JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Mengungsi


__ADS_3

Darma Wisnu sudah memulai misinya untuk menguasai dunia.Ia pun mulai berperang untuk menguasai belahan dunia.


Sudah banyak kerajaan yang berhasil mereka taklukan.Setelah berhasil menguasai kerajaan di luar Nusantara.Darma Wisnu mulai melakukan penyerbuan di kerajaan Pasai yang terletak di ujung barat Sumatera.


Dewi Kalinggi dan Arya Wisapati di tunjuk sebagai senopati ,sejauh ini mereka dapat menaklukan kerajaan Pasai dengan mudah.


Banyak para penduduk Pasai yang mengungsi hingga ke kerajaan Karang Kekal.


Sementara Sri Lodaya yang sudah di kukuhkan menjadi raja menggantikan ibundanya Sri Cempaka ,yang akhir akhir ini kesehatanya mulai terganggu.


Sri Lodaya pun mulai kawatir melihat para pengungsi terus berdatangan.


Ia juga terus memerintahkan para prajurit yang di pimpin oleh lembu ireng yang kini telah menyelesaikan hukumanya ,ia pun di angkat menjadi senopati dan menjadi penanggung jawab,mengurusi keamanan kerajaan.


Sementara patih Raja Langit dan Ki Padang Jagat juga terlihat sibuk,melatih kanuragan para prajurit untuk meningkatkan kemampuanya.


Seorang prajurit dengan menunggang terlihat kesakitan,dengan tubuh penuh luka ,ia pun terjatuh sebelum kakinya menyentuh tanah ,untung saja beberapa prajurit berhasil menangkap tubuhnya.


Lembu ireng segera berlari dan mengintrogasi prajurit yang terluka,rupanya prajurit itu adalah prajurit mata mata,yang di tugaskan untuk mengintai apabila ada musuh yang mendekat.


Dengan terbatah batah sambil merintih kesakitan prajurit itu berkata bahwa musuh telah mendekat,jumlah mereka pun sangat banyak.Ia pun bercerita bahwa ketika sedang mengintai tanpa sengaja ia terjatuh dari pohon,sehingga ia pun di tangkap dan di jadikan tawanan.Ia pun terus mendapat siksaan sampe akhirnya pingsan dan tubuhnya di lempar ke semak semak.Rupanya prajurit musuh mengira bahwa prajurit teliksandi telah mati.


Dengan tertatih tatih teliksandi berjalan mendekati kuda dan berlari menuju Karang Kekal ,untuk memberi kabar bahwa musuh sedang menuju Karang Kekal.


Patih Lembu Ireng ,segera menyuruh prajurit bersiaga ,beberapa prajurit pun terlihat sibuk memasang jebakan di sepanjang jalan menuju pintu gerbang istana.


Rombongan pasukan yang di pimpin Dewi Kalinggi dan Arya Wisapati,semakin mendekati benteng Istana Karang Kekal.


Para penduduk yang bermukim di sepanjang jalan yang di lalui rombongan pasukan Atas Awan pun ketakutan mereka lari tunggang langgang.

__ADS_1


Kini Sri Lodaya telah bersiap dengan kereta kuda,ia pun telah mengungsikan ibundanya Sri Cempaka ke tempat yang aman.


Segera Sri Lodaya menyuruh Senopati Lembu Ireng bersiap dengan pasukan,mereka pun akan menghadang pasukan musuh di depan istana dan mencoba menahan mereka agar tidak bisa masuk ke dalam benteng.


Suara derap kuda yang disertai debu debu yang berterbangan mulai mendekati benteng Karang Kekal.


Senopati Lembu Ireng segera menyuruh pasukan maju dan menghadang laju mereka.


Pertempuran tak dapat dihindarkan lagi suara benturan senjata tajam ,terasa memekikan telinga,ratusan anak panah pun melesat menembus tubuh para prajurit pasai.


Dalam hitungan menit mayat mayat bergelimpangan dengan darah mengalir membanjiri arena pertempuran.


Dewi Kalinggi dan Arya Wisapati melompat dari kuda dan melayang mencari lawan yang sepadan.


Keduanya pun mendekati Patih Raja Langit dan Ki Padang Jagat yang terlihat bersiap di atas kuda.


Melihat dua sosok tubuh melayang ,keduanya pun melompat dari atas kuda sambil mencabut pedangnya.


