadhira itu, beberapa saat kemudian akhirnya Nadhira mampu untuk menumbangkan Theo.
"Bagun!" Teriak Nadhira, "Kau telah mencari masalah dengan orang yang salah".
Nadhira langsung menarik kerah baju Theo untuk menariknya berdiri dengan tatapan yang penuh kebencian, Theo justru tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Nadhira kepadanya.
Plakk...
Tawa tersebut langsung membuat Nadhira segera menamparnya dengan sangat keras, tawa itu membuat Nadhira semakin geram hingga dirinya sendiri pun tidak sadar dengan apa yang ia lakukan kepada Theo saat ini.
Tamparan Nadhira itu terlalu keras hingga membuat ujung bibir Theo sobek dan mengeluarkan darah, Theo yang merasakan perih langsung menggerakkan tangannya untuk mengusap darah yang ada diujung bibirnya tersenyum.
"Kau sangat kasar sekali kepadaku Dhira"
"Kau bilang apa? Kau tidak akan membiarkan aku dan Rifki bersama? Kau tidak akan pernah bisa untuk mencegah kami bersama!"
"Anggota Gengters tidak akan membiarkan hal itu Dhira, cintaku kau lenyapkan maka hanya tinggal kebencian yang ada dihatiku untukmu!"
Tanpa aba aba Theo langsung bertindak hingga membuat Nadhira kewalahan, ia pun mencoba untuk melepaskan diri dari pegangan tangan nadhira, Theo juga memukul pundak nadhira dengan sangat keras agar pegangan tangan nadhira mampu untuk dirinya lepaskan.
Ketika pegangan tangan itu sudah terlepas dari baju Theo, Theo tertawa kepada Nadhira yang saat ini sedang menggeram kesakitan dengan apa yang dilakukan olehnya, Theo pun langsung berlari untuk menjauh dari Nadhira.
"THEO! Mau lari kemana kamu!" Teriak Nadhira.
Nadhira pun mencoba untuk terus mengejar Theo akan tetapi tiba tiba dirinya dihadang oleh anak buah Theo dan langsung menyerang kearahnya hingga membuatnya nadhira begitu kewalahan, melihat itu para anggota Gengcobra segera membantu Nadhira untuk melawan mereka.
Anggota Gengcobra memutari Nadhira dengan cara membelakanginya agar anggota Gengters tidak mampu untuk menyentuhnya, mereka pun mengambil alih untuk menjadi lawan dari anggota Gengters.
"Dhira, kami akan melindungimu" Ucap salah satu anggota Gengcobra yang bernama Fajar.
Fajar adalah teman sekolah nadhira sebelumnya, sehingga membuatnya memanggil Nadhira hanya dengan sebutan nama saja, meskipun kini dirinya tau bahwa Tuan Muda nya akan menikah dengan Nadhira.
"Hati hati" Ucap Nadhira.
"Kau tenang saja Dhira".
Nadhira pun kembali berada ditengah tengah pertarungan itu, meskipun Nadhira hebat dalam beladiri akan tetapi anggota Gengcobra tetap menjaganya agar tidak ada anggota Gengters yang melukainya.
"Jangan biarkan ada yang lolos! Lumpuhkan mereka semua tanpa ada yang tersisa!" Perintah Nadhira kepada anggota Gengcobra.
"Baik Nona Muda!" Jawab mereka serempak setelah mendengar teriakan dari Nadhira.
Nadhira menatap kearah sekitarnya untuk mencari tahu keberadaan dari Theo, hanya Theo yang bisa menghentikan tindakan bodoh yang dilakukan oleh anak buahnya itu, Nadhira ingin sekali memukulinya saat ini karena amarah yang ada didalam hatinya.
Ketika Nadhira hendak melangkah mendekat kearah Theo, tiba tiba tubuh Fajar terpental hingga terbaring dihadapan Nadhira, melihat itu membuat Nadhira langsung membantunya untuk berdiri.
"Kau tidak apa apa?" Tanya Nadhira.
"Dhira, sebaiknya kau pergi dari sini bersama dengan kedua orang tua Rifki, kau kini tengah diincar oleh Theo dan anggotanya" Ucap Fajar.
"Dimana Rifki?"
"Dia dibawa keruangan belakang dan dijaga sangat ketat saat ini, cepatlah kesana Dhira" Bisik Fajar.
"Lalu bagaimana dengan kalian yang ada disini?"
"Jangan pedulikan itu Dhira, cepatlah pergi biar kami yang atasi semuanya disini, kau tidak perlu khawatir soal itu, Omamu dan yang lainnya sudah diungsikan".
"Baiklah kalau begitu, hati hati".
