
Setelah menceritakan apa tujuanya datang ke kerajaan Karang Kekal,Ratu Sri Cempaka pun menyuruh beberapa prajurit Karang Kekal untuk mengawal Jaka pergi mencari mata air suci.Tujuan Jaka selanjutnya adalah Gunung Kerinci yang terkenal dengan sebutan istana Harimau.
Rupanya Gunung Kerinci memang terkenal dengan harimau sumatera,yang hidup bebas di wilayah Gunung Kerinci.Bahkan konon tidak seorang manusia pun yang berani memasukinya.Konon kabarnya penunggunya juga merupakan siluman Harimau yang sangat sakti.
Mendengar cerita dari Ratu Cempaka dan Patih Raja Langit,tak menyurutkan niat Jaka untuk menuju Gunung Kerinci.Jaka pun menolak penawaran sang ratu untuk di kawal prajurit,dengan alasan tak mau mengorbankan nyawa mereka untuk kepentinganya.
__ADS_1
Sri Lodaya juga menawarkan diri untuk ikut bersama Jaka beserta Paman Lembu Ireng menuju Gunung Kerinci.Namun sekali lagi Jaka menolaknya.Jaka tetap akan pergi ke Gunung Kerinci hanya dengan Dewi Kumalasari.Jaka pun berjanji setelah urusanya selesai akan kembali ke Karang Kekal.
Akhirnya dengan berat hati Ratu Sri Cempaka mengizinkan Jaka pergi ke Gunung Kerinci tanpa pengawal.Sri Lodaya terus mendesak Jaka ,agar ia bisa ikut bersamanya .Setelah sekian lama berusaha membujuk Jaka dan ibunya,agar mengizinkanya ikut ke Gunung Kerinci.Jaka dan sang Ratu memberi izin.Sri Lodaya pun segera bersiap,ia pun pergi ke ruang pusaka untuk mengambil senjata Busur Sewu.
Dewi bersuara menyambut kedatangan Jaka dan Sri Lodaya.Sri Lodaya nampak sedih melihat Dewi dengan bentuk burung elang.Namum Jaka mengajaknya naik ke atas punggung Dewi.Dewi pun melaju dengan cepat menuju arah Gunung Kerinci untuk mencari mata air suci.Matahari sudah hampir tenggelam namun Dewi belum ingin mendarat untuk beristirahat.Puncak gunung pun sudah mulai terlihat memerah terkena cahaya matahari yang hampir tenggelam.
__ADS_1
Sri Lodaya menyuruh Dewi untuk mendarat agak jauh dari wilayah Gunung Kerinci.Karena akan sangat berbahaya melakukan perjalanan pada malam hari mengingat banyak harimau yang tinggal di kawasan Gunung Kerinci.Dewi pun mencari pohon besar untuk beristirahat.Jaka dan Lodaya turun dari punggung Dewi Kumalasari ,keduanya mencari dahan pohon yang besar untuk merebahkan tubuhnya.Sementara Dewi bertengger di dahan yang besar,kukunya mencengkeram kuat dahan pohon agar tak jatuh kala tertidur.Malam semakin larut ,binatang malam pun mulai keluar dari sarangnya.Longlongan bunyi serigala bersahutan.Suara binatang malam pun menambah rame suasana.Jaka tiba tiba terjaga dari tidurnya.Ia merasakan sebuah aura yang datang mendekat.
Ia pun menggoyang goyangkan tubuh Lodaya ,agar terbangun dari tidurnya.Sri Lodaya kaget dan hampir jatuh dari pohon ,tapi dengan sigap Jaka meraih tanganya.Terlihat seekor harimau putih berjalan mendekat.Aura siluman pun semakin kuat,sampe bulu kuduk keduanya berdiri.Jaka dan Lodaya bersiap jikalau harimau itu hendak menyerang keduanya.
Dewi juga rupanya terbangun,ia malah lebih peka terhadap aura siluman yang di pancarkan oleh harimau putih.Dewi merasakan kekuatan yang dasyat,bahkan dadanya agak sedikit sesak ,karena kekuatan yang terpancar dari harimau yang menunggu di bawah pohon yang ia tinggali.
__ADS_1