Cinta Terakhir Dalam Hidupku

Cinta Terakhir Dalam Hidupku
Fakta yang sebenarnya


__ADS_3

Melihat tatapan yang diberikan oleh Rifki kepada dirinya membuat Nadhira merasa begitu malu saat ini, apalagi dengan nada yang begitu menalir dengan alunan yang sangat lembut yang membuat jantung Nadhira seakan akan berdegup kencang.


"Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri" Ucap Nadhira yang salting dengan apa yang dilakukan oleh Rifki hingga membuatnya membuang pandangan.


"Aku tidak akan melakukan itu, aku akan membawamu untuk mengobati lukamu itu".


"Apa kau ingin aku membunuhmu sekarang juga! Cepat turunkan aku sekarang Rifki!"


"Maka itu jauh lebih baik bukan? Kau bisa mencapai keinginanmu dan aku bisa menagih ucapanmu, hanya kau yang berhak untuk membunuhku Dhira bukan orang lain".


"Kau sangat keras kepala sekali Rif, aku masih sanggup untuk berjalan sendiri, aku sama sekali tidak butuh bantuanmu".


"Kau pun sama keras kepalanya Dhira, lain kali jangan lakukan itu, aku tidak ingin kau terluka hanya karena menyelamatkan diriku".


"Aku akan terus melakukan itu karena kau masih memiliki hutang nyawa denganku, dan aku akan menagihnya suatu saat nanti".


"Baiklah, kau bebas mengambil nyawaku kapan saja kalau kau mau".


Nadhira tidak bisa berkata kata lagi, ia pun menempelkan kepalanya kepada dada bidang Rifki dengan perlahan dan tangan yang memegangi leher Rifki pun terlepas secara perlahan lahan.


Tanpa Rifki sadari bahwa kini Nadhira sudah tidak sadarkan diri karena kelelahan, apalagi dirinya yang kini hanya memiliki satu ginjal saja dan hal itu membuat pergerakannya begitu terbatas dan sangat mudah untuk kelelahan.


"Dhira, kau kenapa?"


Rifki pun terkejut ketika melihat Nadhira sudah tidak sadarkan diri saat ini, dan melepaskan pegangannya dari leher Rifki, Rifki pun panik dengan apa yang terjadi kepada Nadhira.


Tiba tiba seseorang merebut Nadhira dari gendongan Rifki begitu saja, Rifki hanya bisa mengepalkan tangannya dengan perlahan melihat siapa yang saat ini sedang menggendong Nadhira.


"Kau apakan Nadhira? Kenapa dia bisa tidak sadarkan diri seperti ini?" Tanya orang itu yang tidak lain adalah Theo.


"Aku tidak tau" Jawab Rifki.


"Mulai sekarang jangan menyentuh Nadhira lagi, kau hanya menyakitinya saja Rifki, Nadhira adalah milikku dan kau tidak berhak atas dirinya".


Tanpa menunggu jawaban dari Rifki, Theo segera membawa Nadhira pergi dari tempat itu, sementara Rifki tidak mampu untuk menghentikannya begitu saja, ia pun hanya mampu menatap kepergian Theo yang sedang menggendong Nadhira dalam diamnya.


"Kau benar, aku memang hanya bisa menyakiti hati Nadhira saja selama ini, Nadhira akan terus terluka jika berada disampingku, aku memang laki laki yang tidak mempunyai perasaan, maafkan aku Dhira, maafkan aku" Ucap Rifki dengan nada sedih dan terus menyalahkan dirinya sendiri.


Rifki tetap berdiri pada tempatnya saat ini sampai bayangan Theo tidak lagi dapat terlihat olehnya, Theo membawa Nadhira pergi dari tempat itu begitu saja, dan hal itu seketika membuat hati Rifki menjadi perih bagaikan tersayat sayat oleh sembilu.


"Gadis yang malang" Ucap Syaqila yang tiba tiba berada didekat Rifki.


Rifki hanya membuang muka dari hadapan Syaqila, semua ini adalah perbuatan dari keluarga Syaqila yang menyebabkan Nadhira tidak sadarkan diri, Rifki pun mengepalkan tangannya dengan apa yang dilakukan oleh Syaqila.


"Ingat, nyawa Mamamu berada ditanganku, energi dari keris pusaka xingsi itu tidak akan berpengaruh kepadaku, dan kau tidak akan mampu menggunakan keris pusaka xingsi itu untuk melawanku Rifki".


"Maksudmu apa? Apa yang kau inginkan sebenarnya dariku? Kenapa kau memanfaatkan Mamaku".


"Serahkan keris pusaka xingsi itu kepadaku, aku hanya menginginkan keris pusaka itu, kau tidak berhak untuk memilikinya".


