Cinta Terakhir Dalam Hidupku

Cinta Terakhir Dalam Hidupku
Sebuah pesta dicabang baru


__ADS_3

Nadhira tertawa mendengar jawaban dari Bayu dan diikuti oleh Rifki yang ikut tertawa, memang jikalau dirinya tidak diajak sekalipun oleh Rifki akan tetapi dirinya masih memiliki sepasang kaki yang mampu membawanya untuk hadir dalam acara yang Nadhira adakan dicabang baru perusahaannya itu.


"Apakah aku akan mengizinkan dirimu untuk masuk Bay? Tanpa seizin dari diriku tidak akan ada yang bisa masuk kedalam pesta tersebut" Ucap Nadhira tiba tiba dan seketika membuat Bayu mendengus kesal kearah Nadhira.


"Kau bilang siapa saja boleh masuk keacara itu, anggap saja aku adalah masyarakat sekitar tempat itu, begitu saja repot" Ucap Bayu dengan kesalnya.


"Iya iya kau boleh ikut, karena aku merasa kasihan dengan dirimu Bay, wajahmu itu loh bikin aku tidak tega untuk tidak ikut dalam acaraku nanti, Rif ajaklah dia juga kalau mobilmu tidak muat masukkan saja dia kedalam bagasi mobilmu atau bisa juga ikat saja diatas mobilmu nanti".


"Asikkk aku boleh ikut" Teriak Bayu dengan semangatnya seperti seorang anak kecil yang mendapatkan sebuah mainan baru.


Mendengar ucapan itu seketika membuat mereka tertawa bersama sama, tak beberapa lama kemudian Rifki berpamitan kepada Nadhira untuk kembali ke perusahaannya untuk melanjutkan tugasnya, sebenarnya Nadhira masih ingin Rifki disana akan tetapi karena dia adalah CEO diperusahan Abriyanta Groub hingga membuat Nadhira tidak bisa menghentikan kepergiannya.


Rifki bergegas pergi diikuti oleh seluruh anak buahnya, sementara Nadhira kembali berkutik dengan laptop dan berkas berkasnya sebagai pemimpin perusahaan Dewatamali, Rifki berjalan melewati sebuah lobi yang ada diperusahan itu dengan santainya akan tetapi pandangan seluruh pegawai disana seperti begitu sangat mengaguminya dan berharap bahwa mereka dapat bertemu kembali dengan Rifki.


Tiba tiba ketika Rifki mulai keluar dari dalam sebuah lift, dirinya seketika dihadang oleh Theo yang menatapnya dengan tatapan sangat tajam bagaikan seekor singa yang kelaparan.


"Kenapa kau selalu ikut campur dengan urusanku?" Tanya Theo dengan marahnya.


"Sudah ku katakan bukan? Aku akan melakukan apapun untuk melindungi Nadhira, jika mau memang benar benar mencintai Nadhira maka biarkan dia bahagia dengan seseorang yang ia pilih, aku bisa saja membuatmu lebih dekat dengan Nadhira, tapi tidak untuk saat ini karena aku masih melihat sebuah ambisi yang besar dalam dirimu, dan aku tidak akan membiarkan dirimu bersama dengan Nadhira" Ucap Rifki dengan santainya sambil menghela nafas.


"Jangan banyak omong kau Rif, hadapi aku sekarang juga! Kita selesaikan dengan pertarungan".


Ketika Theo maju kearah Rifki, seketika itu juga Bayu dan Reno segera mencegahnya agar tidak terjadi perkelahian ditempat itu, sementara Rifki hanya melipat kedua tangannya didepan dadanya dengan malasnya menatap Theo.


"Jika kau ingin berkelahi dengan diriku, aku akan dengan senang hati meladeninya, tapi tidak ditempat ini, apa kau ingin membuat Nadhira semakin membenci dirimu nantinya? Apa kau menginginkan hal itu terjadi?" Tanya Rifki.


"Lepaskan!" Ucap Theo sambil mengibaskan kedua tangannya dengan keras, "Aku akan buat perhitungan denganmu nanti Rif"


"Pikirkan kembali apa yang telah aku katakan Theo, jika kau mencintai Nadhira dengan tulus, aku akan dengan senang hati membiarkan Nadhira hidup bersamamu, apapun pilihan Nadhira nantinya aku akan terus mendukungnya, jika kau ingin berkelahi denganku disini sekarang, aku takutnya Nadhira akan semakin membenci dirimu".


Theo memikirkan kembali perkataan Rifki, jika keduanya berkelahi ditempat itu otomatis akan membuat Nadhira semakin membencinya karena telah membuat kekacauan diperusahannya, dan Theo tidak menginginkan hal itu terjadi hingga akan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan hati Nadhira nantinya.


