
Kaisar Ci menatap Jaka dengan seksama, ia melihat medua mata Jaka terlihat sendu. Jaka merasa malu kalau Kaisar tau bahwa ia habis menangis, kemudian ia berpura pura bahwa matanya terkena debu sewaktu berjalan di luar.
Kaisar Ci tak berusaha untuk mencari kebenaranya. Jaka lantas mengajak Kaisar untuk mencari makanan di depan penginapan.
Chin Suang masih kepikiran tentang sosok istri dari Pemuda Asing.
Chin Suang bercermin sambil memandangi wajahnya, ia berpikir, apakah mungkin dirinya memiliki kembaran. Terdengar suara orang menggedor pintu, Chin Suang segera memakai cadarnya kembali dan membuka pintu.
Seorang lelaki terlihat gugup, ia memberikan secarik kertas, kemudian keluar dari kamar Chin Suang.
Chin Suang membaca surat dari Kaisar Li bahwa Kaisar merubah rencana, rupanya kaisar menyuruh Chin Suang menyusup ke dalam istana dan di tugaskan untuk menculik Kaisar Ciming. Dan membawanya ke kerajaan Kakaisaran Li.
Di dalam kertas tersebut juga berisi sebuah serbuk yang di gulung menggunakan kertas. Serbuk tersebut adalah serbuk yang mampu membuat orang tertidur jika sampai menghirup asapnya.
Rupanya cara menggunakanya adalah dengan membakarnya dan bagi siapa saja yang menghirup asap akan langsung mengantuk dan tertidur.
Chin Suang segera memasukan serbuk tersebut di dalam ikat pinggangnya.
Chin Suang lantas berjalan keluar untuk mencari makanan.
Tiba tiba Chin Suang melihat Jaka dan Ci sedang mengobrol, ia berusaha mendekati keduanya.
Jaka tak mengira bahwa ada orang yang sedang mengawasinya hingga ia memanggil Ci dengan sebutan Kaisar Ciming.
Tentu saja Chin Suang merasa kaget, ia tak menyangka bahwa orang yang selama ini dia cari berada di sampingnya.
Chin Suang berpura pura lewat sambil tersenyum ke arah Jaka.
Kaisar Ci berusaha menghentikan Chin Suang, ia kemudian mengajak Chin Suang untuk makan bersama di sebuah kedai di depan penginapan.
Chin Suang mengangguk dan mengikuti Kaisar Ci.
Sesekali Chin Suang melirik ke pinggang Jaka, rupanya terselip di pinggangnya sebuah lencana yang biasa di bawa oleh para pengawal Kaisar atau Raja.
__ADS_1
Chin Suang samakin yakin kalau perkataan Jaka benar bahwa Ci adalah Kaisar Ciming.
Sementara Jaka merasa badanya lemas,jika berdekatan dengan Chin Suang, ia teringat akan wajah istrinya. Chin Suang menatap Jaka dari balik cadarnya, ia kembali merasa iba melihat wajah Pemuda Asing yang terlihat suram.
Chin Suang terus memperhatikan Jaka yang terlihat melamun, jatungnya makin berdebar kencang . Chin Suang kaget ketika memperhatikan wajah Jaka, ia ternyata adalah sosok pemuda yang sering ia lihat di mimpinya.
Chin Suang mulai berpikir bahwa dirinya punya kembaran atau justru ia adalah Dewi Kumalasari yang sedang Pemuda Asing cari.
Kaisar Ciming sudah menghabiskan makananya, ia kemudian melirik ke mangkuk makanan yang berada di hadapan Jaka dan Chin Suang. Makanan masih terlihat penuh bahkan seperti masih utuh.
Kaisar Ci curiga kalau Jaka dan Chin Suang saling jatuh hati.
Namun perasangka Kaisar Ci harus buyar, terdengar gerombolan prajurit datang dengan menunggang kuda dan bergerak menuju pasar.
Kaisar Ci segera mengajak Jaka dan Chin Suang menyusul mereka.