Nadhira segera bergegas pergi ketempat dimana Fajar menunjukkan arah kepadanya, Fajar langsung bergegas untuk menggalang anggota Gengters untuk mengejar Nadhira, kepergian Nadhira dari tempat itu membuat anggota Gengters langsung berusaha untuk menangkapnya akan tetapi segera dihadang oleh anggota Gengcobra.
Nadhira segera menuju kearah tersebut dengan diikuti oleh Vano karena dirinya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Nadhira, Nadhira menuju ketempat dimana Rifki berada untuk bergabung bersama dengan Rifki dan yang lainnya, sesampainya disana dirinya langsung disambut oleh beberapa anggota Gengcobra.
"Rifki dimana?" Tanya Nadhira kepada para anggota Gengcobra.
"Dia ada didalam Nona Muda dan masih belum sadarkan diri sampai saat ini"
"Apakah kalian membiarkannya sendiri ha? Kenapa tidak ada yang menjaga didalam sana?" Ucap Nadhira yang panik.
"Maafkan kami Nona Muda, didalam masih ada Tuan Besar yang belum keluar sampai sekarang"
__ADS_1
"Kakek Arya ada didalam?"
"Iya Nona Muda, dia sedang menjaga Tuan Muda"
"Apa yang terjadi dengannya? Kenapa bisa dia tidak sadarkan diri seperti itu?" Tanya Nadhira dengan nada yang sedikit lebih pelan daripada sebelumnya.
"Kami tidak mengetahuinya Nona Muda, Tuan Besar tidak memberitahu hal itu kepada kami, dia bilang bahwa Tuan Muda hanya tidak sadarkan diri saja".
"Baiklah kalau seperti itu, kalian lebih tingkatkan keamanan lagi disini, jangan biarkan siapapun masuk, tanpa terkecuali sedikitpun itu, meskipun orang itu sangat kalian kenali, aku tidak mau ada yang masuk ataupun menganggu Rifki"
"Baik Nona Muda"
Belum sempat Nadhira melangkah akan tetapi tiba tiba Aryabima keluar dari kamar tersebut, Nadhira pun segera bergegas untuk menemuinya dan menanyakan tentang keadaan Rifki saat ini.
"Kek, apa yang terjadi dengan Rifki? Apakah Rifki sudah sadarkan diri sekarang?" Tanya Nadhira dengan cemasnya.
"Dia hanya terkena obat bius saja Nak, Kakek tidak tau kapan dia akan sadarkan diri"
"Kenapa bisa begitu?"
"Seseorang menancapkan sebuah jarum kecil dipunggungnya tanpa sepengetahuan banyak orang, dan jarum itu terdapat obat bius yang cukup kuat, Kakek belum pernah melihat obat bius seperti itu sebelumnya".
"Apakah dia akan baik baik saja Kek? Dhira takut terjadi sesuatu dengan dirinya Kek"
"Tenanglah, dia sedang istirahat didalam sekarang, meskipun belum sadarkan diri karena obat itu".
"Dhira mau melihatnya Kek, apa boleh?".
"Masuklah, dia ada didalam"
"Iya Kek".
Nadhira segera bergegas masuk kedalam kamar tersebut untuk memeriksa keadaan Rifki saat ini, ia merasa begitu khawatir dengan Rifki yang masih belum sadarkan diri meskipun Aryabima telah menenangkan dirinya itu.
"Dimana Rifki" Ucap Nadhira dengan khawatir ketika sampai dikamar tersebut akan tetapi dirinya sama sekali tidak menemukan keberadaan dari Rifki.
Nadhira pun bergegas memutari kamar tersebut untuk menemukan keberadaan dari Rifki, ia pun memeriksa kamar mandi yang ada ditempat itu mungkin saja Rifki sudah sadarkan diri dan sedang berada didalam kamar mandi.
Akan tetapi Nadhira sama sekali tidak menemukan keberadaannya, kasur tersebut juga terlihat berantakan seperti ada seseorang yang telah membawa Rifki kabur dengan paksaan, ia pun memeriksa kearah cendela, dan Nadhira begitu terkejut ketika melihat cendela itu sudah terbuka.
Sang pemilik nama yang mendengar namanya dipanggil membuatnya langsung bergegas untuk masuk kedalam ruangan itu, ia takut terjadi sesuatu dengan Nadhira dan Rifki didalam sana.
Melihat Vano yang tergesa gesa membuat anggota Gengcobra yang berjaga ditempat itu juga ikut serta untuk masuk kedalam kamar itu untuk memeriksanya entah mengapa Nadhira tiba tiba berteriak seperti itu.
"Dimana Rifki?" Tanya Nadhira dengan paniknya ketika melihat Vano berlarian kearahnya.
"Tuan Muda tidak ada dikamar?" Tanya salah satu anggota Gengcobra.
