JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
patung dewi kalinggi


__ADS_3

Setelah beberapa waktu memimpin kerajaan Karang Cendana ,Jaka Kelana mulai berbenah .Ia menyuruh para prajurit untuk merobohkan patung Dewi Kalinggi yang kokoh berdiri di depan istana.Sri Lodaya memimpin pembongkaran patung Nini Kalinggi.Prajurit membawa kapak dan palu untuk menghancurkanya.


Sri Lodaya menyuruh para prajurit mulai menghancurkan patung Dewi Kalinggi ,tapi begitu palu dan kapak di hantamkan untuk menghancurkanya ,seketika patah para prajurit juga terpental.


Seakan tidak percaya Sri Lodaya segera memegang kapak dan memukul patung Dewi Kalinggi ,ia pun terpental .Akhirnya ia mencoba menggunakan tenaga dalamnya dan mengalirkanya ke kapak dan memukulnya ke patung tersebut.Seketika kapak menghantam patung Kalinggi dan sekali lagi ia merasakan sebuah kekuatan melemparnya,bahkan kali ini tubuhnya terhempas dan menghantam tembok istana.Sri Lodaya meringis kesakitan ,ia mencoba bangkit dan menyuruh prajurit melaporkanya kepada Jaka Kelana.

__ADS_1


Seorang prajurit berlari masuk dan melaporkan kejadian di halaman istana.Jaka Kelana terkejut dan mengikuti prajurit menuju halaman di dampingi Dewi Kumalasari.


Sri Lodaya langsung menghampiri Jaka dan menceritakan apa yang telah ia alami.Jaka kelana berpikir sejenak,namun Dewi segera mendekati patung dan memejamkan matanya.Dewi menggunakan mata batinya untuk mengetahui apa yang terjadi .Rupanya di dalam patung berkumpul puluhan siluman banaspati yang jadi penunggu .Dewi Kumalasari segera mendekati Jaka dan berbisik bahwa banaspati berada di dalam patung Dewi Kalinggi.


Kali ini Jaka melangkah maju dan berdiri di hadapan patung Kalinggi .Ia mengepalkan tangan ke atas dan mengeluarkan pukulan matahari.

__ADS_1


Ledakan terjadi beberapa makluk penunggu patung berhamburan keluar dan langsung menyerang Jaka kelana.Dewi dan Sri Lodaya tak mau tinggal diam ,keduanya segera melompat dan membantu Jaka.Pertarungan berlangsung cukup alot bahkan para prajurit mulai menghunus pedang mereka ,namun Jaka Kelana menyuruh para prajurit untuk menjauh.Jaka segera menyuruh Dewi untuk mengeluarkan ajian Pencabut Roh .keduanya segera duduk bersila ,seketika sukma keduanya keluar dan menyerang siluman Banaspati.Beberapa ledakan terjadi dan menghentikan perlawanan Banaspati,mereka segera menghilang dari pandangan mata.Sri Lodaya segera menyuruh para prajurit mulai menghancurkan patung Kalinggi.Kali ini dengan mudah mereka menghancurkan kedua kaki yang menjulang dan setelah kedua kaki hancur ,maka robohlah patung Dewi Kalinggi.Akhirnya patung itu hancur berkeping keping.Para prajurit segera membersihkan puing yang berserakan.


Tiba tiba langit menjadi hitam dan angin berhembus kencang .Jaka merasakan sebuah kekuatan besar mendekat ke istana ,bahkan para prajurit merasakan tubuh mereka menjadi dingin dan menggigil.Dewi Kumalasari segera bisa membaca situasi ,ia segera duduk bersila dan membaca mantera suci .Selang tak berapa lama kemudian awan hitam berangsur angsur lenyap dan tiupan angin menjadi semilir.Rasa dingin juga hilang,Jaka juga bisa merasakan kekuatan kegelapan semakin menjauhi istana.


Dewi kembali berbisik kepada Jaka bahwa kekuatan hitam itu adalah Nini Kalinggi ,karena ia tak bisa mati selama napsu angkara murka masih berada di hati manusia.Akhirnya Jaka memutuskan agar patung Dewi Kalinggi di ganti dengan bangunan pura untuk persembahyangan kepada Sang Hyang Tunggal.

__ADS_1


Setelah selang beberapa waktu menjadi raja Jaka mulai membuat kebijakan ,ia tidak lagi memberatkan penduduk dengan pajak yang besar namun kali ini ia menyuruh supaya penduduk menyerahkan upeti sesui kemampuan dan dengan sukarela tanpa ada paksaan.Tentu saja penduduk sangat senang dengan kebijakan itu .Jaka juga berjanji akan mengembalikan ladang ladang penduduk yang telah di ambil paksa oleh Dasarupa.


__ADS_2