JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Pertarungan Terakhir


__ADS_3

Pertarungan dahsyat masih terus terjadi antara Jaka Kelana dan Dewi Kalinggi. Bahkan keduanya telah jauh berada di dalam hutan belantara dan menyisakan lubang lubang besar yang menganga akibat gempuran tenaga dalam.


Pepohonan juga roboh dan beberapa ranting terlihat patah terkena kekuatan tenaga dalam yang saling beradu. Rupanya sebelum Mhing Chun berangkat bersama Kalinggi ia juga sudah menyuruh pasukanya untuk menyusul menggempur pasukan Kaisar Ci. Setelah pasukan kaisar Ci berhasil menumbangkan perlawanan para siluman anak buah Kalinggi, kini mereka harus menghadapi tentara Mhing Chun yang berdatangan dari berbagai arah.


Dalam sekejap mata kini Medan tempur tanahnya berubah menjadi merah akibat darah yang bercucuran akibat robek terkena senjata. Di sisi lain Kaisar Ciming dan Guru Chen masih berusaha memulihkan kondisi mereka setelah hampir kalah oleh Mhing Chun yang kini telah mati. Dewi pun mengurungkan niatnya membantu Jaka , ketika secara tiba tiba musuh datang berduyun duyun dari berbagai arah.


Ia pun kembali menggunakan kekuatan jurus Dewa angin untuk membuat musuh kocar kacir.


Sementara itu Jaka terus membombardir Dewi Kalinggi dengan ilmu pamungkasnya , pukulan penghancur karang telah ia keluarkan namun rupanya tubuh Kalinggi sudah semakin kuat dan pukulan penghancur karang hanya mampu melemparkan tubuh Kalinggi membentur kayu besar hingga roboh.


Kalinggi masih bisa bangkit dan tertawa cekikikan.


" Ha ha ha ha,aku sudah menyempurnakan kekuatan pancasona hingga level tak terbatas bahkan ilmu pelebur roh sudah tak mampu untuk meleburkan jasadku,ha ha ha ha!"


Kalinggi terus tertawa cekikikan.


Sementara itu Jaka sedikit terkejut dengan ucapan Dewi Kalinggi ia pun penasaran dan menggunakan ilmu pelebur roh dengan di gabungkan ajian Dewa Gledeg. Ternyata Kalinggi masih tak bergeming dari posisinya dan dapat menyerap kekuatan kedua ilmu tersebut dengan ajian penyerap jiwa.


Bahkan kali ini tubuh Jaka mulai di selimuti asap hitam. Rupanya Jaka sengaja tak menahan ajian milik Kalinggi agar bisa masuk ke alam ilusi untuk menolong Jendral Chong dan juga Jendral Kwan yang sebelumnya sudah terjebak.


Kalinggi merasa menang melihat ia berhasil memasukan Jaka ke alam ilusi ciptaanya.


Disisi lain Jendral Kwan dan Jendral Chong masih merasa kebingungan dan nyaris kehabisan tenaga setelah bertarung dengan berbagai mahluk yang mengerikan dan tidak ada habisnya.


Keduanya juga berkali kali seperti terasa terlempar dari tebing yang sangat tinggi dan seperti masuk ke dalam air yang dalam dan luas seperti lautan hingga tenag mereka terkuras karena mencoba berenang menuju tepi.


Jaka yang sudah cukup mengenal alam ilusi segera menggunakan pedang suci dan menggabungkan kekuatanya dengan cambuk api. Cahaya pedang suci memancar ke segala penjuru dengan di iringi api yang sangat panas.


Alam ilusi yang gelap gulita menjadi terang benderang hawa yang sangat dingin juga menjadi panas dan semakin panas. Setelah cukup lama dua kekuatan antara gelap dan terang beradu serta panas melawan dingin ,hingga akhirnya alam ilusi ciptaan Kalinggi hancur. Seiring ledakan yang terdengar keras kedua Jendral yaitu Chong dan Kwan kembali terpental ,rupanya tak hanya mereka berdua namun ribuan orang yang berada di alam ilusi seakan melayang dan kemudian samar samar mereka melihat seakan berada di atas awan yang putih hingga akhirnya mereka sadar bahwa kini telah kembali ke dunia nyata.

__ADS_1


Kalinggi menahan sakit berbarengan dengan alam ilusi ciptaanya yang telah musnah. Bahkan tubuhnya berguling guling dengan sangat cepat.


Melihat hal tersebut Jaka tak menyia nyiakan kesempatan,ia segera melepaskan cambuk api dan melilit Kalinggi yang tubuhnya kelocotan di tanah.


Kalinggi semakin merasakan seluruh tubuhnya panas,dengan sekuat tenaga ia mencoba melawan hawa panas tersebut dengan menggunakan Ajian pancasona, namun begitu panas mulai sedikit mereda Jaka kembali melepaskan pedang suci dan menancap di ubun ubun Dewi Kalinggi . Dewi Kalinggi menjerit sejadi jadinya dan membuat ngeri semua orang yang mendengarnya.


