JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Ki Rangga Lawu


__ADS_3

Jaka menyuruh Dewi memelankan laju terbangnya. Ia melihat sebuah desa, yang auranya sangat mengerikan.


Seperti sebuah desa siluman. Auranya membuat bulu kuduk merinding.


Namun karena ukuran tubuh elang yang terlalu rasanya sulit untuk melihat jelas. Dewi segera berubah jadi manusia.


Jaka dan Dewi bergandengan tangan meluncur dari angkasa dan memilih sebuah tempat yang agak jauh dari desa, biar tidak seorang pun yang melihat mereka berdua bisa terbang seperti layaknya burung.


Namun ternyata dugaan mereka salah, terlihat seorang anak yang umurnya sekitar belasan tahun tiba tiba pingsan ketika melihat kedua manusia turun dari langit.


Anak itu menduga bahwa kedua orang adalah siluman yang sering menculik anak anak di desa.


Jaka dan Dewi kebingungan, mereka segera mendekat dan menyalurkan hawa murni.


" Jangan takut, aku manusia seperti kamu bukan siluman!" ucap Dewi.


Anak tersebut menggigil ketakutan namun akhirnya Dewi berhasil menenangkanya dengan memeluk anak kecil tersebut.


Jaka tersenyum melihat Dewi kelihatan jiwa keibuanya.


" Kanda apa yang terjadi dengan tubuh anak ini!" teriak Dewi.


Asih yang kelelahan tertidur di pelukan Dewi, namun ia begitu kaget takala meraba lengan Asih yang ternyata sangat kasar dan penuh dengan luka.


Jaka segera mendekat dan melihat dengan teliti, hatinya terasa teriris melihat bekas luka sayatan benda tajam. Sekujur tubuhnya juga lebam lebam.


" Dinda apa yang terjadi sama Asih, siapa yang tega melakukan hal ini,sungguh keji. Kita harus memberikan pertolongan!"


Jaka segera menuju hutan untuk mencari daun obat yang akan di jadikan ramuan.


Dewi pun membopong tubuh gadis yang malang ke sebuah pohon besar.


Dalam sekejap Jaka telah kembali dengan membawa tanaman obat, dan terlihat membawa ayam hutan untuk di jadikan makanan.


Dewi segera meracik obat sedangkan Jaka membuat api untuk membakar ayam.


Bau bakaran ayam menyebar hingga tercium oleh Asik dan membuatnya terbangun.


Jaka segera mendekat dengan membawa tiga ekor ayam yang sudah di bakar. Asih dengan lahap memakanya.


Jaka dan Dewi kemudian bertanya kepada Asih ketika sudah selesai menyantap ayam bakar.


Asih tiba tiba wajahya berubah menjadi murung, air matanya kembali tumpah. Ingatanya kembali terbayang tentang siksaan yang telah dia alami.


Dengan terbatah Asih mulai bercerita, bahwa di desanya banyak orang yang melakukan praktek perdukunan untuk membuat kaya.


Syarat apapun mereka terima termasuk harus mengorbankan anak anak untuk di jadikan tumbal.


Pada saat malam tiba Asih telah tertidur pulas, namun ia terkejut ketika pagi ia terbangun. Rupanya ada ora yang telah menculiknya untuk di jadikan tumbal.


Mereka tega menyayat tubuhnya untuk sekedar di ambil darahnya. Sungguh tragis nasib yang di alaminya.


Asih pun bercerita bahwa ia dapat melarikan diri dengan berpura pura mati hingga tubuhnya di buang ke hutan.

__ADS_1


Jaka mengepalkan kedua tanganya, ia merasa greget ingin memberi pelajaran kepada para penculik yang dengan sadis menyiksa Asih.


Matahari terasa begitu menyengat, Jaka dan Dewi mengajak Asih untuk bertemu orang tuanya.


Mereka juga pasti bingung dan cemas.


Jaka dan Dewi berjalan menuju kampung. Aura mistik yang begitu kental begitu terasa sampai bulu kuduk berdiri.


Asih berjalan paling depan dan bergegas menuju arah dimana rumahnya berada.


Namun tiba tiba langkah mereka di halangi oleh segerombolan orang yang membawa senjata.


" Maaf tuan tuan. Kenapa kalian menghalangi kami?" tanya Jaka pelan.


" Serahkan anak kecil itu dan akan ku biarkan kalian berdua pergi" jawab salah seorang pria yang menjadi pimpinan mereka.


Asih ketakutan dan memeluk Dewi dengan erat.


" Bi, tolong aku bi, jangan serahkan diriku pada mereka. Itu adalah orang orang yang telah menyekapku!" Asih terus memeluk Dewi dengan begitu erat .


Melihat Asih ketakutan Jaka segera memberi peringatan supaya mereka pergi,namun mereka tak mengindahkanya.


