JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
mencari mata air suci bagian 3


__ADS_3

Setelah singgah sebentar di rumah aki tua dan memakan hidangan yang di sediakan ,Jaka memohon izin untuk melanjutkan perjalanan.Sebelum pergi Jaka memberikan beberapa keping koin emas kepada ayah Tole untuk bekal sehari hari .Jaka juga menganjurkan agar keduanya pindah ke perkampungan .Mengingat hidup di lereng gunung sangatlah berbahaya.Ia juga menambah lagi koin emasnya,agar Ki Bahar ayah Tole ,membeli sebidang tanah dan bikin rumah di perkampungan.


Tentu Ki Bahar senang bukan kepalang,sambil memegang koin yang di berikan Jaka ia memeluk Tole dengan erat dan bercucurlah air mata kebahagiaan.Ternyata doanya di kabulkan Dewata melalui tangan Jaka Kelana.


Setelah sekian lama hidup di hutan ,karena harta bendanya habis untuk mengobati mendiang istrinya ,setelah kelahiran Tole.Ia pun dengan terpaksa hidup di hutan dengan membawa Tole yang masih bayi.Tak terasa Jaka ikut bersedih kemudian ia urungkan niatnya untuk pergi.Ia mengelus kepala Tole yang gundul sambil menitikan air mata.Ki kardi terus bercerita tentang masa lalunya.Semenjak ia di berikan koin emas ,ia menjadi terbuka sikapnya ,berbeda ketika pertama bertemu,ki Kardi nampak canggung.

__ADS_1


Singkat cerita akhirnya Jaka mengajak Ki Kardi dan Tole ke perkampungan terdekat.Dewi tetap membuntuti mereka dari kejauhan.Setelah berjalan hampir setengah hari sampelah mereka di perkampungan.Jaka bertanya kepada warga ,agar mereka di tunjukan rumah kepala dukuh atau demang yang memimpin kampung tersebut.


Setelah sampe di rumah ki kuwuh ,Jaka mengutarakan maksud kedatanganya ,agar ki kuwuh mau membantu pak Kardi untuk mencari sebidang tanah .Jaka melihatkan lencana kerajaan pada Ki Kuwuh .Ki Kuwuh terkejut mengetahui lencana yang di perlihatkan Jaka padanya.Namun Jaka segera berbisik di telinga Ki Kuwuh supaya menyembunyikan jati dirinya.


Ki Kuwuh pun berjanji akan mencarikan tanah dan membangun rumah untuk Ki Kardi dan Tole.Setelah semua beres Jaka segera berpamitan dan melanjutkan perjalanan.Setelah di rasa cukup jauh Jaka berjalan meninggalkan perkampungan Dewi Kumala munjul dan membawa Jaka terbang menuju Gunung Merapi.Sesampenya di puncak merapi malam telah menjelang ,tentunya mereka harus lebih waspada akan gangguan binatang buas dan lelembut penunggu Gunung Merapi.Kali ini Jaka membuka kotak mentera dan membacanya.Cahaya putih terpancar dari kotak lontar dan menerangi puncak Merapi.

__ADS_1


Jaka pun kembali membuka kotak mantera suci,kali ini sesosok bayangan putih keluar dari kotak .Bayangan itu menyuruh Jaka kelana agar menggunakan ajian pelebur sukma.Jaka duduk bersila dan sukma pun melayang keluar dari tubuhnya ,sosok bayangan putih membawa Jaka masuk ke lahar panas untuk mengambil mata air suci yang berada di atas kubangan kawah Merapi.


Jaka merasa kebingungan melihat tubuhnya tak merasa panas sedikitpun ,ketika masuk ke dalam kawah.Setelah berhasil mengambil beberapa tetes dan memasukanya ke dalam guji sosok penunggu kotak suci menariknya terbang menjauhi kawah.Jaka kembali tersadar setelah sukmanya masuk ke dalam raganya.


Sosok bayangan putih juga telah menghilang ,Jaka berlari mendekati Dewi yang berada cukup jauh dari kubangan kawah.Namun belum sampe langkahnya mendekati Dewi,tiba tiba ia merasakan ada sebuah kekuatan yang menarik kakinya masuk ke dalam tanah.Kali ini Jaka menggunakan pukulan mataharinya dan memukulkannya ke tanah.

__ADS_1


"Dor,dor dor tanah meledak dan beberapa wujud manusia bertanduk keluar dari dalam tanah.Kali ini Dewi tak tinggal diam ,ia segera terbang dan menyerang ke tiga siluman yang munjul dari tanah.


__ADS_2