JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Indentitas terbongkar


__ADS_3

Jaka beserta Dewi turut ikut serta melihat latihan prajurit yang rutin di lakukan oleh prajurit dan juga warga yang mau berjuang bersama pangeran Nakula.


Apalagi setelah Raja Pandu dan permaisuri di usir dari kerajaan, para warga semakin tebal tekadnya untuk berada di barisan mendukung Pangeran Nakula.


Suasana langit yang terlihat cerah membuat Raja Pandu yang sedang beristirahat merasa gerah, ia pun lantas mengajak pangeran Nakula untuk berkeliling mencari udara segar.


Kebetulan tempat berlatihnya para prajurit terletak di sebuah tanah lapang yang di tepinya berdiri pepohonan yang besar dan daunya sangat rindang.


Pangeran Nakula segera mengajak ayahnya Pandu menaiki kuda menuju tempat latihan prajurit.


Sementara itu Jaka dan Dewi sedang duduk beristirahat di bawah pohon setelah cukup lama mengajarkan beberapa jurus silat kepada para prajurit.


Di sepanjang perjalanan, Nakula sedang bercerita tentang sepasang pendekar yang telah menolongnya saat sedang bertarung melawan Surasena dan Kuda Merta yang menyusup.


Raja Pandu terkejut ketika Nakula berkata bahwa kedua pendekar berasal dari Kerajaan karang cendana.


" Jangan jangan itu Jaka Kelana dan istrinya Dewi Kumalasari" ucap Raja Pandu.


"Bukan Ayahanda, semula aku juga berpikir demikian, namun mereka mengaku bernama Jaka Umbara dan Dewi,,aduh aku lupa,Ayahanda!" Jawab Nakula.


Pandu yang masih penasaran segera memacu kudanya untuk membuktikan kebenaran tentang siapa sebenarnya sepasang pendekar hebat yang dapat mengalahkan pendekar yang berjuluk sepasang tangan besi.


Nakula mengikuti ayahnya dari belakang.


Sementara Jaka dan Dewi sudah kembali untuk melatih para prajurit.


Hingga akhirnya terdengar seruan seorang prajurit, supaya mereka menghentikan latihan dan memberi hormat kepada Raja Pandu dan Pangeran Nakula.


Mereka pun segera membungkukan badan memberi hormat.


" Terimakasih buat kalian semua yang sudah setia mengabdikan diri untuk diriku dan juga Naga Perak" ucap Pangeran Nakula.


Sementara itu Pandu tidak menghiraukan Nakula yang sedang memberikan sambutan, sorot matanya terus berkelana hingga akhirnya terhenti pada sosok seorang pemuda dan wanita yang berada di rombongan prajurit.


Pandu terkejut melihat Jaka Kelana dan Juga Dewi Kumalasari berada di barisan para prajurit.

__ADS_1


" Aku berani jamin kedua pendekar muda itu adalah sang Raja Jaka Kelana dan juga permaisuri" pikir Raja Pandu yang langsung menuju kerumunan prajurit.


" Aku ucapkan terimakasih atas bantuan pendekar berdua yang telah menyelamatkan anaku dari sepasang pendekar tangan besi" Ucap Pandu sambil bersujud memberi hormat.


Tentu saja semua orang keheranan melihat raja yang sangat mereka hormati bersujud kepada Jaka.


Jaka yang kaget segera maju dan menyuruh sang raja untuk bangun.


" Maaf tuan Raja, tidak seharusnya dirimu berlebihan seperti ini, kami hanyalah pengembara" Ucap Jaka.


Raja Pandu berdiri" Wahai prajurit dan semua rakyat Naga Perak, aku merasa terhormat karena aku masih bisa bertemu dengan Raja Agung dan juga permaisuri!"


Jaka" Maaf Raja anda salah orang"


Jaka bersama Dewi berlutut dan menyembah Raja Pandu.


" Tidak aku tidak merasa pantas, Justru andalah yang harus aku junjung serta aku hormati.Maafkan atas kelancangan anaku yang tidak mengenalmu Raja Agung Jaka Kelana!" Ucap Raja Pandu.


Semua orang yang mengikuti latihan keprajuritan terkejut begitu pula Nakula, takala raja Pandu menyembah Jaka dan menyebutnya Raja Agung.


" Baiklah karena sang Raja Pandu telah mengenaliku, namun kalian semua tidak usah canggung anggap saja aku dan Dewi adalah teman kalian, karena pada dasarnya manusia di ciptakan dari bahan yang sama,jadi kita semua sama di mata Tuhan" Ucap Jaka sambil meninggikan suaranya.