"Tidak akan pernah, aku akan melindungi keris pusaka xingsi ini dengan seluruh hidupku, aku tidak akan membiarkan kekuatan keris pusaka xingsi jatuh kepada wanita licik seperti dirimu".


"Baiklah, kita lihat saja nanti, sampai kapan kau akan mampu untuk melindunginya dariku".


"Siapa kau sebenarnya!".


"Kau tidak akan sanggup untuk melihat sosok diriku yang sebenarnya, kau hanyalah seorang anak kecil bagiku Rifki, untuk mengalahkanmu begitu mudah bagiku" Dan perkataan itu seketika membuat Rifki mengepalkan kedua tangannya dengan sangat eratnya.


Syaqila mengeluarkan sebuah aura kemerahan yang lebih pekat daripada aura permata iblis yang ada didalam tubuh Nadhira itu, aura itu keluar dari dalam tubuhnya dan hanya mampu dilihat oleh Rifki saja, melihat itu membuat Rifki begitu sangat terkejut, bagaimana mungkin Syaqila bisa memiliki aura yang mengerikan seperti itu.


"Permata abadi!" Ucap Rifki yang begitu terkejut.


Permata abadi adalah sebuah permata yang tercipta dari kejahatan dan penyembahan terhadap mahluk astral yang sangat kuat, hanya dengan jalan jahat seseorang akan mendapatkan permata seperti itu, dan bahkan kesaktiannya melebihi kekuatan dari keris pusaka xingsi.


Konon katanya keris pusaka xingsi hanya memiliki kekuatan sebanyak 25 persen, sementara permata abadi memiliki kekuatan 75 persen, akan tetapi jika keduanya digabungkan maka akan tercipta kekuatan yang cukup besar.


Seseorang bisa hidup ratusan tahun dengan permata abadi, oleh karena itu permata itu disebut dengan permata abadi, mereka juga akan memiliki tingkat hipnotis yang cukup luar biasa akan tetapi hipnotis itu tidak akan berlaku jika dihadapan keris pusaka xingsi oleh karena itu ia ingin memiliki keris pusaka xingsi tersebut.

__ADS_1


Dan permata abadi mampu untuk membuat seseorang mempertahankan wajah cantiknya meskipun mereka telah hidup berpuluhan tahun, aura yang dihasilkan oleh permata abadi lebih pekat daripada aura yang dimiliki oleh Nadhira.


"Rupanya kau mengenalinya, dan itu sangat bagus bagiku, jangan lupa juga bahwa keris itu bukanlah tandingan dari permata abadi milikku, aku bisa dengan mudah merebut keris pusaka xingsi itu dari tubuhmu tapi aku tidak ingin kekuatannya hilang karena dengan paksaan".


"Metode sesat seperti apa yang kau gunakan untuk mendapatkan permata itu!"


"Itu bukan urusanmu".


"Aku hanya ingin memberitahukan kepada dirimu, jangan sampai kau menyesali diakhirat nanti, kekekalan hanyalah sebuah kutukan, karena tujuan manusia diciptakan hanyalah untuk sebuah kematian, jika kau menyalahi aturan dunia maka kau hanya akan kekal dineraka"


"Jika kau ingin ceramah bukan disini tempatnya, aku tidak peduli dengan ucapanmu itu, yang ku inginkan hanyalah keris pusaka xingsi bukan ceramahmu".


"Kau memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi apa gunanya keris pusaka xingsi itu kepadamu yang bahkan kekuatannya tidak sebanding dengan permata abadi milikmu"


"Karena keris pusaka xingsi itu adalah pelengkap dari kekuatan permata abadi, jika aku mendapatkannya maka aku akan abadi didunia ini dan tidak akan ada yang bisa mengalahkan diriku".


"Maka aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau tidak akan pernah mendapatkan keris pusaka ini".


"Terserah, dan kau tidak akan bisa menghalangi jalanku untuk mendapatkan keabadian".


Syaqila lalu meninggalkan Rifki ditempat itu dan segera masuk kedalam mobilnya, entah kenapa semua ini semakin rumit apalagi dengan kemunculan dari benda pusaka yang bernama permata abadi itu, dan kekuatan dari permata abadi itu lebih hebat daripada keris pusaka xingsi.


Perlahan lahan Haris dan Putri berjalan mendekat kearah Rifki, disusul oleh Aryabima yang berada dibelakang keduanya saat ini, keduanya pun nampak menunduk begitu lesu dihadapan Rifki.


"Apa kalian sudah tau yang sebenarnya?" Tanya Rifki dengan sedihnya.


"Iya Nak, maafkan Mama, Mama terpaksa melakukan ini agar dia tidak menyakiti dirimu Nak" Ucap Putri dengan rasa bersalah.


"Katakan kepada Rifki yang sebenarnya Ma".


