JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Jurus Tangan besi


__ADS_3

Jaka dan Dewi segera menyelesaikan makanya lalu bergegas menuju pelayan untuk membayar.


Surasena yang posisi duduknya menghadap ke arah pelayan terkejut ketika melihat wajah Dewi Kumalasari yang kecantikanya seperti bidadari.


" Kang Merta, apa mataku tidak salah lihat, rupanya di dunia ini ada wanita yang lebih cantik dari istri pangeran Sadewa!" ucap Surasena, hingga membuat kuda merta membalikan badanya.


Kuda Merta juga tak dapat menyembunyikan kekagumanya bahkan hasratnya langsung bergejolak, melihat lekuk tubuh Dewi yang elok.


Kedua orang tersebut langsung berdiri dan mencoba memegang tangan Dewi Kumalasari.


Jaka yang posisinya di belakang Dewi, segera menangkis sebuah tangan yang hendak menarik tangan Dewi.


" Hey, jangan kurang ajar kau tuan!" bentak Jaka sambil menarik tangan Kuda Merta.


Sementara Kuda Merta dan Surasena merasa tak terima mendengar ada seseorang yang menghalangi niatnya.


Keduanya langsung mengejar Jaka yang melompat ke halaman.


Surasena dan Kuda Merta naik pitam, mereka kompak menggunakan jurus Tangan Besi yang membuat kedua tangan mereka sekeras besi.


Tentu saja Jaka kaget karena merasa sakit di persendian lenganya ketika menangkis serangan dari kedua orang yang menggoda istrinya.


Dewi juga tak tinggal diam ia langsung melompat dan berhasil melepaskan tinjunya di wajah Kuda Merta.


" Rasakan pukulanku bandot!" Ucap Dewi dengan garang.


" Weleh weleh, benar benar cantik !" Jawab Kuda Merta sambil menjulurkan lidahnya.


Dewi pun semakin terpancing emosi.


" Dinda hati hati, mereka memiliki pukulan tangan besi!" teriak Jaka sambil bergerak menghindari serangan Surasena.


Dewi mundur beberapa langkah dan segera mengaliri kedua tanganya dengan tenaga dalam.


Kuda merta tertawa sambil mengusap pipinya yang terkena pukulan.


"Hiatt"


Dewi melompat maju dan melepaskan kembali pukulan dengan kedua tanganya mengarah ke dada Kuda Merta.


Kuda merta nampak tenang menangkis serangan Dewi, bahkan Dewi merasa kedua tanganya linu ketika harus beradu dengan tangan Kuda Merta.

__ADS_1


" Ha ha ha ha, kamu bukan lawanku nona, mending tinggalkan saja laki laki yang bersamamu dan ikut bersamaku, aku janji akan aku penuhi dirimu dengan kemewahan!" Rayu Kuda Merta.


Dewi semakin berapi api dan kembali menyerang Kuda Merta dengan jurus dewa angin.


Kuda Merta tak menyangka bahwa Dewi memiliki ajian Dewa Angin ia pun segera menyilangkan kedua tanganya di depan dada.


Dewi segera melepas gelombang angin ke arah Kuda Merta.


Kuda Merta bersiap dengan tangan besinya mencoba beradu dengan pusaran angin yang bergerak cepat ******* tubuhnya.


Kedai makan atapnya porak poranda ketika pusaran angin yang di arahkan kepada Kuda Merta dapat ia tangkis dan terpental ke arah Kedai.


" Aduh ketiwasan, tolong tuan janganlah kalian merusak kedai ku!" Teriak pemilik kedai.


Kuda Merta dapat menangkis pusaran angin dan mementalkanya dengan jurus tangan besi.


Sementara Jaka juga masih mencoba menjajaki seberapa hebat jurus tangan besi yang di miliki Surasena.


Akibat pukulan Surasena beberapa pohon juga berlubang akibat pukulanya yang di arahkan kepada Jaka meleset dan justru mengenai pepohonan.


Namun entah mengapa tiba tiba saja Kuda Merta segera menghentikan pertarungan dan mengajak Surasena pergi.


Tentu saja Jaka dan Dewi merasa aneh, ketika melihat kedua orang tersebut melompat ke atas kuda dan langsung berlari ke arah Naga Perak.


Dia juga memberi lima keping koin emas sebagai ganti rugi.


Jaka dan Dewi segera berjalan mendekati kudanya yang terikat di batang pohon.