Dengan marahnya Theo segera bergegas meninggalkan tempat itu, sementara Rifki kembali melanjutkan perjalanannya untuk pergi dari tempat itu, meladeni Theo ditempat itu bukanlah hal yang baik baginya juga sebagai pemimpin perusahaan Abriyanta Groub.


*****


Nadhira tengah mempersiapkan perayaan yang akan diadakan oleh perusahaan tersebut untuk membuka cabang barunya, Nadhira sendiri yang merancang tema dari pembukaan cabang baru tersebut, tidak ada hal yang begitu sangat menyibukkan dirinya selain mengadakan perayaan itu.


"Nona, seluruh bangunan cabang perusahaan telah dihias dengan indah dan juga dekorasinya begitu sangat mengagumkan" Puji Citra.


"Besok adalah hari terakhir untuk menghias dan mendekorasi, usahakan yang terbaik dan aku tidak ingin ada kesalahan sedikit apapun itu, karena perayaan itu akan dihadiri oleh CEO dari perusahaan Abriyanta Gaub, dan tunjukkan yang terbaik agar mereka merasa senang menghadiri acara kita".


"Apa itu benar Nona Muda? Bagaimana bisa seorang CEO dari perusahaan sebesar itu mau repot repot untuk datang ke acara kita untuk membuka cabang baru, perusahaannya bahkan sampai di mancanegara dan dikenal oleh beberapa negara, bahkan luas perusahaan ini saja lebih luasan cabang mereka Nona Muda".


"Buktinya bisa kok, dia akan datang lusa nanti, kita hanya perlu mempersiapkan yang terbaik saja, dan jangan sampai dia kecewa dengan pelayanan yang ada diacara kita nanti".


"Apa Nona Muda mengetahui wajahnya? Aku dengar bahwa pemuda itu sangat tampan".


Seluruh karyawan yang ada ditempat itu belum mengetahui tentang jati diri Rifki sehingga mereka juga tidak mengetahui bahwa pemuda yang mereka lihat sangat tampan itu adalah Rifki seorang CEO dari perusahaan Abriyanta Groub.


"Bukankah kau sudah melihatnya sendiri Citra? Kenapa masih bertanya soal itu?" Tanya Nadhira.


"Aku belum pernah melihatnya Nona, kapan aku pernah bertemu dengan dia?".


"Lusa nanti pasti kau akan tau sendiri".


"Aku jadi semakin penasaran Nona Muda, apakah benar aku pernah bertemu dengannya? Aku dengar bahwa pemilik Abriyanta Groub itu masih berusia 23 tahun sama seperti Nona Muda, tapi dia tidak pernah mempublikasikan jati dirinya didepan publik, tapi selama ini yang aku tau dan aku lihat CEO disana adalah Pak Bram, wajahnya sendiri pun aku juga tidak tau bahkan dia mungkin juga tidak mengenal perusahaan ini".

__ADS_1


"Kau menang benar, dia memang tidak pernah mempublikasikan kedudukannya, bahkan dia juga selalu bersikap seperti masyarakat biasa tanpa kemewahan, dan terlihat sangat sederhana".


"Bagaimana bisa Nona mengetahui soal itu?"


"Kau tidak akan tau soal itu Citra, yang jelas kami adalah sahabat".


"Apa! Jadi Nona Muda adalah sahabat dari CEO diperusahan Abriyanta Groub?".


"Sudah, cepat selesaikan tugasmu, aku tidak ingin ada kesalahan nanti".


"Baik Nona".


Citra kembali mempersiapkan beberapa surat undangan yang akan mereka berikan kepada perusahaan perusahaan yang ada dibawah perusahaan Dewatamali, dan dia juga beberapa kali menghubungi pihak yang akan mendekorasi cabang perusahaan yang Nadhira miliki.


Saat ini pihak perusahaan Dewatamali sangat disibukkan dengan adanya kegiatan pembukaan cabang baru perusahaan tersebut sehingga mereka tidak mampu bersantai walaupun hanya sesaat saja karena tugas mereka yang menumpuk.


*****


Disebuah cafe yang berdekatan dengan luasnya danau, terdapat dua orang laki laki dan perempuan yang sedang saling mengobrol satu sama lainnya, mereka terlihat begitu serius dengan apa yang tengah mereka bicarakan saat ini.


"Nadhira akan membuka cabang perusahaan barunya besok lusa, kau harus datang untuk membantuku nanti" Ucap sang lelaki.


"Lalu apa urusannya dengan diriku? Aku tidak perduli dia mau membuka cabang perusahaannya kek, mau apapun itu bukan urusanku lagi".