Putri pun menceritakan semuaya kepada Rifki dan juga yang lainnya ditempat itu, mendengar itu membuat Rifki merasa begitu terpukul dengan apa yang dikatakan oleh Putri


*Flash back on*


Suatu ketika Putri sedang duduk disebuah cafe seorang diri, tiba tiba sepasang suami istri datang menghampiri dirinya, dan Putri mengenali kedua orang tersebut yang tidak lain adalah Anhar dan Mila.


Kedua orang itu tidak lain adalah saudara jauh dari Haris sendiri, dan Ayah Anhar adalah seseorang yang telah membunuh Chandra ketika Haris masih kecil, karena terbunuhnya Chandra hal itu membuat Aryabima menggantikan posisi Chandra sebagai Ayah dari Haris.


"Tidak ku sangka akan bertemu dengan dirimu dikota ini, mungkin sudah takdirnya keluargaku merebut kembali apa yang seharusnya aku miliki" Ucap Anhar.


"Kemanapun kau pergi, kami akan selalu menemukan dirimu dan juga keluargamu, asal kau tau aku telah mengetahui jati diri dari anakmu itu".


"Aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi kepada anakku".


"Ku beritahu kepadamu, anakku memiliki permata abadi yang dapat dengan mudah mengalahkan keris pusaka xingsi itu, jika kau macam macam dengan kami maka kami bisa saja membunuh anakmu dengan mudah, apalagi dia belum mampu untuk mengendalikan kekuatan keris pusaka xingsi".


"Apa maumu yang sebenarnya, kalian tidak berhak memiliki keris itu, dan keris itu telah memilih Rifki sendiri sebagai tuannya".


"Oleh karena itu, jika kau ingin anakmu itu selamat maka nikahkan dia dengan anakku, aku janji tidak akan menyakiti anakmu setelah itu, dan jika kau berani melawan diriku, maka kau, anakmu berserta suamimu akan mati ditangan kami".


"Baiklah, aku akan membicarakan ini dengan suamiku setelah itu tergantung keputusannya nanti".


"Beraninya kau bernegosiasi dengan diriku, aku tidak akan segan segan mencelakai kalian jika kalian berani menentang diriku".


"Iya aku tau".


Putri langsung bergegas pergi dari tempat itu, nyatanya keberadaannya di kota itu sudah diketahui oleh keturunan dari Galih, Galih adalah saudara tertua dari Chandra maupun Aryabima.


Putri langsung bergegas menemui Haris dan menceritakan semuanya kepada Haris, Haris begitu terkejut ketika mengetahui bahwa permata abadi telah muncul didunia ini, dan hal itu sangat membahayakan bagi keris pusaka xingsi apalagi permata iblis yang dimiliki oleh Nadhira.


"Apa! Pusaka itu telah muncul, bagaimana Rifki dan Nadhira bisa mengalahkannya? Jika kedua benda pusaka yang dimiliki oleh Nadhira dan Rifki tidak dapat mengalahkannya maka itu akan jauh lebih berbahaya".


"Lalu apa yang harus kita lakukan Mas, kita tidak bisa membiarkan anak anak kita dalam bahaya".


"Hanya ada satu cara, kita ikuti saja permainan dari orang itu, mungkin dengan cara itu Rifki akan aman, dan aku akan berusaha untuk membuat Rifki agar mampu mengendalikan pusaka xingsi".


"Baiklah Mas, ku harap semuanya akan baik baik saja nantinya"

__ADS_1


*Flash back off*


Rifki hampir tidak menyangka dengan apa yang terjadi saat ini, Aryabima yang mendengar itu pun begitu terkejut karena rahasia sebesar ini disembunyikan dari dirinya, kenapa keduanya tidak mengatakan hal ini lebih awal kepada dirinya.


"Maafkan Mama, Mama berada dibawah kendali wanita jahat itu, Mama tidak bisa berbuat apa apa, dengan ilmu hipotesis yang dia miliki, dia bisa begitu saja membuat orang yang Mama sayangi celaka".


"Kenapa Mama merahasiakan ini semua dari Rifki? Kenapa Mama tidak mengatakannya lebih awal saja kepada Rifki?".


"Mama tidak tau lagi harus berbuat apa Nak, maafkan kesalahan Mama untuk kali ini".


"Jadi karana itu kalian memisahkan aku dengan Nadhira?" Tanya Rifki.


"Jangan salahkan Mamamu Nak, ini semua Papa yang menyuruhnya" Ucap Haris.


"Kenapa? Kenapa kalian melakukan itu kepada Rifki! Kenapa Pa?"


"Dengarkan Papa Nak, kami melakukan ini demi Nadhira juga, jika sampai dia mengetahui bahwa permata iblis ada ditubuh Nadhira maka dia tidak akan segan segan untuk mengambil nyawa Nadhira, hanya permata itu yang bisa melemahkan kekuatan permata abadi, kami tidak ingin Nadhira kehilangan nyawanya".