Pasukan panah pun terus melepaskan ribuan anak panahnya ,dan berhasil menumbangkan ribuan prajurit pasai.


Kali ini pasukan Atas Awan maju setelah melihat prajurit pasai bergelimpangan.Anak panah pun kembali menghujani mereka,namun rupanya para prajurit Atas Awan memiliki tubuh sekeras baja hingga anak panah pun patah ketika mengenai tubuh mereka.


Senopati Lembu Ireng ,terlihat bingung melihat para prajurit Atas Awan kebal terhadap senjata,ia pun menyuruh menyuruh para prajurit memakai anak panah yang ujungnya di kasih sumbu yang telah di lumuri minyak.


Prajurit pun segera menyalakan sumbu dan menarik busur panah dan melepaskanya.


Taktik senopati pun menuai hasil,para prajurit Atas Awan mencoba memadamkan api yang membakar mereka ,namun karena banyaknya anak panah yang di lepaskan mereka pun mati terpanggang.


Prajurit lapis ketiga pun maju ,namun kali ini api tak dapat membakar tubuh mereka,justru dari tubuh mereka dapat mengeluarkan api dan membakar para prajurit Karang Kekal.

__ADS_1


Sementara itu Patih Raja Langit mulai kehabisan tenaga melawan Dewi Kalinggi,Sri Lodaya segera melompat dari kereta dan berusaha membantu Patih Raja Langit.


Arya Wisapati masih terlibat pertarungan sengit dengan Ki Padang Jagat.


Ia pun tak dapat menahan amarahnya melihat polah Ki Padang Jagat yang terus tertawa seperti orang gila.


Ia pun segera mengeluarkan ajian Tapak Wisa untuk menyumpal mulut Ki Padang Jagat,namun ia kaget ketika suara Ki Padang Jagat tiba tiba berubah menjadi sangat keras dan seakan memecahkan gendang telinganya.


Arya Wisapati pun gagal karena fokusnya terganggu dengan jurus Auman Singa yang membuat telinganya seakan mau pecah,bahkan darah pun mulai terlihat keluar dari telinganya.


Mengetahui Arya Wisapati terdesak Dewi Kalinggi pun segera membelah raga ,satu raganya pun melompat dan menyerang Ki Padang Jagat.


Sementara Sri Lodaya dan Patih Raja Langit terus melancarkan serangan,namun Dewi Kalinggi memang sangatlah kuat.


Bahkan Patih Raja Langit sudah hampir kehabisan tenaga akibat penggunaan tenaga dalam yang memerlukan tenaga yang luar biasa.


Sri Lodaya terlihat mengucap mantera,tiba tiba munjulah sebuah busur dari dalam tanganya,Busur Sewu segera di tarik ribuan anak panah pun menghujani Dewi Kalinggi.


Ia pun akhirnya sedikit kerepotan menghadapi ribuan anak panah yang terus mencoba menusuk tubuhnya,walaupun tidak bisa melukai tubuhnya namun Dewi Kalinggi merasa geli dengan anak panah yang terus menghujaninya.


Kali ini ia sudah mulai kesal dengan anak panah yang terus menghujaninya,ia pun segera mengeluarkan jurus kabut ilusi dan mengurung Sri Lodaya.


Sri Lodaya pun kaget karena langit tiba tiba berubah menjadi gelap ,suasana yang rame dan gaduh akibat pertarungan pun hilang yang nampak hanyalah sebuah ruangan yang gelap yang di penuhi lorong lorong yang memanjang.


Sambil memegang busur sewu ia pun berjalan menuju sebuah lorong,tiba tiba terlihat saekor Ular raksasa keluar dan menyerangnya.


Lodaya segera menarik busur dan melepaskan anak panahnya menusuk tubuh Ular raksasa.


Ular raksasa terkapar ,tiba tiba munjul kembali saekor laba laba raksasa mendekati Lodaya,ia pun kembali menarik busur sewu dan berhasil membunuh laba raksasa.

__ADS_1


Namun setiap kali ia berhasil membunuh hewan raksasa yang menyerangnya maka akan terus bermunjulan hewan raksasa dengan berbagai macam bentuk yang terus berdatangan.


Dewi Kalinggi tertawa lepas ,ia pun merasa puas karena dapat memperdaya Sri Lodaya.


__ADS_2