Jaka pun meminta dengan sangat kepada Raja Pandu untuk menyuruh prajurit dan juga Nakula untuk berdiri.


" Inilah bukti bahwa beliau Raja Agung, raja yang tidak terikat dengan kasta, hingga selalu berbaur dengan rakyatnya, Hidup sang raja Jaka Kelana!" teriak Pandu.


" Hidup Sang Raja Agung Jaka Kelana"


Para prajurit terus mengelu elukan namanya,hingga membuat Jaka dan Dewi menjadi canggung atas perlakuan mereka.


Bahkan Nakula segera memerintahkan prajurit untuk mengambil kereta kencana yang biasa di gunakan oleh keluarga istana untuk membawa Raja Jaka dan juga permaisuri.


Jaka semula menolak, namun Raja Pandu terus mendesaknya, hingga Jaka dan Dewi menerimanya dengan berat hati.


Kini Jaka dan Dewi begitu di hormati dan di sanjung sanjung, apalagi setelah Raja Pandu bercerita bahwa ketika di tanah Jawa terjadi malapetaka atas kejahatan yang di timbulkan oleh Darma Wisnu dan pasukanya yang hendak menguasai seluruh bumi.

__ADS_1


Dan orang yang telah mengalahkanya adalah mereka berdua.


Semua orang mengira bahwa Jaka dan Dewi telah tiada saat terbunuhnya Darma Wisnu tubuh mereka terlempar.


Raja Jaya Wijaya telah mengerahkan semua prajurit di bantu para sekutu kerajaan Wisma Kencana untuk mencari keduanya namun mereka lenyap.


Namun rupanya Dewata masih memberikan umur kepada Jaka dan Dewi agar selalu dapat melindungi rakyat yang tertindas dan membebaskan negeri ini dari angkara murka.


Raja Pandu juga menyebut bahwa Dewi Kumalasari yang memiliki paras ayu dapat mengubah wujudnya menjadi sosok elang raksasa yang sangat menyeramkan.


Kini Jaka dan Dewi tidak boleh lagi melatih para prajurit, keduanya di perlakukan sebagai tamu kehormatan yang kerjanya cuma makan dan tidur.


Sudah hampir sepekan Jaka dan Dewi tidak melakukan aktifitas seperti biasanya hingga keduanya mulai jenuh.


Sementara itu Pangeran Nakula telah menyiapkan pasukanya secara matang untuk menghadapi situasi terburuk.


Jika nantinya Raja Sadewa benar benar berniat untuk menyerangnya.


Para prajurit juga terlihat sibuk memperkokoh benteng pertahanan supaya musuk tidak dengan mudah memasuki kadipaten Naga Perak.


Sementara itu Raja Sadewa juga terlihat sedang mengawasi latihan perang pasukanya dengan di dampingi, para punggawa dan terlihat juga Surasena beserta Kuda Merta yang menjadi orang kepercayaan Raja Sadewa.


Patih Wiranata, sebenarnya adalah punggawa yang sangat setia kepada kerajaan, hingga ia rela mengabdi kepada Sadewa karena terikat sumpah bahwasanya ia akan mengabdikan diri seumur hidupnya kepada kerajaan Naga Emas.


Walaupun ia sangat menentang kebijakan yang di lakukan oleh Sadewa yang banyak merugikan rakyat.


Namun Patih Wiranata sudah terikat sumpah setia. Hingga ia pun dengan terpaksa harus menuruti semua kemauan Raja.


Raja Sadewa terkejut bukan kepalang ketika seorang mata mata yang berhasil menyusup di kadipaten Naga Perak melapor, bahwa ternyata kedua orang yang mengalahkan Surasena dan Kuda Merta adalah Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari yang merupakan Raja di kerajaan Karang Cendana yang sering di sebut juga Raja Agung.


Tentu saja kedua muka Surasena dan Kuda Merta langsung pucat pasi, Kuda Merta pun langsung mengubur mimpinya untuk mendapatkan Dewi Kumalasari.


Rupanya Kuda Merta dan Surasena cukup mengenal mereka dari gurunya yaitu Ratu Siluman Dewi Kalinggi.


Raja Sadewa juga terkejut, karena ayahnya Pandu juga pernah bercerita bahwa Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari dapat membunuh ribuan orang dengan menggunakan ajian dewa gledek.

__ADS_1


Namun ia tak mau di anggap pecundang ketika patih Wiranata menyuruhnya untuk tidak menyerang Naga Perak.


Sadewa tetap ngotot agar semua pasukan segera berangkat untuk menyerang kadipaten Naga Perak.


__ADS_2