
Dewi Kalinggi terus berusaha mencari keberadaan Ranaya Kandi menggunakan kaca isining jagad,namun asap putih terus menutupi pandangan di dalam cermin isining jagad.
Sementara Kumambang dan anak buahnya terus mencari keberadaan Ranaya Kandi ,mereka juga tak segan segan untuk mendobrak pintu rumah sampe hancur untuk mencari Raja Ranaya Kandi.
Sementara Raja Ranaya Kandi mengajak istri,Dewi dan Jaka Kelana menuju sebuah tempat yang biasa ia gunakan untuk berlatih kanuragan .
Rupanya di dalam pokok kayu besar terdapat dua pintu rahasia,pintu yang satu menghubungkan dengan istana ,sementara yang lainya menghubungkan dengan sebuah goa yang di selimuti kabut tebal.
Goa itu di selimuti kabut gaib yang sangat tebal,bahkan untuk membuka tabir gaib hanya Raja Ranaya yang mampu membukanya.
Setelah masuk dan beristirahat Jaka dan Dewi keluar dari dalam goa,pemandangan luar memang terlihat indah.Di tepi goa terlihat telaga yang memiliki tiga unsur warna,di sekelilingnya juga di penuhi tumbuh tumbuhan dengan aneka macam buah yang berwarna warni.
Burung burung berkicau dengan merdu,puluhan kelinci aneka warna juga terlihat berlarian menghiasi padang rumput di sekitar telaga .
Dewi dan Jaka nampak begitu menikmati pemandangan yang baru pertama kali mereka lihat.
__ADS_1
Bahkan Dewi juga masih tidak habis pikir ,kenapa ia tak mau kalau di suruh ikut ayahnya untuk menemani saat latihan.
Raja Ranaya Kandi keluar bersama sang Ratu.Keduanya pun ikut duduk bersama Jaka dan Dewi.
"Ananda ,apakah pemandanganya bagus,sampe sampe kau tak menghiraukan panggilan ayahmu,"tanya ibu Dewi.
"Ibunda ,sungguh indah pemandangan di tempat ini,aku menyesal kenapa setiap kali ayah mengajaku ,aku tak mau,"jawab Dewi sambil mengerutkan keningnya.
Dewi kembali memasang muka masam kepada ayahnya,ia pun berkata kepada ayahnya kenapa tak mau bercerita tentang tempat latihan ayah handanya.
Raja Ranaya Kandi mencubit kedua pipi anaknya yang terlihat manja.
Jaka pun hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Dewi yang mirip anak kecil .
Dewi Kalinggi mulai melupakan Raja Ranaya Kandi,ia pun mulai berpikir untuk menyerang kerajaan Karang Cendana.Apalagi ketika ia mengetahui bahwa Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari tak berada di Karang Cendana ,karena pastilah Jaka sedang mencari tujuh mata air suci untuk menyembuhkan Dewi dari kutukan Kumambang.
__ADS_1
Dewi Kalinggi kembali melihat cermin isining jagad,ia memerintahkan cermin isining jagad untuk menunjukan keberadaan Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari.
Namun usahanya sia sia yang terlihat hanya asap putih yang memenuhi pemandangan dalam cermin ajaib.
Dewi kalinggi kembali keheranan,karena hanya melihat kabut di dalam cermin ajaib.
Ia pun mengarahkan cermin ajaibnya menuju istana Karang Cendana,ia terus mengamati situasi di dalam istana.Dewi Kalinggi tertawa cekikikan melihat situasi Karang Cendana.
Rupanya Karang Cendana masih berbenah setelah meletusnya gunung kawi.Di dalam kaca isining jagad jelas terlihat para prajurit sedang bergotong royong membangun rumah penduduk yang hancur akibat letusan Gunung Kawi.
Dewi Kalinggi menyuruh kaca isining jagad menunjukan raja Karang Cendana,munjulah wajah Ki Samber Gledek,Dewi Kalinggi tertawa terpingkal melihat rupa Ki Samber Gledek dengan menggunakan jubah dan mahkota.
Ia pun berpikir ,bahwa dengan sangat mudah ia dapat merebut Karang Cendana dari tangan Ki Samber Gledek.
"Sungguh kakek tua yang bodoh,memang sakti tapi mudah di kalahkan,"pikir Dewi Kalinggi sambil kembali tertawa puas.
__ADS_1
Dewi Kalinggi segera memanggil Kumambang untuk membawa pasukan berangkat menyerang Kerajaan Karang Cendana.
Tapi ia juga memberi tahu bahwa penyerangan akan di lakukan pada dini hari di saat mereka terlelap dari tidurnya .Dewi kalinggi kembali tertawa,ha ha ha ha hak hak hak..bahkan sampe terbatuk batuk.