"APA KAU LIHAT DIA ADA DISINI HA! Untuk apa aku berteriak jika dia ada didalam sini!" Bentak Nadhira kepada anggota Gengcobra.
Mendengar keribuatan itu membuat yang lainnya yang sedang berada dikamar yang berbeda segera berlarian untuk mendatangi Nadhira yang telah membentak anggota Gengcobra saat ini.
"Ada apa Nak? Kenapa ribut ribut seperti itu disini" Tanya Putri kepada Nadhira ketika dirinya sampai dikamar tersebut.
"Rifki menghilang Ma, dia tidak ada dikamar ini" Jawab Nadhira yang sudah menganggap Putri sebagai Mamanya.
"Apa! Kenapa bisa!"
"Cepat cari Rifki sekarang juga! Segera temukan dirinya dan jangan sampai terjadi sesuatu dengan dia" Ucap Haris memberi perintah.
"Baik Tuan!" Jawab mereka serempak.
"Apa jangan jangan Rifki diculik Pa? Dhira sangat takut terjadi sesuatu dengan dirinya Pa" Ucap Nadhira.
"Tenanglah Nak, kita semua akan mencarinya, kita harus segera menemukan secepat mungkin, jangan sampai ada yang berniat buruk kepadanya"
Nadhira sendiri yang mendengar ucapan Haris langsung melompat begitu saja melalui cendela tersebut hingga membuat semua orang berteriak ketika melihat aksi yang dilakukan oleh Nadhira.
"Dhira, kau mau kemana! Jangan keluar, diluar sangat bahaya" Teriak Putri.
Tanpa mempedulikan tentang apapun yang akan terjadi kepada dirinya, Nadhira melompat begitu saja melalui cendela tersebut dan Nadhira mendarat dengan selamat di rerumputan yang ada diluar bangunan tersebut.
__ADS_1
"Mencari Rifki Ma, apapun akan Dhira lakukan, demi Rifki" Ucap Nadhira setelah dirinya selesai mendarat di rerumputan.
Melihat kepergian Nadhira dari cendela tersebut membuat semuanya langsung keluar dari kamar tersebut untuk mencari keberadaan dari Rifki, semua orang seakan akan terlihat seperti sekumpulan semut yang sedang mencari gula.
Begitu ramai orang yang sedang mencari Rifki dan juga ramai orang yang sedang bertarung ditempat itu, gedung yang dihias indah kini terlihat sangat menakutkan dan penuh dengan pecahan kaca yang tajam ditempat itu.
"Ibu apa yang terjadi?" Tanya Fika kepada Bi Ira yang saat ini tengah berada didalam kamar yang lain.
Ketika penyerangan itu terjadi beberapa anggota Gengcobra segera mengungsikan keluarga Nadhira agar mereka tidak terlibat dalam pertarungan itu karena mereka yakin bahwa keluarga Nadhira tidak bisa untuk beladiri dan mereka khawatir kalau terjadi sesuatu dengan keluarga Nadhira.
"Sepertinya telah terjadi penyerangan antara anggota geng ditempat ini" Ucap Bi Ira dengan khawatirnya akan tetapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa.
"Lalu bagaimana dengan Kak Dhira? Dia pasti dalam bahaya saat ini, Fika takut Ibu".
"Semoga semuanya baik baik saja, mereka bilang kalau pengantin sudah diamankan sekarang dan mereka akan menyelesaikan semuanya".
"Fika hanya khawatir Bu, Fika takut terjadi sesuatu dengan Kak Dhira"
"Kita berdoa saja ya" Dan ucapan itu langsung dibalas anggukan oleh Fika.
Mereka pun berhadap bahwa Nadhira dan yang lainnya akan baik baik saja, kenapa ujian yang dilalui oleh keduanya begitu sangat besar, bahkan untuk bersatu saja akan terasa begitu sulit.
*****
Setelah kepergian Aryabima dari kamar tersebut, dengan diam diam Theo beserta anggotanya masuk kedalam kamar itu dan mengangkat tubuh Rifki dan membawanya pergi dari tempat itu.
Theo tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi, ia berencana untuk mencelakai Rifki disaat Rifki tidak sadarkan diri seperti ini karena disaat Rifki sudah sadar dirinya tidak akan mampu untuk mengalahkan kekuatan ilmu beladiri yang dimiliki oleh Rifki.
Sebelumnya Nadhira masuk kedalam kamar tersebut, Theo dan anak buahnya sudah berhasil untuk membawa Rifki keluar dari tempat itu melewati sebuah cendela, dengan ketakutannya ia lupa untuk menutup kembali cendela tersebut.
"Cepat ikat dia" Ucap Theo.
