JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Menuju Medan perang


__ADS_3

Setelah sehari semalam keduanya terbuai dalam lautan asmara hingga sampe kelelahan dan tertidur. Suara terompet menggema dan membangunkan kedua insan yang di mabuk asmara.


Jaka dan Chin Shuang atau Dewi Kumalasari saling melempar senyum bahagia. Namun keduanya buru buru pergi untuk membersihkan diri, ketika mereka menyadari bahwa bunyi terompet yang mereka dengar adalah tanda akan di mulainya peperangan.


Jaka teringat pesan Guru Chen bahwa sebelum aliran Ci mencapai titik kesepuluh ia harus tetap berlatih agar usaha yang sudah ia tekuni tidak sia sia.


Akhirnya setelah keduanya mandi bersama dan mengisi perutnya dengan makanan keduanya mulai berlatih.


Bahkan kini Jaka dan Dewi mencoba menggabungkan kekutan mereka secara bergantian mereka menggabungkan jurus dewa gledeg dan ajian pelebur roh.


Tanpa dinyana bahkan dindin goa sampe jebol terkena ajian pelebur roh. Hingga menganga sebuah lobang di atap goa yang membuat cahaya matahari masuk dengan sempurna.


Jaka terus berlatih hingga aliran ci yang kesepuluh terbuka dengan sempurna.


Sementara Dewi terlihat muram, rupanya ia teringat akan ibu suri yang telah merawatnya.


Bukan hanya itu yang membuat Dewi Kumalasari sedih, dia juga teringat Kaisar Liming yang sudah di anggap seperti saudaranya sendiri.


Jaka segera menghentikan latihanya ketika melihat istrinya terlihat murung.

__ADS_1


Ia berusaha mendekat dan memegang tangan istrinya, ia sangat tahu pasti istrinya bingung harus berpihak kepada siapa.


Namun Jaka memantapkan hati Dewi dan berkata bahwa kebenaran harus menjadi hal pokok yang harus di perjuangkan.


Dan Dewi sudah cukup mengerti akan maksud ucapan suaminya. Jaka terus berupaya untuk mengembalikan semua tenaga dalamnya yang terkunci, karena pastilah musuh yang ia hadapi di dalam peperangan adalah para pendekar pilih tanding.


Sementara Dewi Kumalasari terus mencoba melatih ilmu malih yang bisa merubah wujudnya menjadi elang raksasa.


Sementara itu bunyi terompet di terdengar menggema di istana kaisar Ciming.


Pertanda bahwa perang akan segera terjadi, Jendral Chong berkeliling untuk memastikan kesiapan pasukanya yang akan ikut berperang melawan Kaisar Liming.


Kaisar Ciming akan memimpin langsung pasukanya dan memastikan kemenangan untuk mewujudkan cita cita ayahnya menyatukan Cina dalam satu kekuasaan.


Nampak pula Guru Chen selalu mendampingi Kaisar Ciming. Dia juga akan menjadi kusir kereta yang di naiki Kaisar agar bisa selalu menjaga keselamatanya.


Sementara terlihat ratusan orang berpakaian pendekar juga telah bersiap di atas kuda mereka bersiap menunggu aba aba untuk segera berangkat ke medan perang.


Jendral Chong memastikan bahwa pasukanya telah siap siaga. Jendral segera berteriak dengan lantang untuk memberi motifasi agar mental mereka semakin menggebu.

__ADS_1


" Hari ini, kita akan berperang , untuk menuliskan sejarah baru di negeri Cina dan memastikan untuk bersatunya daratan Cina di pimpin oleh satu pemerintahan yaitu Kaisar Ciming!"


"Hidup Kaisar Ciming, hidup kaisar Ciming,hidup Kaisar Ciming!"


"Pasukan Berangkaaaaaaaatttt" Jendral Chong berteriak keras.


kereta pembawa meriam berangkat paling depan sementara rombongan kaisar Ci dan Jendal Chong beserta para pendekar berad di tengan.


Sementara sisanya terdiri dari pasukan panah dan para prajurit yang bersenjata lengkap dengan pedang dan tamengnya.


Suara derap kaki kuda yang jumlahnya puluhan ribu ekor seakan memecah telinga, kepulan debu debu yang berterbangan seakan membuat matahari menjadi gelap.


Istana kekaisaran nampak sepi hanya terlihat beberapa orang saja yang berjaga di pintu gerbang.


Tak Jauh beda suasana di Kaisar Liming ternyata iring iringan mereka sudah sampai di perbatasan, Jendral Long We menyuruh pasukan untuk mendirikan tenda tenda, dan menyuruh sebagian pasukan untuk menempati posnya masing masing.


Di depan mereka terhampar gurun berpasir yang akan menjadi pertaruhan nyawa, lautan darah akan menjadi bukti dan tertulis dalam sejarah.


Kaisar Liming juga sangat yakin dengan bantuan dari perguruan Iblis Merah dan melihat dari jumlah pasukan yang ia bawa, ia dapat pastikan bahwa kemenangan akan dapat ia raih dan memastikan seluruh wilayah Cina akan tunduk di bawah kepemimpinanya.

__ADS_1


__ADS_2