JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kekalahan Kaisar Liming


__ADS_3

Wong Fe dan Wong Fu tak berdaya terkena kilat kilat petir yang tak berhenti menyambarnya, bahkan Jaka seperti tak mau memberi kesempatan di kemudian berganti dengan jurus pukulan penghancur karang dalam sekali lompatan ia hantamkan kedua tanganya tepat di perut Wong Fe dan Wong Fu.


Teriakan kedua Wong bersaudara terasa memekikan telinga, kedua tubuh mereka hancur menjadi butiran.


Kaisar Liming wajahnya pucat pasi melihat jagoanya kalah. Dia langsung menyuruh pasukanya kembali mengarahkan meriam dan menghujani pasukan Kaisar Ciming.


Pasukan Ciming tak dapat membalas serangan tersebut, karena Wong Fe dan Wong Fu telah menghancurkan kereta meriam dengan api.


Para prajurit kembali kocar kacir menghindari gempuran bola bola meriam yang meledak di tengah tengah mereka.


Elang raksasa tak tinggal diam ia mencoba terbang ke arah kereta meriam dan berusaha menyekeram tubuh beberapa prajurit yang terus mencoba memasukan bola meriam untuk kembali di ledakan. Dalam sekalin sambaran si elang dapat mencengkeram dua orang dengan kedua kakinya. Keduanya di bawa terbang cukup tinggi hingga akhirnya di jatuhkan.


Kini sasaran di rubah, Kaisar Liming mencoba menyuruh beberapa orang untuk meledakan meriam ke arah elang raksasa yang mencoba membawa beberapa prajuritnya.


Dewi terbang meliuk liuk menghindari ledakan meriam yang mengincar tubuhnya, sementara Jaka tak membiarkan istrinya dalam bahaya, ia lantas melesat terbang dan menghantam kereta meriam dengan pukulan matahari.


Dalam sekejap lima kereta meriam hancur terkena pukulan matahari. Sementara sisanya hangus terbakar.


Kaisar Liming begitu marah ia lantas kembali mencabut pedangnya dan bergerak cepat melesat menyerang Jaka Kelana.


Jurus pedang Kaisar Liming juga lumayan cepat, namun Jaka masih dengan mudah menghindarinya.


Jaka mulai berpikir untuk mencoba jurus halimun untuk mengelabui Kaisar liming. Setelah sekian lama tidak pernah di coba, akhirnya tubuh Jaka tiba yiba hilang dan membuat kaisar Liming nampak kebingungan.


Kaisar Liming bahkan menduga bahwa pemuda yang ia hadapi adalah sebangsa siluman karena bisa menghilang.

__ADS_1


Sementara itu Jendral Chong yang sudah memulihkan tenaganya menyuruh anak buahnya merangsak ketika melihat meriam musuh telah hancur.


Ia menyuruh prajurit yang tersisa maju dan memukul mundur pasukan kaisar Liming.


Lindan dan puteri salju juga sudah memulihkan kekuatan keduanya terbang dan menghantamkan senjata mereka masing masing.


Guru Chen dan Kaisar Ciming juga ambil bagian.


Guru Chen menyuruh Kaisar kembali naik kereta. Kuda kuda di pukul dengan keras hingga melaju dengan kencang.


Kaisar Ciming turun dari kereta begitu sudah sampai di kerumunan musuh, dengan menggunakan dua pedangnya ia terus mengayunkan dan menebas musuh.


Tentara Kaisar Liming mulai kewalahan menghadapi perlawanan tentara Ci, apalagi terlihat letusan masih terus terjadi dari tongkat milik lindan yang dalam sekejap sudah melumpuhkan ratusan orang.


Sementara jendral Chong kembali mengamuk dengan jurus pedang kematian, sudah tak terhitung jumlah tentara Li yang mati akibat sabetan pedang Jendral Chong.


Sementara itu Kaisar Li seperti orang bodoh karena berusaha terus mengayunkan pedangnya tanpa mengeyahui di mana musuhnya berada, bahkan kalau di lihat dari jauh Kaisar Liming nampak bertarung seorang diri tanpa ada musuh, jadi pedangnya hanya mengenai angin yang berhembus.


Jaka tak ingin mempermainkan Kaisar Liming berlama lama, ia kembali menggunakan pukulan matahari dan berhasil menghujam di ulu hatinya.


Tubuh kaisar Liming terpental jauh.


Dewi yang melihat kaisar terpental segera mengubah arah terbangnya, dengan kuat kakinya berusaha menyambar tubuh Kaisar Liming. Ia kemudian menurunkan Kaisar Liming di tempat yang aman.


Kaisar Liming nampak ketakutan melihat elang raksasa bergerak ke arahnya setelah lebih dulu menjatuhkan dirinya.

__ADS_1


Kaisar Li terus memegangi ulu hatinya yang terasa panas seperti di penuhi bara api.


Alangkah terkejutnya Kaisar Liming tiba tiba elang raksasa pelan pelan mulai hilang dan nampaklah sosok Chin Shuang berjalan mendekatinya.


Chin Shuang tak menghiraukan keterkejutan Kaisar ia buru buru menempelakan kedua tanganya di punggung kaisar dan mencoba mengobati lukanya dengan memberikan hawa murni.


Kaisar Liming terbatuk batuk dan dari mulutnya keluar banyak darah, bahkan darah seperti mendidih ketika bersentuhan dengan tanah.


Namun panas di ulu hatinya berangsur angsur hilang. Chin Shuang segera menghentikan aliran hawa murninya. Ia masih diam dan langsung menyambar tubuh Kaisar Liming kemudian terbang.


Dalam ketinggian Chin Shuang berteriak dengan suara yang di aliri tenaga dalam.


" Kaisar Liming telah menyerah, kuharap perang segera berhenti."


Sontak semua mata memandang ke arah suara. Bahkan Kaisar Ciming begitu kaget karena tidak melihat pergerakan Chin Shuang yang tiba tiba sudah berdiri di hadapanya bersama Kaisar Liming.


Kaisar Liming secara mengejutkan bersimpuh sambil memegang kaki kaisar Ci.


Ia sudah mengakui kekalahan dan bersiap menerima hukuman dari Kaisar Ciming.


Kaisar Ciming tak kuasa menahan haru melihat saudaranya bersimpuh sambil memegangi kakinya. Ia kemudian merangkul Kaisar Liming dan memeluknya dengan eratt.


Keduanya larut dalam keharuan hingga para prajurit dari kedua belah pihak yang tengah bertarung segera membuang senjata mereka setelah melihat dua raja mereka saling berpelukan. Bahkan kini banyak mata yang berkaca kaca melihat pemandangan yang sangat langka. karena setelah sekian lama bersitegang kedua pemimpin mereka terlihat saling berpelukan layaknya saudara.


Jendral Chong juga tak mau di kuasai napsu ia melepaskan kedua pedangnya ketika melihat Kaisar Ciming memeluk saudaranya. Ia bahkan berseru kepada pasukanya agar menghentikan peperangan.

__ADS_1


__ADS_2