"Mama sengaja mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada Nadhira waktu itu, ketika kau sakit dirumah sakit waktu itu, Mama tidak punya pilihan lain Nak, Mama terpaksa melakukan itu".


"Kenapa kalian menyimpan rahasia ini dariku? Jika kalian mengatakannya lebih awal mungkin aku bisa mencari solusi untuk mengalahkan permata abadi" Sela Aryabima.


"Kami ingin sekali mengatakannya kepadamu Ayah, tapi kami tidak mampu untuk melakukan itu, kami melihat kemarahan Rifki kepada kami dan kami tidak ingin membuat Rifki juga kecewa kepadamu Ayah" Ucap Haris.


"Jika Papa mengatakannya lebih awal, mungkin Rifki akan kecewa dengan itu kepada kalian berdua, tapi dengan menyembunyikan semuanya seperti ini Rifki merasa bahwa kalian begitu egois, maafkan Rifki karena telah menyakiti hati kalian" Ucap Rifki dengan linangan air mata.


"Kamu tidak salah Nak, kami berhak menerima kemarahanmu itu, kau marah kepada kami karena kami telah menyakiti hati Nadhira, tapi kami tidak ingin kehilangan dirimu" Ucap Putri sambil memeluk tubuh anak tercintanya itu.


Kebenaran itu membuat Rifki begitu kecewa, marah, sedih, dan bahkan emosi. Akan tetapi, dirinya sama sekali tidak berdaya dan memang benar apa yang dikatakan oleh Haris bahwa dirinya masih belum mampu untuk mengendalikan kekuatan keris pusaka xingsi meskipun dirinya sudah merasa bisa.


"Biarkan mereka mengetahui tentang keris pusaka xingsi untuk saat ini, tapi jangan sampai mereka tau tentang permata iblis itu juga, bagi mereka permata iblis itu kini sudah lenyap bersama dengan Ratu iblis" Ucap Aryabima.


"Bagaimana Kakek bisa tau soal itu?" Tanya Rifki.


"Karena Ratu iblis itu cukup licik untuk melakukan hal seperti ini sebelumnya, selama dia masih berada disekitar Nadhira maka dia akan selalu menjaga Nadhira dengan baik dan akan menghilang aura keberadaan dari permata iblis".


"Jadi maksud Kakek adalah Nadhira akan aman?"


"Iya, selama hal itu tidak diketahui oleh mereka, dan kau harus menghindari Nadhira agar tidak membuat mereka curiga, jika kau berdekatan dengan Nadhira maka dia akan mengetahui reaksi yang ditimbulkan dari keris pusaka xingsi".


"Tapi Kek, sebelumnya aku juga berdekatan dengan Nadhira didepan dirinya juga".


"Karena masih ada kebencian dihati Nadhira kepada dirimu Nak, rupanya sikapmu itu juga mampu menyelamatkan dirimu untuk saat ini".


"Apapun akan Rifki lakukan untuk Nadhira Kek, Rifki tidak masalah jika kebencian itu mampu untuk menyelamatkan dirinya".


"Mulai sekarang berhati hatilah".


"Iya Kek".


*****


Nadhira mulai membuka kedua matanya dan ia begitu terkejut ketika mengetahui bahwa dirinya sudah berada disebuah ruangan asing yang ia duga adalah ruangan seorang perawat karena penuh dengan peralatan medis disana.


"Dhira, akhirnya kau sadar juga" Ucap Theo yang berada disampingnya saat ini.


"Ada apa denganku?" Tanya Nadhira.


"Kau tidak sadarkan diri Dhira, kau begitu kelelahan saat ini, sebaiknya kau istirahat terlebih dulu".


"Bagaimana keadaan Rifki sekarang ini? Apakah dia baik baik saja?".


"Kenapa kau masih memikirkan dirinya Dhira? Bukankah kau membenci dirinya?".


"Aku memang membencinya, tapi aku tidak ingin ada orang lain yang mencelakai dirinya selain aku, karena hanya aku yang berhak untuk membunuhnya nanti".


"Dia baik baik saja kok, kau tidak perlu khawatir".

__ADS_1


Nadhira pun mengangguk kepada Theo, mendengar Rifki baik baik saja membuat Nadhira merasa tenang, setelah itu ia pun berpamitan untuk pulang karena dirinya sudah merasa sangat lelah, dan akhirnya Theo yang mengantarkan dirinya untuk pulang.


Theo membawa Nadhira masuk kedalam mobilnya dan mobil itu langsung melaju untuk menuju kerumah Nadhira, tak beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai dirumah Nadhira, Theo segera keluar dari mobilnya dan memapah Nadhira.


__ADS_2