
KI Rangga Lawu justru tidak terima dengan kekalahanya.
Ia mendatangi satu persatu dukun yang menjadi sahabatnya untuk balas dendam.
Semua dukun yang berada di desa pesugihan juga tak terima kalau salah satu rekanya di hinakan dengan di hilangkan semua kemampuan kanuraganya.
Sementara itu Jaka dan Dewi sudah berada di rumah Ki Dipa yang merupakan ayah dari asih.
Ki Dipa sangat gembira ketika ia hampir putus mencari putrinya.
Jaka dan Dewi juga terlihat bahagia melihat rona wajah asih yang kembali ceria.
Ki Dipa tentunya sangat berterimakasih kepada kedua tamunya, ia pun lantas bercerita tentang asal asul dari desa pesugihan.
Awal mula desa tersebut adalah desa yang sangat miskin karena banyaknya hama yang menyerang tanaman. Hingga mereka selalu gagal panen, karena tanamanya selalu habis di makan hama.
Hingga akhirnya ada seorang dukun sakti bernama Ki Cungkring seorang dukun yang bertubuh kecil tapi lumayan tinggi badanya.
Dia adalah dukun yang sakti. Rupanya dia dapat melihat bahwa hama hama yang menyerang tanaman penduduk bukan hama biasa tetapi berasal dari sebuah ladang milik petani yang bertepatan dengan istana Jin.
Karena awalnya mereka menebang pohon tidak izin atau sembrono untuk menjadikan lahan pertanian.
Hingga membuat si penunggu gaib marah dan menggunakan kesaktianya untuk membuat hama tikus dan ulat yang menghabiskan setiap tanaman yang di tanam para penduduk Desa.
Ki Cungkring dapat berkomunikasi dengan ratu jin yang menguasai wilayah tersebut dengan sarat harus ada anak anak yang di jadikan tumbal di setiap purnama.
Nama Ki Cungkring semakin terkenal hingga ia yang seorang diri kewalahan menghadapi warga yang datang untuk sekedar di beri jimat ataupun kesaktian . Hingga akhirnya ia mengundang teman teman sesama dukun yang berasal dari luar desa.
Akhirnya karena banyak warga yang minta agar menjadi orang kaya para dukun pun memberikan jalur kekayaan lewat jalur hitam yang pastinya harus ada tumbalnya.
Akhirnya hingga kini kebiasaan tersebut mendarah daging sampai anak cucu, hingga efeknya terjadi dengan banyak anak anak kecil yang di culik untuk tumbal.
" Mereka harus di hentikan kanda.Sebelum anak di kampung ini habis di jadikan tumbal.
Jaga juga sependapat dengan ucapan istrinya.
Jaka bertanya kepada Ki Dipa mengenai dukun Cungkring kepada ki Dipa.
Ki Dipa nampak ketakutan.
" Jangan ,nanti dia pasti akan menyakitimu. Ki Dipa nampak ketakutan.
__ADS_1
Jaka nampak meyakinkan Ki Dipa bahwa ia bisa menjaga dirinya dari ancaman Ki Cungkring dan csnya.
Ki Dipa tak dapat berkata ketika mengetahui cerita dari Asih putrinya bahwa Paman Jaka telah berhasil mengalahkan ki Rangga Lawu yang merupakan orang kepercayaan Ki Cungkring.
" Waduh gawat Jaka, mereka pasti akan menuntut balas. Sebaiknya kalian berdua cepat pergi dari desa ini . Biar aku dan Asih yang akan menggantikan kalian .
Mendengar perkataan Ki Dipa hati Jaka dan Dewi trenyuh,mereka tak menyangka bahwa Ki Dipa rela menggantikan dirinya jika harus berurusan dengan Ki Cungkring.
" Berdoa saja ki, mudah mudahan Tuhan selalu bersama kami" ucap Dewi sambil tersenyum.
Di saat waktu bersamaan Jaka tiba tiba berguling guling di lantai karena merasa sakit di sekujur tubuhnya.
Namun ia cepat cepat memusatkan pikiranya dan menggunakan kekuatan pedang suci untuk menghadapi teluh yang di kirim oleh para dukun.
Tubuh Jaka di selimuti cahaya putih terang yang sangat menyilaukan,membuat Asih dan Ki Dipa sampai menutup mata.
Tiba tiba dari tubuh Jaka keluar aura hitam yang melayang jauh menuju para dukun yang sedang mengirimkan teluh.
Para dukun merasa terkejut ketika teluh yang di kirimnya kembali dan meledak di tengah tengah sesaji hingga porak poranda.
