
Raja Rangga Wulung bercerita.
Bahwa sebelumnya sempat ada pangeran dari kerajaan Kalingga yang melamar putri Sekar Mayang.
Pangeran Kamandaka namanya, ia juga merupakan seorang pangeran yang memiliki kanuragan yang sakti.
Tak selang berapa lama setelah penolakan. Sekar Mayang tiba tiba pingsan.
Sudah banyak tabib yang mencoba mengobati namun selalu gagal, bahkan beberapa tabib yang mencoba menerawang untuk mengetahui penyebab sakitnya Sekar Mayang tiba tiba muntah darah dan mati mengenaskan.
Jaka pun segera berkata" Maaf paduka Raja kelihatanya ada seseorang yang telah menarik sukma sang putri dan mengurungnya hingga sukma tersebut tak dapat kembali ke raganya!"
Raja Rangga Wulung memohon dengan sangat supaya Jaka dan Dewi dapat menolong putri Sekar Mayang.
"Baiklah akan kami coba, Gusti!" ucap Dewi.
Jaka dan Dewi segera bersemedi, keduanya merogoh sukma untuk menolong sukma putri Sekar Mayang.
Kedua sukma melayang dan menembus dinding istana terbang menuju sebuah tempat yang sempat Jaka lihat melalui penerawanganya.
Nampaklah seorang wanita di kurung di sebuah ruangan, air matanya terlihat membasahi kedua pipinya, bahkan kelopak matanya terlihat sendu.
Sementara di luar ruangan berjejer beberapa orang prajurit dengan memegang senjata terlihat berjaga.
Mereka adalah para prajurit terpilih yang mempunyai kepandaian di atas rata rata untuk menjaga sukma Puteri Sekar Mayang.
Jaka beserta Dewi dengan leluasa memasuki sebuah bangunan keraton, keduanya menduga bahwa ini merupakan istana Kalingga.
Namun ketika sampai di sebuah tempat yang di jadikan untuk menyandera sukma Puteri Sekar Mayang , keduanya terpental.
Sosok Jaka dan Dewi pun dapat di lihat oleh prajurit hingga terjadilah pertarungan.
Jaka menyuruh Dewi untuk pergi karena akan sangat berbahaya jika sukma mereka dapat di lihat, besar kemungkinan para prajurit juga bisa menangkapnya dan memenjarakan seperti halnya yang di alami puteri Sekar Mayang.
Dewi dan Jaka segera menembus dinding dan melayang kembali ke raganya yang berada di istana Panaruban.
Pangeran Kamandaka yang sedang bersemedi segera keluar setelah mendengar suara pertarungan yang berasal dari ruangan yang di gunakan untuk menyekap putri Sekar Mayang.
" Ada apa prajurit" teriak Pangeran Kamandaka.
" Maaf pangeran ada penyusup lagi yang mencoba untuk membawa sukma puteri Sekar Mayang!" jawab prajurit.
__ADS_1
Pangeran Kamandaka segera menerawang dengan ilmu batinya untuk melihat pagar gaib yang menyelimuti ruangan yang di gunakan untuk menyekap puteri Sekar Mayang.
" Untunglah pagar gaib masih melindungi ruangan ini, tapi pasti mereka berilmu tinggi karena mereka dapat lari setelah menghantam pagar gaib yang dapat menarik kekuatan tenaga dalam!" pikir sang pangeran.
Lantas ia pun bertanya kepada para prajurit tentang ciri ciri dua orang yang berhasil menyusup ke istana.
" keduanya merupakan pendekar yang masih belia pangeran, satu seorang pemuda yang tampan dan satunya lagi gadis cantik!" ujar prajurit.
" ya sudah! Kembali berjaga aku akan kembali bersemedi" Ucap Pangeran Kamandaka sambil berjalan kembali memasuki ruangan semedi.
Sementara itu Jaka dan Dewi telah kembali ke raganya, mereka pun sedikit keletihan hingga membuat sang raja dan permaisuri menjadi khawatir.
" Maaf tuan,nona, apakah kalian baik baik saja?" tanya sang Raja.
" Ia paduka raja, kami baik baik saja, ternyata pangeran Kamandaka memang sakti, kami terlempar akibat menabrak pagar yang di buat kamandaka untuk memagari Putri Sekar Mayang, hingga menguras tenaga dalam kami" ucap Jaka.
" Baiklah sekarang beristirahatlah dahulu, untuk mengembalikan kondisi kalian, prajurit segera siapkan kamar untuk kedua tuan pendekar ini! jawab sang raja yang kemudian menyuruh prajurit menyiapkan kamar.
Prajurit pun segera berlari sementara terlihat salah seorang prajurit mendekati Jaka dan Dewi untuk mengantarnya menuju kamar yang sedang di siapkan.