"Kau masih menyukai Rifki sampai detik ini kan? Ini bisa jadi adalah kesempatan yang sangat bagus untuk dirimu agar dapat mendapatkannya nanti, jangan sia siakan kesempatan seperti ini".


"Rifki? Kau benar bahkan sampai saat ini aku masih berharap untuk memilikinya tapi karena si Nadhira itu aku gagal mendapatkannya, sudah lama aku tidak bertemu dengannya".


"Aku minta bantuanmu untuk memisahkan keduanya itu, dalam acara itu aku yakin dia pasti hadir, aku ingin membuat Nadhira sangat membenci Rifki".


"Kau bisa mendapatkan Rifki nantinya, sementara aku bisa memiliki Nadhira, bukankah kita akan sama sama menguntungkannya?".


"Baiklah aku akan membantumu nanti tapi dengan satu syarat".


"Syarat apa itu?".


"Kau akan tau nanti, tapi untuk saat ini aku akan berusaha untuk menemukan cara yang tepat, aku akan pikirkan dulu soal bagaimana caranya agar dapat membuat Nadhira membenci Rifki, begitupun dengan sebaliknya".


"Aku percaya bahwa kau pasti bisa melakukan itu" Ucap lelaki itu sambil tersenyum misterius.


"Kita lihat saja nanti, aku pasti akan merebut Rifki dari Nadhira".


Senyum diwajah perempuan itu mengembang begitu cerahnya, setelah sekian lama menunggu akhirnya Rifki pulang juga ke negerinya sendiri, hal itu membuat ambisi si perempuan itu untuk dapat memiliki Rifki tercipta kembali.


Melihat senyuman tersungging diwajah sang wanita membuat laki laki itu ikut tersenyum dengan liciknya, entah apa yang tengah keduanya rencanakan saat ini untuk mendapatkan tujuan mereka masing masing.


(Hayo siapa wanita itu?)


*****


Akhir yang ditunggu tunggu pun tiba, dimana sebuah pesta akan terlaksana kali ini, disore hari itu seluruh karyawan sudah berkumpul didalam gedung cabang perusahaan Dewatamali, mereka tengah menunggu kedatangan dari Nadhira yang akan membuka perusahaan tersebut.


Nampak sekali seluruh karyawan Nadhira kini tengah memenuhi halaman depan dari gedung bertingkat tinggi itu, setelah sekian lama menunggu akhirnya beberapa mobil hitam mulai memasuki halaman gedung tersebut secara berurutan.


Nadhira segera turun dari mobilnya diikuti dengan Sarah yang ingin ikut serta melihat acara pembukaan cabang perusahaan tersebut, Nadhira terlihat begitu cantik dengan memakai sebuah gaun yang sangat menawan untuk dilihat dan make up tipisnya tersebut hingga membuat dirinya terlihat sangat anggun.


Seluruh mata kini terarah kepadanya dengan tatapan penuh dengan kekaguman terhadap Nadhira dan beberapa ada yang iri karena wajah cantiknya yang membuat mereka seakan akan gagal untuk menjadi wanita yang cantik jika dihadapan Nadhira, pandangan itu segera terarah kepada mobil yang ada dibelakang mobil yang Nadhira naiki sebelumnya.

__ADS_1


Seorang pemuda keluar dari mobil tersebut dengan tergesa gesa, setelah itu ia membukakan sebuah pintu mobil tersebut agar seorang pemuda yang menjadi Bos mereka dapat turun dari mobil tersebut, pemuda dengan jas hitam yang begitu rapi dan juga sangat menawan segera keluar dari dalam mobil.


Pemuda itu tidak lain adalah Rifki yang ikut serta datang untuk mengisi acara pembukaan cabang perusahaan Dewatamali itu, ketampanan Rifki itu berhasil menghipnotis kalangan wanita yang hadir dalam acara tersebut.


Nadhira segera berjalan kedepan untuk segera melaksanakan pembukaan cabang perusahaan barunya didampingi oleh Sarah yang juga berdiri disebelah Nadhira saat ini, Nadhira terlihat begitu cantik hingga membuat Rifki kagum dengan dirinya.


"Pantas saja dia menjadi rebutan banyak orang, Nadhira memang terlihat sangat cantik kali ini Tuan Muda, dia akan terlihat begitu serasi denganmu Tuan Muda sangat cocok sekali" Ucap Bayu dengan lirih memuji kecantikan Nadhira.


"Apa kau juga ingin memiliki Nadhira?" Tanya Rifki.


"Tidak tidak, bagaimana aku bisa bersaing dengan CEO dari perusahaan Abriyanta Groub, sementara aku sendiri hanyalah tangan kananmu".


"Sudah jangan berisik".