Jaka segera melompat cukup tinggi sambil melontarkan pukulan matahari.


Beberapa tubuh terlempar hingga membentur pepohonan.


Melihat lawan yang sangat jago, mereka ketakutan dan berlari kencang menuju pimpinanya.


Terlihat seorang dengan muka di penuhi rambut, dia adalah Ki Rangga Lawu seorang dukun yang sangat terkenal.


Dia segera membuka telapak tanganya dan membaca mantera.


Nampaklah seorang pemuda bersama dua orang wanita yang telah membuat anak buahnya babak belur.


" Berani ikut campur. Kalian akan rasakan akibatnya!" Rangga Lawu berteriak sambil menuju ruang pemujaan.


Nampaklah banyak boneka boneka yang di lilit dengan kain kafan.


Rangga Lawu segera mengambil salah satu boneka lalu ia membaca mantera.


Kedua tanganya menekan boneka teraebut dengan keras.


Sementara itu Jaka dan Dewi meneruskan perjalanan menuju rumah Asih. Namun tiba tiba ia merasakan rasa sakit yang cukup hebat di dalam dadanya.


Dewi sempat khawatir ketika melihat Jaka kesakitan dan memegangi dadanya.


" Apa yang terjadi kanda?" tanya Dewi sambil mendekati Jaka Kelana.


"Entahlah tiba tiba dadaku sakit seperti di tusuk tusuk jarum!" jawab Jaka sambil terus meringis menahan sakit.


Pedang Suci bergerak gerak di dalam dada Jaka memberi isyarat, Jaka mencari tempat untuk bersemedi.


Jaka terkejut karena dalam semedinya ia melihat seorang berbaju hitam seperti dukun sedang menusuk nusuk boneka dengan sebuah jarum.

__ADS_1


Jaka segera merogoh sukma. Sukmanya melayang menuju dukun yang sedang meneluhnya.


" Hentikan kejahatanmu ki!"


Ki Rangga Lawu terkejut mendengar suara tanpa rupa. Rangga lawu segera memejamkan matanya dan menggunakan penglihatan dengan batinya.


" Rupanya kamu bukan orang sembarangan anak muda? tanya Ki Rangga Lawu sambil melempar keris yang ia genggam.


Jaka segera menghindar hingga keris menancap di pagar yang terbuat dari kayu.


Rangga Lawu tertawa.


" Ilmu rogoh sukma, baiklah!"


Ki Rangga Lawu segera bersila dan seketika sukmanya keluar dan langsung melancarkan serangan.


Jaka melayang menembus atap dan memancing Ki Rangga Lawu untuk bertarung di tempat yang luas.


Rangga lawu melayang mengejar Jaka, hingga akhirnya keduanya bertarung di halaman rumah Rangga Lawu yang cukup luas.


Sementara itu anak buah Rangga lawu kebingungan melihat dua wujud cahaya yang saling kejar kejar kejaran dan menimbulkan banyak ledakan.


Mereka bersiap dengan mencabut pedangnya.


Rangga Lawu dan Jaka saling serang dan mengeluarkan jurus andalanya.


Namun Jaka ingin segera menyudahi pertarungan.


" Ki hentikanlah praktek ilmu hitamu dan kembalilah ke jalan kebenaran!"


Rangga lawu hanya tertawa dan tidak menghiraukan kata kata Jaka.


" Ha ha ha ha, besar mulut kau anak muda!"


Mendengar jawaban Rangga Lawu, Jaka mundur beberapa langkah dan bersiap menggunakan jurus pengunci tenaga.


Jurus yang dapat mengunci semua ilmu lawanya bahkan pula dapat memusnahkanya.


Rangga Lawu terus melontarkan serangan dan belum menyadari bahwa musuhnya benar benar adalah pendekar pilih tanding.


Namun akhirnya Rangga Lawu menyadari ketika Jaka melayang dan bergerak secepat kilat menotok beberapa urat di tubuhnya.


" Ajian pengunci tenaga,oh tidakkkk!" Rangga Lawu berteriak ketika menyadari pemuda yang menjadi musuhnya telah memusnahkan semua ilmunya.


Ruangan tempat ritual Rangga Lawu juga tiba tiba terbakar, membuat anak buahnya panik.


" Bertobatlah Ki, semoga kau bisa mawas diri!"Jaka segera pergi meninggalkan Rangga Lawu setelah menghilangkan semua kanuraganya.


Dewi Kumalasari merasa lega setelah Jaka membuka kedua matanya.


" Syukurlah kanda sudah kembali!" Ucap Dewi.


" Alhamdulillah aku baik baik saja, dinda. Ayo kita lanjutkan perjalanan!"

__ADS_1


Kini Jaka dan Dewi kembali berjalan melalui jalan setapak untuk mengantarkan sampai kerumahnya.


__ADS_2