Bahkan para prajurit yang sedang bertempur tiba tiba berhenti mendengar teriakan memekik dan sangat memilukan.


Entah kenapa semua orang menjadi takut jika kematian semacam itu akan menjemput mereka.


Cukup lama suara pilu Kalinggi terdengar hingga akhirnya Jaka menggunakan salah satu senjata andalannya yaitu pusaka gogok sakti.


Ia kemudian membuka sumbu penutup dan mengarahkan ke tubuh Kalinggi yang masih menjerit kesakitan. Seketika Pusaka pedang suci dan cambuk api terbang menjauh.


Kalinggi cukup heran karena tubuhnya tidak merasakan sakit lagi ia sudah cukup senang, namun sebelum sempat ia tertawa lepas tubuhnya merasa sangat berat dan tiba tiba tersedot oleh kekuatan yang super besar, sekuat tenaga ia berusah menahan dengan kekuatan penyerap jiwa namun usahanya sia sia ia kembali menjerit sejadi jadinya hingga pita suaranya seakan pecah.


Kini berahir sudah riwayat Dewi Kalinggi.


Kaisar Ciming juga berteriak kepada rakyatnya yang menjadi pasukan Mhing Chun agar menyerah seraya berkata bahwa Mhing Chun telah mati dengan kematian yang sama seperti Kalinggi akibat dosa dosanya yang terlalu banyak.


Kemenangan pun menjadi milik Kaisar Ciming.


Singkat cerita akhirnya Ciming kembali menjadi kaisar. Kini rakyatnya juga kembali tentram karena kepemimpinannya . Daratan Tibet juga kembali damai karena kedua kaisar Yaitu Ciming dan Feng menjadi dua kekaisaran yang menjalin kerjasama dengan baik.


Jaka dan Dewi pun kembali ke kerajaanya dan kepulanganya tentu saja sudah di tunggu tunggu oleh Raja Jaya Wijaya dan Juga Ratu Ambarwati serta semua rakyat . Jaka pun kembali menjadi Raja di kerajaan Wisma Kencana dan menyatukan dengan karang Cendana menjadi satu kerajaan .


Karena sumber dari penguasa gelap sudah mati kini kerajaanya menjadi aman dan tentram rakyat hidup bahagia dan damai.


Kaisar Ciming bersama Guru Chen dan Juga Jendral Chong berkunjung ke tanah Jawa untuk pertama kalinya dan sangat terkesan dengan alam tanah Jawa yang sangat subur dan penduduknya yang ramah . Istilah orang jawa gemah lipah loh jinawi negeri yang super subur,apapun bisa tumbuh di tanah Jawa.

__ADS_1


Rupanya kedatangan Kaisar Ci dan guru Chen menjadi kegembiraan yang luar biasa karena di saat bersamaan Dewi Kumalasari mengumumkan bahwa dirinya telah berbadan dua dan itu artinya dia telah menjadi manusia yang sempurna dan tidak bisa berubah kembali menjadi elang raksasa. Tapi hal itu tak membuat dirinya bersedih karena yang di tunggu selama bertahun tahun akhirnya datang juga.


Penerus tahta kerajaan telah tiba dan tinggal menunggu waktu beberapa bulan kedepan.


Tentunya semua orang berharap agar semua bisa baik baik saja dan negerinya semakin aman.


Hari terus berganti menjadi bulan hari kelahiran yang di nanti saat kelahiran telah tiba .


Ibu suri dan Raja Jaya Wijaya menunggu dengan terus berdoa berharap cucunya yang akan meneruskan tahta Jaka Kelana lahir dengan cepat dan selamat. Sementara Jaka masih setia mendampingi istrinya yang sedang berjuang antara hidup dan mati demi kehadiran sang buah hati yang selama ini sangat di dambakan.


Di saat yang bersamaan dengan teriakan Dewi bumi bergoncang dan membuat semua orang panik berlarian . Mereka takut bangunan istana akan runtuh karena tanah beguncang dengan sangat dasyattt.


Namun kejadian tak berlangsung lama setelah suara tangis bayi memecah kepanikan, seketika goncangan berhenti. Tentu saja kecemasan yang Jaka rasakan berubah menjadi kebahagiaan melihat titisanya telah lahir. Seorang bayi laki laki yang sempurna menangis keras di hadapannya.


Ratu Dewi Ambarwati segera berlari menyongsong kelahiran cucunya.Kebahagiaan nampak jelas di wajahnya.


Kebahagiaan raja menjadi kebahagiaan semua rakyatnya . Jaka pun mengumumkan kelahiran anaknya dan mengadakan sukuran dengan mengundang rakyatnya untuk makan makan di istana dan memberikan bantuan kepada rakyat yang masih kekurangan.


Kebahagiaan terus menyelimuti Rakyat Wisma Kencana....


Dengan kebahagiaan semuanya berahir pula cerita Jaka Kelana dan Elang raksasa....


Author mengucapkan banyak terimakasih atas saran kritik dan perhatiannya ..


Wasalammmm..Armand...


thank you for alll...


" TAMAAT. "

__ADS_1


__ADS_2