Kembali lagi keposisi Nadhira, Nadhira begitu bahagia dalam acara kali ini, dimana dirinya dapat membuka cabang baru perusahaannya ditempat itu, dan dihadiri oleh banyak orang termasuk juga anggota Gengcobra dan Rifki.


"Terima kasih atas kehadiran kalian semua didalam acara pembukaan cabang perusahaan baru kali ini, semoga perusahaan ini akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya" Ucap Nadhira.


Citra segera datang sambil membawa sebuah nampan yang berisi oleh sebuah gunting yang tengah diberi pita berwarna merah dan menyerahkannya kepada Nadhira, Nadhira segera mengambil gunting tersebut untuk bersiap siap memotong sebuah pita yang memajang didepan pintu masuk perusahaan tersebut.


"Baiklah, saya putuskan bahwa cabang baru perusahaan Dewatamali segera dibuka" Ucapnya sambil menggunting pita tersebut.


Plok plok plok


Melihat itu seluruh tempat itu menjadi terlihat sangat ricuh dengan suara tepuk tangan untuk Nadhira, beberapa kertas kecil berterbangan hingga menghiasi suasana itu menjadi sangat indah, beberapa orang langsung bergegas menabur bunga mawar merah diatas Nadhira hingga kelopak kelopak bunga mawar merah berjatuhan dengan indah.


"Selamat sayang atas dibukanya cabang barumu kali ini" Ucap Sarah dengan bangganya kepada Nadhira sambil mencium kening Nadhira dengan penuh kasih sayang kepada Nadhira.


"Terima kasih Oma" Ucap Nadhira.


Melihat itu membuat Rifki beserta anak buahnya segera mendekat kearah Nadhira untuk mengucapkan selamat kepada Nadhira, melihat itu membuat seluruh orang segera mundur untuk memberi ruang bagi Rifki mendekat kearah Nadhira.


"Selamat Dhira atas dibukanya cabang baru perusahaan Dewatamali kali ini, sukses kedepannya" Ucap Rifki sambil menjabat tangan Nadhira.


"Terima kasih Tuan Muda" Jawab Nadhira sambil meraih tangan Rifki.


Hal yang dilakukan oleh Rifki tersebut segera diikuti oleh Bayu dan anggota Gengcobra yang hadir dalam acara tersebut, melihat itu membuat seluruh karyawan Nadhira segera mengikuti apa yang dilakukan oleh anggota Gengcobra, Nadhira segera mengizinkan mereka untuk masuk kedalam perusahaannya dan menikmati acara yang telah diadakan didalamnya.


Mendengar ucapan tersebut membuat Rifki dan seluruhnya segera masuk kedalam untuk menikmati acara dan berbagai jenis makanan yang telah disediakan didalam gedung perusahaan tersebut begitupun dengan Sarah yang ikut masuk kedalam, sementara Nadhira masih tetap berada didepan untuk menyambut tamu yang datang.


Tak beberapa lama kemudian Theo datang bersama dua orang wanita yang sangat Nadhira kembali, kedua wanita itu berjalan dibelakang Theo dengan angkuhnya , melihat itu membuat Nadhira mengerutkan keningnya, seingatnya dirinya tidak pernah mengundang kedua wanita itu.


"Selamat Dhira atas dibukanya cabang baru kali ini" Ucap Theo sambil menjabat tangan Nadhira.


"Terima kasih Theo" Ucap Nadhira.


Nadhira melirik kearah kedua wanita itu, entah apa tujuannnya datang ketempat tersebut dengan tiba tiba seperti ini, setahunya kedua wanita itu sangat tidak menyukai dirinya, entah kepada keduanya tiba tiba datang diacara seperti ini hingga membuat Nadhira berharap bahwa keduanya tidak akan membuat keributan didalamnya.


"Kenapa kalian berdua datang kemari? Bukannya aku tidak mengundang kalian berdua?" Tanya Nadhira.


"Bukankah ini untuk umum? Setahuku siapapun boleh datang ketempat ini, sebenarnya aku tidak ingin datang, tapi Theo mengajakku untuk datang" Ucap salah satu wanita yang terlihat paling angkuh dengan gaun merah yang terlihat feminim.


"Maksudnya apa ini Theo?" Tanya Nadhira kepada Theo yang hanya berdiam diri.


Theo mengatakan kepada Nadhira bahwa kedua orang ini ingin ikut menghadiri acara yang diadakan oleh Nadhira itu, karena penasarannya terhadap apa yang telah dicapai oleh Nadhira kali ini, alasan yang tidak masuk akal sama sekali.


...Jangan lupa like, coment dan dukungannya 🥰 Terima kasih ...

__ADS_1


__ADS_2