" Dia bukan orang sembarangan. Ilmu teluh tak mampu menciderainya!" ungkap ki Cungkring kepada rekan rekanya.
" Itu berarti kita harus bertarung secara fisik kang Cungkring?"tanya salah seorang rekanya.
Berangkatlah rekan ki Cungkring,sementara dirinya pergi ke belakang rumah yang merupakan lahan kosong yang menjadi tempat kerajaan Jin untuk meminta pertolongan jikalau di perlukan.
Jaka dan Dewi dapat merasakan banyak energi yang bergerak menuju rumah ki Dipa.
" Ki mohon kunci rapat rapat pintunya , jangan biarkan Asih seorang diri"!
Jaka dan Dewi segera keluar dan berusaha membuat pagar pelindung di sekeliling rumah Ki Dipa.
Sementara itu Ki Dipa dan Asih terus mengucap doa kepada Dewata agar kedua tamunya selalu di beri keselamatan.
Dalam sekejap Jaka melayang memutari rumah Ki Dipa untuk membuat pagar gaib.
Kini tibalah para dukun di halaman rumah ki Dipa. Mereka berjalan mendekati pintu namun seketika tubuh para dukun terlempar mundur.
Mereka berusaha menggabungkan kekuatan untuk membuka pagar pelindung. Namun sekali lagi usaha mereka sia sia dan tubuh mereka kembali terlempar.
Jaka dan Dewi nampak tersenyum sambil mengintip dari atas pohon.
__ADS_1
" Sial kang pagar ini terlalu kuat,kita tak bisa menembusnya"
Mereka semakin merasa penasaran ingin segera berjumpa dengan kedua sosok muda mudi yang memasuki desanya.
Jaka dan Dewi segera melompat dari pohon secara berbarengan.
" Kamilah yang kalian cari" Jaka dan Dewi mengucap perkataan yang sama.
Rupanya ada satu dukun yang merasa tak asing dengan wajah Jaka dan Dewi .
" Apa,mereka adalah sepasang pendekar elang,kita tak mungkin dapat mengalahkanya!" bisik salah seorang dukun kepada teman temanya.
Terlihat ada salah seorang dukun yang ingin membuktikan ucapan temanya. Ia segera berlari berusaha menyerang Dewi.
Dewi segera menyambut sang dukun dengan ajian dewa angin dan berhasil melempar tubuh si dukun hingga mengenai pohon dan mengalami luka dalam.
" Akhhhh"
Si dukun berteriak kesakitan,darah memuncrat dari kedua bibirnya.
" Kamu si ngeyel di bilangin" ucap salah seorang rekanya.
" Ya,wis,aku kapok!"
" Maaf ampuni kami tuan pendekar,aku tahu kalian pendekar elang raksasa,aku sangat mengenalmu!"
Mereka pun segera berlutut memohon ampun.
Sementara itu Ki Dipa dan Asih yang awalnya ketakutan melihat pertarungan dari celah lubang pagar bambu merasa takjub sekaligus tak percaya melihat para dukun yang sangat di takuti di desa mereka justru berlutut memohon ampun di hadapan Jaka dan juga Dewi.
" Siapa sebenarnya Jaka dan Dewi pastilah mereka orang yang sangat sakti" Ki Dipa di liputi rasa penasaran yang teramat besar.
Sementara itu melihat para dukun berlutut Jaka dan Dewi menjadi sedikit iba. Sebagai seorang ksatria tentunya keduanya memberikan kesempatan kepada para dukun untuk kembali ke jalan yang benar.
Rupanya tak jauh dari tempat tersebut Ki Rangga Lawu mengikuti para dukun dan mengintipnya, ia juga sangat penasaran kenapa para dukun sangat takut terhadap kedua orang asing yang telah mengalahkan dirinya.
" Siapa sebenarnya kedua pendekar itu. Akhh sial usahaku untuk balas dendam gagal,sial sial sial."
Rangga Lawu merasa begitu kesal sambil terus menjambak rambutnya.
Para dukun berjanji akan meninggalkan praktek ilmu hitamnya dan akan mencari pekerjaan yang halal untuk menghidupi anak istrinya.
__ADS_1
Jaka yang memang memiliki kedermawanan tinggi segera mengambil segepok uang yang ia segera berikan kepada para dukun untuk modal memulai hidup yang baru.
Mereka tentu saja sangat gembira dan langsung berlalu. Mereka juga berjanji akan kembali ke desa asalnya untuk memulai hidup dengan bertani.