
Setelah berhasil menguasai pulau Sumatera ,pasukan Darma Wisnu mulai membidik pulau Jawa,ia pun turun tangan langsung untuk menyerang kerajaan kerajaan besar yang berada di pulau Jawa.
Raja Jaya Wijaya mengumpulkan sekutunya untuk menghadapi serangan dari kerajaan Atas Awan.
Semua pasukan di satukan di dalam wilayah kerajaan karang Cendana,yang merupakan kerajaan terluas di jawa bagian tengah.
Para prajurit terus melakukan latihan perang ,hampir lima ratus ribu prajurit berkumpul dan memenuhi alun alun Karang cendana.
Patih Rangga Abang berkeliling memeriksa kesiapan pasukan,kali ini perang besar akan benar benar terjadi .
Sementara Raja Ranaya Kandi dan beserta hulu balangnya juga ikut bergabung dengan pasukan Jaya Wijaya,mereka akan ikut bertarung sampe titik darah penghabisan untuk melawan Darma Wisnu dan pasukan Atas Awan.
Sementara itu pasukan yang di pimpin oleh Darma Wisnu terbagi menjadi dua bagian .Yang pertama langsung ia komando ,sementara pasukan yang kedua di pimpin oleh Dewi Kalinggi beserta Arya Wisapati dan Kumambang,mereka pun mulai bergerak menuju Karang cendana,setelah sebelumnya berlayar dari pulau Sumatera.
Tak kurang dari dua ratus ribu prajurit di bawah komando Dewi Kalinggi,sementara Darma Wisnu membawa pasukan Atas Awan yang jumlahnya hampir empat ratus ribu pasukan.
__ADS_1
Sementara sebelum perang benar benar terjadi ,Raja Jaya Wijaya telah menyuruh semua rakyat kerajaan Karang Cendana dan sekutunya,untuk mengungsi ke tempat yang aman,ia menyuruh rakyatnya pergi sejauh mungkin ke bukit bukit atau hutan yang jauh dari arena perang besar yang akan terjadi.
Resi Somala tak lupa memimpin doa agar kerajaan Karang Cendana bisa mempertahankan setidaknya wilayah kerajaanya beserta kerajaan sekutu.
Para prajurit terlihat khusyu dalam berdoa ,mereka pun sudah memasrahkan jiwa raganya untuk tumpah darah ibu pertiwi.
Raja Jaya Wijaya juga terus membakar semangat para prajuritnya agar tak gentar menghadapi musuh ,dan jika nyawa harus melayang ,matilah dengan kesatria tanpa rasa takut demi tumpah darah ibu pertiwi.
Sementara itu setelah berhasil mendapatkan cambuk api,Jaka segera berusaha kembali ke goa lawang sewu,namun dirinya seakan tersesat karena tiba tiba goa tersebut seakan lenyap seperti di telan bumi.
Jaka mencoba melakukan telepati dan berkomunikasi dengan Dewi Kumalasari ,namun tidak ada jawaban sama sekali.
Rupanya Jaka mengalami kejadian aneh setelah berhasil memasukan cambuk api ke kotak kayu dan membalutnya dengan sorban serta mengikatnya di pundak ,ia seakan tersedot masuk ke dalam dinding goa.
Jaka pun terasa melayang layang dan seperti memasuki dunia lain yang di rasa sangat aneh .
__ADS_1
Sekian lama ia mencari goa lawang sewu namun tak kunjung ia temukan,justru yang nampak di hadapanya adalah sebuah kerajaan yang sangat megah.
Jaka tersentak tiba tiba terlihat sesosok tubuh berdiri di hadapanya,ia pun merasa sangat mengenali sosok tersebut yang merupakan kakek buyutnya yaitu Resi Suralaya.
Sang Resi segera memberi tahu Jaka Kelana bahwa Darma Wisnu sudah mulai bergerak dan menaklukan kerajaan di luar wilayah Karang Cendana dan Wisma Kencana.
Resi Suralaya juga berkata bahwa dialah yang telah menarik Jaka masuk ke masa kerajaan Pajajaran untuk bersegera mencari Kujang kembar ,untuk melengkapi dua senjata yang telah ia dapatkan agar bisa mengalahkan Darma Wisnu.
Jaka segera memahami situasi yang terjadi ,ia pun segera memohon agar kakeknya menunjukan di mana tempat kujang kembar berada.
Sang resi menyuruh Jaka memasuki istana Pajajaran dan meminta langsung kepada Prabu Siliwangi sang penguasa kerajaan Pajajaran.
Resi Suralaya hanya dapat mengantar Jaka Kelana sampai memasuki gerbang istana,sementara ia akan kembali membawa Jaka Kelana menuju masa depan setelah berhasil mendapatkan Kujang Kembar.
Dengan memantapkan langkahnya Jaka Kelana segera berjalan mendekati prajurit jaga ,ia pun mengeluarkan lencana pemberian Resi Suralaya,rupanya lencana itu adalah tanda pengenal milik kerajaan Pajajaran ,higga para prajurit mempersilahkan Jaka memasuki Istana.
__ADS_1
Jaka berjalan sambil terus mengagumi bangunan bangunan yang terlihat megah,patung harimau pun berdiri dengan gagahnya dipelataran istana Pajajaran.