Namun si pelayan berlari mengejar.


" Tuan,nona sudilah kiranya menginap di sini dulu, aku takut Surasena dan Kuda Merta akan kembali untuk balas dendam" pinta si pelayan sambil tubuhnya gemetar.


Jaka merasa tak tega.


" Dinda, menurutmu bagaimana?"


Dewi" Terserah Kanda, aku juga merasa kasihan Kanda!"


Jaka" Baiklah Ki, malam ini kami akan menginap, tapi besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan!"


Pelayan" Terimakasih tuan, nona, baiklah aku akan mempersiapkan kamar untuk kalian!"

__ADS_1


Dengan girang pelayan berlari masuk ke kedai untuk menyiapkan kamar.


Jaka dan Dewi kembali masuk dan duduk di bangku.


Keduanya terus berbincang mengenai Naga Emas dan Naga Perak yang sedang bertikai.


Dewi juga masih terlihat kesal karena merasa penasaran dengan jurus tangan besi yang bisa mementalkan jurus dewa angin miliknya.


"Dinda kayaknya kita harus menciptakan jurus baru yang tidak terlalu ekstrim dan dapat membuat musuh tak berdaya " Jaka tiba tiba merasa bahwa semua jurus yang ia miliki hampir semua berujung kematian bagi siapa saja yang terkena oleh pukulanya.


Hingga ia pun berpikir menciptakan jurus yang lebih manusiawi yang tidak langsung membuat musuhnya mengalami luka dan juga kematian.


Dewi pun setuju.


Namun ia memberi usul agar Jaka berlatih di ruang terbuka dan dekat dengan air serta memiliki pemandangan yang indah.


Dewi segera berlari untuk bertanya kepada pelayan mengenai tempat yang sesuai dengan kriteria dalam benaknya.


" Ohh, ada nona, nona tingga melewati jalan setapak yang mengarah ke hutan, di sana ada sungai yang di atasnya ada tebing yang mengalirkan air ke sungai tersebut.Air terjunya cukup besar dan pemandanganya sangat indah!" ucap si pelayan sambil menunjukan jalan setapak yang berada di samping kedai miliknya.


Dewi segera mengajak Jaka untuk menyusuri jalan setapak dan menuju tempat yang di tunjukan oleh pelayan.


Tentu saja Dewi langsung terpesona melihat air terjun yang berasal dari tebing dan airnya sangat jernih, di bawahnya juga terdapat sungai yang jernih pula, bahkan saking jernihnya ikan ikan yang tinggal di bebatuan terlihat jelas dari permukaan.


Jaka nampak mencari tempat yang pas untuk menemukan ide tentang cara menciptakan jurus yang efektif untuk melumpuhkan lawan tanpa harus melukainya.


Sementara itu Surasena dan Kuda Merta rupanya tidak lari dari pertarungan, namun Kuda Merta merasa bahwa ada panggilan jarak jauh dari pangeran Sadewa yang menyuruhnya segera menyelidiki wilayah Naga Perak untuk mengetahui kekuatan yang di milikinya.


Pangeran Sadewa ingin segera mengerahkan pasukan untuk menggempur wilayah Naga Perak sebelum menjadi ancaman untuk kedaulatan Naga Emas.


Ia sangat takut jikalau pangeran Nakula dapat menghimpun kekuatan dan kembali mencoba merebut tahta dari tanganya.


" Aduh sial , padahal aku masih ingin menjajal kekuatan pemuda itu!" Ucap Surasena.


Kuda Merta," bukan hanya kamu saja, aku juga merasa bergairah ketika melawan gadis cantik yang mempesona" Jawab Kuda Merta sambil terngiang wajah Dewi Kumalasari.


"Tapi sudahlah, aku tak mau mengecewakan pangeran Sadewa!" Timpal Kuda Merta.


Keduanya kembali memukul kuda yang di tunggangi hingga larinya semakin cepat.


Sementara Jaka dan Dewi mulai pemanasan sebelum memulai berpikir untuk menciptakan jurus jurus baru.

__ADS_1


Suara kicauan burung burung serta gemericik air membuat konsentrasi bertambah, kedua mulai memejamkan mata.


Mereka pun mulai merasakan tarikan kekuatan alam, yang di ikuti dengan gerakan tangan dan kaki hingga membentuk sebuah gerakan lengkap.


__ADS_2