
Pasukan dari kedua belah pihak pun bersiap, segera suara terompet sebagai tanda perang di bunyikan..
Majjuuuuu.....
Raja jaya wijaya berseru..
Serangggg...
Dasarupa juga berseru..
perang pun tak dapat di hidarkan ..
pasukan lapis pertama yg sri lodaya beserta ki demang ,memacu kuda mereka ke medan perang..
pasukan panah dari kedua belah pun mulai melepaskan anak panah mereka..
satu demi satu para prajurit ,menjerit terkena anak panah..
sementara sri lodaya dan ki demang terus merangsak ke depan mengayunkan pedang dan tumbaknya ..
puluhan prajurit dasarupa meregang nyawa..
kedua senopati dari kerajaan karang kekal ,tidak tinggal diam ..
ia memacu kudanya ke depan ,mendekati sri lodaya dan ki demang..
keduanya melompat dari kudanya menyerang ki demang serta sri lodaya.
keduanya pun melompat dari atas kuda ,menyongsong serangan musuh..
Dengan mudah kedua senopati dari kerajaan karang kendang pun mereka kalahkan..
Rupanya kedua senopati tewas karena begitu mereka menyerang ,ki demang dan sri lodaya bersiap dengan pedangnya..
mereka langsung mengarahkan mata pedangnya ke tubuh kedua senopati..
Sementara raja jaya wijaya masih berada di belakang bersama ki sambergledeg...
__ADS_1
ia pun terus mengayunkan pedangnya,membabat tubuh prajurit musuh..
sementara dewi ambarwati pun terus mengayunkan tumbaknya ,ia terlihat begitu garang membunuh para musuh..
Sri cempaka terlihat begitu mengerikan ,ia menyerang dengan membabi buta..
Bayangan sakit hatinya kepada dasarupa seakan membuat dadanya sesak.
ia pun melampiaskanya kepada para prajurit karang kendang..
bahkan jumlah yang mati sudah tak terhitung akibat sabetan pedang ratu sri cempaka..
patih lembu ireng pun mulai membantai ,prajurit wisma kencana dengan bengis..
Ia bahkan sampai mengoyak perut para prajurit dan menendangnya seperti hewan ternak..
Dasarupa pun keluar dari keretanya ,ia mengeluarkan pukulan tenaga dalamnya ..
dooorrr..
ledakan terjadi dan mayat mayat bergelimpangan..
Namun ia bahkan tidak lecet sedikitpun,justru malah pedang yg bersarang di badanya patah ..
Dasarupa segera melempar tubuh para prajurit yg ia temui..
Rupanya raja jaya wijaya menyaksikan kengerian dasarupa membantai para prajuritnya..
Ia pun segera terbang mendekati dasarupa..
ia pun langsung mendaratkan tendanganya tepat di dada dasarupa..
Namun dasarupa malah tidak bergeming..
Rupanya ia memakai tubuh para prajurit yg ia tarik untuk menjadi tameng..
Tubuh itu pun jatuh seketika ..
__ADS_1
Raja jaya wijaya begitu kesal,ternyata ia malah mencelakai prajuritnya sendiri..
dewi ambarwati pun ternyata ,rupanya terus memperhatikan pergerakan suaminya,,..
Ia pun akhirnya menyusul melihat lawan yg di hadapi suaminya adalah dasarupa..
kali ini giliran ki sambergledeg yg unjuk gigi.
ia mengeluarkan ajian dewa gledegnya.
seketika mayat mayat bergelimpangan karena tersambar kilatan petir,mereka mati dengan tubuh gosong..
sementara itu dasarupa tampak terus memandangi wajah dewi ambarwati..
Ia pun menggodanya agar ia mau di boyong ke istana karang kendang..
Muka dewi ambarwati merah mendengar ucapan dasarupa .
ia langsung memukulnya menggunakan pukulan matahari..
tepat mengenai dada dasarupa..
ia malah tertawa dan kembali meledek dewi ambawati..
dasarupa berkata ,,ternyata kulitmu masih mulus dewi,,,ha ha ha ha..
dewi ambarwati pun menambah tenaganya dan berkali kali mendaratkan pukulan ke muka bahkan ke tubuh dasarupa..
Namun rupanya dasarupa tak berusaha mengelak..
ia malah berhasil memegang tangan dewi ambarwati..
Tentu saja jaya wijaya langsung menendang dasarupa dengan segenap tenaganya..
kali ini ia pun terpental ke belakang ,genggaman tanganya pun lepas..
dewi ambarwati segera mendekati jaya wijaya..
__ADS_1
Kini dasarupa mulai emosi ia juga mulai menyerang raja jaya wijaya dan dewi ambarwati..
keduanya pun nampak kewalahan..