Jaka dan Dewi segera pamit dan mengikuti prajurit.
Tak selang berapa lama, nampak beberapa dayang keluar dari sebuah kamar sambil melapor.
Prajuritpun berniat menjemput Jaka dan Dewi, namun rupanya prajurit lain sudah mengantarnya.
" Silahkan Tuan, nona, kamar sudah kami siapkan!" ucap prajurit.
Jaka dan Dewi berterimakasih dan langsung masuk untuk bersemedi memulihkan tenaga mereka.
Sementara itu Pangeran Kamandaka masih berada di ruang semedi ia kembali mencoba menerawang untuk melihat rupa dua orang penyusup yang telah memasuki istana Kalingga.
Nampaklah Wajah Jaka dan Dewi dengan sangat jelas.
" O rupanya ini rupa dari kedua penyusup itu, baiklah nanti malam akan aku akan bermain main dengan ajian penarik sukma untuk mengambil sukma mereka dan memenjarakanya!" pikir pangeran Kamandaka.
Sementara Jaka dan Dewi sudah selesai bersemedi, merekapun segera membersihkan diri dan mengambil wudhu untuk mengerjakan solat.
Magrib pun telah berlalu hingga waktu isya tiba, Jaka mengajak istrinya kembali solat dan kemudian berdoa sejenak lantas berjalan menuju tempat tidur untuk beristirahat.
Dewi yang keletihan segera terlelap, sementara Jaka masih susah untuk memejamkan mata, kini nampak di pikiranya rasa rindu untuk bertemu dengan ayah dan ibunya serta ayah angkatnya ki Kardi yang sudah lama ia lupakan.
__ADS_1
Jaka pun berpikir mungkin mereka semua telah menganggap bahwa dirinya telah mati dan pastilah mereka akan bersedih.
Jaka pun berniat dalam hati setelah urusan mengenai putri Sekar Mayang selesai ia akan mengajak Dewi segera pulang ke kerajaan Wisma Kencana untuk bertemu dengan orang orang yang sangat di cintai.
Hingga Jaka pikiranya terus melayang dan mengakibatkan susah untuk tidur.
Tiba tiba Dewi merintih kesakitan, dan dari mulutnya keluar darah segar.
Jaka terlihat panik dan mencoba untuk membangunkan istrinya.
" Dinda,dinda bangun dinda" teriak Jaka sambil menggoyang goyang tubuh istrinya.
Dewi masih merintih kesakitan dan kini tiba tiba wajahnya berubah menjadi memar seperti terkena pukulan.
" Jurus pengendali mimpi" pikir Jaka dalam hati.
Baiklah aku juga akan masuk ke dalam mimpi Dewi dengan ngrogo sukma.
Jaka segera bersemedi.
Sementara itu Dewi seolah olah sedang berada di sebuah tempat dan tiba tiba saja ada seorang pria yang menyerangnya, anehnya Dewi tidak bisa menggunakan ilmunya untuk menghadapi pria tersebut, hingga ia harus berlari dan bersembunyi, namun tetap saja pria tersebut dapat menemukanya dan kemudian menghajar Dewi sampai tidak berdaya.
Untunglah Jaka datang tepat waktu dan berusaha menolong Dewi.
" Dinda bertahanlah, hiattt!" Jaka melompat sambil melepas pukulan matahari dan berhasil membuat pria yang menyerang Dewi terpental.
" Dinda kamu tidak apa apa?" tanya Jaka.
" Entahlah kanda, badanku sakit semua, dan kanuraganku tidak bisa di gunakan!" jawab Dewi.
Jaka pun segera melempar Dewi menuju sebuah lubang kecil, rupanya lubang tersebut adalah jalan keluar untuk kembali memasukan roh Dewi ke dalam wadalnya.
Dewi pun segera terbangun, ia pun menyeka darah yang keluar dari bibirnya.
" Jurus pengendali mimpi, aku harus memulihkan diri dan membantu Kanda Jaka Kelana!" pikir Dewi yang sudah duduk bersemedi untuk memulihkan tenaganya.
Sementara raga Jaka masih duduk terdiam di samping Dewi.
" Sialan, punya nyali juga kamu untuk masuk ke alam mimpi, pasti aku juga akan mudah untuk mengalahkanmu, seperti wanita tadi yang aku jadikan boneka mainan, ha ha ha ha!" ucap Kamandaka.
" Jaka jangan sombong dulu Kamandaka, di atas langit masih ada langit!" pungkas Jaka.
__ADS_1
Kamandaka yang kaget karena Jaka mengetahui dirinya segera menyerang, hingga terjadilah pertarungan sengit antar keduanya.
Kamandaka merasa aneh karena Jaka terlihat lincah dapat menghindari seranganya, berbeda dengan Dewi yang dapat ia permainkan.