JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Jenral Chong vs Jendral Long We


__ADS_3

Cahaya matahari mulai bersinar, suara terompet kembali di dengungkan. Suara teriakan dan langkah kaki kuda mulai memenuhi gurun pasir yang menjadi saksi dari peperangan untuk bersatunya Cina dalam satu kepemimpinan.


Kaisar Ciming dan juga Guru Chen sudah terlihat bugar, setelah rehat untuk memulihkan kondisi.


Guru Chen Menarik kereta melaju ke depan, kali ini Guru Chen mencari Kaisar Liming untuk menjadi musuhnya.


Namun rupanya lagi lagi Wong Fe dan Wong Fu telah bersiap untuk kembali menjalankan misi dari Kaisar Liming. Mereka segera bergerak terbang melayang dan menghadang laju kereta yang di kendarai Guru Chen dan juga Kaisar Ciming.


Kali ini Guru Chen tak ingin keretenya hancur kembali, oa segera mengajak Kaisar untuk turun dan bersiap menghadapi ketua Iblis Merah.


Sementara itu Lindan dan juga putri Salju Huan Chu melanjutkan pertarungan untuk membuktikan siapa yang lebih unggul di antara mereka.


Suara ledakan dari pertemuan dua kekuatan yang keluar dari Tongkat Pembelah Batu dan Pedang Salju membuat para prajurit yang terlibat pertarungan sedikit menjauh.


Mereka tak ingin tubuhnya hancur dan mati sia sia.


Jendral Chong dan Long We terus berusaha merangsak ke depan sambil mengayunkan pedangnya, sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang terkena sabetan pedangnya.


Hingga akhirnya kedua Jendral tersebut bertemu di tengan medan tempur, kedunya sama sama menunjukan kebolehanya dalam memainkan pedang.


Jendral Chong terlihat lebih cepat permainan pedangnya hingga membiat Jendral Long We sedikit kewalahan.


Namun Long We boleh saja kalah dalam kelincahan memainkan pedang. Long We yang merupakan murid utama dari Lindan segera mundur sedikit jauh.


Badanya memutar sambil kedua tanganya di tengadahkan ke atas.


"Jurus tendangan tanpa bayangan" tiba tiba Long We terbang sambil melepaskan tendangan beruntun ke arah Jendral Chong.

__ADS_1


Jendral Chong tak serta merta bisa menghindari semua tendangan beruntun yang di lepaskan Long We, hingga akhirnya beberapa kali tubuhnya harus menerima hantaman dari tendangan tanpa bayangan milik long We.


Jendral Chong terhempas dan menabrak para prajurit yang sedang bertarung.


Melihat sang Jendral terkapar beberapa prajurit berusaha melindungi Jendral Chong, namun Jendral Long We tak membiarkan begitu saja. Jendral Long We mengambil ancang ancang, tubuhnya kembali melayang dan melepaskan tendangan tanpa bayangan.


Puluhan prajurit terpental, Jendral Long We terkejut melihat Jendral Chong tiba tiba lenyap.


"Jurus Cakar Elang Naga" Jendral Chong tiba tiba meluncur dari udara dan mendaratkan pukulan Cakar Elang Naga.


Jendral Long We tak sempat menghindar akibat serangan Jendral Chong yang mengejutkanya.


"Bruuuukkkgg"


Tubuh Jendral Long We terpental dan membentur tanah yang berpasir.


Jendral Chong menghentikan gerakanya, melihat Jendral Long We kelimpungan.


Kini giliran prajurit Kaisar Liming yang berlari dan berusaha menolong Jendral Long We.


Jendral Chong menyambar pedangnya yang sempat jatuh dengan melakukan beberapa gerakan para prajurit yang menyerangnya terkapar dengan luka di sekujur tubuhnya.


Jendral Long We masih merasa kesakitan di kedua kelopak matanya, ia mencoba mengusapnya, namun ia terkejut ketika pandanganya mulai jelas, serta kedua matanya bisa di buka lebar lebar Jendral Chong berdiri di hadapanya dan mengacungkan pedang tepat di atas kepalanya.


"Menyerahlah Jendral Long!" perintah Jendral Chong.


" Bukankah kau berasal dari golongan putih, tapi kenapa dirimu mau membela pemimpin yang jelas jelas menyengsarakan rakyatnya" Jendral Chong berusaha memberi pengertian.

__ADS_1


Jendral Long We, memang aslinya orang baik, namun karena ia terlena oleh kemewahan dunia hingga ia pun harus membohongi nuraninya yang memang tak sejalan dengan Kaisar Liming.


Jendral Chong terkejut ketika tubuh Jendral Long We tiba tiba jatuh tersungkur dan bersimbah darah.


Sementara dari belakang munjulah Kaisar Liming sambil mencabut pedang yang menancap di punggung Jendral Long We.


"Dasar Jendral tak berguna, itu adalah balasan yang tepat untukmu!" Kaisar Liming berteriak sambil meludahi tubuh Jendral Long We yang sudah tak bernyawa.


Amarah Jendral Chong memuncak, ia segera melompat dan mengayunkan pedangnya, namun Kaisar Liming dapat menangkis serangan Jendral Chong dengan mudah.


Kini giliran Kaisar Li menyerang Jendral Chong dengan permainan pedangnya yang sangat cepat.


" Jurus pedang seribu bayangan"


Jendral Chong terkejut melihat pergerakan Kaisar Liming yang begitu cepat.


" Jurus pedang kematian" Jendral Chong dengan sisa tenaga berusaha melawan jurus pedang seribu dengan jurus pedang kematian.


" Trang tang, tang ,ting ting ,ting"


Gerakan keduanya begitu cepat,bahkan tubuh mereka kini melayang layang di udara. Namun karena Jendral Chong sudah mengalami luka akibat pertarunganya melawan Jendral Long We, akhirnya pergerakanya sedikit mulai melambat. Kaisar Liming mengetahui bahwa tenaga Jendral Chong sudah habis terkuras.


Hingga ia terus berusaha menekan dan ahirnya Jendral Chong terkena sambaran pedang milik Kaisar Li, darah mengalir dengan deras, perut Jendral Chong terkoyak.


Luka di perutnya membuat tenaga dalamnya menurun hingga Jendral Chong pun jatuh dan membentur tanah.


Melihat sang Jendral terjatuh beberapa orang wanita murid Huan Chu, segera terbang dan mendarat untuk melindungi sang Jendral.

__ADS_1


Jendral Chong pandanganya mulai berkunang kunang akibat benturan yang cukup keras dan darah yang terus keluar dari perutnya, hingga ia pun tak sadarkan diri.


__ADS_2