Anak buah Theo langsung bergegas untuk mengambil sebuah tali yang cukup besar dan mengikat tubuh Rifki, mereka juga menutup mulut Rifki menggunakan kain meskipun Rifki kini masih belum sadarkan diri dari obat bius itu.
Mendengar teriakan Nadhira membuat Theo dan anak buahnya segera membawa Rifki untuk bersembunyi karena ia yakin bahwa anak buah Rifki akan segera mencarinya ketika mengetahui bahwa Rifki sudah tidak ada dikamar itu.
"Cepat cari Mereka! Apapun yang terjadi cepat temukan mereka semua!" Ucap Nadhira memerintahkan anggota Gengcobra untuk mencarinya.
"Baik Nona Muda" Jawab mereka.
Theo yang mendengar suara tersebut berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengeluarkan suara agar Nadhira dan anggota Gengcobra tidak mengetahui keberadaan dari Rifki yang saat ini ia sembunyikan bersama dengan dirinya.
Theo menempelkan telunjuknya diujung bibirnya untuk membuat anak buahnya tidak bersuara, sementara anak buah Theo yang lainnya masih disibukkan dengan pertarungan melawan anggota Gengcobra.
Theo merasa tidak aman saat ini karena Nadhira sendiri yang memimpin anak buah Rifki saat ini, anggota Gengcobra kini tengah memutari gedung tersebut karena Nadhira yakin bahwa orang yang telah menculik Rifki masih berada didalam gedung tersebut dan belum keluar.
"Kalian cari disana sampai dapat, kalau tidak ketemu aku akan menghukum kalian dengan berat, aku akan kemari" Ucap Nadhira sambil menunjuk kearah yang berlawanan.
"Tapi Nona Muda, apakah anda akan mencarinya sendirian? Biarkan sebagai dari kami menemani Nona Muda"
"Itu tidak penting, cepat temukan Rifki apapun keadaannya saat ini, keselamatan Rifki jauh lebih penting daripada diriku"
"Baik Nona Muda"
Nadhira merasa bahwa Rifki masih berada disekitar tempat itu, Nadhira dengan langkah pelannya semakin lama semakin mendekati tempat dimana Theo yang sedang bersembunyi sambil membawa Rifki yang telah dirinya ikat dengan sangat eratnya.
Langkah demi langkah yang Nadhira lakukan semakin membuat Theo merasa sangat gelisah, ia takut kalau dirinya sampai tertangkap oleh Nadhira ataupun anggota Gengcobra karena dia tidak akan mampu untuk menghadapi mereka.
Bukankah tindakan yang dia lakukan akan terlihat seperti Theo ingin bunuh dirinya sendiri ditangan anggota Gengcobra? Akan tetapi tujuannya adalah untuk melenyapkan Rifki agar Rifki tidak dapat untuk memiliki Nadhira orang yang dicintainya.
"Kemana lagi kau akan membawanya lari Theo? Kau tidak akan bisa melakukan itu kepada Rifkiku" Ucap Nadhira asal asalan hingga membuat Theo terlihat sedikit panik akan tetapi dirinya mencoba untuk menjadi setenang mungkin.
Anak buah Theo yang saat ini sedang bersamanya terlihat sangat gugup, ia takut kalau Nadhira benar benar melihat keduanya saat ini, tatapan tajam dari Theo seakan akan mengintimidasinya sehingga dirinya tidak mampu untuk berbuat apa apa dengan rasa takutnya itu.
Theo dan anak buahnya kini terlihat sedang menahan nafasnya agar Nadhira tidak mencurigai tempat dimana dirinya tengah bersembunyi saat ini, langkah kaki Nadhira yang semakin mendekat membuatnya semakin menahan nafasnya.
Nadhira sendiri pun sedang melihat sekelilingnya dengan teliti untuk mencari tau keberadaan dari Theo yang sedang menculik Rifki dari pernikahannya itu, ketika dirinya akan mencapai tempat dimana Theo berada, tiba tiba seseorang berteriak.
"Tolong selamatkan Tuan Muda!"
Mendengar teriakan itu membuat Nadhira langsung menoleh kearah anggota Gengters yang sedang berlari sambil membawa seseorang yang tengah dimasukkan kedalam karung, hal itu membuat Nadhira berlari kearahnya.
__ADS_1
Anggota Gengcobra pun langsung mengejar anggota Gengters yang membawa seseorang dengan memasukkan orang tersebut kedalam karung beras dan mereka mengira bahwa itu adalah Rifki karena Rifki adalah incaran mereka saat ini.
Melihat kepergian dari Nadhira dan yang lainnya membuat Theo mampu bernafas dengan leganya, ia pun segera mengangkat tubuh Rifki bersama dengan anak buahnya untuk pergi dari tempat tersebut dan mencari tempat persembunyian lainnya.