Terlihat para prajurit sedang bertanya kepada para pedagang tentang kedua orang pemuda yang sok jago yang berhasil kabur dari sel.
Merasa waktunya sudah tepat Kaisar Ci langsung meloncat terbang dan menendang prajurit yang sedang mencari dirinya.
Temanya segera berdatangan mengepung Kaisar Ci.
Kaisar Ci dengan cekatan memainkan jurus pedangnya dan berhasil melukai beberapa orang yang menyerangnya.
Sementara kedua pemimpin mereka yang sedang mengawasi segera terbang melayang dan menghadang serangan Kaisar Ci.
Jaka dan Chin Suang segera mencabut pedang mereka dan melompat ke pertarungan.
Chin Suang kembali beraksi dengan pedang kembarnya bergerak meliuk liuk dan berhasil melukai puluhan prajurit yang mengepung mereka.
Sementara Jaka terlibat pertarungan dengan salah satu pimpinan prajurit.
Kaisar Ci yang sudah muak dengan kelakuan mereka menggunakan jurus taici dan berhasil membuat pimpinan prajurit babak belur.
__ADS_1
Jaka juga melakukan hal yang sama, dia bergerak cepat dan terlihat seperti orang menari, pimpinan prajurit tak berdaya ketika Jaka mengayunkan sebuah pukulan dan mengenai dadanya.
Pimpinan prajurit tersungkur dan tidak bergerak sama sekali.
Melihat salah satu pimpinanya mati, para prajurit melempar senjatanya dan berlutut memohon ampun.
Kaisar Ci kembali mencabut pedangnya, ia sengaja ingin membuat pimpinan penjahat ketakutan.
"Ampun, ampun tuan,ampuni aku"pinta pimpinan prajurit.
"Baiklah,aku akan mengampunimu asal kamu berterus terang, apa benar Kaisar Ciming yang menyuruh kalian menarik pungutan liar kepada para pedagang!!" Bentak Kaisar Ci sambil menempelkan ujung pedangnya di kepala pimpinan penjahat.
Pimpinan penjahat segera mengaku di depan para pedagang bahwa ia dan anak buahnya sengaja berpakaian prajurit untuk mengelabui para pedagang agar dengan mudah meminta pungutan.
Tentu saja pedagang yang melempari pimpinan penjahat beserta anak buahnya, dengan makanan basi dan sayuran yang membusuk.
Amarah warga tak terkendali, Kaisar Ci berusaha melerai, namun pedagang yang merasa jengkel terus melempari mereka, hingga muka Kaisar ikut terkena sayuran yang busuk.
Jaka tak sanggup melihat sang kaisar ikut terkena lemparan, ia segera berteriak kepada para pedagang sambil menunjukan lencana, bahwa orang yang terkena lemparan adalah Kaisar Ciming yang sedang menyamar.
Semua orang terkejut begitu melihat lencana yang di tunjukan oleh Jaka, lencana yang hanya di miliki oleh pengawal Kisar.
Sementara Kaisar Ci berusaha membuka kumis dan jenggot palsunya, semua orang yang melihatnya langsung berlutut memohon pengampunan.
Kaisar Ciming menyuruh semuanya untuk berdiri, ia justru meminta maaf di hadapan rakyatnya bahwa dirinya belum bisa menjadi pemimpin yang baik.
Rakyat masih saja berlutut di tanah.
Sementara itu terlihat iring iringan prajurit bersama Jendral Chong, kedatangan mereka tak lain adalah untuk menjemput Kaisar Ciming.
Kaisar Ciming menyuruh beberapa prajurit yang membawa beberapa kantong uang untuk segera meberikanya kepada para pedagang.
Para pedagang bersuka cita.
__ADS_1
"Hidup Kaisar Ciming, hidup Kaisar Ciming, semoga sang Budha selalu memberkati."
Jendral Chong segera menyuruh Kaisar Ciming naik ke atas kereta. Sebelum sang Kaisar naik ke kereta terlebih dulu Kiasar berbisik kepada Jaka supaya membujuk Chin Suang, agar mau ikut ke istana...