JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kemampuan mengubah suhu


__ADS_3

Dewi Kumalasari terus melesat menuju medan perang. Hawa panas akibat pukulan neraka jahanam mulai menyebar hingga radius kiloan meter dari lokasi pertempuran. Jaka menyuruh Dewi terbang ke sebuah gunung yang puncaknya di penuhi salju.


Awalnya Dewi tak mengerti mengapa Jaka menyuruhnya menuju gunung es.


Namun setelah Jaka melompat ke pucuk gunung barulah ia mengerti bahwa suaminya akan menyerap hawa dingin gunung salju untuk mengubah suhu panas di medan perang.


Kembali Jaka mengangkat kedua tanganya tinggi tinggi, kedua telapak tangan di buka.


" Wahai gunung es jadikanlah hawa dinginmu untuk mengubah hawa panas dari jurus neraka jahanam, Bismilahirohmanirohim!" panggil Jaka.


Buliran buliran salju yang sangat kecil tiba tiba bermunjulan dan masuk ke tubuh Jaka Kelana. Hawa sejuk dingin menyatu dengan tubuhnya. Setelah di rasa cukup banyak aliran hawa dingin memenuhi tubuhnya ia kembali melompat ke punggung Dewi Kumalasari.


Dewi tak mau menunggu lama ia menambah kecepatan terbangnya, suara elang raksasa memenuhi angkasa dan membuat para prajurit kedua pasukan kaget. Begitu juga Guru Chen dan Kaisar Ciming juga nampak keheranan tiba tiba munjul di atas mereka Elang yang begitu besar dan seakan tak mau pergi dari lokasi pertempuran yang di penuhi api.


Jaka segera melompat dari punggung Dewi dan melayang.


" Wahai kekuatan salju ubahlah suhu panas menjadi dingin sesuai kodratmu! teriak Jaka.

__ADS_1


Buliran salju keluar dari kedua telapak tangan Jaka, sementara Dewi kumalasari mengibas ngibas sayapnya, dengan di aliri jurus dewa angin. Hingga buliran salju menyebar memenuhi padang pasir yang menjadi medan pertempuran.


Hawa panas semakin lama semakin berkurang dan lama lama suhu menjadi normal.


Semua orang masih nampak tak percaya dengan kemampuan seorang pemuda yang melayang layang di udara mampu mengubah suhu panas menjadi dingin.


Namun setelah Jaka mulai turun, Guru Chen mulai mengenali dirinya.


" Jaka, itu Jaka Kelana" Teriak Guru Chen.


Sementara itu Fong bersaudara begitu terkejut karena hawa panas dari jurus neraka jahanam tiba tiba hilang. Keduanya segera mengarahkan bola bola api menyerang ke arah elang raksasa.


Elang raksasa bergerak meliuk liuk menghindari bola bola api yang mengincarnya. Sementara itu Jaka kembali membuat semua mata takjub. Ia kembali terbang ke atas.


" Ajian dewa gledek" teriak jaka.


Tak lama kemudian langit di penuhi kilatan kilatan petir semakin lama semakin banyak kilatan hingga akhirnya kilatan menyambar para prajurit kaisar Liming.

__ADS_1


Kaisar Liming melongo, ia seakan tidak percaya melihat para prajuritnya tumbang setelah tersambar kilat petir.


Bukan hanya Kaisar Liming, para prajurit kaisar Ciming juga nampak keheranan karena petir hanya menyambar prajurit Kaiar Liming.


Sementara pasukan Kaisar Ciming tak merasakan petir yang menggelegar menyambar mereka.


Kemenangan Kaisar Liming yang sudah di depan mata seketika sirna, karena satu persatu prajuritnya mati. Kebanyakan tubuh mereka gosong akibat tersambar gledek.


Jaka segera menghentikan kilatan petir dan terbang menaiki elang raksasa.


Ia mulai terlibat pertarungan dengan Wong Fe dan Wong Fu yang kini telah kembali memisahkan diri.


Rupanya dengan menjadi satu raga keduanya kesulitan untuk melakukan serangan yang cepat.


Apalagi jurus neraka jahanam tak memiliki pengaruh berarti dengan mudah elang raksasa memadamkan bola bola api dengan kepakan sayapnya.


Jaka dan Dewi mencoba menggabungkan jurus dewa gledek, kilatan petir kembali memenuhi langit dan menyambar tubuh wong fe dan wong fu.

__ADS_1


__ADS_2