JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Prahara di Wisma Kencana Episode 3


__ADS_3

Sudah hampir pagi tapi pertarungan masih berlangsung sengit,para prajurit Wisma Kencana sudah bisa sedikit bernapas lega,dengan kedatangan Jaka Kelana dan Kumalasari serta Raja Ranaya Kandi.


Sementara itu setelah bisa mengatasi situasi dan melihat para parajurit sudah bisa mengimbangi musuh ,Raja Ranaya Kandi melompat menuju pertarungan Dewi dan Kumambang.Ia pun kembali memberikan cincin mustika,yang bisa melipat gandakan kekuatan kepada Dewi.


Dewi pun segera memakainya,dan sekali lagi mengeluarkan ajian dewa angin,kali ini gelombang yang di hasilkan jauh lebih besar ,pusaran itu meliuk liuk ke arah Kumambang .Dengan sekuat tenaga Kumambang berusaha menahan ,namun karena begitu besar gelombang angin ,tubuh kumambang tersedot masuk ,melihat Kumambang sudah masuk ke dalam pusaran angin Dewi lekas mengarahkan pusaran angin dan melempar tubuh Kumambang sejauh mungkin.


Dewi Kalinggi nampaknya mulai panik,melihat Kumambang masuk ke pusaran angin dan menghilang .


Jaka pun tidak menyiakan kesempatan di saat Kalinggi terlihat lengah Jaka memukulnya menggunakan ajian penghancur karang.


Asap tebal menyelimuti Nini Kalinggi,tapi Jaka terkejut mendengar nini kalinggi tertawa dan keluar dari asap ledakan pukulan penghancur karang.


"Kali ini mampuslah kau Jaka,terimalah ajian penghisap jiwa miliku,he he he,"bentak Kalinggi.


Jaka pun terkejut mendengar ajian penghisap jiwa,ia pun ingin menjajal kekuatan ajian penghisap daya .Jaka pun berdiri dan konsentrasi dalam hatinya berkata ,"wahai alam maya pada ,sudikah kiranya ku pinjam kekuatanmu ,masuklah ke dalam tubuhku".


Jaka pun mulai merasa energi alam mulai memasuki tubuhnya,asap hitam keluar dari tubuh Kalinggi.


Sementara Dewi Ambarwati berseru, agar Jaka menghindari asap hitam yang keluar dari tubuh Kalinggi atau ia akan tersedot masuk.

__ADS_1


Namun Jaka tetap tenang ,energi alam terasa sudah memenuhi tubuhnya Jaka pun segera membuka kedua telapak tanganya,sebuah cahaya seperti keluar dari tangan Jaka dan membuat kabut hitam yang hampir menelan Jaka menghilang.


Kali ini giliran Nini Kalinggi yang tercengang,ia nampak terheran heran melihat ajian penghisap jiwa miliknya tidak mampu mengambil jiwa Jaka Kelana.


Tapi bukan Dewi Kalinggi namanya kalau ia tidak


tertawa cekikikan.


"Kurang aj..r kau Jaka ,bedebah ,cuih cuih,sekarang rasakan kekuatan semua orang yang yang telah aku ambil jiwanya".


Jaka pun tak mengetahui maksud ucapan Kalinggi ,tiba tiba awan hitam menutupi cahaya bulan,tangan Dewi Kalinggi di angkat ke atas,tanah yang di pijak Jaka bergunjang hebat,Jaka pun berkata dalam hati," gila wanita peot ini mau menghancurkan istana Wisma Kencana,"Jaka pun kembali menyerap energi alam ,Jaka juga berseru agar semua yang ada di pihak Wisma Kencana memberikan energinya untuk Jaka.


Segera Patih Rangga Abang berseru supaya ,semua prajurit mengangkat tanganya dan memberikan tenaga mereka untuk membantu Jaka.Raja Jaya Wijaya dan Dewi Ambarwati pun mengangkat tanganya tinggi tinggi,sementara Dewi Kumalasari di bantu ayahnya membuat jurus dewa angin untuk menghalau awan yang terus menutupi cahaya bulan.


Awan hitam terus meluncur ke bawah dan akan menghantam bumi,tubuh Jaka tiba tiba terbang meluncur di sertai sebuah gelombang energi cahaya yang memancar menembus awan hitam yang menukik ke bawah.


Benturan dua kekuatan maha dasyatt,menyebabkan suara yang sangat keras,langit yang hitam tiba tiba berubah terang benderang .Awan hitam pun lenyap dari pandangan mata bersamaan dengan Dewi Kalinggi.


"Ha ha ha ha ha, aku belum kalah Jaka ,aku akan kembali untuk menuntut balas," terdengar suara kalinggi yang membuat gendang telinga seakan mau pecah.

__ADS_1


Sesosok tubuh tiba tiba meluncur dengan cepat dan hampir membentur tanah,Dewi pun menyadari bahwa yang meluncur adalah tubuh Jaka,ia pun segera melompat dan menangkap tubuh Jaka sebelum membentur tanah.


Tubuh Jaka lunglai ,Dewi pun menangis sejadi jadinya,menyangka bahwa Jaka telah tiada,namun naluri seorang ibu nampak lebih peka,Dewi Ambarwati memeriksa nadi Jaka dan nampak sangat lemah.


Sementara para prajurit diam seribu bahasa ,menyaksikan sang pahlawan mereka harus gugur ,mereka pun menangis .


Dewi Ambarwati berteriak dan mengagetkan mereka semua.


"Tenanglah kalian semua,anaku masih hidup Jaka tidak akan mati sebelum tanah jawa hidup dengan damai".


Mendengar teriakan Dewi Ambarwati Raja Jaya Wijaya melangkah maju dengan tertatih tatih,karena ia mengira bahwa Jaka telah tiada.


Ia pun segera memeriksa nadi di pergegelangan tangan Jaka Kelana.


"Wahai rakyatku,bergembiralah pahlawan kita baik baik saja,Jaka masih hidup,terima kasih dewata yang agung ,terima kasih".


Dewi Kumalasari memeluk tubuh Jaka dengan erat,sambil terus berlinang air mata,hingga akhirnya Jaka terbatuk karena dadanya terasa sesak oleh dekapan Dewi yang begitu erat.


"Dinda lepaskan pelukanmu,atau kau menginginkanku mati karena kehabisan nafas,"ucap Jaka.

__ADS_1


Dewi pun segera melepas pelukanya dengan kencang hingga tubuh Jaka terhempas ke tanah.


Jaka meringis kesakitan ,semua orang tidak bisa menahan tawa melihat tingkah laku Dewi yang seperti anak anak.


__ADS_2